
"Ampun bu Nisa....tolong jangan bunuh saya".
"Lepaskan,, jangan ganggu saya!!".
"Malam ini giliran mu hidung belang....!!".
"Kau harus mati di tangan ku".
"Kalian sudah berani mengusik tempat ku, terima lah hukuman atas kelancangan mu!!".
Tiba-tiba tubuh telanjang sang polisi di hempaskan ke tembok dengan sangat keras. Polisi itu berusaha bangkit dan berlari keluar, tapi dalam sekejap mata Nisa sudah berdiri di.depan nya. Dia sangat ketakutan. Mulutnya tak berhenti berteriak meminta tolong.
Mujur baginya, teriakan nya di dengar oleh pengendara motor yang langsung meminta bantuan orang-orang yang lewat. Mereka menerobos garis polisi dan masuk ke dalam rumah Roy. Alangkah terkejutnya ketika orang-orang tersebut melihat tubuh polisi tergantung lemas di atas pohon dengan posisi telanjang bulat. Polisi tersebut tak sadarkan diri.
Para pengguna jalan segera menurunkan tubuh pak polisi dan memakaikan pakaian nya serta memanggil ambulan. Petugas medis yang tiba di tkp langsung membawanya ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan.
Keesokan paginya, berita tentang polisi yang mencoba bunuh diri di rumah Roy itu sudah menghebohkan surat kabar. Belum ada klarifikasi yang jelas dari polisi bernama Agus tersebut, karena dia masih di rawat intensif di rumah sakit.
"Nisa,, coba kau lihat berita di media sosial ini".
"Ini rumah kita bukan, dia bukan nya pak Agus yang semalam berjaga?".
"Mengapa bisa ditemukan hendak bunuh diri di pohon beringin depan rumah?".
"Jangan bercanda Roy,, tak mungkin pak Agus bunuh diri".
"Bangun lah sayang,, kau baca sendiri beritanya".
Nisa mengambil ponsel Roy yang diberikan oleh suaminya itu. Benar saja, foto pak Agus terpasang di medsos dalam keadaan telanjang, mesti gambarnya sudah di sensor. Video nya sudah menyebar hampir di semua media sosial.
"Gantian kau sana yang mandi, kita mesti jenguk pak Agus sekarang juga".
"Kasihan dia,, mungkin sedang punya masalah yang berat hingga nekat seperti itu".
"Tunggu sebentar sayang, aku bersiap dulu".
Nisa bergegas ke kamar mandi. Mereka memang harus ke rumah sakit segera. Mengingat rumah yang di jaga pak Agus adalah rumah Roy, jadi setidaknya Roy harus bertanggung jawab dengan keadaan pak Agus yang seperti sekarang.
"Aku sudah siap mas, kita berangkat sekarang".
"Iya,, aku telpon Alan dulu".
"Setelah sarapan kita berangkat".
__ADS_1
Nisa dan Roy turun ke lobby untuk sarapan, sementara Alan sudah lebih dulu selesai.Dia lantas menyiapkan mobil yang akan mereka pakai. Setelah selesai sarapan, ketiganya langsung meluncur ke rumah sakit.
Sesampainya di rumah sakit, Dokter sedang memeriksa pak Agus. Anggota polisi yang lain sudah datang bersama komandan mereka. Pak Agus terlihat sangat shock. Tatapan matanya kosong dan wajahnya terlihat pucat.
Roy, Nisa dan Alan masuk ke ruang perawaran pak Agus, menyusul komandan polisi yang masih ada di dalam. Semula pak Agus tampak tenang, walaupun masih belum bisa di ajak berkomunikasi. Namun, sesaat setelah mendengar suara Nisa, dia terlihat menoleh dan memandangi wajah Nisa dengan seksama.
Tak berapa lama, pak Agus berteriak ketakutan dan menunjuk ke arah Nisa. Dia turun dari ranjang dan duduk meringkuk di pojokan sambil berteriak-teriak.
"Jangan bunuh saya bu Nisa,,,, ampun...!!!".
"Lepaskan saya bu Nisa,,,saya tidak akan mengganggu bu Nisa lagi".
"Tolong.....pergi dari sini,, aku belum mau mati".
"Pak Agus kenapa,,saya tidak melakukan apapun".
"Bangun pak Agus, jangan seperti ini".
"Mas,,ada apa dengan pak Agus, kenapa jadi takut dengan ku".
Pak Agus menangis, mengusir Nisa agar keluar dari kamar nya. Semua orang merasa heran, termasuk dokter dan perawat yang langsung datang ke ruangan pak Agus.
"Sebaiknya tunggu di luar dulu, biar kami periksa pak Agus".
"Aneh....kenapa dia ketakutan saat melihat mu Nisa".
"Semalam aku tidur dengan mu kan?".
"Kita tunggu keterangan dari dokter saja pak Roy, bu Nisa".
"Iya pak, saya juga setuju".
Cukup lama dokter memeriksa pak Agus di dalam. Dia juga di dampingi oleh seorang psikolog. Setelah hampir 1 jam, keduanya baru keluar dari ruangan tempat pak Agus di rawat.
"Bagaimana hasilnya dokter, apa dia sudah mau bicara?".
"Apa disini ada yang bernama ibu Nisa".
"Saya sendiri dokter, ada yang bisa saya bantu??".
"Saya ingin bicara dengan kalian,, mari ikuti saya".
Nisa, Roy dan petugas kepolisian duduk di ruangan meeting. Dokter menjelaskan kondisi pak Agus yang masih mengalami shock. Menurut penuturan nya, Nisa berusaha untuk membunuh nya malam itu. Mulai dari menelanjangi, melempar ke dinding, hingga menggantung tubuh telanjang nya ke pohon beringin.
__ADS_1
"Jadi bu Nisa,, itulah keterangan yang kami peroleh dari pak Agus tadi".
"Ini mustahil dokter,, semalaman saya ada di hotel dengan suami saya".
"Tadi pagi, suami saya bangun duluan, dan saya masih tertidur di kamar hotel".
"Benar dok, kalau kurang yakin, anda bisa periksa cctv hotel".
"Makan malam pun kami pesan di kamar karena sudah capek".
"Lalu,,,bu Nisa mana yang pak Agus maksud kan??".
"Kalian tadi juga lihat kan, beliau sangat takut sama bu Nisa".
"Iya juga sih,,, tapi....saya yakin kalau malam itu saya dan suami saya tidak ada di tkp".
Nisa dan Roy merasa heran. Apa ini yang di maksud bapak semalam. Apa mungkin bapak tahu kalau ada orang yang mengaku menjadi Nisa. Roy jadi ikut bingung memikirkan nya.
Dari ruang rawat pak Agus, terdengar suara teriakan meminta tolong. Semua orang sigap berlari menuju ke kamar nya. Terlambat,, pak Agus sudah di temukan meninggal di kamar mandi, dengan pergelangan tangan yang tersayat.
Darah menggenang di sekitar kamar mandi. Tak di temukan orang ataupun benda yang afa di dalam ruangan. Perawat segera membawa jenazah pak Agus untuk di ambil keluarganya.
Dugaan sementara, pak Agus bunuh diri karena ketakutan.
Nisa dan Roy masih menunggu pihak keluarga pak Agus. Saat jenazah hendak di mandikan, secarik kertas terjatuh dari selimut pak Agus.
Pengurus jenazah memberikan nya kepada Nisa, karena mengira dia adalah keluarganya.
Nisa membuka tulisan di secarik kertas tadi.Dalam tulisan nya, pak Agus menyebut nama dirinya. Ketakutan nya ketika Nisa masih saja terus menghantui dirinya. Bahkan disaat kematian nya tadi, dia masih meminta tolong dari kejaran Nisa.
"Malang sekali nasibpak Agus".
"Dia tak kuat menahan ketakutan nya, makanya dia memilih bunuh diri".
"Saya tidak yakin kalau dia bunuh diri pak".
"Coba anda lihat ini,, rekaman cctv menunjukkan kalau ada seorang wanita memasuki kamar pak Agus".
"Coba kalian perhatikan,, baju dan semuanya, mirip sekali dengan bu Nisa bukan??".
"Tapi tadi bu Nisa ada di ruang rapat bersama dengan kita".
"Yang jadi pertanyaan,,siapa wanita ini??".
__ADS_1
Semua orang tenggelam dalam pikiran nya masing-masing. Berbagai asumsi mewarnai benak semua orang. Kejadian yang sungguh aneh, tak bisa di logika dan di nalar dengan pikiran manusia.
...****************...