Bertetangga Dengan Genderuwo.

Bertetangga Dengan Genderuwo.
Serangan Mendadak.


__ADS_3

Adit masih belum bisa menghilangkan rasa kagetnya. Dia benar-benar shock dengan ucapan dari Roy.


"Jadi, kalian putar-putar selama dua jam, tahunya sampai di makam".


"Dan kami berdua pun bertemu kau di sana".


"Bedanya kau pendiam dan wajah mu lebih pucat".


"Astaga...Mak,,,,ada juga hantu yang ngefans sama aku rupanya".


"Itulah,,, hati-hati saja kalau nanti malam dia mendatangi mu".


"Mengira kalau kau adalah kembaran nya".


"Jangan menakuti ku begitu Roy,, kau tahu kan, aku paling anti sama hal begituan".


Roy tertawa lebar. Puas bisa mengerjai teman nya sampai ketakutan seperti itu. Mereka kemudian berkeliling dan memeriksa rumah yang di tawarkan oleh Adit. Rumahnya memang cukup nyaman dan strategis di pinggir jalan. Suasananya juga sejuk dan asri.


Nisa dan Roy memutuskan untuk mengambil rumah yang di tawarkan oleh Adit. Pembayaran pun langsung di lakukan oleh Roy, sehingga keluarganya bisa segera pindah ke rumah tersebut. Setelah urusan selesai, mereka kemudian kembali ke hotel.


Saat turun dari mobil, Nisa mendapati wanita


pemilik pesugihan sedang berada di taman hotel. Dia terlihat duduk termenung sendirian.


Raut wajahnya menampakkan rasa kesakitan.


Nisa penasaran dan kemudian memeriksa


nya.


Dia melihat dari kejauhan. Rupanya wanita itu sedang menyusui anak kecil yang tadi pagi di gandeng nya. Anehnya mulut anak kecil tersebut berlumuran darah. Tahulah Nisa sekarang kalau anak kecil itu menghisap darah dari ***********.


Nisa merasa miris melihat hal tersebut. Hanya demi harta, mereka rela mengorbankan dirinya sendiri. Entah akan berapa lama wanita itu sanggup bertahan.


Harta yang di kumpulkan nya pun, bahkan mungkin dia tak ikut menikmatinya.


"Kau masuk saja dulu mas,, aku ada urusan sebentar".


"Jangan aneh-aneh Nis,, ini bukan tempat kita".


"Jangan sampai kau celaka karena ikut campur urusan orang".


"Percaya deh mas,, aku tak mungkin melakukan apapun".


Roy meninggalkan Nisa di tempat parkir sendirian. Dia masuk ke dalam hotel, sementara Nisa menghampiri bangku taman tempat wanita tersebut sedang duduk.


Melihat kedatangan Nisa, wanita itu seketika hendak berdiri meninggalkan tempat tersebut. Namun, Nisa berusaha mencegah nya. Anak kecil peliharaan nya tadi sudah menghilang entah kemana.


"Tunggu Bu,, tolong ijinkan saya bicara sebentar".


"Kalau kamu berniat bicara pada orang-orang tentang saya, mereka mustahil percaya".


"Lebih baik kau urus masalah mu sendiri daripada sejak tadi mengawasi ku".

__ADS_1


"Tolong Bu,,, saya hanya ingin ngobrol sebentar".


"Percayalah,,,,saya sama sekali tak berniat jahat".


"Saya hanya ingin membantu ibu".


Wanita itu memandang wajah Nisa. Kali ini tatapan nya tidak se galak tadi. Dia sudah lebih melunak dan mengijinkan Nisa duduk di sampingnya.


"Saya Nisa Bu,, kalau boleh tahu nama ibu siapa??".


"Saya Tanti mbak Nisa".


"Ibu Tanti........senang sekali berkenalan dengan anda".


"Mohon maaf Bu, kalau boleh tahu...sudah berapa lama ibu memelihara makhluk halus tersebut??".


"Saya melihat wajah ibu tampak lelah, tertekan dan kesakitan".


"Benar mbak Nisa,, saya sudah capek hidup seperti ini".


"Saya ingin lepas dari jeratan makhluk halus tersebut".


"Anda bisa melihat mereka kan,, tolong saya mbak, usir mereka dari tubuh saya".


"Saya sudah nggak kuat lagi mbak".


Tanti menangis kencang. Dia bercerita banyak kepada Nisa. Awal mula dirinya di rayu oleh suaminya karena himpitan ekonomi. Mereka kemudian mengambil jalan pintas dengan memelihara pesugihan.


Kedua anak perempuannya bahkan sudah menjadi korban. Mereka tiba-tiba meninggal tanpa sebab di rumah nya.


Belum puas sampai di situ, suaminya kembali mengambil sosok anak kecil seperti tuyul, namun giginya bertaring tajam. Dia harus minum darah langsung dari payudara Tanti agar mau mengambil uang untuk suaminya .


Biasanya sebelum mengambil dan sesudah mengambil uang, baru dia mendapatkan imbalan dari Tanti, yaitu menyusu langsung padanya. Tanti sebenarnya sudah lelah hidup seperti ini terus. Namun suaminya akan bertindak kasar kalau dia tak menuruti perintahnya. Satu lagi, suami Tanti mengancam akan membunuh kedua orang tuanya. Satu-satunya keluarga yang masih tersisa.


"Jadi, ibu sering berkeliling jalanan dan hotel untuk mencari korban??".


"Kemana saja mbak,, asalkan saya membawa kedua makhluk tersebut".


"Malam ini jadwal saya pulang,, tapi nanti masih harus mencari 1 orang lagi sebagai korban mbak".


"Sebaiknya anda urungkan niat mbak Tanti".


"Cukup sudah,,,stop mencari tumbal untuk pesugihan itu".


"Kasihan nyawa mereka yang tidak berdosa mbak".


"Bukankah mereka juga punya keluarga?".


"Dan anda seenak hati mencelakai nya".


"Tapi saya tak punya pilihan lain mbak".


"Kalau tidak mendapat tumbal, saya sendiri yang harus mati".

__ADS_1


Tanti menangis lagi saat mengingat perjanjian dengan para iblis tersebut. Mereka meminta satu nyawa, dan kalau tak di penuhi, mereka sendiri yang menjadi korban.


"Saya akan mencoba menolong,, tapi ibu harus janji untuk bertobat dan menghentikan ini semua".


"Bilang pada suami ibu untuk melepaskan pesugihan nya".


"Nanti saya akan menghubungi ibu lagi".


"Sekarang ibu kembali Kel hotel, dan buang semua benda yang pernah di berikan oleh juru kunci".


"Tapi, resikonya nanti, ibu akan kembali miskin".


"Coba di pikirkan lagi,, nanti kita bertemu kalau ibu sudah punya keputusan".


Nisa meninggalkan wanita tersebut sendirian.


Dia kelihatan sedang bimbang. Mungkin dia belum siap kalau harus kembali miskin. Namun, dia juga tak kuat kalau setiap hari raganya habis di ambil sarinya oleh makhluk peliharaan nya.


Nisa masuk ke dalam kamar nya. Dai melihat Roy sedang bersantai di atas tempat tidur.


"Lama sekali....apa yang kalian bicarakan??".


"Ibu itu terjerat pesugihan nya sendiri mas".


"Kedua anaknya sudah meninggal, di jadikan tumbal oleh ayah nya".


"Aku akan menolongnya kalau dia bersedia".


"Jangan macam-macam, besok pagi kita sudah harus kembali ke kampung".


"Aku sudah merindukan kedua putri ku".


"Iya,, aku tahu mas!!!".


"Kalau dia bersedia, dia pasti akan menghubungi ku".


"Kalau tidak,,,ya terserah dia".


"Sudah sana,,,kau mandi saja dulu".


Nisa sudah melangkah ke kamar mandi, ketika di luar kamar hotel terdengar suara ribut-ribut. Nisa dan Roy bergegas keluar untuk memeriksanya. Rupanya Tanti sedang kesurupan, dia menggedor tiap kamar untuk mencari Nisa.


Saat Nisa dan Roy keluar, Tanti langsung menyerangnya. Di angkatnya tubuh Nisa ke atas, sambil terus mengucapkan sumpah serapah padanya. Dia juga mengancam akan


menghabisi nyawa Nisa kalau masih berani mengganggunya.


Tanti terlihat menyeramkan. Matanya hanya berwarna putih, sementara rambutnya terlihat acak-acakan. Dia mencekik leher Nisa di atas dinding kamar. Roy bersama sekuriti sudah mencoba melepaskan, namun rupanya tenaga wanita itu jauh lebih kuat.


Beberapa orang penghuni hotel terlihat membantu, tapi dasar Tanti sudah di rasuki kedua pesugihan miliknya, jadi tenaganya berlipat ganda.


Nisa hanya bisa berdoa di dalam hati, berharap kalau makhluk halus tersebut melepaskan nya. Tak berapa lama, Nisa terjatuh ke lantai, sementara Tanti terlihat menggeliat kepanasan.


...****************...

__ADS_1


__ADS_2