Bertetangga Dengan Genderuwo.

Bertetangga Dengan Genderuwo.
Sesajen Di Kamar Bude Wati


__ADS_3

Nisa lega mendengar kabar dari Dito kalau suasana pabrik sudah kondusif.Bude Wati mengadakan rapat staf secara tertutup.


Sayang Nisa tidak bisa ikut.


Menurut informasi dari Dito dalam rapat itu bude memutuskan kalau Kantor ditutup selama 3hari.Bude juga membahas kerugian yang ditimbulkan akibat kejadian ini.Bude berjanji akan mengusut tuntas penyebab peristiwa hari ini.


Mendengar keputusan bude Wati, Dito sudah


kalang kabut.Dia takut perbuatannya dan Nisa yang menyelinap masuk ke ruangan khusus,


diketahui oleh bude Wati.


"Halo,,,Nisa........gimana ini???"


Dito yang panik segera menelpon Nisa.


"Sudah,,,,kamu tenang saja Dit,, itu urusanku".


"Kalau bude Wati sampai tahu, aku tidak akan menyebut namamu".


"Tenangkan dirimu,,,,,kalau panik kau malah bisa ketahuan".


"Hmphhhhh......santai sekali bicaramu,itu karena kau keponakan boss jadi kau aman".


"Ini menyangkut hidup dan matiku tahu,karirku dipertaruhkan".


"Sssssttttt.....jangan keras-keras,aku itu sudah menolongmu bangkit dari kematian".


"O ya......sejak kapan,,jangan bermimpi di siang bolong deh!!!".


"Jadi ternyata kau benar-benar marah padaku Dito,tahu begitu aku tidak akan mengajakmu


kemarin".


"Hua.....ha ...ha ..ha.......ha.....ha..".


"Aku bercanda Nisa,,,,,,sejak kapan Dito mu ini jadi penakut dan bernyali ciut??".


"Tidak lucu tahu.....".


"Lalu,,,kapan kita beraksi lagi????".


"Aku masih marah padamu tahu??????".


"Bye.....!!!!!!!".


"Nisa,,,Nis,,,,Tung......!!!!"


"Ah.............sial!!!!!, Nisa marah beneran lagi".


Dito menggerutu karena Nisa buru-buru menutup telponnya.Niat hati ingin mengerjai


Nisa,tapi malah dia yang marah.


Nisa keluar kamar untuk mencari udara segar.


Hatinya masih kesal karena dikerjai Dito tadi.


"Tumben rumah sepi begini,Ibu sama bapak kemana??".


Nisa berkeliling rumah,namun orang tuanya tidak ditemukan.Nisa mencari di kamar bude Wati.Nisa mengetuk pintu,tapi tidak ada sahutan dari dalam.


Nisa mencoba membuka pintu,ternyata tidak

__ADS_1


dikunci.Mungkin bude Wati buru- buru tadi sehingga lupa mengunci pintu kamar.


Nisa masuk kamar bude Wati, mengecek kalau ibunya ada di dalam.Kamar bude Wati luas.Ada lemari dan meja rias.dipojokkan sebelah barat ada sekat yang menutupi bagian dalam.


Nisa penasaran,dia melangkah mendekati ruangan yang bersekat itu.Alangkah terkejutnya Nisa,ternyata itu ruang pemujaan.


Ada sesajen yang baru dipasang.Kembang setaman, dupa, tembakau, kemenyan dan ayam cemani panggang.


Nisa buru-buru keluar dari kamar bude Wati.


Nisa takut bude Wati tiba-tiba pulang.Dalam


hati Nisa berpikir untuk siapa sesajen itu.Yang Nisa tahu,ayam cemani bakar itu sesajen untuk memanggil Genderuwo dan Buto ijo.


Jadi dugaan Nisa benar. Selama ini bude Wati yang memelihara Buto ijo itu.Pantas saja Buto ijo itu selalu menyerupai bude Wati setiap kali menampakkan diri dihadapan Nisa.


Nisa masih ragu dengan penemuannya.Dia


akan merahasiakan hal ini sampai ada bukti.


Mengingat bude Wati adalah kakak ibunya.


Nisa juga harus menjaga hubungan baik yang


selama ini terjalin antara ibu dan bude.


Nisa kembali ke kamarnya.Dia tidak ingin bapak sampai marah melihatnya bangun dari tempat tidur.


Sore hari Dito datang berkunjung ke rumah.


Dia membawakan makanan kesukaan Nisa untuk membujuk supaya Nisa tidak marah lagi padanya.


"Jadi maaf ku sudah diterima kan??".


"Masih ada syarat yang harus kau penuhi".


"Ajak aku jalan-jalan,mumpung kantor masih libur".


"Kalau itu mah kecil Nis,,,,,kapanpun kau siap aku bersedia mengantarmu ke mana saja".


Sedang asyik ngobrol di teras dengan Dito, tiba-tiba bude masuk.Bude baru pulang dari kantor.Setelah basa-basi dengan Dito sebentar, bude pamit untuk istirahat di kamar.


Nisa agak aneh dengan penampilan bude Wati.Sejak kapan bude Wati berkacamata??.


Perasaan Nisa hanya tidak bertemu bude selama sakit saja.


Setelah Dito pulang,iseng-iseng Nisa bertanya pada bude Wati perihal kacamata yang terus dipakainya.


"Maaf bude, kenapa bude memakai kacamata terus??mata bude ada masalah??".


"Iya Nis,,mata bude infeksi karena pemakaian softlens, dokter menyarankan memakai kacamata selama proses penyembuhan.


"Sejak kapan bude???, kok Nisa tidak tahu".


"Kemarin siang waktu kau pergi dengan Dito, bude periksa ke dokter mata".


"Oh,,,,,,semoga lekas sembuh bude".


"Iya Nis,,,kamu juga ya!!!"


"Kemarin siang???, jangan-jangan itu waktu


sinar dicincinku mengenai mata Buto ijo itu??".batin Nisa.

__ADS_1


Konon katanya,orang yang memelihara pesugihan,apabila jin nya dilukai, maka yang merasakan sakitnya adalah majikannya itu.


Satu lagi bukti diperoleh Nisa.Kecurigaannya kepada bude Wati semakin bertambah.Bude Wati lah majikan pemelihara Buto ijo itu.


Tadi pagi suasana kantor mudah teratasi juga karena bude sudah memberi sesajen kepada Buto ijo itu.Nisa bergidik ngeri membayangkan kalau bude Wati ternyata menjadi budak harta.Dia bersekutu dengan iblis untuk memperoleh gelimangan harta.


Nisa masih menutup rapat temuannya itu.


Dia tak ingin gegabah dalam bertindak.Nisa


masih harus sabar dan menunggu langkah bude Wati selanjutnya.


Keesokan harinya Nisa sudah benar-benar sehat.Dia pulih lebih cepat.Kantor juga masih libur.Dia meminta izin bapak untuk keluar dengan Dito.


"Tempo hari bapak mengizinkanmu pergi, tapi kau pulang dengan kondisi kritis,sekarang kau mau mengulanginya lagi???".


"Nisa hanya mau jalan-jalan sekalian makan siang pak".


"Nisa janji,kali ini Nisa akan baik-baik saja".


"Terserah kau saja Nis,,,,dari dulu memang kau itu keras kepala".


"Nisa janji akan langsung pulang pak".


"Iya,,,,,hati-hati di jalan".


"Baik pak.....".


Nisa dijemput Dito dengan sepeda motornya.


Mereka berkendara menuju taman kota.


Nisa ingin menceritakan temuannya tentang bude Wati kepada Dito.


Sesampainya di taman,Dito bergegas memarkir motornya.Mereka mencari tempat duduk yang nyaman dan agak tersembunyi.


"Kau yakin dengan apa yang kau katakan ini Nis??".


"Aku bersumpah Dit,,,aku melihatnya dengan mata kepalaku sendiri".


"Semua keanehan yang aku ceritakan padamu mulai ada titik terang"


"Aku tak percaya Bu Wati bisa sekejam itu".


"Ada 10 arwah yang kita bebaskan kemarin, berarti selama ini Bu Wati yang menumbalkan karyawannya sendiri".


"Ya,,,,,setelah keluarganya habis untuk tumbal Buto ijo itu".


"Selama ini kematian pakde dan anak-anaknya juga tidak wajar".


"Aku menduga ini ada hubungannya dengan Buto ijo itu".


"Malam itu, aku hampir mati karena serangan dari Buto ijo,, untung ibu ratu menyelamatkan aku".


"Tapi kenapa aku baik-baik saja???aku tidak mengalami hal ganjil sama sekali".


"Karena aku sudah memakai kekuatanku untuk memagarimu,,,jadi hanya aku yang dilihat Buto ijo itu".


"Begitu...........".


"Berarti kita harus lebih berhati-hati mulai sekarang".


"Kita sudah tahu kan, budemu menghalalkan segala cara, bukan tidak mungkin kau dan keluargamu ditumbalkan juga".

__ADS_1


"Itu karena selama ini bude Wati tidak tahu kalau aku dan bapak mempunyai kemampuan yang tidak biasa".


"Dan biarkan itu tetap menjadi rahasia ku dan bapak,,, kalau bude sampai tahu malah akan berbahaya jadinya".


__ADS_2