Bertetangga Dengan Genderuwo.

Bertetangga Dengan Genderuwo.
Kuntilanak Jahil


__ADS_3

Bapak-bapak menggotong Dito ke rumah Nisa. Badannya basah kuyup dan mukanya


membiru.Dito juga menggigil kedinginan.


Bapak segera mengganti baju Dito. Ibu mem-


buatkan Dito minuman jahe supaya badannya


hangat.


Bapak-bapak yang ikut mencari Dito pamit pulang, setelah memastikan Dito baik-baik


saja. Setelah beberapa saat, Dito sudah bisa


diajak bicara.


"Aku kenapa Nisa??".


"Kau hampir tenggelam di sungai Dit, terlambat sedikit saja kami menemukanmu,


kau mungkin tidak selamat".


"Yang ku ingat, aku mengantarkan seorang wanita pulang ke rumahnya".


"Dia menangis di depan rumah karena tersesat dan sudah kemalaman, dia takut


karena rumahnya melewati hutan larangan"


"Bukannya bapak sudah berpesan,,,jangan membuka pintu, apapun yang terjadi".


"Maaf pak,,,,,Dito tak tega mendengarnya


menangis, suaranya menyayat hati pak".


Dito bercerita kalau dia melewati jalan


perkampungan yang ramai.Dito juga melihat


di kampung itu sedang ada hajatan meriah.


Sepanjang jalan yang dilaluinya sangat indah.


Warganya juga ramah, setiap orang yang ditemuinya selalu menganggukkan kepala


saat berjumpa Dito.


"Hmmm......berarti kau sudah diajak masuk ke perkampungan gaib oleh penghuninya".


"Untung kami masih bisa menemukanmu".


"Biasanya warga yang dibawa oleh penghuni


kampung gaib, selalu ditemukan mati tenggelam di sungai".


"Apa benar sampai seperti itu pak???".


"Iya.......makanya jangan ceroboh,,, lain kali


bangunkan aku kalau ada apa-apa".


"Hampir saja wanita itu mengambilnya dariku".


"Aku minta maaf pak, Nisa, lain kali aku akan


mematuhi nasehat bapak".


"Tapi kau sudah lebih baik kan sekarang?".


"Iya...........tenang saja, berkat kau, aku jadi


lebih segar sekarang".


Sayup-sayup terdengar adzan subuh dari toa


masjid kampung. Hari sudah pagi.Nisa bersyukur bisa melewati malam yang menegangkan.


Dito dan Nisa sudah mandi dan sarapan.


Mereka duduk di belakang rumah sambil


bercanda.


"Baru semalam kau melamar ku, tapi kau sudah pergi dengan wanita lain".

__ADS_1


"Aku jadi ragu,,,,,,cincin ini jadi kupakai atau


ku kembalikan ya......".


"Hei........dia kan bukan wanita Nis, dia hantu kan,mana mungkin aku jatuh cinta pada hantu".


"Jangan.......jangan........dia teman si Genderuwo itu Nis.....".


"Mana mungkin......kau saja yang kelewat genit, ada cewek bening dikit aja langsung


meleng".


"Itu tidak benar Nis,,,aku kan hanya cinta padamu saja".


"Ah........gombal,,,,,laki-laki di mana-mana sama".


"Ayolah Nis,,,,jangan marah begitu dong!!".


Bapak dan Ibu yang mendengarkan obrolan mereka dari dapur, tersenyum.Mereka bahagia Nisa akhirnya menemukan tambatan


hatinya.Bapak dan ibu tak sabar untuk segera


melihat keduanya bersanding di pelaminan.


Sudah hampir seminggu Nisa dan Dito berlibur di kampung halaman Nisa. Cuti yang


diberikan kantor sudah hampir habis.Rencananya besok pagi mereka akan


kembali ke kota.


Pagi ini Dito duduk di teras depan rumah.Nisa


sedang pergi ke pasar bersama ibu. Dito tengah menelpon ibunya untuk membicarakan rencana pernikahannya dengan Nisa.


Tiba-tiba Nisa pulang sendirian.Dia tersenyum dan menggandeng tangan Nisa.


"Sebentar Nis, kita mau kemana?".


"Ayo.........kemari........".


"Memangnya kau pulang sendirian???, ibu dimana, kau tinggal di pasar??".


Nisa mengangguk sambil tersenyum.Dito


kejauhan,Nisa yang baru pulang dari pasar melihat Dito berjalan sendirian.


"Kau mau kemana Nis,,,katamu kita nggak boleh masuk hutan".


"Dito........tunggu........kau mau kemana??".


Dito heran, karena Nisa hanya terus tertawa


cekikikan tidak menjawab pertanyaan nya.


Sayup-sayup dari belakang ada yang memanggil namanya.Dito berhenti dan menoleh, betapa kagetnya Dito karena melihat ibu dan Nisa baru pulang dari pasar.


Dito kemudian berbalik lagi untuk memastikan kalau di depannya juga Nisa.


Ternyata Nisa yang ada di depan Dito sedang


melayang dan tertawa nyaring.


Nisa menyusul Dito yang terdiam di pintu masuk hutan.


"Ada apa,,,kau seperti habis melihat setan???".


"Iya benar Nisa,,,, setan nya berubah jadi kamu,,,kamu tadi ada 2 Nis".


"Makanya....jangan pergi-pergi sendiri, diculik


kuntilanak lagi, baru tau rasa kamu!!".


"Itu tadi beneran kamu Lo Nis, kamu minta ditemani jalan-jalan".


"Sekarang mana hayo........nggak ada kan???,


dia kan kuntilanak yang rumahnya di pohon asem,,,palingan dia suka sama kamu".


"Mendingan kita cepat-cepat kembali ke


Jakarta deh Nis,,".


"Lama-lama aku serem juga di sini, digangguin sama hantu melulu..".

__ADS_1


Nisa tertawa terbahak-bahak melihat ekspresi


Dito yang ketakutan.Dia tak tega juga melihat


nya dikerjai kuntilanak itu terus-terusan.


"Seumur-umur,,,baru kali ini kuntilanak itu


mengganggu manusia".


"Bapak sudah lama disini juga baik-baik saja".


"Beneran deh,,,kamu punya penggemar gaib".


"Kamu suka ya,,melihatku menderita begini".


Nisa kemudian mengajak Dito kembali ke dalam rumah.Masih sambil tertawa Nisa cerita ke ibu peristiwa Dito tadi".


"Sudah.........sudah........lebih baik kalian berkemas, besok pagi kalian pulang kan?".


"Dan kamu Nisa, hanya seminggu saja kamu di Jakarta, kamu sudah harus pulang untuk menyiapkan pernikahanmu".


"Iya Bu,".


Malam ini malam terakhir sebelum Nisa dan Dito pulang ke kota.Semuanya sudah terlelap, ketika lagi-lagi Dito mendengar suara wanita


menangis di depan rumah.


Dito berdiri dan menengok dari jendela.


Wanita yang sama yang malam itu membawa


Dito ke hutan larangan.Dito kemudian masuk


ke kamar Nisa dan membangunkan nya.


"Nis.....bangun,,,,wanita itu datang lagi".


"Hmmm......wanita mana maksudmu".


"Ayo lihat sendiri di depan".


Nisa bangun dan mengikuti Dito ke ruang tamu.Mereka mengintip dari balik jendela.


Benar saja,,,,kuntilanak itu telah menyamar


menjadi gadis yang sangat cantik.


"Sudahlah......biarkan saja dia menunggumu


semalaman di situ, kamu jangan keluar".


Belum selesai Nisa bicara, terdengar suara genting yang dilempari kerikil.Pintu rumah juga tiba-tiba terdengar ketukan yang sangat keras.Bapak juga ikut bangun mendengar suara berisik di luar.


"Itu kuntilanak penunggu pohon asem kemarin pak,,, mungkin dia mencari Dito lagi".


"Ah.....jangan gitu dong Nis,,,aku jadi ngeri nih..".


"Siapa suruh jadi cowok ganteng begitu....".


"Husssss.........jangan bercanda terus dong".


Bapak membuka pintu rumah.Ternyata di luar


sudah tidak ada siapa-siapa.Kembali bapak


masuk dan mengunci pintu.Baru mau kembali ke sofa, pintu rumah nya diketuk lagi.


"Sudah,,,,jangan dibuka, lebih baik kalian kembali tidur, jangan sampai besok terlambat


sampai stasiun".


"Baik pak..".


Keduanya melanjutkan tidur setelah tadi sempat ada gangguan dari penghuni gaib


hutan larangan. Nisa merasa geli juga karena kali ini yang diganggu Dito bukan nya dirinya.


Keesokan paginya Nisa dan Dito siap berangkat ke stasiun.Setelah berpamitan pada ibu, mereka diantar bapak dan pak Yahya. Mereka naik kereta pagi jurusan Jogja-


Jakarta.


Kepulangan mereka ke kota hanya sebentar, karena sebulan lagi, mereka berdua harus kembali lagi ke kampung untuk mengadakan

__ADS_1


pesta pernikahan.Keduanya meras lega dan bahagia karena sebentar lagi keinginan keduanya menjadi suami istri akan segera terwujud.


__ADS_2