Bertetangga Dengan Genderuwo.

Bertetangga Dengan Genderuwo.
Di Teror Hantu Amira.


__ADS_3

Pagi ini Nisa ada pertemuan dengan Roy. Proyeknya harus tetap berjalan, walaupun kemarin sedikit tertunda karena acara pemakaman Amira. Sejauh ini, kondisi para tahanan di penjara aman, jadi kekhawatiran Nisa sedikit berkurang.


"Kalau kau kurang enak badan, lebih baik batalkan pertemuan mu dengan Roy".


"Kurasa aku baik-baik saja mas, kau tak perlu cemas".


"Aku akan mengantar mu ke kantor Roy, cepat bersiaplah".


Nisa segera bergegas. Setelah mandi dan berpakaian, dia ke kamar si kembar untuk berpamitan.Sederet pesan di tujukan pada Sofia, mengingat anak-anak sudah mulai aktif.


Jangan sampai Sofia lengah menjaga mereka.


Aku dan Dito berangkat bersama. Dia tetap tak mengijinkan aku naik kendaraan umum.


Entah kenapa aku jadi tidak bersemangat. Sudah bisa ditebak, omongan Roy akan melantur seperti biasanya.


"Hati-hati ya mas,, nanti biar aku naik taxi saja".


"Jangan lupa makan siang, sayang".


Dito menurunkan Nisa di halaman kantor. Bergegas Nisa naik ke ruangan Roy yang sudah menunggunya. Dia segera mengetuk pintu dan masuk".


"Masuklah Nisa, aku ada kabar gembira untukmu".


"O..ya, katakan apa itu??".


"Hadiah uang 500 juta dari orang tua Amira sudah ditransfer ke rekening mu".


"Hadiah apa,,,jangan konyol, aku tak pernah meminta hadiah apapun untuk usaha ku".


"Aku tahu,,, tapi mereka bersikeras".


"Kalau bukan karena mu, Amira tak akan mungkin ditemukan".


"Sudah,,,terima saja,itu rezeki si kembar, karena ibunya wanita hebat".


"Tapi Roy,,, aku tidak menjual jasa, aku hanya membantu yang membutuhkan, itu saja".


"Ya,,,inilah yang kusukai dari mu,, tidak sombong dan berbangga hati dengan kemampuan mu".


"Sudahlah,, kita bicara proyek saja".


"Kalau jadi, berarti Minggu depan kita harus ke Yogya, pemilik perusahaan meminta kita datang".


"Lagi pula, kain untuk produksi juga dari Yogya".


"Ok,,, terserah padamu saja".


Meeting belum selesai, tapi ponsel Roy terus-menerus berdering.Nisa menyuruh Roy untuk menjawab panggilan nya dulu, baru meneruskan rapat.


"Iya om, kenapa lagi??".


"Ok,, aku segera ke sana".


"Nisa, ikut aku sekarang!!!".


"Kemana??".


"Ayo cepat..!!".

__ADS_1


Roy menyeret tangan Nisa menuju ke mobilnya. Dia segera masuk mobil dan


berlalu bersama Nisa.


"Ada apa Roy??".


"Kita harus ke kantor polisi sekarang, pelaku pembunuhan Amira, semalam tewas mengenaskan".


"Tubuhnya ditemukan di kamar mandi dalam keadaan tercabik-cabik".


"Matanya tercongkel keluar dan lidahnya menjulur hampir terputus".


"Kita lihat saja nanti, orang tua Amira sudah disana".


"Inilah yang aku takutkan Roy,,, Amira membalaskan dendamnya".


"Maksud mu, ucapannya waktu itu,?".


"Ah ....mustahil dipercaya...!!".


"Percayalah Roy,,arwah yang membalas dendam akan jauh lebih kejam dari apa yang bisa kau bayangkan".


Nisa dan Roy tiba di kantor polisi. Jenazahnya belum dibawa ke rumah sakit. Polisi mengatakan kalau pria itu pamit ke kamar mandi, setelah setengah jam, dia ditemukan sudah meninggal.


Polisi yang menyelidiki kematian nya, tidak menemukan kejanggalan. Mereka masih heran dengan penyebab kematian pria tersebut. Cctv kantor polisi juga tidak merekam adanya orang yang masuk atau pun binatang buas.


Nisa tertunduk lesu seketika saat melihat Amira tersenyum di pojok kantor. Dia terlihat senang. Raut mukanya tampak bahagia dan puas melihat kematian salah seorang pelaku pemerkosanya.


Nisa menghampiri arwah Amira. Dia lalu setengah berbisik padanya.


"Kumohon hentikan ini Amira, kembalilah ke alam mu, biarkan polisi yang bekerja"


"Mereka jahat,,,aku bahkan tidak bersalah Nisa".


Arwah Amira menangis kencang. Rupanya jiwanya belum tenang. Dia masih ingin menuntut balas. Nisa kembali ke dalam. Dilihatnya Roy dan orang tua Amira masih sibuk berbicara dengan polisi.


"Ini tidak ada gunanya, pelakunya tidak akan ditemukan".


"Nisa,, bagaimana kau bisa membuat kesimpulan macam itu".


"Aku bicara fakta,, maaf pak kalau anda ingin tahu pelakunya, nanti malam adakan penjagaan ekstra untuk kelima pelaku pembunuhan Amira".


"Atau kalau tidak, nasib mereka akan sama dengan teman nya itu".


"Ini memang sulit dipercaya, tapi arwah Amira menuntut balas".


"Maksudmu,,arwah anak ku masih bergentayangan".


"Sayangnya iya Om,,dan itu di luar kuasa ku".


"Ini diluar nalar dan logika,, tapi memang seperti itu kenyataan nya".


"Lalu, menurutmu kita harus bagaimana Nis?".


"Aku sendiri belum tahu,, Amira tidak bisa dibujuk".


Walaupun Nisa berbicara panjang lebar, tapi polisi tetap tidak mempercayai nya. Mereka berpikir kematian tersangka itu hanya kecelakaan saja. Nisa dan Roy kemudian pergi dari kantor polisi.


"Amira tak bisa dihentikan, dia baru bisa tenang kalau pelaku dan dalang nya meninggal semua".

__ADS_1


"Jadi kau sudah berbicara dengan nya??".


"Dia ada di kantor polisi tadi".


"Masih banyak yang belum kau tahu tentang dunia arwah".


"Mereka boleh buktikan sendiri nanti".


"Tolong antar kau ke kantorku, mendadak kepalaku pusing".


Sepanjang jalan Nisa hanya terdiam. Nisa tak bisa berpikir lagi. Akan banyak nyawa yang melayang karena ulah Amira. Dia sepertinya tak bisa dihentikan.


Sampai di kantor Nisa sudah menjelang sore. Roy menurunkan Nisa di halaman kantor. Dia juga jadi bingung dengan masalah Amira sekarang.


"Kau mau turun Roy???".


"Aku langsung pulang,,masih harus ke rumah Amira".


"Ya,, hati-hati Roy, telpon aku kalau ada apa-apa".


Nisa segera naik keruangan nya. Dia menceritakan kejadian hari ini pada Dito. Mengetahui hal tersebut, Dito sudah tidak heran lagi. Dia hanya takut kalau nanti Amira akan memanfaatkan Nisa untuk balas dendam.


Walaupun mengerjakan tugas di kantor, tapi pikiran Nisa tidak bisa fokus. Dia terus teringat tubuh pelaku yang meninggal dianiaya arwah Amira.


"Kita pulang saja mas, ini sudah hampir malam".


"Iya, aku juga sudah capek sekali".


Keduanya segera menuju mobil untuk pulang ke rumah. Di saat keduanya berkendara, arwah Amira juga sudah memulai terornya.


Jam baru menunjukkan pukul 8. tapi suasana kantor polisi sudah tampak mencekam.


Mulai dari suara lemparan batu di atas genteng, dan suara lolongan anjing dari kejauhan yang seolah memberi pertanda akan kehadiran sosok yang tak kasat mata.


Kelima tahanan pembunuhan Amira dijadikan satu dalam ruangan. Mereka masih shock dengan kematian teman nya kemarin. Sekarang masing-masing orang merasa takut dan was-was. Rumor yang beredar tentang Amira yang gentayangan sudah sampai ke telinga mereka.


"Kita tidurnya giliran saja, jangan bareng".


"Kalau ada suara atau apa, nanti segera bisa melapor".


"Aku setuju".


"Kita jangan mau kalah sama hantu".


Ketika mereka tengah asyik berbicara, tiba-tiba lampu padam.Kontan mereka semua panik.Bahkan ada yang berteriak memanggil petugas jaga.


Ketika lampu dinyalakan, terlihat Amira sedang berada di tengah-tengah mereka. Saat lampu kembali padam dan dinyalakan lagi, Amira sudah menghilang.


Kelima orang itu semakin ketakutan. Mereka berteriak meminta di bukakan pintu penjara. Mereka takut arwah Amira akan menghabisi nyawanya.


"Kalian semua diam,, ini sudah malam, jangan bikin onar".


"Pak,,ada hantu disini".


"Jangan mengkhayal,, cepat tidur!!".


Polisi yang sedang bertugas sama sekali tidak merespon protes kelima napi tersebut. Dia malah langsung pergi dari sel penjara.


Kelima orang tersebut semakin ketakutan. Karena mereka jelas-jelas melihat hantu Amira tadi di tengah-tengah mereka.

__ADS_1


...****************...


__ADS_2