
Ibu itu tergesa-gesa keluar dari kereta untuk
mengejar Nisa. Dia belum mengucapkan terima kasih kepadanya. Di stasiun, ibu itu
celingak-celinguk mencari keberadaan Nisa.
Sampai di stasiun, Nisa duduk di bangku tunggu.Sebelum pulang, dia menelpon Dito
terlebih dahulu.Dito pasti menunggu telepon darinya. Lagi pula, Nisa juga menunggu bapak
yang sudah janji akan menjemputnya.
"Halo,,Dit....aku sudah sampai stasiun, dengan selamat dan tak kurang sesuatu pun".
"Syukurlah,,,,,aku menunggu telpon mu dari tadi, aku cemas padamu".
"Tenanglah.... bapak juga akan menjemput
ku, jadi aku masih menunggu".
"Ya sudah..baik-baik disana, salam untuk
bapak dan ibu".
"Ok........!!!!!, nanti aku sampaikan".
Nisa menutup sambungan telponnya.Dia kaget karena di samping nya sudah menunggu ibu yang tadi bersebelahan di dalam kereta.
"Lihat nak,,,,ibu sudah sembuh, berkat kau
ibu sekarang sudah bisa berdiri normal".
"Kau memang sakti,,,kata-katamu saja bisa
menyembuhkan ibu, apalagi tanganmu".
"Terima kasih nak........terima kasih banyak
atas pertolonganmu".
Ibu itu berteriak di dalam stasiun.Dia mengatakan kalau Nisa sakti dan bisa
mengobati penyakitnya.
"Bu,,,,tolong....jangan seperti ini,,Nisa tidak
melakukan apa-apa".
Ibu itu tidak menghiraukan kata-kata Nisa,
dia justru sibuk memberi pengumuman
di stasiun bahwa Nisa adalah dukun sakti.
Nisa yang jadi pusat perhatian orang- orang,
makin salah tingkah.Tiba-tiba ada seseorang
yang datang menghampiri Nisa. Perempuan itu berjalan dengan kaki diseret sebelah.
"Tolong saya nak,,,,entah kenapa kaki saya ini
sulit digerakkan, saya sudah berobat, tapi tak sembuh juga".
Nisa melihat kaki ibu tersebut.Disana ada seorang anak kecil sedang duduk di telapak
kakinya.Kedua tangannya berpegangan di kaki ibu tersebut.
"Maaf sebelumnya,,,apa ibu punya anak yang sudah meninggal???".
"Iya nak,,,,dan saya sangat menyayanginya
saya belum ikhlas kehilangan dia".
"Itulah kesalahan ibu,,,ibu belum ikhlas, jadi langkah kaki ibu berat, karena terbebani perasaan tidak ikhlas kehilangan anak
ibu".
"Coba ibu ikhlas melepaskan, siapa tahu ibu
jadi ringan melangkah".
Ibu itu menangis mendengar penjelasan Nisa.
Dia benar,,,,karena arwah yang tidak di ikhlaskan, akan tetap bergentayangan di sekitar kita.
Setelah mencurahkan perasaan nya pada Nisa,dan sudah menerima kematian anaknya,
ibu itu berdiri hendak pamit pulang. Ternyata
__ADS_1
kakinya sudah normal kembali.Ibu tadi berteriak kegirangan, mengucapkan terima kasih kepada Nisa.
Orang- orang yang ada di stasiun jadi takjub
dengan kejadian itu.Mereka mulai percaya
kalau Nisa benar- benar dukun sakti. Mereka mulai berkerumun di bangku yang di duduki
Nisa untuk minta diobati.
"Nisa.......!!".
Dari balik kerumunan aku berdiri karena bapak sudah datang menjemput.
"Maaf, saya bukan dukun,,,,permisi......saya
harus pulang itu sudah dijemput".
Orang-orang yang berkerumun kecewa
menyaksikan Nisa pergi dari stasiun.
"Ada apa dengan orang-orang itu?????".
"Nggak tahu pak,, Nisa dikira dukun, jadi mereka meminta berobat".
"Hmmmm.......ada-ada saja.....".
"Ayo pak, kita pulang".
Bapak dan Nisa berjalan keluar meninggalkan
stasiun.Di depan, pak Yahya sudah menunggu, karena bapak meminta tolong kepada beliau.
Karena asyik ngobrol, Nisa tidak sadar kalau
ada mobil yang mengikuti dirinya. Dia adalah
salah satu orang yang ada di stasiun tadi.
Ketika sampai di rumah Nisa, mobil itu parkir
di tempat agak jauh dari rumah Nisa. Nisa
turun dari mobil pak Yahya dan segera masuk
ke dalam rumah.
"Gimana perjalanan mu nak?? lancar kan?".
"Iya Bu,, o.....iya, Dito titip salam untuk bapak
dan ibu".
"Ya,,,,,sampaikan padanya nanti, ibu dan bapak
baik-baik saja disini".
"Istirahatlah dulu Nis,,,,kau pasti lelah".
"Baik Bu".
Setelah memastikan bahwa itu rumah Nisa,
pria itu lantas bergegas pergi.Dia akan menjemput istrinya untuk segera diobati
oleh Nisa.
Nisa masuk ke kamar dan langsung menghubungi Dito.
"Dit,,, aku sudah sampai di rumah"
"Syukurlah......aku cemas dari tadi menunggu kabarmu, ini sudah terlalu lama dari waktu biasanya".
"Tadi ada sedikit gangguan di stasiun, tapi
semuanya bisa diatasi".
"Kau sendiri,,, apa orang tuamu sudah datang
dari Medan??".
"Ok,,,,,hati-hati di jalan".
"Aku baru mau menjemputnya di bandara".
Nisa menutup telponnya, kemudian keluar
menghampiri orang tuanya. Di Jakarta, Nisa
__ADS_1
dan Dito sudah merancang konsep pernikahan mereka berdua.
Nisa juga sudah menyewa jasa WO yang terbaik di Jogja.Mereka nanti yang akan
mengurus segala keperluan pernikahan.
"Ibu dan bapak nggak usah repot-repot, Nisa dan Dito sudah mengurus semuanya".
"Besok pagi aku sudah janjian dengan pihak
WO nya di kota, jadi mungkin besok seharian
Nisa akan ke kota".
"Apa bapak perlu ikut??".
"Nggak usah pak, nanti saja biar pihak WO nya yang datang ke sini".
Mereka masih ngobrol di ruang tamu, saat pintu rumah Nisa diketuk dari luar.Nisa segera beranjak untuk membukakan pintu.
"Maaf,,,,,mau cari siapa ya??".
"Mbak,,saya yang waktu itu ada di stasiun,,saya mau minta tolong agar mbak mau mengobati istri saya mbak".
"Tapi pak, saya bukan dukun,,, bapak cari orang lain saja ya?".
"Cobalah lihat istri saya dulu mbak,,, kasihan dia,,,kalau nanti mbak nggak bisa , saya akan
pergi dari sini".
Nisa menolak secara halus, namun bapak tadi tetap memaksa.Bapak yang dari tadi ikut
mendengarkan, akhirnya angkat bicara.
"Kau lihat saja dulu Nis,, mungkin saja memang istrinya cuma sakit biasa".
"Baiklah pak,,,,,bawa istrinya ke dalam".
Bapak tadi akhirnya membawa istrinya ke
dalam rumah Nisa. Kondisi istri nya sungguh
memprihatinkan.Dia tidak bisa bergerak dan
kesulitan bernapas.
Mungkin wanita itu punya musuh atau ada yang sengaja ingin mencelakainya, karena secara kasat mata, wanita itu dililit ular besar hampir di seluruh tubuhnya.
Suaminya bercerita kalau dulu sebelum sakit,
istrinya pernah bertengkar dengan saudara
sepupunya.Sejak saat itu istrinya jadi seperti
itu.Nisa kemudian berkonsentrasi dan memejamkan mata. Ternyata ular itu tidak mau melepaskan lilitan nya karena majikannya memberi perintah untuk melilitnya sampai mati.
Nisa tidak tega untuk berbicara yang sebenarnya kepada suaminya. Nisa memanggil bapak untuk berbicara di dalam
rumah.
"Wanita itu dililit ular pak,kiriman dari saudara
sepupunya".
"Kalau wanita itu belum mati,ular itu tak akan
mau melepaskan lilitannya".
"Nisa harus bagaimana pak??".
"Kalau kau bisa menolong,apa salahnya,
kasihan kalau ternyata saudaranya sendiri tega berlaku kejam".
"Mungkin ular itu mau pergi kalau aku sedikit memaksanya dengan cincin mustika milikku".
"Kalau begitu kau coba saja Nis,,,kasihan dia
sudah jauh-jauh datang kemari".
Nisa mengikuti saran bapak.Terlebih dulu Nisa menasehati suami istri itu agar meminta
maaf kepada saudara sepupunya, setelah sembuh nanti.
Nisa kemudian mengeluarkan cincin mustika
milik ibu ratu.Sinar merah yang keluar dari
cincin tersebut membakar kulit ular itu.Tak
__ADS_1
tahan dengan panasnya, lama kelamaan dia melepaskan lilitannya dari tubuh wanita tersebut.