
Nisa dan Dito memasuki ruang rapat.Anton sudah menunggu dari tadi. Rapat segera dimulai begitu Nisa dan Dito duduk. Mereka berdua akan mendengarkan keputusan yang di buat Anton.
"Saya secara pribadi meminta maaf kepada kalian semua atas semua kesalahan saya".
"Saya berjanji ke depan nya akan bersikap lebih baik lagi".
"Dan saya akan berdedikasi tinggi untuk perusahaan ini supaya lebih maju".
Seluruh pemegang saham bersepakat memberi kesempatan Anton sekali lagi.Lagipula saham Anton di perusahaan itu memang cukup besar. Kalau perusahaan di suruh mengembalikan,tidak akan cukup untuk biaya operasional.
Setelah peserta rapat meninggalkan ruangan,
hanya tersisa Nisa dan Dito. Anton tiba-tiba berlutut di depan mereka berdua untuk meminta maaf.
"Aku minta maaf pada kalian,,,aku memang benar-benar tidak pantas berteman dengan kalian".
"Bangunlah Anton,,,,jangan seperti ini".
"Aku tidak akan bangun, kalau kalian belum memaafkan ku".
"Dosa ku memang terlalu besar,,, aku pantas mati".
"Baiklah......kami memaafkan mu, bangunlah.....tak enak dilihat orang".
Nisa dan Dito memutuskan untuk memberi kesempatan Anton sekali lagi.Mereka yakin, Anton pasti sudah berubah.
"Aku janji tidak akan mengecewakan kalian".
"Terima kasih banyak".
"Anton,, kedepannya tolong,, jangan berbuat hal yang membahayakan lagi,,, terutama pada Nisa,,,atau aku tak segan-segan untuk bertindak".
"Kau tenang saja Dito,,, aku pasti menepati janji ku".
"O...ya,,, sebentar lagi ibu Ratri akan segera sampai".
"Dia juga pemegang saham di sini,,,kami akan segera memulai proyek bersama di Jakarta".
"Baiklah,,,mari kita sambut dia".
Ratri memang khusus datang dari Surabaya,
untuk segera memulai proyek nya dan Nisa.
Dia juga sudah kangen sekali ingin bertemu Nisa.
"Permisi Bu, di depan ada Bu Ratri".
"Baik,,,suruh masuk saja kesini".
Tak berapa lama kemudian Ratri masuk ke ruang rapat.Dia memeluk erat Nisa karena lama tak berjumpa.
"Nisa,,,lama tak jumpa, kau kelihatan lebih cantik".
"Kau terlalu memuji,,,kau pun sama cantiknya".
"O,ya...kenal kan ini rekan bisnis kita, Anton".
"Ratri.....".
Keduanya berjabat tangan. Ratri merasakan energi yang tak biasa ketika menatap mata Anton. Anton juga mengetahui kalau ada sesuatu dalam diri Ratri. Seperti Nisa,,,dia juga punya kemampuan supranatural.
"Ratri,, untuk selanjutnya, proyek kita akan mengikutsertakan Anton".
"Aku sudah menjelaskan sedikit detailnya pada dia tadi".
__ADS_1
"Baiklah,,,,terserah padamu Nisa".
Dito pamit menuju ruangan nya, sementara ketiganya mengerjakan detail seragam dinas
untuk pejabat di Surabaya.
"Memangnya selama ini, pak Anton tugas di mana??".
"Kemarin saya dipenjara, karena berusaha mencelakai Nisa,,tapi kemudian saya diberi kesempatan untuk menebus kesalahan saya itu".
"Kau tidak pernah cerita Nis,,,,aku baru tahu ini Lo.....".
"Ceritanya panjang,,,nanti kapan-kapan ku ceritakan".
Ketiga nya kemudian meneruskan rapat sambil sesekali diselingi bercanda. Anton sudah terlihat biasa lagi dan tidak kaku, mungkin karena aku dan Dito sudah memaafkannya. Aku dan Ratri melanjutkan obrolan, karena Anton ada urusan dengan pengacara nya di ruangan nya".
"Bagaimana menurut kacamata batinmu,,,apakah Anton bersungguh-sungguh dengan ucapan nya".
"Aku rasa dia jujur,,,selain dia punya banyak 'pegangan' tapi kali ini tidak ada aura jahat".
"Memangnya kau terlibat apa dengan dia, sampai dia bisa masuk penjara".
Nisa kemudian bercerita semua kejadian yang dialaminya dengan Anton, hingga hampir merenggut nyawanya. Dia terobsesi pada Nisa sehingga berpura -pura bersikap baik untuk mendapatkan simpati nya.
"Kau mengerti kan sekarang".
"Nisa,,,,,,kebaikan mu inilah,,,yang menjadikan kamu kerap celaka".
Handphone Nisa tiba-tiba berbunyi,,dari nomer tidak di kenal lagi. Nisa lantas mengangkat hp nya.
"Tolong ya,,,, jangan main-main, atau saya akan melapor ke polisi".
"Kakak,,,tolong aku......aku hampir kehabisan nafas,,aku ada di taman kota,,,,,tolong kak...".
"Baiklah,,,kami segera ke sana".
Mereka bergegas berangkat ke taman kota.
Nisa penasaran dengan telpon misterius yang beberapa hari ini menerornya. Sesampainya di taman kota, Nisa langsung mencari orang itu. Di salah satu bangku, dekat dengan sungai,,,ada seorang yang sedang duduk".
Nisa dan Ratri langsung menghampiri perempuan itu. Badannya basah kuyup, mukanya pucat dan banyak luka lebam.Bibirnya juga bekas luka sobekan dan
darahnya sudah mengering.
Tanpa pikir panjang,Ratri dan Nisa membawa wanita itu ke rumah sakit. Setelah dokter merawat lukanya, dia diperbolehkan pulang.
"Ayo,,,kami antar kau pulang".
"Rumahku sudah diambil,,entah siapa dia".
"Apa maksudmu??".
"Mari,,, aku tunjukkan".
Nisa dan Ratri mengikuti wanita tersebut ke
rumahnya. Mereka berhenti di jalan dekat dengan rumah wanita itu. Rumah mewah dengan mobil berjejer di parkiran.Pintu gerbangnya terbuka, dan tak lama kemudian,
seorang wanita keluar bersama suami dan kedua anaknya.
"Kalian lihat,,,, itu aku".
Nisa dan Ratri melihat ke arah 2 wanita itu bergantian. Kemudian Nisa berkata.
"Kalian kembar,,,, saudara kembar mu yang mencelakai mu???".
__ADS_1
"Bukan,,,,,,aku bahkan tak tahu siapa dia".
"Lalu,,, bagaimana dia ada di rumahmu?".
"Malam itu, suamiku sedang dinas ke luar kota, ketika datang seorang perempuan ke rumah".
"Dia memintaku mengantarnya ke rumah sakit karena hendak melahirkan dan dia sendirian di rumah".
"Walaupun aku belum mengenalnya, demi kemanusiaan, aku mengantarnya".
"Namun sampai di jalan, dia menganiaya aku
dan memukuli ku hingga babak belur, kemudian dia melempar ku ke sungai".
"Tiga hari aku terkapar, sampai petugas kebersihan menemukan ku".
"Dia merawat ku dan mengantar ku pulang".
"Sampai di rumah,,,perempuan itu sudah disana menggantikan ku".
"Dia mengancam akan membunuh suami dan anak-anak ku, jika aku kembali ke rumahnya".
"Aku bertekad untuk menemui suamiku,,,tapi tiba-tiba ada orang yang menghajar ku lagi
hingga seperti ini".
"Darimana kau memperoleh nomer ku?".
"Ada seorang wanita, dulunya pernah kau obati, dan dia menyuruhku untuk meminta
bantuanmu?".
"Dan disinilah,,,kalian sekarang melihat keadaanku".
"Tolong lah Nisa,,,kau harus membantu ku??".
"Kembalikan suami dan anak-anak ku lagi".
"Apa kau benar-benar tidak mengenal wanita itu,,,atau kau punya musuh mungkin??".
"Tidak,,,yang aku tahu, wanita itu pintar dan licik,,dia menggunakan sihirnya untuk berubah menjadi diriku".
Nisa dan Ratri tampak berpikir keras. Dia tidak mengenal keluarga ini,,mana mungkin
mereka bisa masuk ke rumahnya untuk menyelidiki.
"Baiklah,,, untuk sementara kau ikut kami dulu,
aku akan mencarikan tempat tinggal untukmu".
Wanita itu menuruti perkataan Nisa. Ratri dan Nisa membawa wanita itu ke kantor.
"Anton,,,apa masih boleh kalau aku mengontrak rumahmu??".
"Wanita ini butuh tempat tinggal, dia sedang
terkena musibah".
Anton kemudian mengulirkan tangan untuk berkenalan.
"Kau Yeni kan,,,,,istri Rudi,,, kenapa kau seperti ini??".
"Mas Anton....."
"Rupanya kalian sudah saling kenal??".
__ADS_1
"Suamimu kan pengusaha terkenal,,buat apa kau butuh rumah??".
Yeni,,nama wanita itu, kemudian menceritakan kejadian yang dialaminya kepada Anton. Seolah tak percaya dengan yang di dengarnya, Anton pun bersedia membantu Yeni, karena Anton dan Rudi sudah lama berteman.