Bertetangga Dengan Genderuwo.

Bertetangga Dengan Genderuwo.
Mengincar Darah Titisan Ratu.


__ADS_3

Nisa dan Dito tengah bersiap-siap untuk berangkat kerja.Mereka mengendarai sepeda


motor ke kantor. Sudah sebulan mereka absen, Nisa jadi rindu teman-temannya.


"Mas,,,,sepertinya ada yang mengikuti kita dibelakang".


"Siapa sayang???".


"Aku bisa melihat dengan jelas, dia pakai helm, jaket dan berkaca mata hitam".


"Sejak kita keluar rumah, dia sudah mengikuti


di belakang kita".


"Pegangan sayang..aku akan menangkapnya".


Dito membelokkan motornya ke jalan alternatif. Di sana ada gang buntu yang tidak


kelihatan dari jalan, Dito mengarahkan motor


nya ke sana dan kemudian mematikan mesinnya.


Tak berapa lama, motor yang mengikutinya


mencari motor Dito dan Nisa.Dia berhenti


lama dan memperhatikan sekitar. Tepat saat itu Dito keluar dan hendak menangkap pengendara motor tersebut.


Sayang,,,,,,motor itu bergerak lebih cepat.Dia


berbalik dan memacu motornya dengan cepat. Orang itu menghilang di jalan utama.


"Sialan......dia lolos!!!".


"Kira-kira siapa orang itu??, Anton kan masih


dipenjara"


"Sudah mas,,,kita berangkat saja".


Nisa dan Dito agak terlambat sampai kantor.


Gangguan di jalan tadi, sedikit menyita waktu


nya.Mereka buru-buru naik ke lantai dua.


"Surprise.......!!!!!!, Happy wedding........!!!.


Nisa dan Dito terkejut melihat penyambutan


di kantornya.Mereka tak menyangka kalau


rekan kerjanya begitu perhatian.


"Bu Nisa, pak Dito.....selamat ya,,,,.semoga


langgeng pernikahannya".


"Semoga samawa ya Bu,,,,maaf saya nggak bisa ikut ke Jogja".


"Terimakasih atas perhatian kalian, saya sangat terharu".


Sesudah acara penyambutan, mereka meneruskan pekerjaan kantor seperti biasa.


Nisa dan Dito sibuk memeriksa laporan


perusahaan yang ditinggalkannya sebulan


kemarin.


"Reni,,,tolong bawa masuk ke ruangan saya semua laporannya"


"Baik Bu".


Nisa dengan cekatan meneliti laporan penjualan dari sebulan yan lalu. Dia harus segera mengejar proyek yang tertunda dari beberapa klien, karena kasus Anton.


Sementara di kediaman pak Ali, bisikan gaib itu datang lagi.


"Ali,,,,,kau harus segera mendapatkan darah


dari titisan Ratu.Tinggal 1lagi dan sempurna sudah ilmu mu. Tumbal kan darahnya saat


bulan purnama nanti".


"Hisap darahnya....dan makan hatinya maka


kau akan jadi Raja Setan".


Darah titisan ratu hanya dimiliki oleh orang


yang memakai cincin mustika. Pak Ali melihat


Nisa memakai cincin tersebut saat menyapa


nya di restoran kemarin.


Hanya Nisa yang bisa menyempurnakan ilmunya. Pada saat bulan purnama nanti,

__ADS_1


Nisa harus dibawa ke gunung Mijan dan disembelih di atas batu. Kepalanya harus ditancapkan di puncak gunung,setelah sinarnya sampai di kepala, pelaku ritual


harus segera meminum darah dan memakan hati korbannya. Sungguh, ritual yang sangat


mengerikan.


Pak Ali sudah membuntuti Nisa.Dia menunggu kesempatan yang baik, Begitu


Nisa lengah,dia akan menculik nya.


Pak Ali selama ini sudah bersekutu dengan iblis.Dia yang selalu memberi bisikan gaib


menyesatkan. Dengan tipu daya iblis juga,


pak Ali bisa berada di 3 tempat sekaligus


dalam 1 waktu. Iblis juga mengurung arwah


korban pembunuhan di dalam kepala mereka masing-masing, sehingga Nisa tidak bisa


melihat penampakan mereka.


Nisa sungguh tidak menyadari bahwa kali ini


ada bahaya yang sangat besar tengah mengancam dirinya.


Di ruang kerjanya siang itu, Nisa menerima


telepon dari Dion lagi.


"Nis,,,aku sudah mengirim buku itu ke alamat


mu, siang ini pasti sudah sampai".


"Kau pasti akan sangat terkejut bila membaca


tulisan ibu".


"Mereka telah bersekutu dengan Iblis".


"Baiklah Dion,, terima kasih,,, nanti aku kabari


setelah aku membacanya".


Nisa sudah tak sabar untuk segera pulang ke


rumah.Dia ingin tahu apa yang ditulis Bu Mimin sebenarnya di buku itu.Kenyataan apa


yang hendak diceritakan beliau.


Begitu usai jam kantor, cepat-cepat Nisa meminta Dito untuk segera pulang.


ya??".


"Tidak,,,ada hal penting yang harus segera


ku kerjakan".


"Tapi, laporan ku masih belum beres yang....


kamu pulang duluan aja".


"Bawa laporan mu mas, nanti dirumah aku


bantu".


Dito tak bisa menolak keinginan Nisa. Dia


juga penasaran dengan hal yang akan dibuat


oleh Nisa.Mereka berdua pun segera meninggalkan kantor dan pulang ke rumah.


Sampai di komplek depan perumahan, satpam sudah mencegat Nisa.


"Maaf Bu,,ini ada paket dengan alamat rumah


pak Dito".


"Oh.....iya pak, makasih ya".


Nisa dan Dito segera masuk ke dalam rumah.


Nisa tak sabar segera membaca buku yang


dikirimkan Dito.


"Buku apa itu, yang...".


"Kesini mas,,,coba lihat.....Dion mengirim


diary Bu Mimin tentang pak Ali".


"Ini berkaitan dengan teror di kampung bapak


kemarin".


"Sayang.......aku kan sudah bilang, jangan libatkan dirimu dengan hal itu".

__ADS_1


"Biar bapak dan warga kampung yang menyelesaikan kasus ini".


"Iya,,,aku tahu, aku janji setelah membaca ini


aku tidak akan ikut campur lagi".


"Ayolah,,,,jangan marah mas,,aku cuma kasihan dengan warga kampung yang menjadi korban".


"Bagaimanapun aku sudah mengenal mereka


lama".


"Baiklah,,,,tapi kau harus janji kalau kau tidak


akan turun tangan langsung".


"Aku tak mau nyawamu dalam bahaya lagi".


"Baik sayangku.....aku janji".


Nisa pun membaca diary Bu Mimin. Halaman


demi halaman tulisan tangan Bu Mimin


membuat Nisa keringat dingin.


Bersekutu dengan iblis dan menjadi Raja


setan adalah obsesi mengerikan dari pak Ali.


Dan selama ini korbannya sudah banyak sekali, tapi tak pernah terungkap.


"Kemari mas,,,kau harus lihat ini".


"Apa.....".


"Kau lihat ciri-ciri yang disebutkan Bu Mimin,


bukankah semuanya mengarah padaku".


"Aku jadi curiga dengan motor yang tadi pagi


mengikuti kita".


"Pokoknya,,,aku nggak mau kamu kemana-mana sendirian".


"Orang itu sudah benar-benar gila".


"Kita harus hati-hati mulai sekarang".


"Atau.....sayang, kita pergi dari sini sampai


bulan purnama terlewat".


"Sekalian sambil bulan madu".


"Tapi, kita kan baru saja cuti mas".


"Kalau kantor ditinggal lagi, bisa lari klien kita".


"Aku akan berhati-hati, aku janji".


Nisa memegang erat tangan Dito.Dia mencari


kekuatan di sana.Nisa sangat takut bila tulisan itu benar adanya.


"Tunggu sebentar, aku akan menyiapkan


makan malam kita".


"Iya sayang.....".


Nisa pergi ke dapur untuk menenangkan diri.


Dia sadar kalau masalah kali ini sangat serius.


Di rumah pak Ali,,,iblis itu berbisik lagi.


"Ali.........aku mau darah segar malam ini".


"Cepat bunuh seorang manusia untukku".


"Aku haus,,,,,,,,cepat....berikan darah".


Pak Ali seperti orang yang hilang kesadaran.


Dia segera pergi ke jalan dan mengamati


korban untuk dibunuhnya.


Tak berapa lama, terjadi kecelakaan di jalan itu.Kepalanya terputus akibat terlalu kencang


mengemudi.Darah mengalir di jalan. Pak Ali


memandang ke arah jalan, darah itu seperti dihisap oleh kekuatan tak kasat mata.


Dari dalam mobilnya, pak Ali tersenyum puas.

__ADS_1


Iblis itu mendapatkan keinginannya. Satu lagi


manusia menjadi tumbal iblis yang haus darah.


__ADS_2