Bertetangga Dengan Genderuwo.

Bertetangga Dengan Genderuwo.
Kelahiran Anak Kembar Perempuan.


__ADS_3

Beberapa bulan berlalu setelah kejadian Dito dan Ayu. Kehamilan Nisa sudah memasuki 9 bulan. Tinggal menunggu sebentar lagi untuk melahirkan.


Ratri dan Anton sudah menyelesaikan permasalahan mereka. Keduanya sudah bisa menerima masa lalu masing-masing.Kini mereka berdua tinggal menunggu hari pernikahan. Keduanya kelihatan sangat bahagia.


Nico masih sesekali mengunjungi Nisa. Dito tak keberatan dengan kehadiran Nico. Keduanya bahkan sudah menganggap Nico sebagai adiknya.


Nisa terkadang masih menggunakan kekuatannya untuk membantu dirinya dan orang lain yang mengalami gangguan dari makhluk gaib.


Pagi ini semua orang akan menghadiri pernikahan Anton dan Ratri. Kedua orang tua dan mertua Nisa bahkan sudah jauh-jauh hari tiba di Jakarta. Mereka sudah menganggap Ratri dan Anton sebagai keluarga. Jadi momen membahagiakan ini tak mungkin terlewatkan.


Mertua Nisa sangat bahagia menyaksikan Nisa dan Dito bersama. Masalah dengan Ayu kemarin sempat membuat mereka khawatir. Namun, ujian cinta itu sanggup mereka atasi walaupun berakhir dengan keadaan Ayu yang gila akibat guna-guna dan ilmu hitam berbalik kepadanya.


"Mas,, ayo cepat, semua sudah siap".


"Sebentar sayang, aku masih harus memasang dasi".


"Sini biar aku pasang kan untuk mu".


Dito memandangi Nisa yang tengah memasang dasi untuknya. Tubuhnya yang gendut membuat Nisa kelihatan jauh lebih seksi. Dito tak tahan untuk mencium bibir istrinya yang kelihatan menggoda.


"Hentikan mas,,, nanti ada yang lihat".


"Memangnya kenapa, kau ini istri ku kan?".


"Nggak enak mas, ada orang tua kita".


"Mereka sudah berangkat duluan ke hotel".


"Aku rindu, saat bersamamu seperti ini".


"Jangan mulai deh,,, yang ada nanti kita nggak jadi berangkat ke pesta nih..!!".


"Sayang,,, kau ingat kata dokter kan,,di bulan-bulan ini, aku harus rajin mengunjungi anak kita".


"Tapi nggak sekarang juga kan mas??".


"Aku sudah dandan cantik,lagian kita bisa terlambat".


Dito tak mendengar kata-kata Nisa. Dia terus mencium seluruh bagian tubuh Nisa. Ciuman tersebut berubah menjadi panas dan berlanjut dengan percintaan kilat diantara keduanya. Setelahnya, Nisa buru-buru berpakaian dan merapikan riasannya, sementara Dito masih bertelanjang dada diatas tempat tidur. Dito tampak tersenyum menyaksikan Nisa yang tampak lucu ketika panik.Napasnya naik turun tak beraturan. Bergerak ke sana kemari dengan perut gendut yang makin membesar.


"Ayolah mas,, cepatlah.....kita sudah sangat terlambat"


"Masih ada waktu sayang,, tenanglah".


"Mereka pasti panik mencari kita".

__ADS_1


Dito segera berpakaian dan menggandeng Nisa memasuki mobil. Keduanya segera bergegas menuju tempat acara.


Di hotel, semua sudah siap untuk acara akad nikah. Tinggal menunggu kedatangan Nisa dan Dito. Ratri bersikeras untuk menunggu kedatangan Nisa dulu sebelum memulai acara.


"Dimana anak itu,,, mereka harusnya sudah sampai sekarang".


"Tenang pak,, mungkin Nisa terjebak macet".


"Atau jangan-jangan Nisa mau melahirkan??".


"Kita tunggu sebentar lagi saja".


Yang ditunggu akhirnya datang juga. Dengan tergesa-gesa Nisa dan Dito masuk ke ruangan hotel. Ratri dan Anton sudah bersiap, tinggal menunggu Dito sebagai pendamping pria dan saksi dari mempelai pria.


"Hampir saja acara ini batal,, kalian berdua kemana saja??".


"Maaf, kami terkena macet, kita mulai saja sekarang".


Penghulu memimpin acara akad nikah Anton dan Ratri. Disaksikan keluarga dan teman-teman dekat, acara tersebut berlangsung dengan lancar. Dengan satu tarikan nafas, Anton mengucapkan ijab kabul dengan lantang. Sudah sah mereka berdua menjadi sepasang suami istri sekarang.


Semua yang hadir menghela nafas lega. Mereka turut merasakan kegembiraan dari pengantin baru tersebut. Semua undangan berbaris rapi di pelaminan untuk memberi


ucapan selamat.


"Aku ingin duduk sebentar mas, aku capek berdiri terus dari tadi".


"Tolong ambilkan aku makanan mas, aku lapar".


"Siap tuan putri".


Dito mengambilkan makanan untuk Nisa. Setelah itu dia menyuapinya.Di kehamilannya yang sudah besar, Nisa sering merasa lapar.


Nisa menyaksikan semua orang berpesta. Semua larut dalam kegembiraan. Kedua pengantin kelihatan sangat bahagia. Nisa masih menikmati makanan nya ketika tiba-tiba dia merasakan sakit di perutnya.


"Mas,,,perutku sakit sekali, tolong mas....".


"Kamu kebanyakan makan sih,, jadi perutmu terlalu penuh".


"Bukan mas, ini berbeda,, sepertinya aku sudah mau melahirkan".


"Apa,,, sekarang??".


"Kita ke rumah sakit saja mas".


Nisa dan Dito diam-diam keluar dari tempat pesta. Mereka segera menuju ke rumah sakit.

__ADS_1


Masih dengan pakaian pesta lengkap, Nisa turun dari mobil sambil memegangi perutnya.


Suster yang berjaga segera membawakan kursi roda untuk Nisa. Nisa di dorong ke ruangan bersalin. Dokter jaga sudah bersiap di ruangannya.


Setelah diperiksa dokter, ternyata Nisa sudah pembukaan lima. Dia disarankan untuk tetap di rumah sakit. Dokter menyuruhnya berjalan-jalan agar pembukaannya bertambah.


"Ini sakit banget mas, aku udah nggak tahan".


"Sabar sayang,, sebentar lagi baby kita akan keluar, tahan sayang".


"Aku udah nggak kuat mas".


"Berdoa Nisa".


Dito menenangkan Nisa dan menggosok punggungnya untuk mengurangi rasa sakit akibat kontraksi. Dia sangat kasihan melihat perjuangan Nisa menahan rasa sakit.


kedua orang tua Dito dan Nisa merasa kehilangan mereka di pesta. Keduanya sudah tidak nampak saat pengantin berpamitan.Ayah Dito menelponnya dan menerima kabar kalau Nisa sudah mau


melahirkan.Mereka terlihat gembira dan segera bersiap-siap untuk menyusul ke rumah sakit.


Anton dan Ratri sempat mendengar kabar itu sebelum mereka berbulan madu. Mereka turut senang dan mendoakan kelancaran persalinan Nisa.


Di rumah sakit, dokter melakukan USG terakhir untuk bayi Nisa. Ternyata bayinya kembar, dan selama ini tidak diketahui oleh dokter karena setiap kali di USG tertutup plasenta. Dokter memutuskan untuk melakukan operasi Caesar bagi Nisa.


"Demi keselamatan ibu dan bayi nya, kami terpaksa melakukan tindakan Caesar pak".


"Kalau anda setuju, silahkan tanda tangan dan segera mengurus administrasinya".


"Baik dokter, lakukan yang terbaik untuk istri saya".


Dito bergegas ke ruang administrasi, sementara dokter menyiapkan peralatan


untuk tindakan operasi. Setelah semua siap, Nisa segera di dorong ke ruang operasi dengan didampingi Dito.


Orang tua Dito dan Nisa sudah tiba di rumah sakit. Mereka segera meminta informasi kepada perawat. Setelah mendengar penjelasan dari perawat, mereka berempat segera menyusul ke ruang operasi.


Setelah setengah jam berlalu, Dito mendengar suara tangis anak pertamanya.


Lima menit kemudian disusul suara tangis anak keduanya. Semuanya perempuan. Nisa dan Dito menangis haru melihat si kembar untuk pertama kalinya.


Dito dan perawat keluar bersama si kembar menuju ruangan bayi. Mereka harus di bersihkan lalu ditaruh di inkubator. Dito memeluk kedua orang tuanya karena sangat


senang mendapat dua anak perempuan sekaligus.


Nisa masih dijahit perutnya seusai operasi. Tadinya masih berbicara dengan dokter, namun tiba-tiba tekanan darahnya naik dan Nisa mengalami sesak nafas. Dia tak sadarkan diri akibat pendarahan yang hebat.

__ADS_1


Dokter dan perawat segera mengupayakan penanganan yang insentif untuk Nisa.


__ADS_2