Bertetangga Dengan Genderuwo.

Bertetangga Dengan Genderuwo.
Kekuatan Jahat.


__ADS_3

Anak-anak dan Sofia tiba di kampung saat siang hari. Pak Ari menyambut kedatangan cucu nya dengan rasa heran. Keduanya segera di bawa masuk oleh bu Ari, sementara Sofia dan Alan masih ada di ruang tamu.


"Ada apa sebenar nya Sofi, tolong jelaskan padaku sekarang juga".


"Bu Nisa masuk rumah sakit pak, kami belum tahu beliau sakit apa".


"Pak Roy yang menyuruh saya membawa anak-anak kemari".


"Rumah pak Roy di tinggali oleh ibu dan saudaranya, jadi kami semua tinggal di hotel".


"Pak Roy tak tahan melihat bu Nisa selalu di musuhi oleh ibunya".


"Begitu rupanya,,baiklah....bapak akan ikut Alan ke rumah sakit, kau disini saja dulu bersama si kembar".


"Baik pak".


"Sofi,, jangan ceritakan tentang mertua Nisa pada


ibunya, atau dia akan bersedih".


"Baik pak".


"Ayo Alan, kita ke rumah sakit sekarang".


Bapak masuk ke dalam mobil dan berangkat menuju rumah sakit. Dia paham betul tentang yang terjadi pada putrinya. Pernikahan nya memang tidak di restui karena Nisa seorang janda. Tetlebih lagi, keduanya buru-buru menikah, jadi mertuanya pikir kalau Roy di jebak oleh Nisa.


Perang dingin yang selama ini terjadi di keluarga Roy, bapak tahu pasti kalau ini memang akan terjadi cepat atau lambat. Kalau sekarang sudah seperti ini, bapak sudah siap menghadapinya. Tinggal memberikan dukungan untuk putrinya supaya dia bersabar menghadapi orang tua Roy.


Begitu sampai di rumah sakit, bapak langsung menuju kamar tempat Nisa di rawat. Bapak berjalan dengan Alan, karena pemuda itu bersikeras ingin ikut masuk.Sampai di kamar Nisa, pelan-pelan bapak mengetuk pintu nya. Roy terlihat masih berada di samping Nisa. Raut wajah putrinya tampak pucat dan tatapan nya terlihat kosong. Bapak merasakan ada sesuatu yang tak biasa dengan putrinya kali ini.


"Nisa kenapa Roy, apa ada sesuatu yang serius?".


"Justru itu pak, penyakitnya belum di temukan, tapi Nisa kadang berteriak kesakitan di perutnya".


"Sejak kapan hal itu terjadi Roy?".


"Tadi malam pak, dan baru saja Nisa berhenti kesakitan karena dokter sudah memberi suntikan pereda nyeri".


"Aku rencana nya mau pulang sebentar tadi pak, tapi melihat Nisa seperti ini jadi nggak tega".


"Pulang lah Roy, biar aku dan Alan yang menunggui Nisa di sini".


Roy berpamitan pada Nisa, sebelum dia keluar dari kamar rumah sakit. Dia berniat untuk pulang dan memberi kabar kepada keluarganya, perihal sakit nya Nisa. Tak berapa lama setelah Roy pergi, Nisa kembali merasakan nyeri di perutnya. Dia sangat kesakitan, bahkan sampai menangis dan menjerit.

__ADS_1


Bapak dan Alan berusaha menenangkan Nisa. Semakin lama serangan yang menimpa putri nya, bapak semakin yakin kalau sakit yang di derita Nisa itu tidak wajar. Pasti ada seseorang yang hendak mencelakainya.


Nisa sendiri tampak kehilangan kendali. Dia berguling-guling di lantai kamar sambil memegangi perut nya. Segala infus dan suntikan bahkan sudah terlepas dari tubuhnya.


"Nisa,, dengarkan bapak, berusalah untuk tenang nak".


"Jangan melawan, biarkan rasa sakit itu menyatu dengan jiwa mu".


"Ini sakit sekali pak,, Nisa lebih baik mati daripada harus tersiksa seperti ini".


"Tolong Nisa pak, hentikan rasa sakit ini".


"Nisa sudah tak tahan pak, Nisa sungguh tak kuat lagi".


Bapak sungguh kasihan melihat keadaan Nisa. Bahkan dokter yang di panggil pun, tak bisa berbuat banyak. Mereka semua kebingungan melihat tingkah Nisa yang sungguh tersiksa.


"Alan,,,, pergilah ke kampung, jemput mbah Cokro dan bawa kemari sekarang juga".


"Baik pak,, saya pergi dulu sekarang".


Alan bergegas menuju kampung Larangan untuk menjemput mbah Cokro sesuai perintah bapak. Pemuda itu juga tak tega melihat keadaan Nisa kali ini. Dia terlihat sangat tersiksa.


Sementara itu, Roy sudah sampai di rumah.Keadaan tampak sepi. Hanya terlihat kakaknya sedang menonton tv di ruang tamu.


"Jangan mulai kak, Nisa sama sekali tidak bersalah".


"Aku yang mengajak nya ke hotel supaya tidak terus-menerus kalian hina".


"Bagus.....kau sudah berani melawan kakak mu rupanya!!".


"Wanita itu rupanya sudah benar-benar menguasai mu".


"Ma,,tolong hentikan.....Nisa tidak seperti itu".


"Dia bahkan sedang di rumah sakit saat ini".


"Itu yang ingin ku beritahukan pada kalian".


"Kalau mama dan mbak Mita berkenan, tolong jenguk istri ku".


"Setidaknya dia tahu kalau mama perduli padanya".


Sri kaget saat mencuri dengar kata-kata Roy. Rupanya majikan nya ini benar menyiksa Nisa dengan kemampuan magis nya. Dia sungguh kasihan pada Roy dan Nisa. Tapi, Sri juga tak berdaya untuk menghentikan perbuatan majikan nya itu.

__ADS_1


Roy masuk ke kamar. Dia mengambil barang-barang penting dan juga baju-baju nya. Mungkin Nisa akan lama di rumah sakit. Saat melewati ruang tamu, di lihat nya ibu serta kakaknya tertawa lepas, seolah tak perduli dengan keadaan Nisa.


Roy berjalan keluar melewati ibu dan kakaknya. Keduanya sama sekali tak mempunyai rasa simpati dengan keadaan Nisa. Mereka seolah tidak perduli, bahkan terkesan senang.


Sampai di garasi, Roy membuka pintu mobilnya.


Saat itu telinganya mendengar panggilan Sri yang memberinya isyarat supaya mendekat ke arah nya.


"Ada apa bu, kenapa sembunyi di sini??".


"Pak Roy, tolong belikan bu Nisa kelapa muda yang di campur dengan sedikit garam".


"Itu bisa membantu meredakan nyeri di perutnya".


"Pak Roy, ada kalanya sakit tidak harus di obati melalui ilmu medis".


"Anda tentu lebih paham dari saya".


Sri buru- buru berlari masuk ke dapur. Seperti nya dia ketakutan. Roy tidak begitu merespon ucapan nya karena sedang sibuk dengan pikiran nya sendiri.Roy bahkan langsung menaiki mobilnya kembali menuju ke rumah sakit.


Sementara Sri sudah berada di dapur kembali. Dia takut kalau majikan nya tersebut sampai melihat dirinya bicara dengan Roy tadi. Untung saja mereka masih berada di ruang tamu.


Di rumah sakit sendiri, Nisa sudah tampak lebih tenang. Dokter dan perawat menyuntikan obat yang membuat Nisa tertidur. Kekacauan yang di buatnya tadi sudah di bereskan oleh staf rumah sakit. Bapak yakin kalau sakitnya Nisa bukan lah penyakit yang wajar. Tinggal menunggu mbah Cokro datang dan semuanya akan segera terjawab.


"Kenapa ini pak, apa Nisa kesakitan lagi??".


"Untung lah kau segera kembali Roy".


"Bapak ingin bicara tentang kondisi Nisa".


"Bapak rasa sakitnya Nisa bukan penyakit biasa".


"Untuk itu, bapak menyuruh Alan memanggil mbah Cokro kemari".


"Ada yang berniat buruk dengan istri mu, Roy".


"Makanya kita harus segera mencari tahu siapa pelakunya".


Roy memikirkan ucapan bapak dan bu Sri. Semuanya mengatakan hal yang sama tentang Nisa. Mungkin Roy memang harus memikirkan


hal tersebut. Karena memang Nisa sakit tiba-tiba.


...****************...

__ADS_1


__ADS_2