
Bapak-bapak menggotong Dito ke rumah Nisa. Badannya basah kuyup dan mukanya
membiru.Dito juga menggigil kedinginan.
Bapak segera mengganti baju Dito. Ibu mem-
buatkan Dito minuman jahe supaya badannya
hangat.
Bapak-bapak yang ikut mencari Dito pamit pulang, setelah memastikan Dito baik-baik
saja. Setelah beberapa saat, Dito sudah bisa
diajak bicara.
"Aku kenapa Nisa??".
"Kau hampir tenggelam di sungai Dit, terlambat sedikit saja kami menemukanmu,
kau mungkin tidak selamat".
"Yang ku ingat, aku mengantarkan seorang wanita pulang ke rumahnya".
"Dia menangis di depan rumah karena tersesat dan sudah kemalaman, dia takut
karena rumahnya melewati hutan larangan"
"Bukannya bapak sudah berpesan,,,jangan membuka pintu, apapun yang terjadi".
"Maaf pak,,,,,Dito tak tega mendengarnya
menangis, suaranya menyayat hati pak".
Dito bercerita kalau dia melewati jalan
perkampungan yang ramai.Dito juga melihat
di kampung itu sedang ada hajatan meriah.
Sepanjang jalan yang dilaluinya sangat indah.
Warganya juga ramah, setiap orang yang ditemuinya selalu menganggukkan kepala
saat berjumpa Dito.
"Hmmm......berarti kau sudah diajak masuk ke perkampungan gaib oleh penghuninya".
"Untung kami masih bisa menemukanmu".
"Biasanya warga yang dibawa oleh penghuni
kampung gaib, selalu ditemukan mati tenggelam di sungai".
"Apa benar sampai seperti itu pak???".
"Iya.......makanya jangan ceroboh,,, lain kali
bangunkan aku kalau ada apa-apa".
"Hampir saja wanita itu mengambilnya dariku".
"Aku minta maaf pak, Nisa, lain kali aku akan
mematuhi nasehat bapak".
"Tapi kau sudah lebih baik kan sekarang?".
"Iya...........tenang saja, berkat kau, aku jadi
lebih segar sekarang".
Sayup-sayup terdengar adzan subuh dari toa
masjid kampung. Hari sudah pagi.Nisa bersyukur bisa melewati malam yang menegangkan.
Dito dan Nisa sudah mandi dan sarapan.
Mereka duduk di belakang rumah sambil
bercanda.
"Baru semalam kau melamar ku, tapi kau sudah pergi dengan wanita lain".
__ADS_1
"Aku jadi ragu,,,,,,cincin ini jadi kupakai atau
ku kembalikan ya......".
"Hei........dia kan bukan wanita Nis, dia hantu kan,mana mungkin aku jatuh cinta pada hantu".
"Jangan.......jangan........dia teman si Genderuwo itu Nis.....".
"Mana mungkin......kau saja yang kelewat genit, ada cewek bening dikit aja langsung
meleng".
"Itu tidak benar Nis,,,aku kan hanya cinta padamu saja".
"Ah........gombal,,,,,laki-laki di mana-mana sama".
"Ayolah Nis,,,,jangan marah begitu dong!!".
Bapak dan Ibu yang mendengarkan obrolan mereka dari dapur, tersenyum.Mereka bahagia Nisa akhirnya menemukan tambatan
hatinya.Bapak dan ibu tak sabar untuk segera
melihat keduanya bersanding di pelaminan.
Sudah hampir seminggu Nisa dan Dito berlibur di kampung halaman Nisa. Cuti yang
diberikan kantor sudah hampir habis.Rencananya besok pagi mereka akan
kembali ke kota.
Pagi ini Dito duduk di teras depan rumah.Nisa
sedang pergi ke pasar bersama ibu. Dito tengah menelpon ibunya untuk membicarakan rencana pernikahannya dengan Nisa.
Tiba-tiba Nisa pulang sendirian.Dia tersenyum dan menggandeng tangan Nisa.
"Sebentar Nis, kita mau kemana?".
"Ayo.........kemari........".
"Memangnya kau pulang sendirian???, ibu dimana, kau tinggal di pasar??".
Nisa mengangguk sambil tersenyum.Dito
kejauhan,Nisa yang baru pulang dari pasar melihat Dito berjalan sendirian.
"Kau mau kemana Nis,,,katamu kita nggak boleh masuk hutan".
"Dito........tunggu........kau mau kemana??".
Dito heran, karena Nisa hanya terus tertawa
cekikikan tidak menjawab pertanyaan nya.
Sayup-sayup dari belakang ada yang memanggil namanya.Dito berhenti dan menoleh, betapa kagetnya Dito karena melihat ibu dan Nisa baru pulang dari pasar.
Dito kemudian berbalik lagi untuk memastikan kalau di depannya juga Nisa.
Ternyata Nisa yang ada di depan Dito sedang
melayang dan tertawa nyaring.
Nisa menyusul Dito yang terdiam di pintu masuk hutan.
"Ada apa,,,kau seperti habis melihat setan???".
"Iya benar Nisa,,,, setan nya berubah jadi kamu,,,kamu tadi ada 2 Nis".
"Makanya....jangan pergi-pergi sendiri, diculik
kuntilanak lagi, baru tau rasa kamu!!".
"Itu tadi beneran kamu Lo Nis, kamu minta ditemani jalan-jalan".
"Sekarang mana hayo........nggak ada kan???,
dia kan kuntilanak yang rumahnya di pohon asem,,,palingan dia suka sama kamu".
"Mendingan kita cepat-cepat kembali ke
Jakarta deh Nis,,".
"Lama-lama aku serem juga di sini, digangguin sama hantu melulu..".
__ADS_1
Nisa tertawa terbahak-bahak melihat ekspresi
Dito yang ketakutan.Dia tak tega juga melihat
nya dikerjai kuntilanak itu terus-terusan.
"Seumur-umur,,,baru kali ini kuntilanak itu
mengganggu manusia".
"Bapak sudah lama disini juga baik-baik saja".
"Beneran deh,,,kamu punya penggemar gaib".
"Kamu suka ya,,melihatku menderita begini".
Nisa kemudian mengajak Dito kembali ke dalam rumah.Masih sambil tertawa Nisa cerita ke ibu peristiwa Dito tadi".
"Sudah.........sudah........lebih baik kalian berkemas, besok pagi kalian pulang kan?".
"Dan kamu Nisa, hanya seminggu saja kamu di Jakarta, kamu sudah harus pulang untuk menyiapkan pernikahanmu".
"Iya Bu,".
Malam ini malam terakhir sebelum Nisa dan Dito pulang ke kota.Semuanya sudah terlelap, ketika lagi-lagi Dito mendengar suara wanita
menangis di depan rumah.
Dito berdiri dan menengok dari jendela.
Wanita yang sama yang malam itu membawa
Dito ke hutan larangan.Dito kemudian masuk
ke kamar Nisa dan membangunkan nya.
"Nis.....bangun,,,,wanita itu datang lagi".
"Hmmm......wanita mana maksudmu".
"Ayo lihat sendiri di depan".
Nisa bangun dan mengikuti Dito ke ruang tamu.Mereka mengintip dari balik jendela.
Benar saja,,,,kuntilanak itu telah menyamar
menjadi gadis yang sangat cantik.
"Sudahlah......biarkan saja dia menunggumu
semalaman di situ, kamu jangan keluar".
Belum selesai Nisa bicara, terdengar suara genting yang dilempari kerikil.Pintu rumah juga tiba-tiba terdengar ketukan yang sangat keras.Bapak juga ikut bangun mendengar suara berisik di luar.
"Itu kuntilanak penunggu pohon asem kemarin pak,,, mungkin dia mencari Dito lagi".
"Ah.....jangan gitu dong Nis,,,aku jadi ngeri nih..".
"Siapa suruh jadi cowok ganteng begitu....".
"Husssss.........jangan bercanda terus dong".
Bapak membuka pintu rumah.Ternyata di luar
sudah tidak ada siapa-siapa.Kembali bapak
masuk dan mengunci pintu.Baru mau kembali ke sofa, pintu rumah nya diketuk lagi.
"Sudah,,,,jangan dibuka, lebih baik kalian kembali tidur, jangan sampai besok terlambat
sampai stasiun".
"Baik pak..".
Keduanya melanjutkan tidur setelah tadi sempat ada gangguan dari penghuni gaib
hutan larangan. Nisa merasa geli juga karena kali ini yang diganggu Dito bukan nya dirinya.
Keesokan paginya Nisa dan Dito siap berangkat ke stasiun.Setelah berpamitan pada ibu, mereka diantar bapak dan pak Yahya. Mereka naik kereta pagi jurusan Jogja-
Jakarta.
Kepulangan mereka ke kota hanya sebentar, karena sebulan lagi, mereka berdua harus kembali lagi ke kampung untuk mengadakan
__ADS_1
pesta pernikahan.Keduanya meras lega dan bahagia karena sebentar lagi keinginan keduanya menjadi suami istri akan segera terwujud.