
Nisa dibantu Dito mengangkut barang-barang ke rumah baru milik Anton.Rumah Anton berjarak 5 blok dari rumah bude Wati.
Kepindahan Nisa disambut dengan gembira oleh Anton.Dia menunggu kedatangan Nisa
di depan rumah.
Sebelum masuk, Nisa memandang rumah
bercat hijau milik Anton. Kelihatan indah dari luar, namun Nisa seperti merasakan firasat yang tidak enak.Seperti ada aura jahat yang menaungi kedua rumah tersebut.
Nisa melangkahkan kakinya masuk ke dalam rumah.Dia berhenti ketika mendengar suara
bisikan dari dalam rumah.Sayup-sayup dia mendengar seseorang berbisik.
"Selamat datang ibu ratu......".
"Tolong kami Nisa..........".
"Nisa......berhenti........keluar dari sini......".
Suara-suara itu sangat banyak dan saling bersahut-sahutan.Nisa memejamkan mata
sejenak untuk berkonsentrasi.Suara-suara itu
kemudian menghilang".
"Ada apa Nisa???, rumahnya kurang nyaman??".
"Ah......tidak, rumah ini indah sekali".
"Terima kasih sudah mengizinkan aku tinggal di sini".
"Jangan sungkan Nisa, kalau kau butuh bantuan aku ada di rumah sebelah".
"Tenang saja Anton,,,aku selalu siaga untuk
Nisa, jadi kau jangan repot-repot".
Anton terdiam mendengar sahutan dari Dito.
Dia kemudian pamit pulang ke rumahnya.
Nisa masih termenung di sofa kamar tamu.
Dia masih penasaran dengan suara bisikan
yang menyambutnya tadi.
"Ada apa Nis?, apa ada yang mengganggu pikiranmu, dari pertama kau masuk tadi sampai sekarang kau diam saja".
"Aku mendengar suara bisikan dari rumah ini".
"Bukan hanya satu tapi banyak Dit, mereka
meminta tolong".
"Dan kau melihat mereka?".
"Justru itu,,dari tadi aku mencari keberadaan
mereka, tapi satu pun tidak ku temukan".
"Bahkan sekarang suara-suara itu menghilang".
"Aneh sekali,,, berarti ada yang tidak beres di
rumah ini".
"Apa kita batalkan saja kepindahan mu kesini?".
"Jangan Dit, nggak enak sama Anton,, kalau hanya gangguan seperti itu, aku yakin bisa
mengatasinya".
"Baiklah Nis,, tapi kau harus janji, kalau ada
sesuatu kau harus segera menelpon ku".
"Iya,,,,aku sudah tahu".
Malamnya, Nisa lagi-lagi mendengar suara anak-anak kecil tengah bermain dan bersendau-gurau.Nisa mengikuti sumber suara.Sepertinya mereka tengah main petak-
umpet.Nisa berhenti di pintu sebelah Utara yang merupakan penghubung dengan rumah
Anton.
__ADS_1
"Sepertinya suara anak kecil itu dari rumah Anton,,,,,tapi.........!".
Nisa membuka pintu, ketika tiba-tiba seorang
gadis kecil berlari dari lorong rumah Anton.
Gadis itu menabrak Nisa, dia meletakkan telunjuknya di mulut menyuruh Nisa untuk diam. Gadis kecil itu kemudian sembunyi di belakang lemari kamar Nisa".
Nisa mengikuti panggilan gadis kecil itu.Dia menutup pintu kamar Nisa dan menyuruhnya
berjongkok di dekatnya.
"Kakak......jangan katakan aku sembunyi disini
ya....?".
Nisa menggeleng, dia bahkan ikut bersembunyi di balik lemari".
"Nanti kalau kuntilanak itu menangkap ku,maka, aku tidak bisa main petak umpet lagi".
"Kakak janji ya,,, jangan bilang siapa-siapa!".
Nisa mengangguk mendengar permintaan gadis kecil itu. Nisa duduk menemaninya sampai larut malam. Gadis itu bercerita banyak hal pada Nisa.
Nisa terbawa suasana permainan petak umpet gadis kecil itu.Dia bahkan tertidur di
belakang lemari.
Saat pagi hari, gadis itu sudah menghilang, tinggal Nisa yang bengong mendapati dirinya
bersembunyi di belakang lemari.
Tok....tok.....tok...!!!
Suara ketukan di pintu menyadarkan Nisa.Dia
bergegas lari membukakan pintu.
Di pintu depan ada Anton yang sudah siap berangkat kerja.Dia datang untuk menjemput Nisa.
"Kau masih belum siap Nis,,, aku membawa sarapan, sebelum berangkat kita sarapan bersama dulu".
"Maaf Anton, aku kecapekan berbenah kemarin, jadi aku bangun kesiangan".
"Masuklah dulu,,,,aku mandi sebentar".
sambil menunggu Nisa mandi.Tak lama
kemudian, Nisa sudah rapi dengan pakaian
kerjanya.
"Ayo Nisa,,,aku sudah siapkan sarapan kita".
"Terima kasih, lain kali tidak usah repot-repot".
"Aku senang melakukannya untukmu,kau tak perlu sungkan".
Tengah sarapan bersama, tiba-tiba gadis kecil
yang semalam datang, berlari menghampiri Nisa.Tak ingin Anton tahu, Nisa tetap diam seolah tidak ada apa-apa.Saat melihat Nisa bersama Anton, gadis itu ketakutan dan langsung menghilang dari pandangan Nisa.
"Ada apa Nisa, tatapan mu terhadapku aneh
begitu?".
"Emmmm......tidak,,,ayo kita berangkat saja sekarang".
Saat hendak keluar rumah, motor Dito memasuki halaman rumah Nisa.Nisa urung masuk mobil Anton dan langsung menghampiri Dito.
"Jadi kau sudah tidak butuh jemputan lagi
sekarang?".
"Dito, kalau kamu repot, Nisa biar bareng aku aja,,lagipula tak ada bedanya bukan,tujuan kita kan sama".
"Tolong kau diam dulu,aku sedang bicara dengan Nisa".
"Sudahlah,,,ini masih pagi,jangan bertengkar".
"Anton,,aku bareng Dito saja,kau berangkat saja dulu".
Tanpa menjawab,Anton berlalu dari hadapan
keduanya.Dia akan mencari cara memisahkan keduanya nanti.Saat ini tak ada gunanya berdebat di hadapan Nisa.
__ADS_1
"Nisa,ayo kita menikah saja, aku akan memintamu kepada orang tuamu".
"Jangan mengigau,ini masih pagi".
Dito menghentikan laju motornya.Dia kemudian memegang kedua tangan Nisa.
"Aku mencintaimu Nisa".
"Aku tak mau ada yang berusaha menarik
simpatimu".
"Kalau perlu, telepon bapak sekarang,aku akan ke Yogya untuk melamar mu".
"Hentikan ......, jangan lagi berpikir macam-
macam".
"Kau percaya padaku kan???".
"Seribu Anton di depanku, aku tetap tak akan luluh".
Keduanya kembali melanjutkan perjalanan nya menuju kantor.
Sedari tadi Anton mondar-mandir menunggu kedatangan Nisa.Dia sudah punya ide untuk menjauhkan Nisa dari Dito".
"Nisa, kita dapat undangan untuk menghadiri
seminar di Bandung selama 3 hari".
"Ini kesempatan kita untuk menggaet investor
besar untuk perusahaan kita".
"Bagaimana Nis, kita berangkat kan?".
"Kapan acaranya??".
"Besok pagi,,,jadi sore ini kita berangkat".
"Baiklah,,kita berangkat".
Nisa masuk ke ruangannya diikuti Dito.
"Kau yakin, akan berangkat ke Bandung?".
"Sekarang itu menjadi tugasku kan?"
"Sudah lah jangan berdebat lagi, ini cuma 3 hari, lagipula Bandung dekat dari sini kan?".
"Tetap saja aku khawatir,kau pergi dengan orang asing kan?".
"Sejauh ini, Anton sangat baik,lagipula aku bukan anak kecil lagi kan?".
"Baiklah,,,, setelah kau sampai, beritahu aku hotel tempat kalian menginap".
Setelah jam makan siang, Nisa dan Anton
berangkat ke Bandung.Mereka mengendarai
mobil Anton. Jarak tempuh Jakarta-Bandung
sekitar 3jam.
Sudah sore ketika Anton dan Nisa tiba di hotel tempat mereka menginap. Para peserta seminar yang lain juga sudah tiba di hotel.
Nisa dan Anton segera menuju kamar hotel yang sudah dipersiapkan panitia.
sampai di kamarnya, Nisa segera menelpon Dito.Mereka berbincang cukup lama di telepon.Sejurus kemudian, Nisa mendengar
suara aneh,seperti seekor ular mendesis dari
kamar Anton.
Nisa mengikuti arah suara sampai ke depan pintu kamar Anton.Sekarang terdengar suara seorang wanita seperti sedang berbicara.
Nisa mengetuk pintu kamar Anton.Dia penasaran siapa wanita yang ada di dalam.
Ketika Anton membuka pintu, alangkah terkejutnya Nisa melihat penampakan seorang wanita yang berbadan ular,sedang
berada di pojok kamar hotel.
Nisa heran, dari mana penampakan ini muncul.Apakah Anton tidak menyadari keberadaannya.Atau kah dia penunggu kamar
hotel ini.Ah.....semoga sosok ini tidak berniat
__ADS_1
jahat.Semoga dia memang penunggu hotel
ini saja.