
Benar kata Ratri, penculik itu menelpon Nisa
kembali. Nisa membesarkan volume suara
untuk didengar bersama-sama.
"Apa kau sudah sampai di puncak gunung??".
"Waktumu setengah jam dari sekarang, kalau
kau tidak tepat waktu, maka nyawa suami mu
akan melayang".
Mereka mendengarkan suara penelpon dengan seksama. Setelahnya Ratri berbicara.
"Ok,,,, setengah jam dari tengah malam".
"Bagus,,, iblis itu benar-benar tahu bagaimana
membuatmu keluar Nisa".
"Mereka akan menunggu,,,bulan purnama kali
ini akan dibuat gerhana".
Ratri berbalik dan memerintah para pengawal
nya yang sudah berjaga dari tadi.
"Kalian tahu kan yang mesti dilakukan??"
"Pastikan suami Bu Nisa tidak tergores sedikitpun,,,, laksanakan...!!!!".
"Siap Bu!!!!!".
"Ayo Nisa, Ki Santoso dan teman-temannya
sudah menunggu kita".
"Kita akan membalik keadaan jadi gerhana bulan".
"Bawa semua perlengkapan mu untuk memanggil Ibu ratu, kita butuh bantuannya
untuk menyelamatkan Dion".
"Baiklah,,,aku siap".
"Malam ini mereka telah membuatku marah".
"Aku percaya sepenuhnya kepadamu Ratri".
"Ayo kita pergi sekarang".
"Kau harus tahu Nisa, resiko dari pekerjaan kita nanti".
"Iblis yang tidak bisa bangkit dan menjelma
jadi manusia, bisa saja masuk ke jiwa seseorang lagi".
"Siapa pun yang dirasuki oleh iblis nanti, orang itu harus segera kita habisi".
"Kau mengerti kan,,,,hanya kau yang bisa
mengenalinya nanti".
Nisa mengangguk mendengar penjelasan dari Ratri. Dia hanya ingin Dito selamat dan
ini semua berakhir.
Soal orang yang akan mereka habisi, Nisa tak
akan ikut campur. Biarkan orang-orang Ratri
yang melakukannya.
Nisa dan Ratri tiba di tempat Ki Santoso dan teman-temanya. Mereka telah bersiap untuk
menghalangi kekuatan iblis. Mereka duduk membentuk lingkaran. Masih ada satu tempat
untuk Ratri, sedangkan Nisa ditengah lingkaran.
Lingkaran itu bergambar bintang.Setiap sudut
diterangi satu cahaya lilin. khusus lingkaran yang ditengah,, tempat Nisa berdiri, ada 5
cahaya lilin di sana.
"Nisa sudah memakai kebaya ibu ratu dan selendang berwarna hijau. Dia juga sudah
__ADS_1
mengenakan cincin mustika miliknya.
"Nisa,,,konsentrasi lah....panggil ibu ratu ke sini".
Nisa mengangguk dan mulai duduk bersila.
Kedua tangannya diletakkan di depan dada.
Matanya di pejamkan, dan mulai konsentrasi.
"Ibu Ratu......hadirlah disini........aku membutuhkan bantuanmu".
Berulang kali Nisa memanggil ibu ratu di dalam hati. Tiba-tiba terdengar bunyi gemerincing kereta kencana.Derap langkah
kuda seirama dengan hembusan angin.
Ibu ratu berdiri di atas kereta kencana nya.
Nisa kemudian membuka matanya. Dia memberi hormat kepada beliau
"Anakku,,,,ada apa kau memanggilku"
"Ibu Ratu,, kami butuh bantuanmu!!!".
Sementara di puncak Gunung Mijan, ritual
kebangkitan iblis telah disiapkan. Sesajen berupa hati manusia berjumlah 100 dan kepala manusia telah diletakkan dalam
lingkaran besar. Tumbal berupa darah manusia juga sudah disiapkan. Tempat untuk menyembelih Nisa disiapkan di batu besar di
tengah lingkaran.
Tinggal menunggu Nisa dan bulan purnama.
Pak Ali bekerja dengan cekatan.Dion yang melihat semuanya bergidik ngeri.Pak Ali
telah benar-benar menjelma jadi setan.
Sedikitpun tak ada rasa kasihan, ketika menatap mata para korban, seolah mereka
berteriak meminta tolong. Dion sangat berharap Nisa tak pernah muncul disini.
Kalau tidak, dia akan menciptakan monster
yang keji di dunia ini.
Dion terikat di samping batu persembahan.
Pak Ali resah karena Nisa belum datang juga.
Berkali-kali dia menekan tombol gawai nya, untuk menghubungi Nisa.
Telepon Nisa tidak aktif, sehingga pak Ali
uring-uringan.Saat lengah itulah, pasukan
pengawal Ratri menyelamatkan Dion dari
lokasi ritual.Mereka membawanya ke tempat
yang aman.
Ratri menukar salah satu pengawalnya berwajah Dion. Dia menggantikan posisi
Dion yang asli.Pak Ali marah, karena merasa dipermainkan oleh Nisa.
Pak Ali menoleh ke arah Dion.Dia menampar mukanya dan melampiaskan kemarahan kepadanya.
"Hentikan Ali,,,,,cepat cari cincin mustika dan pemiliknya.
"Cepatlah.....aku sudah menunggu selama
1000 tahun".
"Aku akan jadi penguasa dunia ini".
Ditempat berbeda, Nisa sudah memulai ritualnya. Dia dibantu oleh ibu ratu dan juga
khodam dari masing-masing peserta ritual.
Ki Santoso yang memimpin langsung.
Nisa mengarahkan cincin mustika nya ke
langit.Cuaca yang semula cerah, tiba-tiba diselimuti awan yang tebal. Nisa dan ibu ratu
memindahkan awan gelap tersebut ke cahaya bulan. Bulan yang hampir terang sempurna,
terlihat menghitam.
__ADS_1
Keadaan di gunung juga gelap gulita.
"Aku.....tidak kuat Ratri,,, tenaga ku habis".
"Tahan sebentar, kami sedang menyalurkan
energi ke tubuhmu".
"Semua orang mengarahkan telapak tangan
mereka ke tubuh Nisa.
Energi yang dipakai untuk menarik gerhana
sangatlah banyak terbuang. Nisa sudah hampir lemas dan kekuatannya hampir
hilang.
Sementara, pak Ali tak menduga kalau bulan purnama berubah jadi gerhana. Keadaan di sekitar gunung jadi gelap gulita.Iblis yang marah besar, segera mencari sasaran manusia untuk dirasukinya.Kalau dia tidak
menemukannya, maka dia akan menghilang
bersama gerhana selamanya.
"Aku sudah tidak kuat lagi, Ratri".
"Lepaskan bersama-sama,,,ini sudah selesai,
iblis itu sedang marah".
Nisa pingsan bersamaan dengan masuknya
cahaya hitam di tubuhnya. Ratri segera membawa Nisa ke dalam hotel.Ki Santoso
dan teman-temannya mencari keberadaan iblis tersebut. Raga siapa kali ini yang dipinjamnya.
Para pengawal Ratri membawa Dito kembali ke dalam hotel. Mereka kemudian segera membereskan kekacauan di atas puncak gunung.
Pak Ali setelah tidak dirasuki iblis, jadi seperti orang gila. Dia berteriak ketakutan melihat
kepala manusia berjejer rapi di puncak gunung.
"Jangan ikuti aku,,,,,lepaskan ....aku bukan
pembunuh........tidak ......!!!".
Didalam kamar hotel, Nisa yang kehabisan
tenaga, membuka kedua matanya. Ada kilatan
merah memenuhi mata Nisa.
"Mas,,aku khawatir sekali padamu,,,kau baik-baik saja kan??".
"Kau pingsan sayang,,,sebaiknya kuambil kan
minum untukmu".
Nisa menerima minuman dari Dito.Dia meminum air putih tersebut, ketika tiba-tiba Ratri masuk.
"Ki Santoso dan yang lain, belum menemukan
keberadaan iblis itu".
"Para pengawal ku bilang, pak Ali menjadi gila, karena pengaruh iblis itu sudah pergi darinya".
"Mungkin di tubuh salah satu pengawal mu".
"Kau bisa menunjukkannya kepada kami".
"Cincin mustika itu bisa mengenalinya".
"Aku rasa aku masih lemas,,,kejadian tadi benar-benar menguras tenagaku".
"Baiklah,,,kau istirahatlah dulu,,kami akan
melanjutkan mencari.
Nisa terdiam sesaat.Dia menyeringai lebar.
"Aku mendapatkan mu sekarang!!!".
"Nisa.......kau akan mengikuti perintahku
mulai sekarang".
"Akulah tuan mu.......!!!!!".
Nisa tertawa lebar,,,,Iblis itu mengendalikan nya. Cahaya hitam yang masuk ketika Nisa
__ADS_1
mengakhiri ritualnya. Itulah iblis yang sekarang ada di tubuhnya.
Ketika mengubah bulan jadi gerhana, mata batin Nisa terbuka lebar. Seharusnya dia konsentrasi tinggi, tapi dia melamun memikirkan Dito.Akibatnya, iblis itu gampang sekali menggunakan kelemahan nya untuk bisa masuk dalam jiwa Nisa.