Bertetangga Dengan Genderuwo.

Bertetangga Dengan Genderuwo.
Dia Sudah Meninggal.


__ADS_3

Nisa masuk ke kantor dengan pikiran bercabang. Bayangan gadis itu terus saja menghinggapi pikirannya. Kali ini dia juga tak lagi menampakkan dirinya. Nisa bingung mesti bagaimana lagi mencari keberadaan nya.


Berbagai koran dan media sosial lain nya sudah ramai mengabarkan hilangnya gadis


konglomerat yang terkenal itu. Nisa membaca


berita yang simpang siur di media. Dia merasa kasihan dengan keluarganya.


Dito masuk ke ruangan Nisa. Seharian ini dia


belum ngobrol banyak dengan istrinya itu.


"Bagaimana meeting mu dengan pak Roy sayang??".


"Ditunda mas,,, gadis yang hilang itu keponakan nya".


"Dia tengah bersedih sekarang ini".


"Ya,,,,aku mendengarnya juga,,,jadi dia dan Roy masih ada hubungan keluarga?".


"Sepertinya begitu".


"Aku sebenarnya kasihan dengan mereka mas".


"Gadis itu sepertinya sudah meninggal,, arwahnya sudah 3 kali menemui ku".


"Aku juga sudah berusaha melacak jejaknya,


tapi belum ada titik terang".


"Lalu, gadis itu mengatakan sesuatu??".


"Tidak,, hanya wajahnya pucat dan dia bilang kedinginan".


"Berarti mayatnya bisa jadi di dalam air atau di alam terbuka".


"Tadi aku sudah mencari di sekitar hutan tempat pertama kali dia muncul".


"Dan kau menemukan sesuatu di sana??".


"Tidak sama sekali".


"Ya sudah,, toh kamu sudah berusaha".


"Kita pulang sekarang,, Sheila masih sakit kan".


"Iya mas,, aku juga dari tadi khawatir padanya".


Nisa dan Dito segera pulang. Mereka melewati persimpangan jalan pinggir hutan.


Di sana lagi-lagi Nisa melihat bayangan wanita yang selama beberapa hari ini sedang dicari-cari.


"Berhenti mas,, cepat pinggirkan mobilnya".


"Kenapa,, ada apa??".


"Gadis itu,, arwahnya masuk hutan".


"Tapi ini sudah hampir malam".


"Sebentar saja mas".


Nisa dan Dito turun dari mobil. Mereka memasuki kawasan hutan yang dilewati arwah seorang gadis tersebut.


Keadaan hutan gelap, karena hari menjelang malam. Nisa menghidupkan senter hp nya.


Dia sangat terkejut karena di depannya sudah berdiri kakek-kakek yang ditemuinya sore tadi.


"Ternyata bapak rumahnya disini".

__ADS_1


"Saya sedang mencari teman saya pak, kalau tak salah dia masuk ke hutan ini tadi".


"Sebaiknya kalian pergi".


"Malam hari bukan waktu yang baik untuk kalian berkunjung".


"Aku tak menjamin sambutan yang diberikan oleh para penghuni hutan".


"Bisa-bisa kalian tidak akan pernah bisa pulang lagi".


Bersamaan dengan ucapan nya itu, senter di hp Nisa mati. Dia mencoba menyalakan nya lagi. Ternyata kakek itu sudah menghilang dari hadapan nya. Dito meras cemas melihat kejadian itu.


"Apa kubilang,, ini sudah malam, ayo kita pergi dari sini".


"Tapi mas,, gadis itu...".


"Jangan membantahku Nisa, atau aku yang akan pergi".


Nisa terpaksa mengikuti Dito keluar dari hutan. Lagipula memang sudah malam dan mereka tidak punya penerangan untuk masuk


lebih jauh ke dalam hutan.


"Kau harusnya tahu kalau kakek itu sedang memperingatkan mu".


"Aku tahu mas, tapi aku penasaran dengan gadis itu".


"Simpan penasaran mu untuk besok, tapi jangan coba-coba untuk pergi sendiri".


"Aku tak mau kau juga mati konyol di dalam hutan".


Nisa akhirnya diam dan mengalah. Tak ada yang bisa menghentikan Dito jika sudah marah seperti itu.Daripada nanti ribut, Nisa memilih untuk diam saja.


Sampai di rumah, Nisa langsung ke kamar si kembar. Dia ingin tahu keadaan Sheila seharian ini.


"Bagaimana Sofia,,,apa Sheila masih demam??"


"Sudah membaik Bu, seharian ini juga tidak rewel".


"Teman ku siapa??".


"Namanya pak Roy Bu".


"Dia membawa banyak makanan dan membelikan saya makan siang juga".


"Pak Roy baik ya Bu,,,saya diberi bonus karena sudah menjaga si kembar dengan baik".


"Kapan dia kemari??".


"Tadi,sebelum ibu pulang".


"Sofia,, rahasiakan hal ini dari pak Dito, mood


nya sedang tidak baik, aku takut dia merasa tersinggung dan marah".


"Baik Bu".


Belum selesai satu masalah, sudah datang lagi masalah yang lain. Roy ini benar-benar


tidak bisa ditebak.


"Bagaimana Sheila, masih panas??".


"Sudah membaik mas,".


"Syukurlah....aku takut dia bertambah parah".


"Lalu kenapa wajahmu masih murung??".


"Aku masih kepikiran kejadian tadi".

__ADS_1


"Sudah.....jangan terlalu memaksakan diri".


"Nanti juga mereka menemukan nya".


"Aku mandi dulu mas,,,nanti gantian gendong si kembar, kasihan Sofia".


Nisa masih memikirkan Roy. Dia perhatian pada semua keluarganya. Dia takut kalau sampai Dito salah paham. Akan menjadi tidak baik bagi semuanya. Nisa bertekad akan membicarakan hal ini dengan Roy nanti.


Saking asyiknya bermain dengan si kembar, Nisa tak sadar kalau hari sudah larut malam.


Dito sudah terlelap di tempat tidur. Sofia dan si kembar pun sudah tertidur nyenyak.


Nisa pergi ke dapur untuk membuat teh hangat. Dari balik jendela terlihat bayangan putih tengah menghampirinya.


Bayangan gadis itu muncul lagi di depannya.


Kali ini dia menangis. Nisa tak kuasa melihat kesedihan yang tergambar di wajahnya.


Sejenak Nisa terdiam.Gadis itu berbicara lirih.


"Tolong........aku kesakitan"


Nisa mencoba menyentuh pergelangan tangan gadis tersebut. Kulitnya sedingin es.


Saat telapak tangannya digenggam Nisa, seketika Nisa mendapat penglihatan. Peristiwa yang menimpa gadis itu muncul dalam benaknya seperti potongan video.


Tanpa sadar, air mata Nisa keluar membasahi pipinya. Dia sangat shock melihat keadaan gadis itu. Nisa bahkan terduduk di kursi dan tak kuat berdiri.


"Sayang,,,kenapa kau menangis??".


"Mas,,gadis itu.....mereka sangat biadab, kelakuan mereka tak ubahnya seperti binatang buas".


"Apa maksudmu,,gadis yang mana??".


"Gadis yang hilang,,,dia sudah meninggal mas".


"Aku tahu dimana mayatnya".


Dito yang tahu keadaan Nisa, langsung memeluknya. Sejak tadi dia mendengar suara tangisan dari arah dapur. Dito penasaran dan bangun untuk memeriksanya. Rupanya itu suara istrinya.


Nisa bahkan tidak kuat untuk menceritakan penglihatannya. Dito lalu membuatkan susu hangat dan membopongnya ke tempat tidur.


"Kita bicarakan besok pagi, saat kau sudah tenang".


"Sekarang tidurlah, aku akan menemanimu".


Walaupun masih terisak, namun Nisa berusaha memejamkan mata. Sungguh sangat tragis nasib yang menimpa gadis tersebut.


Keesokan paginya, saat Nisa bangun, Dito sudah tidak di tempat tidur. Nisa bergegas keluar dari kamar, disana dia melihat Dito sedang bermain dengan si kembar.


"Kenapa tak membangunkan aku mas?".


"Aku tak tega, tidurmu nyenyak sekali, lagipula kau tidur larut semalam".


"Hari ini kau mau menemaniku kan?".


"Ya,, kau telpon Roy agar membawa orang tua gadis itu, lalu kita bertemu di restoran".


"Baik mas,, aku sekalian mandi dulu".


Selesai mandi, Nisa segera menelpon Roy.


Dia mengajaknya bertemu di restoran dengan membawa orang tua gadis yang hilang itu.


Kabar yang akan disampaikan oleh Nisa ini,


mungkin akan membuat mereka hancur. Tapi Nisa harus menyampaikan nya segera.


Gadis itu sudah 2 hari meninggal. Dia harus segera dimakamkan, kasihan jasadnya kalau kelamaan dibiarkan, pasti akan membusuk.

__ADS_1


...****************...


__ADS_2