
Menjelang keberangkatan nya ke Inggris, Nisa masih saja cemas karena tak mendapat kabar dari Dito sama sekali. Ponselnya sengaja di matikan dan itu sukses membuat Nisa khawatir dengan keadaan nya. Sebentar lagi pesawat Nisa dan Roy berangkat ke Inggris. Otomatis dalam 1 Minggu ke depan, Nisa tidak akan bertemu dengan Dito.
"Ayo,,, sudah waktunya kita berangkat".
"Ayo Roy..!!".
Nisa dan Roy segera memasuki pesawat, dan meninggalkan Jakarta menuju ke Inggris untuk urusan pekerjaan. Mereka akan terbang selama belasan jam. Dan Nisa masih belum bisa berkonsentrasi sepenuhnya. Pikiran nya masih bercabang ke mana-mana.
Di sisi lain, kediaman keluarga Luis dan Fransisca terlihat begitu sibuk. Seorang guru terlihat begitu keras melatih Luis. Sejak beberapa hari yang lalu, dia memang harus mempelajari perusahaan dalam waktu yang cepat. Dia tengah di siapkan untuk menjadi pewaris kerajaan bisnis keluarganya.
Pertemuan nya dengan Fransisca kakaknya, sedikit banyak membantunya dalam mengetahui silsilah dan asal usul Alan. Sehingga ketika sekarang dia di haruskan berubah menjadi seperti keinginan keluarganya, bagi Luis itu adalah hal yang sangat mudah.
"Bagus tuan muda,, kau cepat sekali belajar".
"Aku yakin karena pada dasarnya kau memang sudah pintar,, jadi tak sulit bagiku kalau hanya untuk memberikan pelajaran kepadamu".
"Kelas selesai, tinggal besok hari besar mu".
Fransisca masuk ke dalam ruang kerja Luis dan melihat hasil pelajaran nya.
"Bagaimana,, Adik ku sudah paham semuanya??".
"Sempurna nona,, tuan muda sudah menguasai bisnis ini sekarang".
"Baguslah,, sekarang kita tinggal mengubah penampilan mu sedikit".
"Aku jamin, kau akan bertambah keren".
"Apalagi ini Francis,, penampilan ku sudah bagus".
Fransisca tak perduli dengan rengekan adiknya, Luis. Dia terus saja menyeret lengan nya masuk ke dalam mobil. Dia sudah punya rencana tepat untuk Luis.
Mereka memasuki salon langganan Fransisca. Dia meminta pegawai salon untuk merubah penampilan Luis seperti keinginan nya. Butuh waktu hampir 5 jam untuk menjadi kan Dito sebagai pria tampan yang mempesona.
Rambut hitamnya di rapikan dan di cat dengan warna soft dan sesuai dengan karakter wajahnya. Perawatan wajahnya juga tak main-main untuk ukuran seorang laki-laki. Tapi hasil yang di dapat sungguh menakjubkan. Dito berubah menjadi pemuda tampan yang memukau.
"Ini baru Adik ku,, lihat saja nanti, pasti gadis-gadis di luar sana antri memperebutkan mu".
Dito mengamati perubahan dirinya di depan cermin. Dia sendiri takjub dengan ketampanan Alan. Sekarang dirinya sudah berubah menjadi pemuda Inggris yang keren.
Sementara Dito masih sibuk ke salon dan berbelanja dengan kakaknya, Nisa dan Roy sudah tiba di Inggris. Mereka segera menuju ke hotel yang telah di sediakan oleh perusahaan Wibisana.
"Kita adalah perwakilan dari dari Indonesia".
"Sementara, dari masing-masing negara juga diundang".
"Jadi, kau jangan keluar sendirian".
"Beritahu aku kalau mau pergi kemana-mana".
"Iya Roy, aku mengerti".
"Keluarga itu memang hebat".
"Jaringan bisnis nya tersebar di berbagai negara".
"Rumahnya juga sangat luas".
__ADS_1
"Dari mana kau bisa tahu kalau rumahnya luas??"
"Yang aku tahu, informasi keluarga ini sangat dijaga kerahasiaan nya, terutama di Indonesia".
"Aku hanya menebak saja Roy".
"Jangan main-main dengan keluarga ini, apalagi berita tentang mereka".
"Atau diam-diam mereka akan membungkam mulut mu dan kau tak pernah di temukan lagi".
"Sebegitu berbahaya kah mereka ini??".
"Sangat,,,,makanya kau harus berhati-hati".
Mendengar penuturan Roy, Nisa jadi tambah khawatir. Mungkinkah mereka sudah menghabisi Dito karena ketahuan meminjam tubuh Alan. Buktinya sampai sekarang dia sama sekali tak mendengar berita tentang nya.
"Kenapa,, kau berubah gelisah".
"Tidak Roy,, hanya mendengar hal itu aku jadi semakin takut dengan mereka".
"Hanya di kalangan pebisnis seperti ku yang mengerti sepak terjang mereka".
"Bisa bertahan dengan keluarga utuh,,, suatu mukjizat, karena yang ku dengar keluarga mereka habis diam-diam".
"Bahkan jasad nya pun tidak ditemukan".
"Sudah Roy,, jangan menakuti ku lagi".
"Kita lihat besok, seperti apa mereka itu".
"Luis,,, mama sudah membaca laporan mu".
"Di Jakarta, beberapa kali kau terlibat skandal dengan seorang perempuan".
"Aku sudah pelajari wanita ini".
"Kesimpulan ku, tinggalkan dia atau aku yang akan menyingkirkan dia dan keluarganya".
"Menjadi keluarga Wibisana harus tegas".
"Ambil keputusan secepatnya,,,atau nyawa wanita ini taruhan nya".
"Semua tentang hidupmu sudah di atur, kami orang tua mu pun tidak bisa mengambil keputusan".
"Kalau kau masih ingin bertahan,, kau akan menjadi sekuat Francis".
"Tapi kalau kau menyerah,, hidupmu berakhir di rumah sakit atau rumah sakit jiwa".
"Baiklah mom,, aku bersedia menerima semua syarat, aku akan lakukan apa pun yang kau katakan".
"Memang harus seperti itu,, jangan berpikir kau bisa menyembunyikan sesuatu dari ku".
"Karena kalau aku sampai mengetahuinya,, bahkan aku sendiri pun tak bisa menolong mu ketika kau menerima hukuman nya".
"Belajar lah dari Francis,, kau sudah mendapat kesempatan hidup kembali bukan??".
"Jadilah berguna,,atau kau akan berakhir menjadi bangkai tanpa nama".
__ADS_1
Dito benar-benar terjebak kali ini. Dia berada di tengah-tengah manusia berhati iblis. Kelihatan mereka baik di depan, rupanya di belakang mereka,, sungguh Dito harus berhati-hati sekarang. Dia tak boleh lagi melibatkan Nisa dan keluarganya. Atau Dito tak bisa menjamin keselamatan keluarganya.
"Francis,,, bawa adikmu ke kamarnya".
"Berikan dia jadwal acara di perusahaan besok pagi".
"Kali ini jangan ada kesalahan".
"Mama dan papa tidak mau membayar kesalahan kalian pada ketua".
"Kau mengerti kan Francis??".
"Iya ma,, mama tak usah khawatir".
Francis menarik lengan Luis agar mengikutinya. Wanita cantik itu membawanya ke kamar pribadi miliknya. Dia menyerahkan jadwal kegiatan nya besok. Kakaknya ini,, terlihat cantik dan lembut,, tapi dia seperti pembunuh berdarah dingin. Tegas dan pemberani.
"Kak,, boleh aku bertanya sesuatu??".
"Panggil aku Francis,, di sini hubungan darah tidak begitu di perhatikan".
"Katakan apa yang ingin kau tahu??".
"Sebenarnya siapa ketua itu,, kenapa kalian begitu takut kepadanya".
"Plak.......!!!!!".
"Jangan pernah lagi bertingkah konyol di depan ku".
"Itu bukan pertanyaan, tapi kematian,,".
"Ku peringatkan padamu,,,jangan coba-coba menantang maut!!!".
"Aku takut,,kau akan merindukan kematian dari pada siksaan yang mungkin kau terima".
Dito terdiam seketika. Dia telah benar- benar menyerahkan nyawanya kepada iblis. Dito berharap bisa memulai hidup baru di tubuh Alan. Nyatanya,,,pantas saja Alan lebih memilih mati saja. Daripada hidup dalam kondisi yang seperti ini.
"Kau bebas melakukan apa pun yang kau mau".
"Kau juga bebas pergi kemanapun dan dengan siapa saja".
"Hanya,, ketika ketua menghendaki diri mu seperti kemauan nya,,,lakukan,,,jangan banyak bertanya lagi".
"Mama dan papa yang akan langsung memberi tahu kalau seandainya kau salah jalan".
"Hanya,,,segera kembali dan tutup jalan itu selamanya".
"Atau selanjutnya bukan lagi berupa peringatan,,,tapi jauh lebih menyakitkan dari kematian".
"Kau mengerti Luis??".
"Iya,,aku paham".
"Baiklah,,aku pergi....beristirahatlah,,, besok tugas besar menanti mu".
"Ok.....aku mengerti Francis".
Kakak perempuan Alan itu meninggalkan Dito sendirian di dalam kamarnya. Dia berpikir banyak hal yang baru saja di katakan nya. Keluarga ini memang seorang psikopat. Dito harus waspada.
__ADS_1