Bertetangga Dengan Genderuwo.

Bertetangga Dengan Genderuwo.
Fransisca Bertindak.


__ADS_3

Sangat mudah bagi seorang Fransisca Wibisana, menemukan nama Nisa dan Roy. Mereka adalah partner resmi Wibisana grup di Jakarta. Pagi ini mereka tiba ke Indonesia setelah menghadiri undangan perusahaan Wibisana grup di Inggris. Fransisca mencurigai keduanya membantu kabur adiknya ke Indonesia. Maka tak heran kalau siang ini, Francis sudah berada di depan pintu rumah Nisa. Dia ingin memastikan apakah Nisa terlibat dengan pelarian adiknya atau tidak.


Fransisca mengetuk pintu rumah Nisa. Kebetulan dia sedang beristirahat sehabis pulang dari bandara. Sofia dan kedua putrinya masih ada di play grup. Alhasil, Nisa sendiri yang membukakan pintu.


"Nona Fransisca,,anda di sini rupanya,, mari silahkan masuk".


"Tak perlu berbasa-basi, katakan saja kemana kalian membawa adik ku Luis".


"Maaf nona, tapi saya kurang paham maksud anda,,saya terbang bersama Roy dari Inggris".


"Saya tidak tahu kalau tuan Luis juga terbang ke Indonesia".


Fransisca memegang leher Nisa dan membenturkan kepala nya ke tembok seraya mengancam dirinya. Wanita itu seolah mempunyai kemampuan yang tak biasa. Sorot matanya menandakan bahwa dia sedang berada dalam pengaruh makhluk gaib.


"Aku sudah mengetahui semuanya tentang diri mu".


"Sekali saja kau berani melakukan sesuatu di belakang ku,, aku tak segan-segan untuk memberi mu pelajaran".


"Ku kira kau memang wanita yang pemberani dan tangguh, nyatanya kau sudah menggadaikan jiwamu".


"Katakan siapa yang sudah bersekutu dengan mu".


"Asal kau tahu,, aku bisa membantu mu terbebas dari jeratan iblis"


"Sayang sekali kau sia-sia kan masa muda mu untuk menjadi budak mereka".


Fransisca semakin erat mencekik leher Nisa. Kali ini bukan lagi dirinya yang berbicara, tapi iblis yang ada di dalam tubuhnya. Suara nya berat dan matanya berubah merah menyala, wajahnya merah padam, seolah hendak memangsa Nisa.


"Hai manusia,, jangan ikut campur yang bukan menjadi urusan mu".


"Aku bisa saja membunuhmu sekarang,, tapi kau bernasib baik karena ada yang melindungi mu".


"Aku tak akan mengampuni orang seperti diri mu".


"Jauhi pengikut ku dan kau akan hidup tenang selamanya".


"Tapi sekali kau ikut campur,, maka kau akan menjadi musuh ku selamanya".


Fransisca melempar kan tubuh Nisa ke lantai kemudian, berlalu pergi dari rumahnya. Nisa ter batuk karena kesulitan bernafas seusai dicekik oleh gaib yang dibawa Fransisca. Diakui Nisa,kali ini kekuatan gaib itu sangat lah besar. Nisa baru kali ini menemui yang seperti ini.


Vanessa tertawa sambil keluar dari rumah Nisa. Suaranya berat memenuhi teras depan rumah. Nisa bersyukur karena si kembar tidak ada di rumah.Kalau mereka ada, pasti Fransisca bisa melukai mereka. Untung saja dia sudah pergi sekarang.


Nisa hendak mengambil minum ke dapur, karena badan nya masih gemetar oleh ulah Fransisca tadi. Tapi, suar ponsel berdering mengagetkan Nisa. Dia mengambil ponselnya dan menjawab panggilan dari Roy.


"Gawat Nisa,, kakak Luis mencari adiknya kemari".


"Wanita itu sungguh berani menggeledah rumah ku sendirian".

__ADS_1


"Apa kau bilang,,, dia baru saja dari sini....kapan dia ke rumah mu??".


"Setengah jam yang lalu, dia baru saja pergi".


"Ini benar-benar aneh Roy,, bagaimana mungkin satu orang bisa berada di dua tempat sekaligus".


"Setengah jam lalu dia ada di sini, berusaha mencelakai ku".


"Ini bahaya Nisa,, sebaiknya aku ke rumah mu sekarang".


Roy menutup ponsel nya dan mengambil mobil. Dia menuju ke rumah Nisa saat itu juga. Sepertinya keluarga Alan bukan lah manusia normal. Ada sesuatu yang harus di bahas Roy bersama Nisa. Pantas saja kalau Luis sampai kabur dari rumah nya. Sekarang permasalahan mulai terang. Ada yang tidak beres dengan keluarga itu rupanya.


Setibanya Roy di rumah Nisa, dia langsung masuk ke dalam rumah. Nisa masih sedikit shock, hendak di habisi oleh Francis tadi.


"Kau baik-baik saja kan Nisa??".


"Dia tidak sampai melukai mu kan??".


"Untungnya tidak Roy,, dia keburu pergi duluan tadi, setelah aku bertanya identitas gaib tersebut".


"Aku tahu sekarang, rupanya anak itu kabur dari rumahnya karena ini".


"Mereka keluarga gila,, berbahaya dan kejam".


"Kau benar Roy,,tapi aku justru takut kalau dia bisa menemukan Alan".


"Mereka punya kekuatan,, apalagi gaib yang merasuki nya,, kekuatan nya sungguh besar".


"Bukan hal yang sulit kalau hanya menemukan Alan".


"Lalu menurut mu, kita harus bagaimana??".


"Jangan lakukan apapun Roy,,,kita berdua sedang di awasi".


"Akan sangat beresiko menghubungi Alan saat ini".


"Kita hanya bisa menunggu, kalau kakaknya sudah kembali ke Inggris, baru kita hubungi Alan".


"Kau benar,,,aku setuju dengan ide mu itu".


"Ini sudah siang,,di mana si kembar, aku merindukan mereka".


"Mereka masih di play grup,, sebentar lagi mungkin mereka pulang".


"Kau mau minum,,,aku akan buatkan untukmu,


sebentar.....".

__ADS_1


"Nisa.....awas......!!!!!".


Roy refleks menarik tangan Nisa ke belakang, ketika tiba-tiba dari arah dapur muncul seekor ular besar berwarna putih. Bentuknya seperti cobra,, dan dia hendak mematuk Nisa dengan marah.


Ular itu masih berdiri di tengah pintu dan mulutnya menganga lebar disertai suara mendesis kencang. Nisa dan Roy dalam posisi waspada. Mereka mematung di depan sofa.


Nisa menarik lengan Roy, agar mengikuti nya duduk bersila. Nisa kemudian memejamkan mata dan menggosok cincin merah delima miliknya. Seketika ular tersebut menjadi lebih jinak daripada tadi. Nisa lalu mengajaknya berkomunikasi.


"Maaf ular,, di sini rumahku,, kalau kau diutus mengganggu keluargaku, ku mohon pergilah dari sini".


"Di rumah ini tidak ada yang berniat jahat".


"Kami orang baik-baik,, jadi silahkan tinggalkan rumah ini".


Nisa masih duduk bersila sambil menunggu reaksi sang ular. Tiba-tiba dia menjawab perkataan Nisa dengan suara berat.


"Dia memerintah kan aku untuk membunuh mu".


"Penghuni rumah ini harus mati".


"Siapa yang menyuruh mu,,,kembalilah,, katakan padanya, apapun yang terjadi aku akan melawan".


"Dan pertama, kau yang akan ku habisi".


"Pergi.....atau aku akan melawan mu".


Melihat cincin di jari Nisa menyala merah, ular itu pun langsung pergi meninggalkan rumahnya. Nisa mengejar sampai di pintu dapur, tapi ular siluman itu rupanya sudah menghilang. Mungkin saja Francis sengaja mengirimnya untuk mencelakai Nisa.


"Dia sudah menghilang Roy".


"Berarti kalian sekarang tidak aman Nisa".


"Iya,, mungkin gaib yang bersama Francis tidak terima perlakuan ku padanya tadi".


"Jangan khawatir, aku bisa mengatasinya".


"Tapi, bagaimana dengan si kembar,, apa kau tidak khawatir??".


"Mereka akan baik-baik saja, Sofia anak nya pintar,, dia tahu sosok gaib, jadi aku tak begitu khawatir".


"Kau juga harus jaga diri Roy,, mungkin nanti Francis akan menyerang mu juga".


"Tenang saja,, kalau dia berani,, aku akan hadapi mereka".


Nisa dan Roy masih di pintu dapur ketika si kembar pulang. Mereka langsung berlari memeluk ibunya. Sheina bahkan sudah bisa memanggil mama kepada Nisa. Dia juga mengenali Roy. Sementara Sheila malu-malu di gendongan Sofia.


Tak terasa kedua putri Nisa sudah tumbuh lebih besar sekarang. Keduanya juga sangat aktif dan pintar. Beruntungnya mereka karena Sofia menganggap kedua anak itu sebagai keluarganya sendiri. Dia sangat menyayangi kedua putri kembar Nisa tersebut.

__ADS_1


...****************...


__ADS_2