Bertetangga Dengan Genderuwo.

Bertetangga Dengan Genderuwo.
Menyamar.


__ADS_3

Pagi hari nya Nisa terbangun di kamarnya sendirian. Nisa segera menelpon ruang ICU tempat Dito di rawat. Keadaan nya masih sama, hanya kondisinya jauh lebih stabil daripada kemarin. Nisa merasa lega. Dia segera beranjak dari tempat tidurnya.


Ketika hendak membuka pintu, Mawar nyelonong begitu saja membawa secangkir kopi ke hadapan Nisa. Dia terkejut sampai mundur beberapa langkah demi melihat jubah putih yang dikenakan Mawar.


"Hmmm ...Mawar,,,,jantungku bisa copot kalau kau terus memakai mode hantu tiap kali bertemu dengan ku".


"Hi....hi.....hi.....aku kan memang hantu Nisa".


"Aku bawakan kopi untuk mu, setelah itu kau mandi dan bersiaplah".


"Hei....kenapa jadi kau yang mengatur ku!!".


"Aku ingin bertemu putri ku dulu".


"Tak........bo......Leh......!!!!!!".


"Mandi dulu sana, badan mu masih bau, bisa pingsan nanti kedua putri mu".


"Apa kau bilang,,,,apa aku se bau itu??".


"Ah....dasar anak nakal, tapi kenapa perkataan nya benar juga".


"Lebih baik aku mandi dulu".


Mawar sudah lebih dulu menghilang di balik pintu. Dia tak mau jadi sasaran kemarahan Nisa. Dia juga menyiapkan makanan untuk sarapan keluarga Nisa. Jadi, setelah ini mereka bisa langsung pergi.


Nisa sudah selesai mandi dan berpakaian.


Dia kemudian keluar dari kamar dan menuju kamar si kembar. Sesaat di lihatnya sekelebat jubah putih terbang ke sana kemari membuat Nisa jadi pusing. Namun dia harus terbiasa dengan hal tersebut mulai sekarang. Pasalnya, sebelum urusan Mawar di dunia ini selesai, dia tak bisa menuju nirwana. Untuk itulah dia di sini, menyelesaikan urusan nya yang tertunda.


"Sayang,,kalian berdua cantik sekali".


"Ayo sini, biar mama cium dulu".


Nisa refleks menggelengkan kepala nya ketika tiba-tiba hantu Mawar ada ditempat tidur dengan memasang wajah sok imut.


"Hei....pergi dari situ,, kau bisa menakuti kedua putri ku nanti".


"Mereka ini seperti ibunya,, lihatlah jubahku saja mereka jadikan mainan".


Nisa dan Sofia tergelak melihat si kembar menarik jubah putih Mawar layaknya mainan.


Sofia kemudian membawa keduanya keluar untuk di suapi makan. Nisa juga langsung ke meja makan untuk sarapan.


Nisa langsung mengambil piring dan menyendok nasi dan lauk untuk di makan.


Entah kenapa kali ini rasanya enak sekali, tak seperti biasanya.


"Bagaimana enak kan Nis,,,aku sendiri yang sudah menyiapkan nya".


Nisa tersedak dan menyemburkan makanan di mulutnya. Matanya melotot memandangi


wajah Mawar. Dia langsung saja bertanya kepada nya.


"Ini makanan asli, atau makanan hantu???".


"Tak lucu kalau di dalam perut ku nanti ada belatung, cacing dan makhluk tanah lain nya".


"Ah....kau merusak selera makan ku saja".

__ADS_1


"Itu makanan asli Nis, aku mengambilnya dari


warung makan di sekitar sini".


"Hmm.....kenapa kau harus mengambilnya??".


"Aku kan hantu, kalau beli...mereka bisa ketakutan melihat ku".


"Benar juga,,, lain kali biar Sofia yang membelinya".


"Kau diam saja di rumah ini".


Keduanya sedang berdebat ketika bel pintu berbunyi. Tak butuh waktu lama bagi Mawar untuk segera terbang membukakan pintu. Nisa sampai menutup mukanya melihat kelakuan hantu tersebut. Bisa-bisa tamunya lari melihat pintu terbuka sendiri. Buru-buru Nisa berlari menuju depan pintu.


"Kau lanjutkan saja makan mu,biar aku yang buka pintu".


"Sstttt.....diam...!!!".


Nisa meletakkan jari telunjuk ke bibirnya supaya Mawar terdiam. Dia lalu memegangi pintu yang terbuka.


"Roy.....silahkan masuk".


"Kau kenapa,,,seperti orang yang ketakutan".


"Tak ada,, hanya ada yang jahil di sini".


"Ayo duduk lah".


"Nisa,,,dia tampan sekali,,aku mau jadi istrinya kalau masih hidup".


"Tapi dia hanya mencintai mu,,,terlihat sekali di matanya".


"Hmmm.....aku sungguh patah hati".


"Seperti nya dia jatuh cinta padamu".


"Kau jangan bercanda Nisa,, di sebelah mana dia,, aku jadi takut".


"Dasar.....ternyata dia penakut juga".


Nisa tertawa demi mendengar celotehan dua orang di depan nya. Roy tampaknya sangat ketakutan dengan Mawar. Sementara Mawar terus menempel di tubuhnya tanpa Roy sadari.


"Katakan Roy, apa rencana mu sekarang".


"Ini,, semua identitas palsu Mawar sudah kudapatkan".


"Tinggal ubah penampilan mu seperti ini, lalu kita berangkat".


"Wo...si tampan ini rupanya hebat juga".


"Aku mulai menyukai nya".


"Terserah kau saja Mawar,,aku masuk dulu".


Di dalam kamar, Nisa berdandan sesuai foto yang diberikan oleh Roy. Dia terlihat mirip sekali dengan Mawar. Hanya kurang menambah tahi lalat di pojok bibirnya, maka penampilan nya sempurna.


Nisa keluar dengan dandanan ala gadis kampung. Dia menghampiri Roy dan Mawar. Mereka takjub melihat kemiripan Nisa dengan dirinya. Mawar sampai meneteskan air mata melihat gambaran nya pada diri Nisa.


"Aku hampir tak mengenali mu".

__ADS_1


"Sepertinya kau sukses memerankan tokoh Mawar di sini".


"Sempurna sekali,,,mari kita berangkat".


Ketiganya menaiki mobil Roy. Dia segera berangkat ke tujuan. Sebuah komplek pelacuran di dekat bar tempat Dito bertemu dengan Mawar dulu.


Setelah tiba di rumah mami, mucikari di tempat tersebut, Roy segera di sambut oleh Susi yang tak lain teman karib yang menjerumuskan Mawar. Dia kaget melihat gadis di hadapan nya. Sangat mirip sekali dengan Warti yang sudah lama meninggal.


"Siapa tadi nama mu??".


"Aku Ratna mbak,, baru datang dari kampung".


"Kenapa mbak, apa wajah ku begitu buruk, hingga mbak Susi ketakutan begitu".


"Tidak,,,kau cantik sekali, aku yakin sebentar lagi kau pasti terkenal".


"Syukur deh,,,,,,aku jadi bisa kirim uang ke kampung".


"Berarti, aku di terima kan,,iya kan mbak??".


"Kau masuk saja dulu, biar mami yang putuskan".


Mawar sebenarnya sudah sangat benci melihat tampang Susi. Dia ingin sekali menjahili nya, tapi tatapan mata Nisa seolah melarang Mawar melakukan nya.


Nisa masuk ke dalam bersama Roy dan Susi untuk menemui mami. Mereka menunggu di ruangan nya. Ketika mami keluar, dia seperti melihat hantu. Wajah gadis baru ini sama persis dengan Mawar.


Nisa maju hendak menyalami tangan mami. Tapi rupanya dia sangar ketakutan, mengira Nisa adalah Mawar yang ingin balas dendam.


Tubuhnya sudah gemetar dan keringat dingin bercucuran.


"Jangan.....jangan,,,ampun Mawar, mami tidak bersalah,,,tolong lepaskan mami".


"Bu,,,nama saya Ratna,,bukan Mawar, saya cuma ingin menyalami ibu saja".


"Eh.....oh.....itu,,,mami terbawa sinetron horor tadi, jadi mami ketakutan".


"A..lah....memang dasar kau penakut,,


sekarang tahu rasa kau".


"Aku sendiri yang akan membuat hidup mu tidak tenang".


"Aku akan membalas dendam".


Mawar menjadi jengkel dengan ulah mami. Kedua orang ini lah yang sudah mencelakakan hidupnya. Mawar bertekad untuk membuat mereka merasakan hal yang sama dengan yang di alaminya.


"Jadi gimana Bu,,saya di terima kerja di sini kan?".


"Saya jauh-jauh dari kampung Lo Bu".


"Bagaimana Susi,,kau mau mengajari Ratna kan".


"Ok mi,,Susi nggak keberatan".


"Kalau begitu Ratna, sementara kau bisa tidur se kamar dengan Susi, sementara identitas mu biar mami yang simpan".


"Terima kasih Bu,,makasih pak udah mencarikan pekerjaan untuk saya".


"Semoga saya betah di sini nanti".

__ADS_1


Roy berpamitan pada Nisa dan segera meninggalkan nya. Sementara Nisa, segera masuk ke kamar Susi. Mawar mengikuti kemanapun Nisa melangkahkan kaki nya. Balas dendam nya semakin dekat saja.


...****************...


__ADS_2