Bertetangga Dengan Genderuwo.

Bertetangga Dengan Genderuwo.
Menghadapi Serangan Kuntilanak.


__ADS_3

Bukan nya mundur karena Ratri mengancam,,,justru kuntilanak itu mengejek dengan lengkingan tawanya. Dia tidak mau melepaskan Yeni dan Deni. Justru keduanya semakin dicekik dan melayang.


Kaki keduanya menggapai ke tanah, dengan nafas yang semakin susah.


"Kalian harus mati di tangan ku".


Melihat keadaan Deni dan Yeni, Ratri lalu memfokuskan kekuatan di cincin nya. Sinar biru yang keluar dari cincin, langsung mengenai tangan kuntilanak tersebut.


Yeni dan Deni terjatuh ke tanah makam. Mereka masih mengambil nafas setelah


hampir mati dicekik tadi.


Kuntilanak itu tak tinggal diam, dia menyerang Ratri dengan satu jari nya.Tiba-tiba Ratri kesakitan dan memegangi perutnya.


"Jangan ikut campur yang bukan menjadi urusanmu".


"Atau kau akan merasakan yang lebih sakit


dari ini".


Ratri konsentrasi sambil memegangi perutnya.Ketika kuntilanak itu membungkuk


untuk mengancamnya, Ratri langsung menendang perutnya.Dia terjatuh dan menyeringai marah".


"Berani kau menyentuh ku,,,, rasakan ini .....".


Ratri diangkat ke atas, kemudian dihempaskan kebawah lagi. Berkali-kali hal itu dilakukan, hingga Deni dan Yeni memukulinya dari belakang dengan kayu.


Kuntilanak yang berwajah Yeni itu pingsan.


Keduanya lalu membawa Ratri pergi dari makam Nina. Ratri merintih sambil masih memegangi perutnya yang sakit.


"Ratri,,kita ke rumah sakit sekarang??".


"Kita pulang saja,, aku masih bisa tahan".


Mereka bertiga kemudian melanjutkan perjalanan ke rumah Anton.Ratri lebih banyak diam,,, dia mengirim pesan ke Ki Santoso.


Ki Santoso memberinya nasehat untuk mengobati luka di tubuhnya.


Menurut penjelasan Ki Santoso, kuntilanak itu pasti mengirimkan sesuatu di tubuhnya, sama seperti Nisa kemarin.Untuk itu Ratri harus segera mengeluarkannya. Dia kemudian menghubungi Anton.


"Anton,,, kau bisa membantuku sekarang??".


"Katakan,,, aku akan segera datang".


"Kalau kau masih di rumah,, tetaplah disana dulu,,, sebentar lagi aku sampai".


"Ok,,, aku tunggu".


Begitu sampai di rumah, Anton sudah


menunggunya. Ratri dibawa masuk ke rumah Anton.


"Anton,,, kau bisa mengeluarkan santet dari tubuh seseorang kan??".


"Iya,,,tergantung, seberapa parah yang masuk ke tubuhnya".


"Ok,,, cepat..tolong aku,, aku harus mengeluarkan sesuatu dari perutku.


"Maksud mu??".


"Kuntilanak itu menyerang ku di bagian perut,


kau harus menolongku mengeluarkan nya".


"Baiklah,,, ayo cepat".


Ratri berbaring di kasur lantai milik Anton.

__ADS_1


Mereka berdua kemudian berkonsentrasi.


Tidak lama kemudian Ratri terlihat ingin muntah, ternyata gulungan rambut yang panjang keluar dari mulutnya, serta bola berdiri seperti ikan buntal.


Ratri merasa lega setelah kedua barang itu keluar dari perutnya.


"Gila,,,, dia bukan kuntilanak biasa".


"Melihat keadaan mu dan Nisa,, aku merasa,


lawan kali ini sangat tangguh".


"Makanya kita harus menemukan sumber kekuatan mereka".


"Aku yakin ada di halaman belakang rumah


Rudi".


Ratri dan Anton kemudian menemui Deni.


Hanya Deni, kunci dari semua masalah yang


tengah mereka hadapi.


"Deni,,, apa kau melihat keanehan di rumah belakang, selama kau tinggal di sana??".


"Coba kau ingat-ingat,, ini penting sekali".


"Entahlah,,, aku hanya melihat banyak sesajen


dan setiap malam Jumat Kliwon, selalu ada semangkuk kecil darah segar di samping sesajen itu".


"Kami tak pernah boleh pergi ke halaman belakang rumah tersebut, jadi aku tak tahu


ada apa di sana".


"Aku ingat satu hal,,, malam sebelum kak Nina


kecelakaan, wanita itu membawa kak Nina ke halaman belakang" .


"Entah apa yang mereka lakukan di dalam,,, tapi setelah keluar dari sana, kak Nina ketakutan, seperti orang linglung".


"Ya Tuhan,,, aku gagal melindungi keluargaku,, putriku menjadi tumbal dari makhluk gaib terkutuk".


"Mbak,,, yang penting Deni sudah bersamamu,


nanti kita pikirkan cara untuk membawa Rudi


keluar dari rumah itu".


"Tunggu dulu,,, apa itu sebenarnya tujuan dari,


kuntilanak itu,,, merebut rumah kalian yang merupakan tempat tinggal nya??".


"Lalu, kenapa Rudi tidak diusir,, atau ingin dipakai sebagai tumbal juga??".


"Bagaimana menurutmu Anton??".


"Mungkin benar,, mereka mempertahankan


kekuasaan dan rumah mereka".


"Tapi untuk apa kuntilanak itu menyamar jadi


manusia??".


Walaupun mereka berpikir keras, namun tetep tidak memperoleh jawaban.Yang pasti, kuntilanak itu memang sangat membahayakan.Bukti nya, Nisa dan Ratri sudah menjadi korban nya.


Anton segera berinisiatif menelpon Rudi. Dia meminta bertemu berdua saja di restoran.

__ADS_1


"Anton,,, aku minta maaf, untuk saat ini, aku tengah berduka, lagipula putraku Deni juga


kabur dari rumah, aku sedang berusaha mencari dirinya".


"Kau tenang saja,, aku akan membantumu mencari informasi keberadaan Deni, tapi kita harus segera bertemu saat ini".


"Ingat,, kau datanglah sendiri,, jangan ajak istrimu, aku hanya ingin bicara denganmu saja".


"Baiklah...aku segera ke sana".


Rudi bergegas mencari kunci mobilnya. Dia hendak menemui Anton di restoran, tapi kemudian....


"Kau mau kemana mas, buru-buru sekali??".


"Itu,,, aku ada janji dengan klien, kamu dirumah saja".


"Aku ikut mas, biasanya kau juga mengajak ku kan??".


"Lain kali saja ma,, aku buru-buru".


Rudi segera keluar dan masuk ke dalam mobilnya.Kuntilanak yang curiga dengan kelakuan Rudi segera mengikutinya.


Tak butuh waktu lama untuk mengetahui bahwa lagi-lagi rombongan Yeni yang mengacaukan keadaan.Kuntilanak itu kemudian menutup pandangan Rudi agar dia


tak melihat keberadaan Anton di restoran itu".


Sementara, kuntilanak itu sendiri menyamar


menjadi Rudi, dan menggantikannya bertemu dengan Anton".


"Akhirnya......kau datang juga,,, ayo silahkan duduk".


Dari sejak kedatangan Rudi,, sudah tercium bau busuk seperti bangkai. Rupanya sosok


kuntilanak menjijikan itu tengah menggantikan Rudi.Dia kira Anton orang biasa yang bisa dibodohi. Tapi kemudian, dengan menahan kesal, Anton mengikuti permainan kuntilanak itu.


"Katakan,, informasi apa yang kau tahu tentang Deni".


"Dia sedang bersama dengan ibu kandungnya


bukan perempuan jadi-jadian seperti yang ada di rumahmu".


"Lancang sekali mulutmu itu".


Anton memegang tangannya erat,kemudian telapak tangannya ditekan sampai kuntilanak


itu menjerit kesakitan.


"Hati-hati,, jangan sampai kau tunjukkan wajah aslimu di restoran ini,,, atau aku akan


menyuruh mereka membakar mu".


"Aku akan memberimu pelajaran".


"Ini .....pelajaran yang akan kau dapatkan".


"Aw..........lepaskan benda itu dari tanganku, sakit.....tolong hentikan...!!!".


"Ini sakit kan,,,, lalu bagaimana dengan Nina, Ratri, Nisa,,, kau juga menyakitinya kan??".


"Ini belum seberapa,,,, aku bahkan bisa mencabut paku di kepalamu dan kau bisa kehilangan kekuatanmu dalam sekejap".


"Katakan,,,,apa tujuanmu sebenarnya??".


Kuntilanak itu diam saja.Paku emas yang dibawa oleh Anton adalah salah satu kelemahan nya. Paku emas juga yang ditancapkan di ubun-ubun nya sehingga dia berubah menjadi Yeni.


Kali ini, kuntilanak itu mencari cara untuk melepaskan diri dari paku emas yang di bawa oleh Anton. Matanya memandang tangan Anton dan keluar sinar merah yang langsung mengenai telapak tangannya.


Anton yang belum siap menerima serangan, terlonjak kaget dan paku emas di tangan nya terlepas. Kesempatan itu digunakan oleh kuntilanak untuk melarikan diri dari genggaman Anton.

__ADS_1


__ADS_2