
Pagi ini suasana di rumah Nisa lain dari biasanya. Sejak pagi, rumahnya sudah dihias dengan balon warna-warni. Ratri ingin acara pemberian nama sekaligus aqiqah si kembar
berkesan meriah.
Sofia sudah menyiapkan si kembar dari pagi. Dia sangat cekatan merawat si kembar. Ratri
masuk ke kamar Nisa untuk menemuinya.
Dia masih saja sedih melihat keadaan Nisa.
"Ratri......kau mendengarkan.....".
Ratri samar-samar seperti mendengar suara Nisa. Dia memandangi wajah Nisa yang masih saja tak bergerak.
"Ratri.......tolong aku.....".
Sekali lagi Ratri mendengar. Nisa memanggil namanya. Dia mencari ke sekeliling ruangan.
"Nisa,,, kau kah itu??".
"Ya Bu Ratri,,, Bu Nisa memang yang me-
manggil anda tadi".
Sofia yang tiba-tiba muncul di pintu, menjawab panggilan dari Ratri.
"Apa maksudmu Nisa ada di sini??".
"Arwah Bu Nisa terlempar dari tubuhnya,,, dia sedang di samping anda sekarang".
"Suster,, tolong jangan mengada-ada, kau jangan menambah kesedihan kami".
"Bu Nisa bilang, anda punya ayah angkat bernama Ki Santoso".
"Anda berasal dari Surabaya, dan pak Anton pernah dipenjara sebelum menikah dengan anda".
"Dan yang paling penting, Anda dan pak Anton
punya Indra keenam, betulkah itu Bu??".
"Lelucon macam apa ini suster,,dimana kau mempelajari profil ku dan suamiku".
Sofia terdiam dan memandang wajah Nisa.
"Maaf Sofia,,aku pinjam tubuhmu sebentar".
Nisa langsung masuk kedalam tubuh Sofia, dan berbicara dengan Ratri.
"Ini bukan lelucon Ratri,,, aku memang Nisa".
"Entah kenapa aku terjebak disini".
"Tolong aku Ratri,, aku yakin kau pasti bisa mengembalikan jiwa ku ke dalam tubuhku lagi".
"Tapi Nisa,, kenapa bisa jadi begini???".
"Ada sesuatu dalam diriku yang menolak kembalinya arwah ke jasadnya".
"Temukan penyebab nya, agar aku bisa keluar dari sini".
"Carilah,,,apapun itu di dalam tubuhku, alu lepaskan, agar aku bisa kembali ke tubuhku lagi".
"Sebentar,,, lalu kenapa aku tak bisa melihatmu".
"Itulah,,, aku juga heran,mengapa hanya Sofia yang menyadari keberadaan ku".
"Sofia,,,, siapa Sofia??".
"Ini suster Sofia,,, orang yang ku pinjam badannya, dan yang pertama kali mengetahui
kalau aku ada".
"Ratri,,, aku tak bisa lama di tubuh Sofia,, sebentar lagi aku akan terlempar".
__ADS_1
"Temui Sofia kalau kau ingin bicara denganku".
Arwah Nisa seketika langsung keluar dari tubuh Sofia.Dia masih bengong di depan Ratri.
"Sofia,,, kau bisa kembali ke kamar si kembar sekarang,, aku yang akan menemani Nisa".
Ratri berpikir dan mencari apa yang salah di tubuh Nisa sehingga dia masih koma. Semuanya masih ada, hanya cincin,, Nisa tak memakai cincinnya. Apa mungkin karena itu,
Nisa jadi seperti ini.
Ratri menelpon Dito yang tengah mengambil kue untuk acara. Dia meminta Dito untuk segera pulang secepatnya.
"Ada apa Ratri,, apa ada yang penting??".
"Kau ingat, dimana kau menyimpan cincin dan liontin milik Nisa??".
"Ya,, aku yang menyimpan nya saat mau operasi Caesar, sebentar aku ambilkan".
Dito mengambil kotak perhiasan Nisa dan menyerahkan pada Ratri. Dia membuka kotak itu dan mengeluarkan liontin di dalam nya.
Ratri mencari cincin merah milik Nisa, tak ada di dalam kotak.
"Cincin nya tidak ada Dito,,ini hanya liontin saja".
"Tapi aku menyimpan semuanya di situ".
"Dito,,ingat-ingat lagi, dimana terakhir kali kau simpan cincin itu??".
"Entahlah,,,aku masih belum ingat".
"Tapi kenapa kau menanyakan tentang cincin itu sekarang??".
"Karena ini penting,,, kalau kau ingin Nisa sadar lagi, temukan cincin itu dan bawa padaku".
"Ok,,aku akan coba mencarinya".
"Apa mungkin ini yang salah??".
Ratri berjalan sambil memikirkan cincin, sampai dia menabrak Anton.
"Hei....hati-hati sayang,,kau bisa terluka".
"Maaf sayang,, aku tidak melihatmu".
"Kenapa istriku ini kelihatan murung??".
"Aku sedang memikirkan Nisa".
"Memang ada apa dengan Nisa??".
"Nisa terjebak di dimensi lain,,dia tak bisa kembali ke tubuhnya".
"Dari mana kau tahu hal ini??".
"Dia mengatakan nya kepadaku".
Ratri lantas menjelaskan semua yang terjadi
pada Anton.Dia juga mengatakan kalau hanya Sofia yang bisa melihat Nisa.
"Berarti kejadian yang dulu terulang lagi??".
"Mirip seperti itu, tapi yang sekarang karena kecelakaan".
"Dito sudah tahu hal ini??".
"Aku belum memberitahunya, tadi aku menyuruhnya mencari cincin Nisa".
"Berarti Nisa ada di rumah ini???".
"Ya,,, arwahnya tak bisa masuk ke tubuhnya".
"Nanti kita bicara dengan ustad Ahmad, biar dia yang memutuskan masalah ini".
__ADS_1
Sambil menunggu kyai Ahmad datang, Ratri dan Anton mengatur persiapan acara aqiqah nanti. Ratri masuk ke ruang bayi untuk mengganti baju si kembar.
"Suster,,, apa Nisa ada di sini sekarang??".
"Iya Bu, beliau duduk di dekat si kembar".
"Tanyakan padanya, si kembar mau diberi nama siapa??".
"Bu Nisa ingin sekali putrinya diberi nama, Sheila dan Sheina Bu".
"Baiklah,, aku akan bicara dengan ayah mereka".
Ratri menghampiri Dito yang sedang berbincang dengan Anton di ruang tamu.
"Dito,, kau sudah siapkan nama untuk si kembar??".
"Belum,,, aku bingung, dulu Nisa yang sudah mencari nama untuk anak kami".
"Nama kan mereka Sheila dan Sheina, itu nama yang dipilih Nisa".
"Darimana kau tahu hal itu,,Nisa kan masih koma".
"Nisa ada di sekitar kita, arwahnya ada di rumah ini".
"Kalau kau ingin komunikasi dengan nya, hanya Sofia yang bisa melakukan nya".
"Ah......ku kira itu hanya omong kosong saja".
"Ternyata benar yang dibilangnya tempo hari".
"Sofia,,,,kemari cepat!!!".
"Iya pak".
"Jadi kau bisa komunikasi dengan Nisa".
"Iya pak, tapi sejak tadi Bu Nisa menghilang".
"Maksudmu menghilang???".
"Sejak menyebutkan nama si kembar tadi, Bu Nisa langsung menghilang Bu".
Dito bergegas ke kamarnya dan memeriksa Nisa. Kondisinya masih sama, tidak ada tanda-tanda Nisa akan sadar.
"Aneh sekali,,,seharusnya dia di rumah ini".
"Suster,,kau yakin tidak melihat Nisa".
Bu"Iya Bu".
Sofia kembali ke kamar si kembar. Sementara Dito berusaha mengingat cincin merah milik Nisa.
"Lepaskan aku, kau mau bawa aku kemana?".
"Diam.......,, jangan banyak bicara".
"Aku harus kembali ke rumah, anak-anak diberi nama hari ini".
Kuntilanak itu terus saja membawa tubuh Nisa menjauh dari rumahnya. Dia sengaja menangkap nya tadi. Dia masih kesal dengan kejadian kemarin.Makanya hari ini dia akan menyingkirkan Nisa dari dekat si kembar.
Kuntilanak itu masuk ke pohon besar. Disana terdapat ruangan menyerupai kamar besar.
Dia melemparkan Nisa ke ruangan tersebut hingga jatuh tersungkur. Melihatnya, kuntilanak itu tertawa cekikikan.
"Tempat apa ini??"
"Aku sudah membawanya, dia milikmu sekarang".
Kuntilanak itu berbalik dan terbang ke luar pohon masih sambil tertawa melengking.
Nisa bangun dan melihat sekeliling, dia sangat terkejut melihat penampakan tinggi besar di hadapan nya. Dia menghampiri Nisa sambil menggeram kasar.
...****************...
__ADS_1