Bertetangga Dengan Genderuwo.

Bertetangga Dengan Genderuwo.
Tumbal Pesugihan.


__ADS_3

Nisa merangkai kejadian-kejadian yang dialaminya beberapa bulan ini.Fakta yang ditemuinya kemarin semakin menguatkan dugaan kalau memang Buto ijo tersebut ada yang memelihara.


Berarti selama ini, kantor ini memakai pesugihan supaya laris dan banyak orderan.


Tetapi konsekuensinya setiap tahun selalu ada karyawan yang meninggal di kantor ini.


Menurut keterangan yang dibaca Nisa,pelaku pesugihan Buto ijo ini adalah orang yang mempunyai rasa kemanusiaan rendah.


Dia rela mengorbankan nyawa orang atau bahkan nyawa keluarganya sendiri untuk dijadikan tumbal pesugihan.


Nisa jadi ingat,bukannya dua orang anak bude Wati juga meninggal tidak wajar. Bahkan suaminya pun juga meninggal secara tiba-tiba di rumahnya.


Nisa jadi ingat Dewi dan Mia, mereka juga menjadi tumbal pesugihan di kantor ini.Tragisnya, arwah mereka pun ditahan Buto ijo untuk dijadikan budak pencari tumbal yang akan dimangsanya.


"Kau kenapa Nis,akhir-akhir ini sering melamun".


"Bagaimana perkembangan penyelidikan mu, sudah menemui titik terang???".


"Sedang kuusahakan Dito, semoga semuanya segera terungkap".


"Ini menyangkut nyawa orang kan, kasihan kalau setiap tahun harus ada korban jiwa".


"Dito, kau percaya dengan hal-hal gaib di sekitar kita".


"Tentu saja,,aku sering mendengar suara tangisan perempuan didekat gudang".


"Tadinya kupikir hanya khayalanku saja,tapi setiap aku lembur pasti ada saja yang aneh di kantor ini".


"Apa kau juga mengalaminya??".


"Iya,,pernah beberapa kali ketika sedang lembur juga".


"Berarti memang ada yang tidak beres di kantor ini,Nis".


"Entahlah......jangan dulu membuat kesimpulan, nanti kalau yang lain mendengar mereka akan ketakutan dan bisa bikin ricuh suasana kantor".


"Dito,,kalau suatu saat nanti aku membutuhkan bantuanmu apa kau bisa kupercaya??".


"Tenang saja Nis,,,kau bisa mengandalkan ku kapan pun kau butuhkan".


"Baik,,,suatu saat nanti,aku tagih janjimu".


"Sementara ini,kita hanya bisa menunggu".


Nisa membuka lagi laptopnya untuk mempelajari tentang pesugihan Buto ijo.


Bagaimana cara memanggilnya dan apa kelemahannya. Paling tidak Nisa sudah tahu lawan yang akan dihadapinya.


Sabtu sore Nisa menelpon Dito.Rencananya dia akan meminta bantuan Dito untuk masuk ke kamar khusus itu.Harus ada seseorang yang menemaninya,jika nanti terjadi apa-apa pada dirinya.


Nisa sudah tiba di kafe Bintang.Sudah setengah jam menunggu,anak itu baru datang.


"Sorry Nis, kau tahu kan Jakarta terkenal macetnya".


"Its oke,,,,,,aku sedang tidak terburu-buru".


"Pesanlah dulu, setelah itu aku akan ngobrol serius denganmu".


"Ayolah Nis,,,,,jangan menakutiku, ini kencan pertama kita kan??".


"Ha.....ha ........ha.....".

__ADS_1


"Memang seperti itu kan?????".


"Terserah kau saja Dito".


"Jangan membuatku patah hati Nisa,,,,siapa tahu kita benar-benar kencan nantinya.


"Seriuslah sedikit Dito,ini bukan waktunya untuk bercanda".


"Ya.......ya.......baiklah,,katakan,,,,,aku siap mendengarnya".


"Sebelumnya aku peringatkan kalau misi kita kali ini bukan main-main, nyawa kita taruhannya, jadi kalau kau ragu atau ingin mundur, katakan saja terus terang".


"Mana bisa begitu,,,walaupun kehilangan nyawa, kalau bersamamu aku siap Nisa".


"Baiklah".


"Dito, aku ini seorang indigo".


"Aku bisa melihat hal gaib di sekitarku, jadi tentu aku melihat arwah Dewi dan Mia".


"Mereka berdua digunakan sebagai pencari tumbal untuk pesugihan kantor bude Wati".


"Mereka merasuki korban dan menghipnotis pikirannya untuk bunuh diri".


"Aku sudah masuk kamar khusus itu dan melihat pesugihan yang ada di dalamnya".


Mulut Dito menganga lebar demi mendengar penjelasan dari Nisa.


"Kau mendengarku kan Dito???".


"Iyyy.......iya,,aku dengar semuanya".


"Itu tidak penting,tugasmu nanti hanya menemaniku masuk ke kamar khusus itu, biar aku yang bertindak".


"Kalau nanti terjadi sesuatu kepadaku, kau hanya harus membawaku pergi dari sana,kemudian hubungi orang tuaku, itu saja".


"Apa kau sanggup Dito??".


"Ya........akan aku usahakan, tapi pesugihan apa kalau aku boleh tahu??".


"Buto ijo"


"Apa?????? Bu ....Bu....Buto ijo??".


"Kau yakin dengan penglihatan mu??".


"Aku sudah memastikannya sendiri".


"Tapi, bagaimana kalau aku yang pingsan duluan nanti?? atau makhluk itu mencelakai aku dulu sebelum menyerang mu??".


"Aku yang masuk,,kau berjaga di pintu".


"Bukannya dia bisa menghilang??? bagaimana kalau tiba-tiba dia dibelakang ku".


"Hmmmm.........mana keberanian mu tadi??".


"Kenapa kau sekarang malah lebih cerewet dari nenek-nenek??".


"Aku kira ini hanya ada di cerita horor, siapa sangka aku justru dijebak oleh rekanku sendiri untuk melawan Buto ijo ini".


"Dito......!!!!!!!!!!!".

__ADS_1


"Baiklah.........aku bersedia melindungimu".


"Omong -omong seperti apa wujud penampakan ini?.


"Makhluk tinggi besar,berbulu,berwarna hijau dengan dua taring yang tajam menjulang serta mata merah melotot".


"Nisa,,,,,,Nisa,,,,,kau ini perempuan apa??,


menceritakan wujud semengerikan ini tanpa takut sama sekali".


"Tak bisa kupungkiri Dito, aku juga takut, sama seperti dirimu".


"Namun rasa kemanusiaan ku mengalahkan ketakutan ku".


"Demi Dewi, Mia, dan arwah-arwah lain yang ditahan di sana dan disiksa oleh Buto ijo itu aku akan berjuang sebisa ku".


"Karena ini menyangkut makhluk tak kasat mata dan hanya orang-orang tertentu saja yang bisa melihat, jadi tolong rahasiakan hal ini ".


"Ini juga jadi sensitif karena menyangkut nama baik perusahaan budeku, makanya aku butuh orang yang bisa kupercaya dan bisa memegang rahasia kau paham maksud ku kan Dito??".


"Iya Nis,,,jadi hanya kau dan aku yang tahu, begitu kan??".


"Sip.............kau memang pintar".


"Ingat Dito,nanti kalau terjadi apa-apa padaku, katakan pada mereka kalau aku kecelakaan, jangan sampai kau cerita sepatah kata pun".


"Jadi,,,,kapan kita akan beraksi????".


"Besok pagi kau jemput aku dirumah, katakan pada orang tuaku kalau kita akan pergi ke puncak".


"Biasanya kalau siang hari,Buto ijo akan meninggalkan rumahnya".


"Kita bisa gunakan kesempatan itu untuk membebaskan arwah teman-teman kita".


"Rupanya selain cantik dan pintar kau juga berbahaya Nisa".


"Hanya pada ketidakadilan".


"Baiklah,,,aku setuju, menurutmu haruskah aku ke paranormal untuk minta jimat perlindungan??".


"Untuk apa???, kau sudah punya perlindungan diri bukan??".


"Berdoalah........doa mampu menjauhkan kita dari bahaya dan juga menjadi pelindung diri".


"Ya...........kau benar sekali".


"Ayo kita makan, setelah itu antar aku pulang".


"Aku harus menjaga kondisi ku, jangan sampai aku malah sakit".


"Kau juga harus istirahat Dito,,besok tenaga mu akan terforsir".


"Siap tuan putri.......".


Tekad Nisa sudah bulat.Kali ini Dito pun mendukung rencananya.Hanya Nisa belum tau apa itu cemeti Gelung rambut.


Itu adalah pengapesan Buto ijo.Kalau ingin Buto ijo itu musnah,harus dicambuk dengan cemeti Gelung rambut.Dimana Nisa bisa mendapatkan benda itu.


Apa mungkin bude Wati atau suaminya menyimpannya di suatu tempat.Aku harus mencari kemana???.Itu adalah alat kendali yang dipegang pemilik Buto ijo.Bisa digunakan untuk mengendalikan kebengisan Buto ijo bila sudah tak terkontrol lagi.


.

__ADS_1


__ADS_2