
Akhir-akhir ini Dito tak terlihat bersama Nisa lagi. Nisa seperti menjaga jarak dari nya. Entah apa yang membuatnya jadi simpati
pada Anton.
Padahal Dito jelas-jelas tahu kalau Anton sesungguhnya berniat jahat pada Nisa.
Nisa bukan seperti dirinya saat berdekatan dengan Anton.Dia akan menganggap setiap orang salah di matanya kecuali Anton.
Dito sudah beraktivitas lagi setelah tempo hari dipukuli oleh penjaga Anton.Dia menelpon Nisa untuk menjemputnya. Tapi
lagi-lagi Nisa menolak.Dia lebih memilih
berangkat bersama Anton.
Akan halnya Anton, dia menggunakan jimat
pemikat untuk mendekati Nisa. Anton tahu ketika Nisa tidak memakai cincinnya,dia masih bisa dipengaruhi oleh kekuatan mistis.
Anton juga tahu, khodam Nisa hanya akan muncul di saat Nisa dalam bahaya.Bagi Anton
yang ilmu hitam nya sudah jauh di atas Nisa, hafal betul bagaimana memperlakukan makhluk halus.
Sebenarnya Nisa pintar dan cerdas.Intuisi nya
juga tinggi.Tapi Nisa tidak tahu cara mengendalikan dan memanggil khodam nya
sewaktu-waktu.ilmunya harus diasah terus jika ingin seperti Anton.Butuh "lelaku" ritual yang berat agar kesaktiannya bertambah.
Nisa hanya mengikuti alur saja.Dia tahu dirinya punya kelebihan, tapi Nisa tidak mau menjadikan ya sebagai kesaktian.Dia juga jarang memakai cincin lagi.Semenjak peristiwa ibunya, Nisa ingin hidup tenang.
Kalaupun dia masih bisa melihat hantu, sebatas itu tidak mengganggu, dia tidak keberatan.
"Kau mau mampir sarapan dulu atau langsung ke kantor Nis?".
"Terserah kau saja".
"Baiklah kita makan soto di situ saja , kelihatan nya rame pembeli, pasti enak".
Begitu turun dari mobil, Anton sudah melihat
penglarisan Genderuwo di rumah makan itu.
Tapi kemudian dia tetap masuk agar Nisa tidak curiga.
Nisa masuk rumah makan,,sejurus kemudian
dia melihat mata merah menyala, dan badan
hitam berbulu, sedang meludah di atas panci kuah soto. Nisa memperhatikan Genderuwo tersebut yang sejurus kemudian berbalik menatap Nisa. Nisa memegang tangan Anton dan mengajaknya keluar.
"Kenapa kau menyeret ku seperti ini??".
"Tiba-tiba aku jadi tidak berselera makan soto pagi-pagi".
"Kita sarapan di kantin kantor saja".
Dalam hati Anton tersenyum melihat tingkah
Nisa yang ketakutan.Dia tetap tidak mengatakan yang sebenarnya kepada Anton.
Mobil mereka pergi dari parkiran rumah makan. Mereka tidak tahu kalau diam-diam
ada yang mengikuti mereka dibelakang.
Entah kenapa ketika melihat Nisa, Genderuwo itu sangat tertarik padanya.Dia mengikuti Nisa dibelakangnya.
Sampai di kantor, Nisa masuk ke ruangannya.
Ada banyak pekerjaan hari ini, Tapi tak seperti
biasanya, kali ini hawa di dalam kantor terasa berbeda. Aneh sekali aroma di kantornya yang
__ADS_1
bau singkong bakar.Nisa jadi teringat peristiwa di kampungnya dulu.
Nisa kemudian menelpon orang tuanya.Dia jadi rindu kepada mereka.Sudah lama mereka
tidak berbincang.
"Halo Bu...., ibu dan bapak apa kabar??".
"Kami baik-baik saja Nis, kau juga sehat kan nak?".
"Iya Bu, Nisa rindu sama kalian".
"Kami juga sama nak, disini sepi tanpa mu Nisa, kalau kau sempat pulanglah menengok ibu dan bapak".
"Akan Nisa usahakan Bu, kalau perusahaan sudah stabil,, Nisa akan ambil cuti dan pulang".
"Baiklah,,,,, ibu tunggu", jaga diri baik-baik Nis".
"Iya Bu".
Diam-diam di pojok kantor, sepasang mata merah menyala sedang mengawasi gerak-gerik Nisa.Dia menggeram dan menatap tajam perilaku Nisa saat bekerja.
"Nis,, boleh aku masuk??".
"Iya Dit, ada yang bisa ku bantu??".
"Aku tak tahan berjauhan denganmu, aku ingin minta maaf, mungkin memang aku yang
salah terlalu cemburu pada Anton".
Nisa menatap mata Dito.Ada penyesalan yang mendalam. Dan Nisa tidak kuasa melihat ketulusan Dito.
Sebaliknya, Genderuwo yang mengikuti Nisa, marah melihat lelaki lain menyentuh tangan
Nisa.Dia menggeram keras.
"Aku sudah memaafkan mu,,lepaskan tanganku, ini di kantor, nggak enak kalau
nanti ada yang masuk".
Oh....maaf, aku tak tahu kalau Dito di sini".
"Masuklah Anton, aku juga minta maaf padamu, atas sikapku selama ini,memang aku yang salah tak menghargai usaha mu
menyelamatkanku waktu itu".
"Syukurlah.....aku senang kau sudah menyadari kekeliruan mu".
"Jadi, kau dan Nisa sudah baikan sekarang?".
"Baguslah,,,, ayo kita rayakan di kantin kantor".
"Maaf Anton,,, aku ada kerjaan, aku berencana
mengajukan cuti, jadi semua kerjaan ku harus ku bereskan dulu".
"Memang kau mau kemana??".
"Aku ingin menengok orang tuaku di kampung, aku rindu sama mereka".
"Begitu,,,,,baiklah .....selamat bekerja".
"Jadi kau mau pulang kampung???".
"Iya Dit,,entah kenapa aku rindu orang tuaku".
"Boleh aku mengantar mu??".
"Dengan senang hati".
"Nis,,cincin mu tak kau pakai??".
__ADS_1
"Iya, aku tak ingin memakainya sejak ibuku jadi korban Buto ijo dulu".
"Aku capek Dit, aku ingin hidup normal".
"Cincin itu justru yang melindungi mu dan ibu mu waktu itu kan??".
Dito kini mengerti kenapa Nisa begitu mengagumi Anton, itu karena Nisa tak pernah lagi memakai cincin itu.Padahal cincin itu
penangkal kekuatan jahat yang mendekati Nisa.Nisa kesurupan waktu itu pasti karena
dia lupa memakai cincin mustika, penyelamat hidup Nisa.
"Aku harus bisa membujuk nya untuk memakai kembali cincin itu".
"Kalau tidak,,Nisa selama nya akan berada di
bawah pengaruh Anton".
Nisa pulang diantar Dito. Malam sudah larut, jadi Dito langsung pulang.Setelah kepergian Dito, tiba- tiba Genderuwo yang mengikuti
Nisa dari tadi, keluar dan menyamar menjadi
Dito. Genderuwo itu mengetuk pintu rumah Nisa.
"Dito,,,, apa kau ketinggalan sesuatu??".
"Aku ingin kau buat kan kopi untuk ku".
"Tapi Dito, kau kan tidak suka kopi??".
"Tapi aku ingin mencicipi kopi buatan mu".
Walaupun heran, Nisa ke dapur membuatkan kopi untuk Dito.Nisa heran, sejak kapan Dito
jadi doyan minum kopi.Setahu Nisa dia punya
penyakit asam lambung, jadi paling anti dengan yang namanya kopi.
"Kemarilah Nisa,,,aku rindu sekali padamu".
"Sebaiknya kau pulang Dit, ini sudah larut malam, nggak enak sama tetangga".
"Malam ini aku akan tidur denganmu".
"Ayolah Nisa....".
Nisa berusaha melepaskan diri dari pelukan Dito. Dia curiga kalau Dito itu mungkin makhluk halus yang menyamar.
Sejurus kemudian Nisa berlari ke kamarnya dan mengambil cincin mustika miliknya.
Benar saja,,,dia itu Genderuwo yang menyamar menjadi Dito. Wujudnya sudah berubah ketika cincin Nisa dipakai.
"Pergi kau dari sini, makhluk jelek".
"Aku menginginkan mu malam ini.....".
"Kemari lah ......".
"Aku peringatkan sekali lagi".
Bukannya pergi, Genderuwo itu malah mengungkung Nisa.Dia berusaha membawa
pergi Nisa dari rumahnya.
Nisa panik dan ketakutan.Kejadian ini dialami nya lagi.Di culik Genderuwo dan hendak disetubuhi.Nisa kemudian berteriak memanggil ibu ratu.
"Ibu ratu,,, Nisa butuh pertolongan,,,hadirlah di sini,,,,,,kumohon, tolong aku...".
Cincin yang dipakai Nisa kemudian mengeluarkan sinar merah dan mengenai mata dari Genderuwo itu. Dia kesakitan dan
refleks melepaskan Nisa.
__ADS_1
Kesempatan itu digunakan Nisa untuk berlari
ke rumah Anton dan meminta bantuannya.