
Susi masih saja terlihat penasaran dengan kedatangan Ratna. Begitu masuk ke kamarnya, Susi langsung mengintrogasi nya.
"Ratna,, benar kan nama mu Ratna,, atau jangan-jangan kau orang lain yang sedang menyamar??".
"Walah.....mbak,, mana bisa to,, wong Ratna ini baru datang dari kampung lo mbak".
"Ini rambut asli kan, bukan wig??".
"Aduh mbak,, sakit......ini beneran rambut Ratna yang asli".
"Ya ampun,,, mbak Susi ini kenapa to, kok jadi aneh seperti ini??".
Susi tidak menjawab. Dia malah mondar-mandir di kamarnya. Entah apa yang sedang dipikirkan nya. Iseng-iseng Mawar mengerjai nya. Dia menjambak rambut Susi dan menghempaskan tubuhnya ke pintu. Nisa sampai kaget melihat Susi terjatuh. Dia menahan tawanya dan pura-pura menolong Susi.
"Aduh mbak,,, hati-hati kalau jalan".
"Mbak ini ngantuk PO gimana to??".
"Sudah Ratna,,aku bisa sendiri,, kau teruskan saja beres-beres pakaian mu".
Susi berdiri dan memegangi bulu kuduknya yang merinding. Aneh sekali, dia seperti sengaja di jatuhkan. Tapi tak ada orang selain Ratna,, itu pun di depan matanya. Seharusnya dia tahu kalau itu perbuatan Ratna.
Mawar tertawa melihat muka Susi yang ketakutan. Dia semakin jahil dengan menggerakkan keranjang sampah dan sapu di depan kamar Susi. Sontak Susi berteriak ketakutan memeluk Ratna. Bagaimana tidak, keranjang sampah itu berbarengan terbang mendekati nya.
"Ratna.....di depan....ada.....ada ....hantu!!".
"Tolong Ratna,, aku takut sekali,, mereka mengejar ku".
"Mana hantu nya mbak,, biar Ratna yang lawan".
"Di....di ..di luar....Ratna".
Ratna keluar bersama Susi yang menempel di punggungnya. Dia memeriksa halaman, dan tidak menemukan apapun. Hanya Mawar dilihatnya cekikikan karena sukses mengerjai Susi.
"Mbak Susi salah lihat kali,, di sini Lo,,, nggak ada apa-apa".
"Tapi,, keranjang sampah dan sapu itu terbang sendiri Ratna".
"Walah....Yo Ndak mungkin to mbak,, mbak Susi yang salah lihat kali".
"Wong benda mati kayak gini kok dibilang bisa terbang,, ada-ada saja mbak Susi ini".
"Mungkin mbak Susi kecapekan kali".
"Mungkin juga Ratna,,ya sudah kita masuk saja".
Ratna menahan tawa melihat ke arah Mawar yang tertawa kegirangan. Misinya sudah berhasil. Paling cepat, Susi mungkin bisa jadi gila. Namun itu belum sebanding dengan perlakuan nya pada Mawar. Tunggu sampai giok itu di temukan, Mawar akan lakukan yang sama persis dengan yang menimpa dirinya.
Nisa membawa Susi ke dalam. Dia segera mengambilkan minuman untuknya. Setelah agak lebih tenang, Nisa baru melanjutkan ngobrol dengan nya. Dia sedikit mendramatisir keadaan supaya Susi lebih takut.
"Memangnya rumah ini berhantu ya mbak".
"Kok Ratna jadi merinding semua".
"Dulu Simbah bilang, kalau kita punya salah,dan orang itu meninggal tanpa kita minta maaf, arwahnya akan bergentayangan mengikuti kita terus Lo mbak".
"Maksud mu,, arwah Mawar yang menghantui
ku,,,begitu??".
"Arwah Mawar,,,jadi bener kan, kamar ini memang ada hantu nya".
__ADS_1
"Memang nya, Mawar itu siapa mbak??".
"Penunggu kamar ini??".
"Kalau begitu,,Ratna minta pindah kamar aja ke mami ya mbak".
"Ratna nggak mau mati konyol".
"Arwah penasaran kan selalu ngajak teman kalau meninggal mbak".
"Jangan.....jangan Ratna,,kau di sini saja".
"Aku salah sebut tadi,, Mawar itu baru saja meninggal kecelakaan".
"Rumahnya di ujung jalan sana".
"Kamar ini aman kok!!!".
Mawar gemas sekali mendengar kebohongan Susi. Dia mendorongnya hingga tersungkur. Setelah itu membuka tutup pintu kamar Susi dengan keras. Sekalian saja biar Susi tahu rasa.
"Aduh mbak,,,mbak sih...pakai sebut nama segala".
"Arwahnya pasti muncul sekarang ini".
"Sudah Ratna hentikan ceritanya, aku bisa pipis di celana nanti".
"Mana jidat ku sakit lagi,,sepertinya ada yang mendorong tadi".
"Tutup pintunya, besok biar di perbaiki".
"Tunggu Ratna,,kau istirahat saja dulu".
"Oh...iya mbak,,silahkan".
Susi setengah berlari menaiki tangga rumah mami. Kebetulan dia sedang beristirahat di atas. Susi langsung saja masuk ke kamarnya.
Tentu saja hantu Mawar mengikuti di belakang nya.
"Mi.....gawat mi.....gawat...!!".
"Kau ini kenapa, datang-datang langsung berteriak seperti itu??".
"Memangnya apanya yang gawat?".
"Sepertinya hantu Mawar sudah mulai mencari kita".
"Apa maksud mu,,jangan aneh-aneh Sus".
"Lagipula,,pelan kan suara mu,,kau ingin semua orang dengar??".
"Susi takut mi,,,sejak Ratna kesini, ada saja kejadian aneh".
"Ah...itu mungkin cuma perasaan mu saja".
"Mami bisa tanya Ratna kalau tak percaya".
"Sudah,,kau istirahat dulu saja".
"Kau boleh libur malam ini kalau tak enak badan".
Susi kembali ke kamarnya, sementara Mawar masih di kamar mami. Kali ini giliran nya yang akan menjadi sasaran keusilan dari hantu tersebut.
__ADS_1
Mawar menggoyang-goyangkan korden jendela dan meniup tengkuk mami. Dia tersadar dan menjadi takut. Tak berhenti sampai situ, dia menerbangkan gelas dari atas laci di kamar mami dan menumpahkan air nya ke rambut mami.
Tadinya mami masih berpikir wajar. Tapi kali ini mami ketakutan juga. Dengan rambut yang basah, mami berlari keluar menuju kamar Susi. Dia berteriak ketakutan.Mawar cekikikan
menyaksikan mami yang ketakutan. Dia terbang mengikuti di belakangnya.
"Tolong.......ada....hantu.....!!!!".
Semua penghuni kompleks keluar mendengar teriakan dari mami. Wajahnya pucat pasi dan berdiri di depan kamar Susi. Mami segera mengetuk pintunya. Susi keluar dan menyadari keributan yang sudah dibuat oleh mami.
"Itu,, kalian boleh masuk lagi,, mami habis nonton film horor, jadi terbawa suasana".
"Ya ampun.....rupanya memang tempat ini ada hantunya ya??".
"Tadi mbak Susi, sekarang mami...Ratna jadi takut juga".
"Hus.....Ratna, pelan kan suara mu".
"Ayo mi, masuk dulu".
Ratna menuntun mami yang sedang panik, masuk ke dalam rumah. Dia kemudian mengambilkan nya minum. Mami lalu bercerita apa yang baru saja di alami nya.
"Berarti hantu itu cuma punya urusan sama mami dan mbak Susi".
"Buktinya Ratna baik-baik saja".
"Hayo......Lo,,, jangan-jangan mbak Susi dan mami yang mencelakai nya sewaktu masih hidup ya??".
"Hus.....ngawur kamu Ratna.....!!!".
"Sudah....diam saja, jangan sampai anak-anak yang lain tahu".
"Bisa kabur para pelanggan mami nanti".
Nisa lalu pamit ke kamar mandi, meninggalkan mami dan Susi yang masih ketakutan. Mawar mengawasi di sebelah mereka. Sifat iseng nya muncul lagi. Mumpung mereka berdua, Mawar kemudian menangis sesenggukan sambil memanggil nama mami.
"Sus,, kau dengar itu,, itu jelas-jelas suara Mawar".
"Benar kata Ratna, dia mencari kita untuk balas dendam".
"Aku tak mendengar apa-apa mi".
"Mami..........mami malah sentil telinga Susi ya".
"Mana ada,, tangan mami di depan mu juga".
"Itu.....itu suara Mawar sedang menangis".
Mami dan Susi menutupi wajah mereka dengan selimut dan sprei. Hal itu sontak membuat tawa Mawar terpingkal-pingkal.
Dia baru saja memberi kan shock terapi untuk kedua orang itu.Langkah selanjutnya mencari batu giok tersebut.
Ratna yang baru datang dari kamar mandi, heran melihat tingkah kedua orang yang ngumpet di balik selimut tersebut.
"Aku Hantu........kemari kalian".
"Ampun ,,,, jangan sakiti kami".
Di takut-takuti Ratna, mereka semakin gemetaran hampir menangis. Sampai-sampai Nisa tertawa. Barulah mereka sadar kalau sudah dikerjai oleh Ratna.
...****************...
__ADS_1