Bertetangga Dengan Genderuwo.

Bertetangga Dengan Genderuwo.
Korban Pertama.


__ADS_3

Ratna tertawa menyaksikan kelucuan tingkah mami dan Susi yang sangat ketakutan. Mereka segera sadar kalau sedang dikerjai oleh Nisa.


"Ini sama sekali tidak lucu Ratna".


"Kami bisa jantungan akibat dari ulah mu itu".


"Habis mami dan mbak Susi terlalu penakut sih".


"Jangan-jangan kalian memang lagi di kejar hantu ya??".


"Sudah...sudah....siap-siap kerja sekarang".


"Biar nanti Susi yang mengajari mu".


Ratna segera berdandan dan berpenampilan persis sama dengan Mawar sewaktu masih hidup. Bajunya dan make up nya benar-benar mengingatkan Susi dengan Mawar yang tengah di celakanya. Kali ini Susi hanya membawa Ratna ke diskotik. Dia tidak diperbolehkan melayani pelanggan dulu.


"Kau tahu kerja mu kan, melayani minuman ke pelanggan".


"Kau harus tersenyum dan ramah pada mereka".


"Tips yang mereka berikan, boleh kau ambil".


"Selain itu kau juga dapat gaji dari mami".


"Aduh mbak,,,Ratna takut sekali".


"Gimana kalau Ratna disentuh sama pelanggan yang mabuk?".


"Sudah....jangan manja,, kau di sini bekerja".


"Kalau cuma di sentuh saja, kau tak akan ternoda bukan??".


"Harusnya kau sudah tahu resikonya sejak awal".


"Lihat dan perhatikan cara ku".


Susi berjalan ke arah sofa tempat para lelaki itu minum. Dia menawarkan minuman yang mahal dengan imbalan pelayanan dari Susi.


Segera saja para lelaki hidung belang itu menjamah Susi. Mereka memeluk dan menciumi nya dengan penuh nafsu. Bahkan ada yang sengaja meremas pa****Ra nya.


"Kau semakin seksi saja Susi,,,om jadi gemes sama kamu".


"Kalau begitu ayo dong om, kita minum yang banyak".


Karena terlalu sibuk memperhatikan Susi, Ratna tak menyadari kehadiran seorang laki-laki. Tampaknya dia seperti sudah lama mengenal Ratna. Dia langsung memeluknya.


"Hai cantik, kau datang lagi rupanya".


"Kangen dengan sentuhan ku??".


"Kemarilah...malam ini aku akan memuaskan ku".


"Tolong jangan seperti ini mas".


"Silahkan pesan minuman, biar saya antar".


"Berani sekali kau jual mahal padaku".


"Kau sudah tak butuh uang rupanya".


"Kemari......!!!".


Ratna gemetaran. Dia takut pada laki-laki yang menyentuhnya tadi. Namun rupanya Mawar mengenalinya. Dia berbicara kepada Ratna.


"Dia salah satu orang yang memperkosa dan menyiksaku Nisa".


"Bawa dia ke tempat sepi".


"Aku sendiri yang akan menghabisinya".


Nisa mengedipkan matanya untuk memberi tanda pada Mawar. Sesudah nya dia bersikap ramah pada lelaki tersebut. Nisa bahkan dengan berani menggandeng tangan nya keluar dari dalam diskotik.


"Rupanya kau sudah tidak sabar padaku".

__ADS_1


"Tadi saja kau jual mahal, sekarang kau sendiri yang kepingin tidur dengan ku rupanya".


"Bukan begitu,ada teman mu yang ingin bertemu".


"O...ya,,teman ku siapa??".


"Kita baru saja bertemu kan??".


"Ayo,,,ikuti aku...dia menunggu kita di dekat kamar mandi".


"Dia lebih cantik dari ku,,,kau pasti ketagihan nanti".


"Wah ...ini yang aku suka,,,ayo!!".


Nisa mempercepat langkahnya ke arah kamar


mandi. Di sana rupanya Mawar sudah menunggu. Dia datang dengan dandanan mirip Nisa. Dia berdiri membelakangi laki-laki


itu".


"Ini mas,,teman ku yang ku ceritakan tadi".


"Halo sayang,,,,kau sudah lama menunggu ku?".


"Halo mas,,,masih ingat dengan ku kan??"


"Kau....bukan nya....kau Mawar,,, kau sudah mati kan??".


"Bagus....kau masih ingat pada ku!!".


"Karena malam ini, aku sendiri yang akan menuntut balas atas kematian ku".


"Ampun ....jangan Mawar,,maafkan aku".


"Aku sungguh tidak sengaja menyakiti mu".


Laki-laki itu berusaha lari dari hadapan Mawar. Dia berteriak minta tolong. Namun Mawar jauh lebih paham,,,dia memutar-mutar kepalanya di depan pemerkosanya. Ketika laki-laki itu lari, kepala Mawar mengejarnya.


Sementara tubuhnya menghadangnya dari arah yang berbeda.


Tak ada seorangpun yang bisa melihat tubuh dan kepala Mawar yang mengejarnya di belakang.


Saking takutnya melihat hantu Mawar, laki-laki itu berlari tak tentu arah. Dia tak menyadari kalau ada truk yang datang ke arahnya dengan kecepatan tinggi.


Truk tersebut tak bisa mengerem lagi. Dia menabrak tubuh laki-laki tersebut hingga terpelanting dan jatuh ke jalan. Sebuah sepeda motor langsung menghantamnya sekali lagi.


Laki-laki itu rebah ke tanah dengan kondisi mengenaskan. Detik- detik terakhir sebelum dia meninggal, Mawar menghampirinya.


"Kau tahu rasa sakitnya sekarang kan??".


"Ini belum seberapa di banding yang kalian perbuat padaku".


"Rasakan sekarang,,seperti itulah penderitaan yang juga ku alami karena ulah biadab kalian".


Laki-laki yang ikut memperkosa Mawar tersebut, akhirnya meninggal dengan mata melotot. Badan nya hampir hancur akibat dua


kali benturan dengan kendaraan. Mawar tersenyum puas. Satu orang telah berhasil di


singkirkan olehnya.


Ratna segera meninggalkan lokasi kejadian. Dia kembali lagi ke diskotik.Namun sesampainya di sana, orang-orang tengah melihat berita tentang kecelakaan dari televisi.


Susi menghampiri nya dan mencekal lengan nya. Susi lalu membawanya ke hadapan mami.


"Apa yang kau lakukan pada lelaki itu?".


"Kenapa dia bisa kecelakaan,,jelaskan padaku".


"Aku tak tahu,,tiba-tiba dia berlari ke jalan dan berteriak ketakutan".


"Dia juga memanggil ku dengan sebutan Mawar".


"Memangnya siapa Mawar sebenarnya??".

__ADS_1


"Sudahlah.....itu tak penting"


"Tapi, mbak Susi juga menyebut ku seperti itu kemarin".


"Pelan kan suara mu Ratna, kau mau aku celaka??".


"Lebih baik kita kembali ke tempat mami".


"Dia harus tahu hal ini".


Susi menyeret Ratna dengan tergesa-gesa. Mereka segera kembali ke kompleks rumah mami. Susi menyuruh Ratna ke kamar, sementara dirinya segera ke kamar mami.


"Susi,,,kenapa kau tak sopan begini??".


"Ada apa sebenarnya??".


"Lihat sendiri mi,,kau ingat laki-laki itu kan??".


"Iya,,,memangnya kenapa,,,semua orang bisa mengalami kecelakaan".


"Tapi mi, Ratna bersamanya saat kejadian itu".


"Dia bilang, ketakutan melihat Mawar".


"Ini gawat mi....!!!".


"Arwah Mawar menuntut balas".


"Hari ini laki-laki itu yang meninggal, bukan tak mungkin kita giliran berikutnya".


"Sekarang ke mana Ratna??".


"Dia di kamar mi".


"Anak itu,,,sejak kehadiran nya banyak sekali kejadian aneh".


"Mami curiga, dia ada hubungan nya dengan ini semua".


"Awasi Ratna,,,dan laporkan padaku apa yang


di perbuatanya".


"Maksud mami??".


"Mungkin saja Ratna adalah Mawar,,dia masih hidup dan ingin membalas kita".


"Tapi,,kita sendiri yang melihat Mawar dilempar ke jembatan".


"Mami bilang dia tak mungkin selamat".


"Benar juga kata mu".


Mami mondar-mandir memikirkan misteri kematian salah satu langganan nya. Tepat di saat itu, Ratna mengetuk pintu kamar mami. Dia ingin bertanya tentang pekerjaan. Apakah sudah selesai atau masih harus kembali.


"Mi,,,,buka pintunya,,ini Ratna mi..".


"Kenapa ikut ke sini,,aku kan sudah bilang, tunggu di kamar".


"Bukan begitu mbak, Ratna masih harus kerja lagi tidak??".


"Kalau tidak,,Ratna mau tidur sebentar".


"Terserah kau saja,,lakukan sesukamu".


"Asalkan kau kembali ke kamar sekarang".


Ratna menurut. Dia melangkah kembali ke kamar nya. Sementara mami kelihatan sedikit takut akan kehadiran Ratna.


"Anak itu.....aku yakin dia tidak se polos penampilan nya".


"Pastikan mereka mengawasinya mulai sekarang!!".


"Baik mi".

__ADS_1


Susi dan maminya larut dalam ketakutan nya masing-masing. Entah apa yang sedang di pikirkan keduanya. Yang jelas,,,di pojok kan kamar mami, Mawar terbang di pojok kamarnya dengan tatapan melotot mengawasi keduanya.


...****************...


__ADS_2