
Nisa dan Anton tiba di PT. Rajawali untuk mempresentasikan produk mereka. Proyek kali ini akan sangat menguntungkan bagi perusahaan. Namun mereka harus kerja ekstra karena boss nya terkenal sebagai orang yang kejam dan sangat pemilih.
Mereka sudah menunggu setengah jam di ruangan, namun CEO perusahaan tersebut masih belum datang.
"Sampai kapan kita harus menunggu??".
"Sabar Nis,,sebentar lagi, pasti beliau datang"
"Kita sudah menunggu setengah jam disini, sangat tidak profesional".
Anton menyuruh Nisa untuk memelankan
suaranya, Dia takut kalau ruangan meeting dipasang cctv.
"Selamat siang semuanya,, maaf saya terlambat".
"Perkenalkan, saya Roy, wakil dari perusahaan ini".
Roy menjabat tangan Anton dan Nisa bergantian. Sewaktu menyentuh tangan nya, Nisa mendapatkan penglihatan kalau Roy dikepung oleh segerombolan orang di gang sempit dan berakhir dengan ditusuk perutnya.
"Nona,,bisa tolong lepaskan tangan saya??".
"Maaf pak,,saya tidak sengaja".
"Ok,,kita mulai saja presentasinya sekarang".
Kurang lebih 2jam rapat berlangsung dengan perusahaan Nisa yang memenangkan tendernya. Mereka sangat tersanjung dengan
kepercayaan dari perusahaan milik Roy.
Sebelum pulang Nisa masuk ke ruangan Roy
untuk memperingatkan nya.
"Nona Nisa,, apa anda ketinggalan sesuatu?".
"Maaf pak, saya cuma mau memperingatkan anda, dan anda boleh percaya ataupun tidak".
"Ini tentang??".
"Kalau anda hari ini ada rencana keluar, tolong dibatalkan, atau anda suruh orang lain saja".
"Kalau terpaksa minta bantuan pengawalan dari orang yang profesional".
"Memangnya kenapa??".
"Maaf pak, nyawa anda dalam bahaya, tolong pertimbangkan kata-kata saya tadi".
"Saya permisi dulu pak,, terimakasih atas waktunya".
Nisa kemudian meninggalkan ruangan Roy dan kembali ke kantor bersama Anton.
"Ada urusan apa kau dengan pak Roy".
"Tidak ada, lupakan saja".
Sepeninggal Nisa, Roy memikirkan kata-katanya tadi. Dia jadi ragu untuk pergi. Dalam hati dia bertanya darimana wanita itu tahu kalau hari ini dia akan meninjau lahan pembangunan proyeknya.
Roy kemudian menyuruh asisten nya untuk pergi dengan membawa beberapa orang pengawal. Mereka mematuhi perintah Roy tersebut.
Selang dua jam, pengawal Roy memberitahu-kan tentang penyerangan yang mereka alami
dan asistennya kena tusukan pisau di perutnya. Saat ini tengah di bawa ke rumah sakit.Posisi asisten itu lah yang seharusnya di tempati Roy tadi.
"Luar biasa, wanita itu sangat hebat, aku harus mendapatkan nya".
"Prediksinya tidak ada yang meleset, kalau aku yang berangkat tadi, sudah pasti aku yang meninggal".
"Nisa..........siapa kau sebenarnya".
__ADS_1
Nisa dan Anton tiba di kantor dengan wajah sumringah. Mereka berhasil bekerjasama dengan perusahaan ternama. Nisa bangga di hari pertamanya sukses memenangkan tender besar perusahaan.
"Sayang, kau baru kembali,, aku menelpon mu dari tadi".
"Maaf mas,, aku bahkan tak sempat pamit denganmu".
"Kita menang besar mas,, perusahaan Rajawali sudah digenggaman".
"Kalian berhasil,, itu luar biasa,, selamat untukmu Ton".
"Kau juga sayang,, kita harus merayakan ini".
"Silahkan kalian berpesta, aku akan melihat Ratri dulu, dia sakit tadi, aku sangat mencemaskan dia".
Anton bergegas masuk ruangan nya. Dicarinya istrinya di dalam, tidak ada juga. Dia
lalu membuka kamar rahasianya, rupanya Ratri tertidur di dalam. Anton mencium kening istrinya, dia terbangun dan tersenyum pada Anton.
"Kita ke dokter sekarang, kau tidak sedang baik-baik saja".
"Hmm...iya".
Anton buru-buru membawa istrinya ke rumah sakit. Wajahnya pucat dan demam. Dia sangat khawatir dengan keadaan Ratri.
Di ruangan nya Nisa dan Dito merayakan kemenangan tender mereka. Dito memeluk dan mencium kening istrinya itu.
"Lain kali kalau kau pergi, bilang padaku".
"Kau tahu kan, aku tak suka jika sikapmu seperti ini".
"Iya mas,, aku minta maaf, aku terpaksa menggantikan Ratri, dan harus mempelajari materi selama di perjalanan".
"Aku tak sempat menghubungi mu".
Nisa masih memberi penjelasan panjang lebar pada Dito ketika ponselnya berdering.
"Nona Nisa,, ini saya Roy,, maaf menganggu waktu anda".
"Iya pak Roy, ada yang bisa saya bantu??".
"Saya ingin mengundang anda makan malam".
"Di hotel Paradise jam 8 malam ini, saya tunggu kedatangan anda".
"Ada sesuatu hal penting yang ingin saya sampaikan".
"Baik pak".
"Kenapa sayang??".
"Pak Roy ingin makan malam bisnis jam 8 nanti, bagaimana??".
"Tentu saja, kenapa tidak??".
"Datanglah...biar nanti malam aku yang jaga si kembar".
"Ok mas,, terima kasih".
Mereka berdua pulang kantor lebih awal. Terlebih Anton dan Ratri masih di rumah sakit. Nisa bersiap untuk acara makan malam
dengan pak Roy. Mobil jemputan sudah menunggu di depan rumah Nisa.
"Aku berangkat dulu mas,,titip anak-anak".
"Kau juga hati-hati sayang".
"Sofia,, jangan malam-malam kau tidurkan si kembar dan jangan tinggalkan mereka sendiri".
"Baik Bu".
__ADS_1
Nisa berangkat dengan mobil jemputan dari kantor Roy. Nisa diantar masuk oleh pelayan hotel. Pria itu sudah menunggu di meja.
"Silahkan nona Nisa, saya sudah menunggu anda dari tadi".
"Terima kasih pak Roy".
"Saya yang harusnya berterimakasih,berkat anda, saya masih disini sekarang".
"Lalu penyerangan itu??".
"Asisten saya tertusuk di perutnya, dia masih dirawat di rumah sakit".
"Saya berhutang nyawa dengan anda".
"Jangan sungkan pak,,saya jadi tak enak".
"Bagaimana kalau kita saling memanggil nama saja, jangan terlalu formal".
"Baiklah pak....eh,,,maksud saya Roy".
Roy dan Nisa melanjutkan makan malam sambil berbincang akrab.Roy mengagumi keseluruhan yang ada pada diri Nisa. Dia juga mengagumi kecantikannya.
"Nisa,,tolong terima hadiah kecil dari ku ini".
"Sebenarnya ini tak perlu,,aku jadi merasa tak enak".
"Tolong jangan menolak, atau aku akan sangat kecewa".
"Baiklah,,,terima kasih banyak".
Nisa menerima hadiah pemberian dari Roy.
Sebuah kalung berlian yang sangat mahal dan limited edition. Nisa jadi merasa tidak layak menerima pemberian Roy tersebut.
"Ini mungkin salah Roy, ini kalung mahal,aku tidak pantas memakainya".
"Kalung yang sangat cantik,,cocok sekali dileher wanita cantik seperti mu".
"Tapi Roy, aku......".
"Nyawaku tidak sebanding dengan kalung berlian ini".
"Kumohon terimalah Nisa".
Nisa tak kuasa menolak lagi. Pun ketika Roy
memasangkan kalung tersebut di lehernya.
Dia juga mencium tangan Nisa.
"Kumohon Roy,,,hentikan semua ini,, aku sudah menikah dan punya anak".
"Bagus,,,aku senang bisa mengetahuinya".
"Kapan-kapan aku juga ingin mengundang mereka, supaya mereka tahu kalau mereka punya wanita yang istimewa".
"Tolong jangan berlebihan".
"Nisa,,kalau boleh tahu, darimana kau bisa tahu insiden yang akan terjadi padaku tadi".
"Itu,,hanya kebetulan saja".
"Aku hanya asal bicara, kebetulan kali ini benar".
"Kau juga sering memperingatkan orang lain sebelum ini??".
"Tidak,,,hanya kau saja, dan kebetulan tepat".
Roy mengamati dan memperhatikan Nisa. Dia semakin penasaran dengan wanita di hadapannya ini. Pembawaannya kalem dan tenang. Dia juga anggun, dan mempunyai kemampuan yang tak biasa. Roy bertekad untuk menjadikan Nisa sebagai pendampingnya
__ADS_1