Bertetangga Dengan Genderuwo.

Bertetangga Dengan Genderuwo.
Kejadian Ganjil.


__ADS_3

Polisi membantu Roy mengangkat tubuh Nisa keluar dari ruang bawah tanah. Mereka membaringkan nya di dalam mushola. Roy mengambil air dan memercikkan ke arah wajah istrinya. Sesaat kemudian dia tersadar.


"Ada apa dengan ku Roy,, terakhir tadi seperti ada wanita cantik menghampiri ku".


"Iya Nisa,, dia memperingatkan kita agar tidak menyentuh benda-benda di bawah dan menyuruh kita segera pergi dari sana".


"Dia seperti seorang ratu,, aku yakin kalau dia penjaga harta karun di bawah sana".


"Sepertinya memang seperti itu Nisa".


"Sebaiknya untuk sementara kita hentikan saja aktivitas di ruang bawah tanah tersebut".


"Pak Roy benar,, kemarin salah satu anggota kami


sudah menjadi korban".


"Tubuhnya terbanting dan mengalami cedera tulang belakang saat mencoba membuka kunci peti".


"Kami sudah mencari orang pintar, tapi mereka juga tidak sanggup mengatasi penjaga dari harta karun tersebut".


"Apalagi saat merasuki bu Nisa tadi, dia jelas menyuruh kita agar tak mengusik sesuatu yang ada di dalamnya".


Sebelum meninggalkan rumah Roy, polisi memasang police line di depan rumah. Tentang penemuan harta karun di ruang bawah tanah, polisi sama sekali tak mengungkapkan. Demi keamanan di rumah Roy, mereka menempatkan petugas sementara untuk berjaga di depan rumah.


"Alan, malam ini aku dan Nisa akan bermalam disini".


"Kau boleh pulang atau menginap di hotel kalau takut tinggal disini".


"Saya ikut disini saja pak Roy, lagipula ada bapak petugas, biar saya yang menemani beliau".


"Ya sudah kalau begitu,, aku dan Nisa masuk dulu".


Roy memasuki rumah utama bersama dengan Nisa. Tak ada rasa takut sedikit pun, apalagi bekas darah yang berceceran di lantai juga sudah di bersihkan. Lagipula bukan Roy dan Nisa yang mencelakai Sri serta Paijo.


"Mas,,,apa menurut mu kematian Sri dan Paijo ada hubungan nya dengan harta karun di ruang bawah tanah??".


"Entah lah sayang,, mama juga masih belum di temukan".


"Mereka lah saksi kunci yang bisa menjelaskan kejadian di rumah ini".


"Iya juga,,,kemana keluargamu menghilang sebenarnya?".


Nisa dan Roy masih berbincang di kamar, saat bapak menelpon ponselnya. Buru-buru Nisa menjawab panggilan dari bapak.


"Nisa,, kalian masih belum kembali, apa ada yang terjadi di sana??".


"Kami baik-baik saja pak, tapi malam ini kami akan bermalam di sini".


"Jangan Nisa,, kalian harus pulang!!".

__ADS_1


"Tapi pak,, ada sesuatu yang sangat....".


"Kali ini kau harus nenurut pada bapak, keluar dari rumah itu sebelum hari gelap".


"Katakan pada Roy untuk tidur di hotel jika kalian tetap ingin disana".


"Turuti kata-kata bapak Nisa,, setidaknya untuk malam ini saja".


Bapak menutup ponselnya, sementara Nisa mengutarakan semuanya pada Roy. Takut terjadi sesuatu hal yang tak di ingin kan, Roy menuruti perintah bapak. Dia bersama Alan mencari hotel yang dekat dengan lokasi rumah nya. Sementara satu orang petugas kepolisian berjaga di rumah mereka.


"Memang nya kenapa kita tidak jadi menginap di rumah pak?".


"Entah lah Alan, bapak hanya menyuruh kita pergi, dan tidak menjelaskan alasan nya".


"Di depan ada hotel pak, kita menginap di sana??".


"Iya Alan,,kita kesana saja".


Alan mengarahkan mobil memasuki parkiran hotel. Jarak hotel dengan rumah Roy tak begitu jauh, kurang lebih 500 meter. Mereka memutuskan untuk bermalam di hotel tersebut.


Udara malam yang dingin, di tambah gerimis yang tiba-tiba turun membuat Nisa dan Roy enggan keluar kamar untuk sekedar mencari makan. Mereka memilih layanan kamar hotel, hingga tak perlu kemana-mana.


"Aneh...kenapa bapak tak mau menjelaskan alasan kita tak boleh tinggal di rumah".


"Aku juga tak tahu mas, mungkin bapak punya pertimbangan sendiri".


"Mungkin juga itu demi kebaikan kita".


Keduanya masih asyik menikmati makan malam di kamar hotel sambil berbincang, ketika dari arah luar jendela, Nisa merasa ada suara wanita memanggil dirinya.


"Nisa......kemari.......kami menunggu mu!!!".


"Kemarilah Nisa.........sang ratu kegelapan memanggil diri mu!!".


"Mas,, apa kau dengar sesuatu??".


"Sepertinya ada yang memanggil namaku".


"Aku tak mendengar apapun, mungkin hanya perasaan mu saja".


"Habiskan makan mu, setelah itu kita istirahat".


Nisa mengangguk, mencoba mengabaikan suara-suara yang sedari tadi memenuhi kepalanya. Memang ,,ada seseorang yang memanggil dirinya, dan panggilan itu hanya Nisa saja yang bisa mendengarnya. Akibatnya Nisa jadi banyak bengong, terlalu kebanyakan pikiran.


"Nisa......tidur lah, jangan melamun".


"Aku tak mau kejadian siang tadi terulang lagi".


"Mas,,entah kenapa perasaan ku tidak enak".

__ADS_1


"Sepertinya akan ada sesuatu yang terjadi".


"Sudah lah....jangan terlalu banyak berpikir".


"Ini waktunya istirahat, sebaiknya kita tidur".


Nisa masih gelisah di atas ranjang, sementara di tempat lain, anggota polisi yang berjaga di rumah Roy, baru saja berkeliling. Setelah memastikan semuanya aman, petugas polisi tersebut masuk ke dalam pos satpam.


"Tolong......pak,,tolong saya....!!".


"Bu Nisa,, anda kenapa bisa ada di disini??".


"Bukankah sore tadi anda ke hotel bersama pak Roy??".


"Bapak salah lihat mungkin,, dari tadi saya ada di sini".


"Saya takut sendirian di dalam rumah pak".


"Bapak mau kan menemani saya malam ini".


"Maaf bu Nisa, tapi.......saya......!!".


"Ayolah pak.....Roy sedang pergi, dia tak akan pulang malam ini".


"Lagipula di luar hujan gerimis, bapak bisa lebih hangat kalau tidur di dalam".


"Tapi bu,, saya takut kalau.....".


"Ayolah....tidak akan ada yang tahu, hanya kita berdua di rumah ini".


"Mari....ikut lah dengan ku".


Nisa menarik tangan petugas polisi dan membawanya masuk ke dalam rumah. Hanya mengenakan lingerie seksi berwarna merah transparan, lekuk tubuh Nisa tercetak jelas di mata petugas tersebut. Pandangan nya sudah tidak bisa lagi di kondisikan.


Jiwa kelelakian nya terpancing oleh godaan Nisa.


Sampai di dalam rumah, Nisa melepas jubah nya, sehingga dirinya tampak seperti telanjang bulat.


Sungguh....jakun polisi tersebut sudah turun naik menahan gairah yang sudah sampai ke ubun-ubun.


"Kau suka jika aku seperti ini kan mas??".


"Malam ini, aku milik mu, kita akan bersenang-senang".


Nisa melepas satu persatu kancing baju polisi tersebut. Kemeja nya meluncur ke atas sofa. Sementara dirinya sendiri sudah tak sabar melepas celananya. Nisa berbalik dan pak polisi langsung mendekap erat tubuh Nisa dari dbelakang dan menciuminya dengan penuh gairah.


Saat polisi tersebut sudah tak kuat lagi menahan syahwat nya, dia membalikkan tubuh Nisa dan di batingkan di atas sofa. Namun, alangkah terkejutnya karena wajah cantik Nisa berubah menjadi busuk dengan banyak belatung keluar dari mulut dan hidung nya.


Polisi tersebut berlari keluar dan berteriak ketakutan. Dia bahkan lupa kalau dirinya sudah bertelanjang bulat. Sekuat tenaga dia berlari dan berteriak meminta tolong. Namun sepertinya, sebuah tangan panjang mencengkeram lehernya dari belakang.

__ADS_1


...****************...


__ADS_2