Bertetangga Dengan Genderuwo.

Bertetangga Dengan Genderuwo.
Penangkapan Fransisca.


__ADS_3

Nisa berjalan keluar bandara dengan langkah gontai. Dia merasa seorang diri di dunia ini. Dito tengah bersembunyi, sementara anak-anaknya harus di ungsikan sementara di Yogya. Dia sendiri tak tahu lagi akan menghadapi serangan seperti apa dari Fransisca.


"Mbak Nisa,, sedang apa di sini??".


"Aldi,, ini.....aku mengantar anak-anak liburan ke rumah nenek mereka,, kau sendiri sedang apa??".


"Tadinya mau jemput klien mbak,, tapi pesawatnya di cancel".


"Mungkin besok pagi, mereka baru bisa datang".


"Ayo mbak, ikut saya saja, saya antar mbak Nisa pulang sekalian".


"Tak usah, aku takut merepotkan".


"Tidak apa-apa mbak,, mari silahkan".


Nisa tak kuasa menolak, karena Aldi memaksanya untuk mengantar pulang. Nisa berpikir, kalau bersama Aldi, tentunya di juga akan merasa aman. Setidaknya, yang mengikuti dirinya sejak tadi, berpikir dua kali kalau mau menculik Nisa.


Tak berapa lama mereka sampai di rumah Nisa. Dia menawarkan kepada Aldi untuk mampir sebentar di rumah Nisa. Namun Aldi paham kalau di rumah Nisa sedang tidak ada orang. Lagi pula hari juga sudah larut malam, Aldi langsung berpamitan untuk pulang.


Nisa berbalik dan langsung membuka kunci pintu rumahnya. Karena terburu-buru, dia tidak sempat menyalakan lampu. Nisa berjalan meraba-raba di tengah kegelapan, saat seseorang tiba-tiba memeluknya. Nisa refleks berteriak, namun ternyata tangan orang itu lebih cepat menutup mulutnya. Alhasil jari tangan nya tergigit juga. Orang itu menempelkan bibirnya di telinga Nisa.


"Jangan berteriak, ini aku Dito..".


"Jangan berteriak dan jangan menyalakan lampu, aku akan melepaskan mu".


Nisa menuruti perintah laki-laki tersebut, di bersikap waspada, pasalnya dia belum sepenuhnya percaya kalau laki-laki itu adalah Dito. Nisa menyalakan senter di handphone nya dan kemudian di arahkan ke wajah nya. Ternyata itu memang benar Dito suaminya.


"Sedang apa kau di sini mas??".


"Bagaimana kalau sampai orang-orang Fransisca tahu kau kemari??".


"Mereka bisa saja langsung menangkap mu".


"Kau tenang saja Nisa,,aku sudah memeriksa semuanya sebelum kesini tadi".


"Perasaan ku tidak enak, tentang kau dan anak-anak".


"Aku merasa kalian sedang tidak baik-baik saja".


"Lalu anak-anak di mana,, kenapa rumah sepi begini??".


"Firasat mu benar mas,,, aku mengirim anak-anak ke Jogja, karena Fransisca sering kemari".


"Dia mengancam akan mencelakai mereka, kalau aku tak menyerahkan diri mu".


"Dia bahkan sudah kesekian kali meneror hidup ku".


"Perempuan itu sangat berbahaya mas".


"Kau hanya tahu beberapa Nisa,,, dia lebih dari berbahaya".

__ADS_1


"Wanita itu sangat kejam,, lebih tepatnya mereka keluarga kriminal".


"Maksud mu apa mas,, aku kurang paham".


Dito lalu menceritakan kepada Nisa tentang keluarga Alan yang menganut ritual tertentu.


Di mana, mereka sering meminum darah pemuda dan memberikan tubuhnya untuk di santap anjing setelah pemuda tersebut meninggal. Alan juga menceritakan kalau lukisan yang ada di rumahnya, adalah ruangan bagi tempat bersemayam makhluk halus menurut jenis nya masing-masing.


Itulah mengapa Alan nekat melarikan diri dari tempat terkutuk tersebut. Karena mereka ingin menjadikan Alan sama seperti keluarganya, hidup abadi, bergelimang harta, namun menjadi budak iblis.


Nisa sangat terkejut mendengar pengakuan Alan. Rupanya suaminya begitu menderita selama ini. Dan dia berada pada tubuh yang salah. Pantas saja kalau dia hendak bebas dari keluarga Fransisca tersebut. Rupanya dirinya yang masih murni, di harapkan jadi pewaris generasi iblis di keluarganya.


"Aku tahu perasaan mu mas,, kau pasti sangat menderita bukan??".


"Bayangkan Nisa, mereka memaksaku melihat singa memangsa manusia".


"Siapa pagi,, satu pemuda menjadi korban untuk di minum darahnya oleh mereka bertiga".


"Aku bisa gila kalau tetap di sana Nisa".


"Lalu,, apa rencana mu sekarang mas??".


"Tadinya aku akan menunggu sampai Fransisca kembali ke Inggris".


"Tapi melihat perbuatan nya padamu, ku rasa aku akan menyerahkan diri".


"Biarlah aku saja yang berkorban, daripada kau dan anak-anak yang harus menanggung akibat nya".


"Aku yakin,, teman-teman kita pasti bersedia membantu".


"Kau tak boleh menyerah mas,, pasti ada jalan untuk melewati semua ini".


"Kita lihat saja nanti, sejauh mana Fransisca akan bertindak".


Nisa dan Alan masih berbincang dalam kegelapan, ketika tiba-tiba pintu rumahnya di dobrak oleh seseorang. Dari dalam rumah terlihat bayangan seorang wanita masuk dan menyalakan lampu rumah. Tidak salah lagi,, rupanya Fransisca yang sengaja datang untuk menjemput Alan.


Wanita itu tersenyum melihat adiknya. Dia menyandarkan bahunya di sofa ruang tamu.


Matanya tak henti menatap tajam pada Alan dan Nisa. Keduanya pun di buat ketakutan.


"Bagus Luis,,, akhirnya kau muncul juga".


"Aku tak perlu bersusah payah lagi untuk menyuruh orang mencari mu".


"Tapi sayang sekali kalau ternyata kau sudah mengecewakan ku".


"Kenapa harus dengan wanita seperti dia??".


"Oh.....sayang ku,, selera mu terlalu rendah".


"Diam kau Francis,, tahu apa kau tentang cinta??".

__ADS_1


"Bahkan jiwa mu sendiri pun kosong, karena sudah kau gadaikan".


"Lagipula aku bukan Luis adikmu,,, aku Dito,, suami Nisa".


"Luis atau Alan sudah mati saat di rumah sakit waktu itu".


"Kalian sendiri yang sudah menyingkirkan nya".


Fransisca berdiri mendekati tempat Nisa dan Alan. Dia kemudian tersenyum sinis, lalu mencengkeram kerah Alan.


"Hentikan omong-kosong mu yang tak berguna itu".


"Ikut aku,,, dan segera kita kembali ke Inggris".


"Kau masih harus belajar sopan santun rupanya".


"Ku lihat kau sedikit liar belakangan ini".


"Mungkin karena kau banyak bergaul dengan kucing kampung".


"Lepaskan aku Francis,, aku tidak akan kemana-mana".


"Ini rumah ku,, dan bukan di Inggris".


"Kau sudah mendengar dengan jelas perkataan ku bukan??".


"Hentikan Alan,, sudah cukup bermain-main".


"Kesabaran juga ada batasnya..!!!!".


"Jangan sampai orang tua kita sendiri yang turun tangan, karena kau tidak akan mau tahu seperti apa mereka saat sedang marah".


"Lekas,,,, bawa anak nakal ini pergi dari sini".


Para penjaga yang ada di depan rumah Nisa, masuk dan berusaha menyeret Alan keluar dari rumahnya. Di ikuti Francis yang tersenyum kepada Nisa,, mereka melangkah keluar rumah.


"Tunggu Francis,,,kau melupakan sesuatu".


"Kau tidak bisa membawa Alan pergi dari sini".


"Polisi sudah ada di depan rumah,, untuk membawa mu".


"Aku melaporkan mu untuk pengrusakan rumah ku dan untuk membawa Alan dengan paksa".


"Polisi sudah ada di sini sejak tadi, menyaksikan semua tindakan mu".


"Bawa mereka pak,,, nanti kami menyusul untuk menjadi saksi dan pelapor".


Fransisca sudah tidak bisa berkutik lagi kali ini. Rupanya Alan dan Nisa sengaja menjebaknya. Di tambah lagi dengan pelaporan orang tua korban yang gadisnya menjadi tumbal di rumah Fransisca. Pakaian nya di temukan dirumah tersebut. Dan Lasmi pun sudah mengakui semuanya.


Polisi membawa Francis beserta para pengawalnya ke kantor polisi. Untung lah Alan pintar memanfaatkan situasi. Jadinya, kakaknya Fransisca bisa segera di amankan.

__ADS_1


...****************...


__ADS_2