Bertetangga Dengan Genderuwo.

Bertetangga Dengan Genderuwo.
Mendadak Sakti.


__ADS_3

Ibu itu tergesa-gesa keluar dari kereta untuk


mengejar Nisa. Dia belum mengucapkan terima kasih kepadanya. Di stasiun, ibu itu


celingak-celinguk mencari keberadaan Nisa.


Sampai di stasiun, Nisa duduk di bangku tunggu.Sebelum pulang, dia menelpon Dito


terlebih dahulu.Dito pasti menunggu telepon darinya. Lagi pula, Nisa juga menunggu bapak


yang sudah janji akan menjemputnya.


"Halo,,Dit....aku sudah sampai stasiun, dengan selamat dan tak kurang sesuatu pun".


"Syukurlah,,,,,aku menunggu telpon mu dari tadi, aku cemas padamu".


"Tenanglah.... bapak juga akan menjemput


ku, jadi aku masih menunggu".


"Ya sudah..baik-baik disana, salam untuk


bapak dan ibu".


"Ok........!!!!!, nanti aku sampaikan".


Nisa menutup sambungan telponnya.Dia kaget karena di samping nya sudah menunggu ibu yang tadi bersebelahan di dalam kereta.


"Lihat nak,,,,ibu sudah sembuh, berkat kau


ibu sekarang sudah bisa berdiri normal".


"Kau memang sakti,,,kata-katamu saja bisa


menyembuhkan ibu, apalagi tanganmu".


"Terima kasih nak........terima kasih banyak


atas pertolonganmu".


Ibu itu berteriak di dalam stasiun.Dia mengatakan kalau Nisa sakti dan bisa


mengobati penyakitnya.


"Bu,,,,tolong....jangan seperti ini,,Nisa tidak


melakukan apa-apa".


Ibu itu tidak menghiraukan kata-kata Nisa,


dia justru sibuk memberi pengumuman


di stasiun bahwa Nisa adalah dukun sakti.


Nisa yang jadi pusat perhatian orang- orang,


makin salah tingkah.Tiba-tiba ada seseorang


yang datang menghampiri Nisa. Perempuan itu berjalan dengan kaki diseret sebelah.


"Tolong saya nak,,,,entah kenapa kaki saya ini


sulit digerakkan, saya sudah berobat, tapi tak sembuh juga".


Nisa melihat kaki ibu tersebut.Disana ada seorang anak kecil sedang duduk di telapak


kakinya.Kedua tangannya berpegangan di kaki ibu tersebut.


"Maaf sebelumnya,,,apa ibu punya anak yang sudah meninggal???".


"Iya nak,,,,dan saya sangat menyayanginya


saya belum ikhlas kehilangan dia".


"Itulah kesalahan ibu,,,ibu belum ikhlas, jadi langkah kaki ibu berat, karena terbebani perasaan tidak ikhlas kehilangan anak


ibu".


"Coba ibu ikhlas melepaskan, siapa tahu ibu


jadi ringan melangkah".


Ibu itu menangis mendengar penjelasan Nisa.


Dia benar,,,,karena arwah yang tidak di ikhlaskan, akan tetap bergentayangan di sekitar kita.


Setelah mencurahkan perasaan nya pada Nisa,dan sudah menerima kematian anaknya,


ibu itu berdiri hendak pamit pulang. Ternyata

__ADS_1


kakinya sudah normal kembali.Ibu tadi berteriak kegirangan, mengucapkan terima kasih kepada Nisa.


Orang- orang yang ada di stasiun jadi takjub


dengan kejadian itu.Mereka mulai percaya


kalau Nisa benar- benar dukun sakti. Mereka mulai berkerumun di bangku yang di duduki


Nisa untuk minta diobati.


"Nisa.......!!".


Dari balik kerumunan aku berdiri karena bapak sudah datang menjemput.


"Maaf, saya bukan dukun,,,,permisi......saya


harus pulang itu sudah dijemput".


Orang-orang yang berkerumun kecewa


menyaksikan Nisa pergi dari stasiun.


"Ada apa dengan orang-orang itu?????".


"Nggak tahu pak,, Nisa dikira dukun, jadi mereka meminta berobat".


"Hmmmm.......ada-ada saja.....".


"Ayo pak, kita pulang".


Bapak dan Nisa berjalan keluar meninggalkan


stasiun.Di depan, pak Yahya sudah menunggu, karena bapak meminta tolong kepada beliau.


Karena asyik ngobrol, Nisa tidak sadar kalau


ada mobil yang mengikuti dirinya. Dia adalah


salah satu orang yang ada di stasiun tadi.


Ketika sampai di rumah Nisa, mobil itu parkir


di tempat agak jauh dari rumah Nisa. Nisa


turun dari mobil pak Yahya dan segera masuk


ke dalam rumah.


"Gimana perjalanan mu nak?? lancar kan?".


"Iya Bu,, o.....iya, Dito titip salam untuk bapak


dan ibu".


"Ya,,,,,sampaikan padanya nanti, ibu dan bapak


baik-baik saja disini".


"Istirahatlah dulu Nis,,,,kau pasti lelah".


"Baik Bu".


Setelah memastikan bahwa itu rumah Nisa,


pria itu lantas bergegas pergi.Dia akan menjemput istrinya untuk segera diobati


oleh Nisa.


Nisa masuk ke kamar dan langsung menghubungi Dito.


"Dit,,, aku sudah sampai di rumah"


"Syukurlah......aku cemas dari tadi menunggu kabarmu, ini sudah terlalu lama dari waktu biasanya".


"Tadi ada sedikit gangguan di stasiun, tapi


semuanya bisa diatasi".


"Kau sendiri,,, apa orang tuamu sudah datang


dari Medan??".


"Ok,,,,,hati-hati di jalan".


"Aku baru mau menjemputnya di bandara".


Nisa menutup telponnya, kemudian keluar


menghampiri orang tuanya. Di Jakarta, Nisa

__ADS_1


dan Dito sudah merancang konsep pernikahan mereka berdua.


Nisa juga sudah menyewa jasa WO yang terbaik di Jogja.Mereka nanti yang akan


mengurus segala keperluan pernikahan.


"Ibu dan bapak nggak usah repot-repot, Nisa dan Dito sudah mengurus semuanya".


"Besok pagi aku sudah janjian dengan pihak


WO nya di kota, jadi mungkin besok seharian


Nisa akan ke kota".


"Apa bapak perlu ikut??".


"Nggak usah pak, nanti saja biar pihak WO nya yang datang ke sini".


Mereka masih ngobrol di ruang tamu, saat pintu rumah Nisa diketuk dari luar.Nisa segera beranjak untuk membukakan pintu.


"Maaf,,,,,mau cari siapa ya??".


"Mbak,,saya yang waktu itu ada di stasiun,,saya mau minta tolong agar mbak mau mengobati istri saya mbak".


"Tapi pak, saya bukan dukun,,, bapak cari orang lain saja ya?".


"Cobalah lihat istri saya dulu mbak,,, kasihan dia,,,kalau nanti mbak nggak bisa , saya akan


pergi dari sini".


Nisa menolak secara halus, namun bapak tadi tetap memaksa.Bapak yang dari tadi ikut


mendengarkan, akhirnya angkat bicara.


"Kau lihat saja dulu Nis,, mungkin saja memang istrinya cuma sakit biasa".


"Baiklah pak,,,,,bawa istrinya ke dalam".


Bapak tadi akhirnya membawa istrinya ke


dalam rumah Nisa. Kondisi istri nya sungguh


memprihatinkan.Dia tidak bisa bergerak dan


kesulitan bernapas.


Mungkin wanita itu punya musuh atau ada yang sengaja ingin mencelakainya, karena secara kasat mata, wanita itu dililit ular besar hampir di seluruh tubuhnya.


Suaminya bercerita kalau dulu sebelum sakit,


istrinya pernah bertengkar dengan saudara


sepupunya.Sejak saat itu istrinya jadi seperti


itu.Nisa kemudian berkonsentrasi dan memejamkan mata. Ternyata ular itu tidak mau melepaskan lilitan nya karena majikannya memberi perintah untuk melilitnya sampai mati.


Nisa tidak tega untuk berbicara yang sebenarnya kepada suaminya. Nisa memanggil bapak untuk berbicara di dalam


rumah.


"Wanita itu dililit ular pak,kiriman dari saudara


sepupunya".


"Kalau wanita itu belum mati,ular itu tak akan


mau melepaskan lilitannya".


"Nisa harus bagaimana pak??".


"Kalau kau bisa menolong,apa salahnya,


kasihan kalau ternyata saudaranya sendiri tega berlaku kejam".


"Mungkin ular itu mau pergi kalau aku sedikit memaksanya dengan cincin mustika milikku".


"Kalau begitu kau coba saja Nis,,,kasihan dia


sudah jauh-jauh datang kemari".


Nisa mengikuti saran bapak.Terlebih dulu Nisa menasehati suami istri itu agar meminta


maaf kepada saudara sepupunya, setelah sembuh nanti.


Nisa kemudian mengeluarkan cincin mustika


milik ibu ratu.Sinar merah yang keluar dari


cincin tersebut membakar kulit ular itu.Tak

__ADS_1


tahan dengan panasnya, lama kelamaan dia melepaskan lilitannya dari tubuh wanita tersebut.


__ADS_2