
Nisa pulang dengan langkah gontai. Niatnya menyelamatkan seseorang justru berakhir dengan drama cinta seperti ini. Kalung berlian
pemberian Roy masih dipegangnya. Kalau sampai Dito tahu hal ini, mungkin akan terjadi perang dunia. Nisa lalu memasukkan kalung tersebut ke dalam tas nya.
Dito masih terjaga dan menunggu Nisa di kamarnya. Nisa pulang dengan diantar mobil Roy. Dia masuk ke kamar si kembar. Keduanya sudah terlelap bersama suster Sofia. Nisa mencium kedua putrinya tersebut.
Dia lalu masuk ke kamar dan menemui Dito yang masih menunggunya.
"Kau belum tidur mas??".
"Aku masih menunggumu pulang".
"Sebentar, aku ganti baju dulu".
Nisa kemudian ke kamar mandi. Membersihkan diri nya dan kemudian berganti baju tidur.
"Malam sekali kau pulang,, memangnya kalian membahas apa?".
"Biasa saja mas, cuma aku nggak enak pulang duluan, karena relasi bisnis Roy datang semua malam ini".
"Ya sudah,,, kau pasti capek, tidurlah sayang".
"Kemarilah mas,,aku ingin ditemani olehmu".
Dito lalu memeluk tubuh istrinya. Mereka kemudian memejamkan mata karena malam sudah sangat larut.
Pagi-pagi sekali Nisa terbangun karena bunyi
telepon yang berdering. Rupanya itu dari Roy,
Nisa lalu mengangkatnya.
"Ada apa pak, pagi-pagi anda sudah menelpon?".
"Nisa, hari ini rencananya aku akan ke kantormu, kita masih harus membicarakan
dana yang akan aku transfer untuk proyek kita nanti".
"Kau siapkan saja rinciannya, dan aku akan langsung memeriksanya".
"Baik pak, segera saya siapkan".
"Kenapa??".
"Biasa,, boss yang semalam ingin rincian harga dari perusahaan kita".
"Aku akan menghubungi Anton".
Nisa menghubungi Anton untuk bertanya rincian harga dari proyek dengan perusahaan Roy. Ternyata Anton masih dirumah sakit. Ratri harus dirawat karena hamil muda. Keadaan tubuhnya yang lemah, membuatnya harus istirahat total.
"Aku kirimkan garis besarnya, dan kau tentukan sendiri rincian harganya".
"Aku serahkan proyek itu padamu sekarang".
"Aku percaya dengan kemampuan mu".
"Baiklah,,, nanti sore aku akan ke sana dengan Dito".
"Sampaikan salam ku untuk Ratri".
"Dan ku ucapkan selamat bagi kalian berdua".
"Terima kasih Nisa".
Nisa harus bergegas menyusun rencana anggaran untuk proyeknya bersama Roy.
Namun dia ingin menyempatkan bermain dengan si kembar sebentar.
"Aku kalah dengan mereka sekarang,, bangun tidur kau langsung ke kamar anak-anak".
__ADS_1
"Aku kangen mereka mas,,, lagian sekarang mereka nggak takut lagi padaku".
"Aku juga kangen dengan ibu mereka".
"Mas Dito ........".
Keduanya segera menggendong Sheila dan Sheina. Mereka tampak lucu dan menggemaskan. Sofia merawat mereka dengan baik sekali.
"Sofia,,, aku dan Dito mungkin pulang terlambat, kau jangan tunggu kami, segera istirahat kalau si kembar sudah tidur".
"Baik Bu".
"O...ya, Sofia ini bonus untuk kamu bulan ini,, terimakasih sudah menjaga si kembar dengan baik".
"Sama-sama Bu".
"Ayo sayang,,, aku takut kau telat nanti".
"Iya mas,,, mungkin pak Roy sudah tiba di kantor".
Nisa bisa melihat gedung bertingkat dan pencakar langit di kiri dan kanan jalan.
Tiba-tiba penglihatan nya muncul, kecelakaan hebat di salah satu jalan raya antara bus dan sebuah truk kontainer.
Dalam penglihatan nya ada sesosok makhluk tinggi besar, sejenis Buto ijo yang menimbulkan kecelakaan tersebut. Setelahnya dia memangsa para korban yang meninggal.Buto ijo itu menghisap darah korban yang berceceran di jalan.
Pemilik nya sengaja menyuruhnya mencari tumbal di jalanan.
"Ada apa Nisa???".
"Di jalan depan itu, sebentar lagi akan terjadi kecelakaan mas".
"Buto ijo itu telah berdiri di tengah jalan".
"Kita harus bagaimana sekarang??".
Nisa dan Dito buru-buru berkendara. Dia mencari truk kontainer yang sama di penglihatan nya.
"Itu mas, truk di depan".
Dito mengarahkan mobilnya ke arah truk kontainer sambil menyalakan lampu tanda berhenti. Sopir truk melihat dan segera menghentikan truk nya.
"Ada apa ini pak??".
"Mobil kami mogok pak, bisa minta tolong untuk perbaiki sebentar".
"Baik,, ayo".
Sopir truk membuka kap mobil milik Dito. Tadi buru-buru, Nisa sudah melepas selang bensin. Sopir itu mengetahui nya dan memasangnya kembali.
"Coba di starter,,,selang bensin nya terlepas".
Nisa menghidupkan mobilnya. Berhasil nyala.
Nisa berterima. kasih kepada sopir truk tersebut.
Saat keduanya hendak melanjutkan perjalanan, seorang pengendara sepeda motor memperingatkan sopir truk tersebut.
"Sebaiknya bapak putar arah,, di depan ada kecelakaan".
"Bus terguling karena sopirnya ngantuk".
"Sekarang korban sedang dievakuasi".
Nisa terduduk lemas mendengar kabar tersebut. Niat hati mencegah kecelakaan itu,
tapi Genderuwo itu lebih licik dalam mendapatkan mangsanya.
"Kita sudah berusaha Nis,, mungkin memang harus seperti itu jalan nya.
__ADS_1
"Setidaknya korban bisa diminimalisir".
"Iya mas,,, kita ke kantor saja, ini sudah sangat terlambat".
Dito bergegas berkendara ke kantornya. Di ruangan Nisa, Roy sudah menunggu hampir 1jam.Nisa buru-buru menemuinya.
"Maaf pak, tadi ada kecelakaan di jalan".
"Kami terhalang proses evakuasi".
"Tak masalah Nisa,,, silahkan duduk".
"Wajahmu sangat pucat,, kita bisa bicarakan lain waktu saja kalau kau sakit".
"Tidak pak,, tolong beri saya waktu sebentar".
Nisa sudah tak bisa lagi membendung tangisnya. Teringat suara jeritan para arwah korban Buto ijo tersebut. Mereka meminta tolong untuk dibebaskan.
"Hei.....tenanglah,,, kau sakit Nisa,,atau apa yang kau rasakan??".
"Tolong pak.....sebentar saja. ".
Nisa masih menangis terisak. Rasanya dia marah pada dirinya sendiri, karena tak bisa menyelamatkan banyak orang, walupun sudah diberi penglihatan.
Roy membiarkan Nisa meluapkan segalanya. Dia memberikan nya waktu dan menunggu
sampai selesai menangis.
"Maaf pak, saya terbawa suasana, melihat kecelakaan tadi".
"Its, oke......saya senang kamu mengekspresikan perasaan mu di depanku".
"Saya ingin mencoba menahan, tapi dada saya sudah sangat sesak".
"Tak apa Nisa,,itu di luar kuasa mu bukan, kau hanya bisa memberi simpati mu pada para korban".
"Saya sudah berusaha mencegahnya, tapi gagal".
"Maksudmu??".
Nisa kelepasan bicara. Dia hampir saja membuat Roy mengerti kondisi Nisa yang memiliki keistimewaan.
"Maksud saya, kalau mobil saya tidak mogok
kemungkinan truk kontainer juga jadi korban".
"Sudahlah....tidak semua hal berjalan sesuai kehendak kita".
"Kalau kau sudah baikan, sebaiknya kita mulai".
"Silahkan pak, saya sudah baikan sekarang".
"Anggaran yang bapak minta ada di laptop saya, biar sekretaris saya yang mengambilkan salinan nya".
"Kau mau makan siang denganku??".
"Ayolah.....ini ajakan bisnis, kau tak bisa menolaknya".
"Baik pak, sebentar saya kembali".
Nisa keruangan Dito, dia meminta ijin untuk meninjau lokasi proyek bersama Roy. Mereka juga akan melanjutkan makan siang di lokasi.
"Hati-hati Nisa, kabari aku kalau sudah sampai".
"Baik mas".
Nisa kemudian menemui Roy. Mereka berangkat berjalan bersama keluar dari kantor. Karena perasaan Nisa yang sedang sedih, dia tak menyadari bahwa Roy hanya memanfaatkan situasi supaya lebih dekat dengan nya.
...****************...
__ADS_1