Bertetangga Dengan Genderuwo.

Bertetangga Dengan Genderuwo.
Hari Yang Indah Dan Tenang.


__ADS_3

Nisa merasa lega. Rasanya semua masalah sudah berhasil diatasi oleh teman-teman nya.


Rudi dan Yeni pun sudah menjalani kehidupan normal seperti sebelumnya.


Pagi ini orang tua dan mertua Nisa harus pulang ke tempatnya masing-masing.Sudah seminggu mereka menanti Nisa di Jakarta.


Jadi mereka harus kembali ke pekerjaan mereka yang sudah seminggu ditinggalkan.


"Ibu dan mama pasti janjian pulangnya,


kenapa bisa bareng begini??".


"Kami kan juga datangnya bareng Nis, besok lagi kalau kau melahirkan ibu dan mama mu pasti kesini lagi".


"Jadi sepi kan nanti, Nisa dan mas Dito tinggal berdua lagi".


"Sudah jangan manja,, kalau ada apa-apa kan kau bisa menelpon kami nanti".


"Dan Dito, jaga menantu papa ini dengan baik,,


papa mau cucu pertama papa nanti tumbuh


sehat, pintar dan tampan seperti dua kakeknya,, Iya kan mas??".


Mereka semua tertawa mendengar perkataan papa Dito. Nisa masih meras berat melepas kedua orang tuanya. Dia masih kangen dimanjakan oleh mereka. Tapi Nisa juga mengerti kesibukan masing-masing. jadi dia harus rela melepas kepulangan orang tua nya.


"Apa semua sudah dipacking,,, tidak ada yang ketinggalan kan??".


"Iya Dito,, semua sudah beres, tinggal jalan saja".


"Ok,,,tinggal berangkat ke bandara".


Kali ini orang tua Nisa juga pulang dengan menggunakan pesawat. Mertua Nisa sekalian memesan tiket penerbangan ke Jogja untuk bapak dan ibu Nisa. Mereka tak enak menolak kebaikan hati orang tua Dito.


"Nis, nanti kalau sudah 4bulan, kamu adakan pengajian dan undang anak yatim ya, semoga bapak dan ibu ada rejeki bisa kesini".


"Iya Bu".


"Dan jangan lupa Nisa, upacara 7 bulanan, itu juga penting,,, harusnya kami mertua yang mengadakan, jadi kau harus ke Medan untuk


upacara tersebut".


"Iya ma,, semoga nanti Nisa dan mas Dito juga ada rejeki buat ke Medan, kalau perlu ajak bapak dan ibu sekalian".


"Amin!!!, janji ya Nisa,, mama doakan semoga anak mama nanti bisa bawa menantu mama yang cantik ini untuk mudik ke Medan".


Mereka semua tertawa mendengar doa dari mama Dito. Besar harapan Nisa agar keinginan orang tua dan mertuanya tercapai semua. Sejak menikah memang Nisa belum pernah mengunjungi mertuanya di Medan.


Rencana bulan madu pun belum terlaksana, malah sudah keduluan hamil.


Mereka tiba di Bandara. Sembari menunggu take off, mereka membeli oleh-oleh di swalayan dalam bandara. Nisa dan Dito hanya menunggu di lobby. Mereka membiarkan orang tua dan mertuanya belanja sepuas hati mereka.


"Jaga diri baik-baik ya sayang,, itu pesawat mama sudah mau take off".


"Hati-hati ma, pa, salam untuk keluarga di Medan".


"Saya duluan mbak,, nanti kalau sampai Jogja telepon ya".

__ADS_1


"Iya, hati-hati di jalan".


Nisa sedih harus berpisah dengan ibu mertua


yang sangat baik hati. Mama mas Dito selalu memanjakan Nisa selama di Jakarta. Sayang, pertemuan mereka hanya sebentar saja.


Selang 1jam dari keberangkatan mertuanya


orang tua Nisa harus segera terbang ke Jogja. Nisa kembali bersedih karena semua


orang sudah meninggalkan nya.


Nisa dan Dito masih duduk lama di Bandara.


Enggan rasanya untuk pulang ke rumah,


karena pasti sepi seperti kemarin.


"Kau mau sekalian jalan-jalan??".


"Kemana mas?".


"Terserah kau saja sayang, yang penting istriku ini tidak sedih lagi".


"Bagaimana kalau kita ke danau di pinggiran kota itu mas,,, suasana nya sepi, tenang dan sejuk".


"Aku bisa rileks sejenak, disana nanti".


"Atau sekalian kita ke puncak saja,, bagaimana menurutmu?".


"Pokoknya hari ini milikmu,, kau bebas kemana saja,, aku akan menemani mu".


"Ok,,,ayo papa Dito, mama dan baby siap jalan-jalan".


"Let's go.....kita berangkat".


Nisa dan Dito berkendara menuju arah puncak. Sekalian liburan dan menghibur hati Nisa yang sedang sedih. Mereka mengendarai mobil dengan kecepatan sedang, mengingat di dalam perut Nisa ada


janin yang usianya masih muda.


"Ini danau nya, kita kesini atau ke puncak".


"Di sini saja mas,, pinggangku sudah pegal


rasanya".


"Baiklah,,,, ayo turun".


Dito membantu Nisa turun dari mobil.Hari ini benar-benar hari bebas mereka berdua. Tak ada gangguan, tak ada penampakan dan tak ada telepon dari teman-teman nya.


Pemandangan di danau sungguh indah.


Pohon besar dan rindang di kiri dan kanan jalan setapak menuju danau, membuat suasana sejuk dan teduh.Air danau yang jernih serta ditumbuhi bunga teratai membuat


indah di pandang.


Nisa duduk di bangku tepi danau. Dia memandangi tepian danau yang sangat luas.

__ADS_1


Kemudian matanya menangkap sesuatu yang ganjil. Sepasang naga sedang berenang di dalam danau.Mereka seolah sedang memberikan tarian cinta. Ekor naga itu timbul tenggelam di dalam kedalaman air.


"Mas,,, kau lihat sesuatu di dalam danau???".


"Aku hanya melihat air,,,ada apa memangnya?".


"Jangan bilang kau melihat sesuatu yang aneh,,, please sayang,,, aku sedang tak ingin


diganggu".


"Coba lihat liontin ini".


Nisa menunjukkan kalung liontin sepasang naga yang diberikan bapak. Sepasang naga di liontin itu benar-benar menghilang. Dan mereka tengah berenang di danau. Dito terkejut melihat liontin yang ditunjukkan Nisa.


"Kau lihat kan mas,,, mereka benar-benar hidup, seperti perkataan bapak".


"Sepasang naga itu sedang berenang di danau sekarang".


"Kalau kau melihatnya,, sungguh indah tarian mereka berdua".


"Hmmm.....ternyata memang benar perkataan


bapak tentang liontin ini".


"Sayang, aku tak bisa melihatnya langsung".


Nisa yang sedari tadi memandangi tarian sepasang naga itu, tiba-tiba kehilangan mereka. Nisa kemudian melihat kearah liontin yang masih dipegangnya.


"Lihat mas,, mereka sudah kembali".


"Walaupun berubah jadi kecil tapi mereka masih bergerak di dalam liontin".


"Kalau ini, aku bisa melihatnya,,, memang sungguh indah".


"Pemilik liontin ini sungguh luar biasa karena menjadikan sepasang naga menjadi penjaganya".


"Dan sekarang, aku yang beruntung mas,,, karena aku dan calon anak kita nanti dijaga


oleh sepasang naga".


"Oh...Nisa, sayangku.....aku sangat mencintai mu, terimakasih sayang, atas semua keindahan dan keajaiban yang kau tunjukkan padaku".


"Terima kasih telah mengandung buah hatiku, dan menjadi ibu dari anak-anak ku".


"Aku juga beruntung memilikimu mas"


Terimakasih juga untuk selalu menemaniku, menerima segala kekuranganku".


"Aku juga sangat mencintai mu mas Dito".


Mereka saling berpelukan. Dito mencium lembut kening Nisa. Nisa memegang tangan Dito erat. Menikmati senja di pinggir danau yang indah ditemani suara katak di tepian danau. Sungguh indah hari yang dilalui oleh Nisa dan Dito.


Keduanya bergandengan tangan menuju tempat parkir. Hari sudah menjelang malam,


perjalanan ke rumah memakan waktu sekitar 2jam. Nisa dan Dito harus bergegas supaya tidak kemalaman di jalan. Yang terpenting, hari ini dilewati mereka berdua dengan penuh


kegembiraan.

__ADS_1


__ADS_2