Bertetangga Dengan Genderuwo.

Bertetangga Dengan Genderuwo.
Nisa Kena Batunya.


__ADS_3

Nisa membuka kedua matanya. Kepala nya terasa berat, bahkan badan nya pun terasa remuk. Dia menoleh ke sekeliling, sepi tak ada siapa pun. Dia berada di sebuah kamar yang sangat indah. Mirip kamar tidur ratu dan raja dengan tempat tidur berukuran king size.


Padahal Nisa ingat betul, semalam dia ada di panggung pertunjukan wayang. Dia kelelahan karena harus menjadi sinden semalam suntuk.Setelah itu, Nisa tak mengingat apa pun.Dia seperti orang yang ketiduran.


"Tempat apa lagi ini???".


"Kamar siapa yang aku pakai tidur?".


"Ah......kepalaku masih pusing sekali".


Nisa masih mengumpulkan kembali nyawanya ketika Amira masuk ke dalam ruangan.


"Selamat datang Nisa,, selamat bergabung menjadi penghuni kerajaan gaib".


"Tunggu,, aku sedang mencari mu, kau harus menjelaskan sesuatu padaku".


"Ini bajumu,, bersiap lah ...sebentar lagi kau akan menjadi pengantin dari paduka raja".


"Lagipula,,, kau tahu....dayang disini tidak diperbolehkan banyak bicara".


Amira tersenyum dan kemudian menghilang di balik pintu ruangan. Nisa memandangi kain kebaya lengkap dengan aksesoris pengantin yang diantar oleh Amira. Dia semakin yakin kalau ada yang tidak beres disini.


Nisa keluar dari ruangan, tanpa memperdulikan busana yang sudah disiapkan untuk dia pakai. Dia harus bisa keluar dari kampung ini. Baru sekarang dia sadar kalau sikap keras kepala dari nya akan berakibat buruk.Nisa memang ngeyel,,,tidak mendengarkan peringatan dari kakek tua yang selalu ditemuinya.


"Rupanya kau disini,,,cepat lah...mereka menunggu mu untuk upacara".


"Baguslah sekarang aku menjumpai mu, aku ingin menagih janji mu untuk menunjukkan jalan keluar dan mengizinkan aku pulang".


"Ha.....ha.....ha.....!!".


"Kenapa kau malah tertawa??".


"Peraturan kedua, untukmu bangsa manusia,jangan pernah percaya dengan bangsa jin......cam kan itu baik -baik".


"Ayo cepat,,, semua sudah menunggumu".


Lelaki tampan yang ditemui Nisa semalam menyeretnya kembali masuk ke kamar tidurnya. Dia menghempaskan tubuh Nisa ke atas ranjang.


"Lima menit,,, persiapkan dirimu,,, atau kau tak tahu apa yang bisa paduka raja lakukan untuk mu".


"Ah..........sialan kau Amira,, ini semua gara-gara kamu".


"Aku harus keluar dari tempat ini, bagaimanapun caranya".


Nisa mencoba membuka pintu, tapi rupanya mereka menguncinya dari luar. Nisa berjalan mondar-mandir di dalam kamar, ketika tiba-tiba Amira datang membawa dua dayang yang lain. Mereka mendandani Nisa dengan baju pengantin yang dibawanya tadi.


Setelah selesai, dua orang pengawal membawa Nisa ke tempat upacara pernikahan.


"Lepaskan aku,, kalian mau membawaku ke mana??".

__ADS_1


"Hei......stop, aku bisa berjalan sendiri, jangan menyeret ku seperti ini".


"Kalian tidak dengar,,,aku sedang bicara dengan kalian!!".


Dua orang pengawal itu tampak acuh. Mereka tetap membawa Nisa dengan memegangi kedua tangan nya. Perlawanan dari Nisa seolah-olah tidak didengar oleh mereka.


Sampai di sebuah pintu besar, pengawal itu membawa Nisa masuk. Disana, para penghuni gaib sudah berkumpul untuk melaksanakan upacara. Jangan ditanya rupa mereka yang sebenarnya. Berbagai jenis makhluk gaib berkumpul di sini semua.


Nisa dibawa ke sebuah kursi kerjaan dan diikat tangannya. Dia hanya bisa berdiam diri tidak melawan. Di tengah kecemasan menunggu nasibnya, Nisa mendengar suara bisikan dari seorang wanita.


"Jangan lakukan Nisa, atau kau selamanya tidak akan bisa kembali".


"Pergilah.....sudah hampir satu Minggu, hari ini batas akhir mu di dunia gaib".


"Masuklah ke gerbang pohon kembar agar kau bisa kembali pulang".


"Cepat Nisa,,,, atau kau akan selamanya menjadi penghuni kampung gaib".


Bisikan itu terdengar nyata di telinga Nisa. Dia tersadar dan berteriak meminta tolong.


"Siapa pun dirimu, tolong keluarkan aku dari sini".


"Aku ingin pulang,,,aku rindu keluargaku".


"Tolong aku......".


Sementara Nisa menangis meratapi nasibnya,


ki Santoso bersemedi untuk memanggil tubuh dan jiwa Nisa. Ki Santoso yakin kalau Nisa masih hidup. Hanya mungkin dia masuk ke perkampungan gaib lewat pasar Bubrah yang letaknya persis di depan Ki Santoso sekarang.


"Roy,,,tolong perhatikan sekitar, kalau nanti aku memanggil Nisa, tempat mana yang bergerak, segera kau tandai".


"Semoga kita belum terlambat, satu hari lagi batas akhir, kalau tubuh Nisa tidak muncul, maka bisa dipastikan nasibnya seperti Amira".


"Baik Ki".


Ki Santoso menutup matanya. Mulutnya mengucapkan mantra memanggil arwah Nisa. Jiwanya melanglang buana mencari keberadaan Nisa.


"Nisa.............Nisa.........".


Suara Ki Santoso menggema hingga ke tempat acara. Nisa bangkit dan menajamkan


telinganya. Dia mendengar seseorang memanggil namanya.


Belum sempat Nisa menyahut, tiba-tiba datang raja ular yang menemuinya waktu itu. Dia dikawal pemuda tampan yang selalu berbicara dengan Nisa. Tak lupa para penjaga juga menemani kedatangan nya.


Ular itu langsung merayap ke kursi di dekat Nisa. Nisa menoleh dan melihat ke arahnya.


"Selamat datang ratu ku,,,kau kelihatan cantik sekali".

__ADS_1


"Aku bukan ratu mu, lepaskan aku.....aku tak mau menikah dengan mu".


"Sudah terlambat,,,mulai sekarang kau akan jadi ratu penguasa kerajaan gaib di sini".


"Tidak......!!!!!!".


Raja ular segera membelit tubuh Nisa dengan sangat erat. Kepalanya berdampingan. Semakin lama belitan ular itu semakin kencang. Nafas Nisa sudah hampir habis karena lilitan raja ular tersebut.


Nisa berusaha melarikan diri. Tapi sia-sia saja. Nisa benar- benar sekarat. Raja ular itu benar-benar akan menghabisi nyawanya.


"Mungkin ini memang akhir hidupku".


Selamanya mengabdi pada iblis".


Saat Nisa sudah putus asa, panggilan namanya menggema di ruang pesta.Semua penghuninya mendengar dengan jelas suara tersebut. Raja ular itu kemudian melepaskan belitannya pada Nisa. Dia memerintahkan penjaga untuk waspada.


Hampir saja Nisa mati kehabisan nafas. Dia mengumpulkan sisa tenaganya untuk menjawab panggilan yang menggema di udara. Nisa diam berkonsentrasi. Dia meninggalkan tubuhnya sementara. Dia mencari keberadaan orang-orang yang tengah mencarinya.


Jiwa Nisa masuk ke dalam gerbang pohon kembar. Di sana dia melihat Ki Santoso. Nisa berlari menghampirinya.


"Ki,,,keluarkan aku dari sini".


"Aku terjebak di kerajaan gaib,,,,tolong aku Ki".


"Dimana kau tinggalkan tubuhmu,, katakan ....


biar aku menjemputmu".


"Di sana Ki,,,,ada pohon.....".


"Aaaaa..............!!!".


Nisa bahkan belum menyampaikan pesan nya, tapi ular besar itu telah menyambar tubuhnya dan membawa pergi dengan dililit oleh ekornya. Nisa tak lagi bisa bersuara.


"Pergilah.....hutan ini bukan wilayah mu".


"Aku ingin perempuan itu,,kembalikan dia padaku".


"Ratu ku akan tinggal disini".


"Selamanya dia akan jadi penunggu tempat ini bersamaku".


"Pergilah manusia......jauhi hutan ini".


Ular itu kemudian berbalik dan menghilang.


Arwah Ki Santoso kembali ke tubuhnya. Dia tertunduk lesu karena tahu nasib Nisa selanjutnya. Akan sulit rasanya menemukan Nisa dalam kondisi hidup-hidup. Raja gaib telah menginginkan Nisa menjadi tumbal di hutan ini.


...****************...

__ADS_1


__ADS_2