Bertetangga Dengan Genderuwo.

Bertetangga Dengan Genderuwo.
Menghilangkan Guna-Guna Dari Ayu.


__ADS_3

Dito masih enggan untuk pulang bersama Nisa. Kalau tidak ada Anton dan Nico, mungkin Dito memilih pulang bersama Ayu.


Ayu membatalkan tiket penerbangan nya ke Medan. Dia akan menyelesaikan urusan dengan Nisa terlebih dulu.Kali ini Nisa dan bayinya yang akan dihabisinya.


Anton menelpon kyai Ahmad dan memintanya datang ke rumah Nisa. Dito harus disembuhkan dari guna-guna perempuan itu. Kalau tidak, maka Dito bisa menjadi gila.


"Aku sudah menelpon kyai Ahmad,,bersiaplah,


mungkin malam ini kau dan bayimu yang akan jadi sasaran Ayu".


"Lalu,,aku harus bagaimana,,, aku takut kalau anakku kenapa-napa".


"Tenang Nisa, jangan menangis....aku dan Anton akan tetap disini melindungi kalian".


Ayu kembali ke hotel. Dia melakukan ritual pemanggilan makhluk halus yang akan dikirim untuk Nisa. Dia sudah menghubungi paranormal kepercayaan nya. Mereka berdua akan mengirim ilmu hitam untuk Nisa dan bayi nya.


Dito masih belum sadar, dia terus memanggil nama Ayu. Kyai Ahmad segera membacakan


doa untuk menangkal guna-guna dari Ayu. Dengan dibantu Ratri dan Anton mereka mengobati Dito.Ketiganya berusaha keras menghilangkan guna-guna di tubuh Dito.


Sampai beberapa saat, Dito akhirnya bisa sadar kembali dan mengenali Nisa.


"Sayang,,,kenapa ini??".


"Ayu sudah pergi,,, aku ketemu di restoran mall tadi?".


"Syukurlah kau sudah sadar kembali mas".


Belum sampai Nisa meneruskan ucapan nya, tiba-tiba datang bara api yang mengarah ke perut Nisa.


"Nisa........awas!!!!!".


Anton langsung berlari ke depan tubuh Nisa dan menghadang bara api yang terbang tersebut. Api tersebut langsung mengenai perut Dito dan membakar kulitnya. Dito jatuh tersungkur dan memegangi perutnya.


Ratri dan Nico berlari menghampiri Anton dan menolongnya. Kali ini Ayu mengirim kepala wanita terbang dengan rambut panjang dan usus terburai. Dia juga mengincar perut Nisa yang sedang hamil.


Kyai Ahmad tidak tinggal diam. Dia langsung maju dan melayangkan sorban nya untuk menutup kepala wanita tersebut. Sorban kyai Ahmad berhasil dicabik-cabik oleh hantu tersebut.Selanjutnya kyai Ahmad memakaikan tasbihnya serta berdoa untuk nya. Kepala tersebut berteriak kepanasan.


Namun sekali lagi dia bisa lolos dari tasbih tersebut. Selanjutnya dia menuju ke arah Nisa. Nisa yang sedari tadi sudah duduk bersila, sedang mengeluarkan kekuatan dari dalam cincin dan liontin nya.


Semua penampakan yang mendiami cincin dan liontin maju menghadang hantu wanita tersebut. Sepasang naga dan ibu ratu telah siap untuk melindungi Nisa. Mereka bertempur,saling mengeluarkan kemampuan. Sinar berwarna-warni berterbangan di udara.


Terakhir sepasang naga tersebut bersamaan menyemburkan api ke arah kepala tersebut. Seketika dia berteriak kesakitan akibat terbakar api.Wujudnya menghilang berubah menjadi abu. Ibu ratu kemudian mengibaskan


kedua sisi selendangnya untuk menetralisir energi jahat dan mengembalikannya pada si pengirim.


Nisa bernafas lega, walau energinya terkuras habis. Dia tersenyum sesaat sebelum jatuh pingsan.Dito buru-buru menghampiri Nisa.

__ADS_1


Ayu mengeluarkan darah dari mulutnya. Ilmu hitam yang dikirimnya berbalik mengenai tubuhnya.Paranormal yang membantunya bahkan sudah tumbang dengan berlumuran darah. Ayu tak mampu bangun. Rasanya luka dalam di tubuhnya sangat parah.Dia hanya diam terduduk di kamar hotelnya.Sesekali dia merintih kesakitan di tubuhnya.


"Pak kyai,, ini gimana dengan Nisa??".


"Ambilkan air putih dua gelas dan berikan padaku sekarang".


Dito masuk dan mengambil air putih di dalam gelas. Dia lantas memberikannya pada kyai Ahmad. Beliau membacakan doa dan kemudian menyuruh meminumkan air putih itu untuk Anton dan Nisa.


Dito masuk dan mengambil air puti dua gelas. Dia menyerahkan nya pada kyai Ahmad.


Setelah meminum air putih tersebut, keduanya langsung sadar dari pingsan nya.


"Ratri, usapkan sisa air putih Anton ke luka di perutnya".


"Baik ustad".


Ratri mengusapkan air putih di luka bakar Anton. Seketika luka di perutnya menghilang.


Pengaruh ilmu hitam itu lenyap seiring meninggalnya paranormal Ayu. Anton dan Ratri menghampiri Nisa. Dia yang baru saja sembuh dan kini hampir celaka dibuat Ayu.


"Nisa,,, kau perlu diantar ke rumah sakit lagi??".


"Tidak perlu,,, aku sangat berterimakasih karena kau sudah menyelamatkan nyawa anakku".


"Orang lain pasti akan melakukan hal yang sama kalau di posisiku".


"Nisa, istirahatlah...aku akan mengantar kyai Ahmad pulang dulu".


"Kau tenang saja Dito, Nisa sudah dipagari,dia aman malam ini".


"Nico,,,kau ikut pulang bersama kami??".


"O..ya,,kalau tak keberatan".


Dito merangkul dan memapah Nisa ke dalam. Mobil Anton sudah meninggalkan halaman rumah Nisa.


"Sayang,,, maafkan aku, gagal melindungi kau dan anak kita".


"Nggak apa mas,, lagian kau juga sedang dibawah pengaruh guna-guna Ayu".


"Untung kau segera sadar, kalau tidak Ayu sudah membawamu jauh dari sini".


"Aku habis meeting, ketika tiba-tiba dia sudah di belakangku".


"Aku lupa segalanya setelah itu".


"Nico yang melihat mu bersama Ayu, dia memotret dan merekam mu lalu mengirimkannya padaku".

__ADS_1


"Untung saja,, semua sudah ada yang mengatur".


"Kalau Nico tidak melihatmu di mall, kami mungkin akan kehilangan mu selamanya".


"Aku beruntung mempunyai teman-teman yang sangat baik di sekitar ku".


"Mereka semua tulus menyayangiku".


"Iya,, entah mau membalas dengan cara apa".


"Mereka sudah lebih dari keluarga bagi kita".


"Istirahatlah sayang,, kau masih belum sembuh benar".


"Iya mas".


Dito membawa Nisa ke kamarnya. Kondisinya kembali lemah saat serangan tadi. Nisa melalui kehamilan nya dengan sulit. Dito sangat merasa bersalah pada istrinya.


Setelah mengantar kyai Ahmad dan Nico, Anton masih di mobil bersama Ratri. Mereka masih diperjalanan pulang ke rumah.


"Kau sangat menyayangi Nisa dulu??".


"Kenapa kau tanyakan hal itu??".


"Aku melihat sikapmu tadi sewaktu menghadang bola api itu".


"Padahal kau tahu, kalau bola api itu bisa membunuhmu".


"Apa kita perlu membicarakan hal ini Ratri??".


"Kau pasti juga akan melakukannya tadi".


"Tapi aku melihat sesuatu yang lain di matamu ketika kau melindungi Nisa".


"Kau sudah tahu kan jawaban nya??".


"Tidak mudah melupakan orang yang kita cintai".


"Aku jujur padamu, aku akan memulai lembaran baru denganmu".


"Tapi, tolong beri aku waktu, agar aku bisa menyingkirkan perasaanku yang dulu".


"Baiklah..mari kita saling memberi waktu, dan meyakinkan hati kita masing-masing".


"Aku tidak mau ketika kau menikah denganku dan masih ada bayang-bayang Nisa diantara kita".


Ratri dan Anton terdiam.Mereka terlarut dalam lamunan masing-masing. Peristiwa yang sepele, tapi justru Ratri bisa mengetahui isi hati Anton yang sebenarnya.

__ADS_1


Wajar kalau Anton masih mencintai Nisa.


Gadis cantik, ramah, baik hati, semua kriteria ada padanya. Ratri tak meragukan niat Anton untuk melupakan nya. Tapi dalam hati Ratri yang terdalam, dia masih bisa melihat cinta Anton untuk Nisa di matanya.


__ADS_2