Bertetangga Dengan Genderuwo.

Bertetangga Dengan Genderuwo.
Menarik Simpati Nisa.


__ADS_3

Nisa terlihat anggun mengenakan kebaya putih, aura kecantikannya terpancar bak putri


kerajaan.Nisa duduk diam mendengarkan pembicaraan Anton dan penghulu.Kali ini bukan Nisa yang sedang melakukan ijab kabul, tapi Dewi ular yang tengah merasuki Nisa.


Anton mendengar teriakan ribut dari luar.Acara ijab kabul dihentikan seketika.


"Pergilah dari sini Dito, ini acara akad nikah ku, tolong.....hormati aku sedikit".


"Kau tidak boleh menikah dengan Nisa".


"Biarkan aku masuk,,,,Nisa......keluar Nisa ...!".


Sementara Dito masih teriak-teriak di luar, Anton memberi isyarat kepada pengawalnya


untuk memberi pelajaran pada Dito.


Anton kembali duduk untuk melanjutkan akad


nikah.Saat penghulu membacakan ayat suci


Al-Quran, Nisa tiba-tiba tersadar.Dilihatnya


sesosok wanita ular di hadapannya.


Anton terkejut melihat Nisa yang berdiri dengan masih memegangi kepalanya.


Sejurus kemudian, Anton berusaha untuk


memberi penjelasan pada Nisa


"Ayo Nisa, aku sudah memanggil penghulu


sesuai permintaanmu".


"Duduklah kembali,,,akad nikah akan segera di mulai".


"Tunggu,,,aku tidak mengerti,apa ini....kau !!!!


pasti kau yang melakukan semua ini.


Nisa menunjuk sosok wanita ular itu sebagai


dalang dari peristiwa ini.Dia seperti orang gila


berbicara sendiri.Semua orang yang ada di ruangan itu melihat ke arah Nisa.


Tiba-tiba Nisa terdiam.Matanya merah menyala menunjukkan kemarahan.Dia menunduk kemudian berbicara.


"Hentikan acara ini,,aku peringatkan kalian


jangan ganggu anakku lagi.Kalau kalian masih menyayangi nyawa kalian, segera pergi


dari sini.....!!!!!"


"Dan kau wanita ular,,,,,tinggalkan tubuh nya


atau kau tahu harus berhadapan dengan siapa".


Nisa pingsan setelah mengucapkan kata-kata


peringatan kepada Anton.Para penghulu dan saksi kemudian membubarkan diri.Anton masih termangu di tempatnya.


"Sungguh.....,Nisa tak bisa tersentuh".


"Ibu ratu benar-benar menjaga dirinya".


"Hmmm......aku harus cari cara lain".


Anton kemudian membawa Nisa yang pingsan, kembali ke dalam kamarnya.


Rencana Anton memang gagal,tapi dia jadi tahu seberapa besar kekutan supranatural yang melindungi Nisa sekarang.Anton malah


semakin berambisi untuk mendapatkan Nisa,


tapi kali ini harus dengan cara halus.


Dito yang masih pingsan akibat dipukuli oleh


penjaga Anton,di letakkan di pinggir jalan, jauh dari rumah Nisa.Saat mereka berdua sadar nanti, Anton akan berpura-pura tidak terlibat dengan kejadian ini.

__ADS_1


Nisa tersadar di tempat tidurnya.Samar-samar dia mengingat kejadian yang dialaminya tadi.Anton terlihat duduk di sofa depan kamarnya.


"Kau sudah bangun, Nisa...???".


"Apa yang terjadi denganku....?".


"Aku memintamu menemaniku ke pernikahan


rekan bisnis kita, tapi kau pingsan tiba-tiba".


"Aku merasa,seperti aku yang akan menikah,ada penghulu ,saksi dan kau yang jadi pengantin lelakinya".


"Ah......mungkin kau bermimpi Nisa, tapi alangkah senangnya bila hal itu jadi kenyataan".


"Maafkan aku Anton, aku tidak bisa menemanimu ke acara kali ini".


"Kepalaku pusing sekali,,,entah apa yang terjadi denganku".


"Tidak masalah Nisa, aku sudah menelpon


mereka, kesehatanmu jauh lebih penting".


"Sebaiknya kau istirahat, aku akan pulang dulu".


Setelah Anton pergi, Nisa membuka handphone nya.Ada banyak sekali panggilan


tak terjawab dari Dito.Nisa menghubungi handphone Dito.


"Halo......Dito,,,kau dimana sekarang?".


"Halo mbak,,saya petugas kebersihan taman,


bapak yang punya handphone ini pingsan disini mbak,tampaknya dia habis dirampok".


"Baiklah pak,,,tolong tunggu sebentar, saya segera ke sana".


"Baik mbak".


Nisa bergegas mengganti baju kebaya yang dipakai nya.Tergesa-gesa dia keluar rumah


untuk mencari taxi.Anton yang melihat Nisa terburu-buru lantas menghampirinya.


"Dito pingsan di taman,aku harus ke sana".


"Ayo,,,,aku akan mengantarmu".


Mereka berdua lantas berangkat menuju taman kota.Sampai di taman, Nisa bertemu dengan petugas kebersihan yang tadi menerima telponnya.


Anton dan Nisa langsung membawa Dito ke


rumah sakit terdekat. Dokter jaga dan perawat


segera menanganinya.


Perawat memanggil Nisa dan Anton untuk masuk ke ruangan, karena Dito sudah sadar.


"Nisa,,,,kalian benar-benar sudah menikah?".


"Kau ini bicara apa???, apa karena amnesia


omongan mu jadi ngaco seperti ini?".


"Anton memaksamu menikah kan??".


"Istirahatlah Dito,,,supaya kau tidak berpikir yang tidak-tidak".


"Aku keluar dulu Nis,aku akan melapor ke polisi, kasus Dito harus diusut tuntas".


"Anton,,,jangan bersandiwara dihadapan Nisa,


bukankah kau dalang semua ini, kau yang menyuruh mereka memukuliku kan??".


"Terimakasih banyak atas bantuanmu Anton".


"Hentikan bicara mu Dito, Anton tidak seperti yang kau tuduhkan".


"Dia yang membawamu ke sini".


"Jadi, kau sudah terpengaruh olehnya,,, kau tidak percaya padaku".

__ADS_1


"Kalau kau masih bicara buruk tentang Anton,


aku akan pergi dari sini".


"Nisa,,kau harus tahu,,, dia itu manusia licik".


"Nisa..........Nisa....dengarkan aku".


Nisa meninggalkan kamar perawatan Dito.Dia


merasa kecewa atas sikap Dito yang menganggap buruk sifat Anton.


Sementara Dito masih memikirkan tentang Anton.Rencana licik apa lagi yang dia lakukan


terhadap Nisa.Jelas-jelas tadi, orang-orang nya memukuli Dito habis-habisan.Kenapa Nisa bisa tidak tahu kelakuan busuknya.


Nisa duduk di ruang tunggu rumah sakit.


Kalau masih di dalam, dia pasti berdebat dengan Dito lagi.


"Nis, aku bawakan makanan untukmu, sedari tadi kau belum makan, kau bisa sakit nanti".


"Terima kasih Anton, aku jadi malu,kalau saja


Dito tahu yang kau lakukan".


"Aku paham,,,mungkin dia tidak suka jika kau dekat denganku".


"Tapi, bukan seperti itu juga caranya, memfitnah mu dengan cerita yang tak masuk


akal".


"Aku paham posisinya,kadang orang yang cemburu bisa berbuat apa saja".


Malam itu juga, Dito sudah diperbolehkan pulang.Lukanya tidak begitu parah, hanya memar di beberapa bagian saja.


"Dito,,nanti kau harus minta maaf pada Anton


atas sikapmu kemarin padanya".


"Kalau kau tahu yang sebenarnya,tidak mungkin kau akan membelanya seperti itu".


"Sudahlah ......terserah padamu,,,aku capek dengan sifat cemburu mu itu".


"Kau hanya belum tahu apa yang dia perbuat padamu pagi ini".


"Aku sudah tahu semuanya, Anton sudah cerita padaku tadi".


"Dan sudah cukup membicarakan hal yang buruk tentangnya, Dia itu orang baik Dit".


"Baiklah,,,,,terserah apa katamu".


Nisa pergi dari rumah Dito.Anton yang masih menunggu di mobil, tersenyum senang mendengar keributan mereka berdua.


"Tunggu saja sampai aku mendapatkan Nisa,


saat itu aku akan membereskan mu Dito".


Nisa dan Anton pulang ke rumah mereka.


Sudah larut malam ketika mereka sampai".


"Nisa, karena Dito masih sakit, sebaiknya kau


berangkat ke kantor bersamaku besok".


"Apa aku tidak merepotkan mu??".


"Siapa bilang aku repot,,,aku cuma tak ingin terjadi apa-apa padamu".


"Baiklah.....".


"Dan......Nisa....kalau kau butuh sesuatu panggil aku, pintu penghubung tidak akan aku kunci".


"Hmmm.....!!!".


Nisa masuk ke rumahnya dan beristirahat.


Untuk sementara dia tidak akan menemui Dito.Biar Dito bisa menyadari kesalahannya.

__ADS_1


__ADS_2