
Setelah Nisa sadar, Ki Santoso dan yang lain segera meninggalkan rumah Nisa. Anton dan Ratri mengantar Ki Santoso ke bandara untuk kembali ke Surabaya. Sofia kembali ke rumah Nisa sebagai pengasuh si kembar. Semua sudah berjalan normal sekarang.
Malam ini, Nisa dan Dito belum bisa tidur. Mereka masih berbincang di kamarnya.
"Bagaimana perasaanmu sekarang, kau sudah jauh lebih baik??".
"Aku masih takut mas,, banyak hal mengerikan yang ku alami di alam bawah sadar ku".
"Kau bisa ceritakan padaku,, agar kau merasa lebih tenang".
"Aku masih belum siap menceritakan nya mas, lain kali mungkin aku akan berbagi semua denganmu".
"Kemarilah sayang,,, ".
Dito memeluk Nisa dan mencium keningnya.
Perasaan tenang dan nyaman yang setiap kali dirasakan nya ketika berada di pelukan Dito, tidak akan pernah tergantikan oleh apapun.
Malam ini Nisa dan Dito merasakan kembali
penyatuan mereka sebagai sepasang suami istri. Setelah sekian lama saling merindukan,kehangatan yang membara dan
cinta yang saling menggelora. Nisa dan Dito mereguk manis surgawi malam ini. Ditemani cahaya bulan purnama,semakin sempurna jalinan cinta keduanya.
"Maafkan aku sayang, kalau selama ini mengecewakan mu".
"Tidak mas,, justru aku yang harusnya berterima kasih,, kau sudah sangat baik merawat ku".
Mereka melanjutkan sesi curhatnya sampai larut malam. Sambil sesekali diselingi kemesraan antara suami istri. Dini hari Nisa dan Dito baru dapat memejamkan mata.
Pagi harinya, Nisa berencana pergi ke kantor.
Di rumah juga si kembar masih menangis bila didekati Nisa. Makanya dia meminta Sofia untuk tetap menjadi pengasuh si kembar.
"Kau yakin akan kembali kerja??".
"Aku sudah percaya pada Sofia mas, dia bisa diandalkan untuk mengurus si kembar".
"Kau tidak keberatan kan??".
"Terserah kau saja Nisa, asal kau jangan lupa
untuk tetap mencoba dekat dengan anak kita".
"Iya mas".
Nisa dan Dito berangkat ke kantor bersama, ketika keluar dari kompleks, Nisa merasakan penglihatan akan suatu kejadian. Dia melihat kecelakaan besar akan terjadi di depan kantornya. Nisa merasa pusing dan ketakutan.
"Kenapa sayang,, kau sakit??".
"Aku melihat sesuatu, darah tumpah di jalan, korban berteriak kesakitan, sebuah kecelakaan mas"
"Jangan main-main Nisa".
"Tidak mas,, di depan kantor kita, pagi ini,, ya Tuhan,,, semoga tidak terjadi ".
"Mungkin kau hanya kurang tidur,, sudahlah
jangan terlalu dipikirkan".
Mereka meneruskan perjalanan ke arah kantor. Dito berkendara seperti biasanya. Perkataan Nisa tidak dianggapnya serius.
Mereka sedang memarkir mobilnya di halaman kantor, ketika terdengar bunyi ledakan yang sangat besar.
__ADS_1
Nisa dan Dito terkejut. Mereka segera keluar dari mobil. Di depan kantor, orang-orang sudah berkerumun. Kecelakaan bus dan mobil bak terbuka berisi para pelayat yang akan pulang ke daerah Sukabumi.
Para korban masih tergeletak di jalan. Mereka menolong sebisanya sambil menunggu polisi
dan ambulans.
"Apa kubilang mas,,, aku tak mengada-ada kan??".
"Bagaimana mungkin kau tahu detail yang terjadi??".
"Itu tak penting mas,, kita tolong mereka dulu, sudah 5 orang yang meninggal seketika".
Dito dan Nisa lari ke jalan untuk ikut mengevakuasi para korban.Anton dan Ratri yang baru sampai pun langsung ikut turun tangan.
Nisa mendekati kelima korban yang meninggal di tempat.Arwah mereka masih ada di sana. Wajah kelima korban itu masih shock.Nisa berjongkok dan mendoakan arwah mereka.
"Semoga kalian diterima ditempat terindah di sisi Tuhan".
"Kalau masih ada urusan di dunia yang belum terselesaikan, aku akan membantu menyampaikan nya".
Kelima arwah tersebut lantas membisikkan pesan masing-masing kepada Nisa. Setelahnya mereka langsung menghilang.
Nisa kemudian berdiri dan menjauh dari jenazah para korban kecelakaan.
Setelah hampir 1jam, suasana kembali pulih seperti semula. Para korban sudah dibawa ke rumah sakit. Lalu lintas sudah normal kembali. Nisa dan teman-temannya kembali ke kantor untuk bekerja.
Dito menarik Nisa ke ruangan nya. Mereka berdua masuk dan menutup pintu.
"Sayang,, sejak kapan kau mendapat penglihatan seperti itu??".
"Sewaktu keluar kompleks tadi mas,,
gambaran nya sangat jelas terlihat".
"Baiklah.....simpan dulu rahasia ini untuk kita
jangan sampai orang lain tahu, kau mengerti??".
"Iya mas".
Bertambah lagi kemampuan Nisa setelah sadar dari koma, dia bisa melihat peristiwa buruk yang akan terjadi. Hal ini jelas berbahaya baginya. Kalau mentalnya tidak kuat, dia bisa jadi gila. Atau dia mungkin bisa dimanfaatkan oleh orang lain secara komersial. Maka dari itu, Dito merahasiakan hal ini dari orang-orang.
"Kau kembali saja ke ruangan mu, dan ingat kalau kau mengalami penglihatan lagi, segera beritahu aku".
"Kau mengerti kan sayang??".
"Iya mas,, aku kerja dulu".
Nisa keluar dari ruangan Dito. Dia melihat Ratri dan menyapa nya.
"Ku kira kau hanya bercanda ketika bilang masuk kerja".
"Aku bosan di rumah, lagipula si kembar masih takut padaku, jadi aku meminta Sofia menjaga mereka".
"Kecelakaan di depan tadi sungguh mengerikan, aku bahkan tak tega melihat para korban yang bergelimpangan di jalan".
"Ya, sungguh menyedihkan kondisi mereka".
"Sudahlah,,ayo kita masuk,,aku ketinggalan info selama koma kemarin kan??".
"Tenang saja, kantor aman ditangan ku dan Anton??".
"Ya,, aku sangat yakin tentang ini, sampai kalian lupa dengan urusan kalian sendiri".
__ADS_1
"Lalu kapan si kembar akan punya teman??".
"Tenang saja,, kami masih memproses nya".
Ratri dan Nisa tertawa bersama. Beginilah yang diingat Nisa. Suasana ceria dan kekeluargaan yang hangat diantara mereka.
"Omong-omong, bagaimana kabar Nico??".
"Aku ingat dia yang mengurusku saat Dito di guna-guna oleh Ayu".
"Beberapa kali dia mengunjungi ku dan si kembar di rumah sakit, mungkin sekarang dia sibuk atau mudik, entahlah.....".
"Rupanya kau disini sayang,, aku mencari mu dari tadi".
"Hmmm...kau sudah rindu dengan istrimu?".
"Bukan begitu Nis,,,aku ada meeting hari ini, jadi aku butuh teman kan".
"Tapi sayang,, kepalaku agak sedikit pusing,, kau pergi saja dengan Nisa hari ini".
"Apa aku perlu mengantarmu ke rumah sakit?".
"Tidak usah,, aku hanya tidak bisa presentasi dengan kondisi seperti ini".
"Nisa,,, kau siap untuk presentasi kali ini??".
"Aku harus pelajari materinya dulu kan?".
"Ini gampang,, lakukan di mobil saja,, kita sudah tidak punya waktu".
"Baiklah....ayo".
Nisa dan Anton berangkat ke tempat meeting, sementara Ratri masuk ke ruangan Anton.
Sudah beberapa hari ini, dia merasakan sakit kepala, jadi dia tidak berkonsentrasi kalau harus presentasi.
Waktu makan siang, Ratri masih di ruangan nya. Sementara Dito menuju ruangan Nisa.
"Maaf pak, Bu Nisa sedang keluar dengan pak Anton".
"O ya,, kemana mereka??".
"Presentasi ke PT. Rajawali pak".
"Ok,,, suruh Nisa ke ruangan saya kalau nanti sudah kembali".
"Baik pak".
"Aneh sekali,,kenapa Nisa tidak ijin padaku kali ini??".
"Memangnya Ratri ke mana??".
Dito mencoba menelpon Nisa. Ponsel Nisa sedang tidak aktif. Baru kali ini Nisa keluar kantor dan tidak memberitahu nya.Dia kemudian menghubungi Ratri.
"Ratri,, kau juga keluar bersama Nisa??".
"Aku di kantor Dito, kepalaku pusing, jadi Nisa menggantikan ku".
"Dia tak sempat memberitahumu karena sudah terlambat".
"Ok,, aku mengerti".
Dito sedikit puas mendengar penjelasan Ratri.
__ADS_1
Sikap cemburu dan posesifnya kambuh lagi tampaknya. Apalagi Anton pernah jatuh cinta pada Nisa. Wajar kalau Dito agak sedikit tidak nyaman.