Bertetangga Dengan Genderuwo.

Bertetangga Dengan Genderuwo.
Arwah Lain Masuk Ke Tubuh Nisa.


__ADS_3

Makhluk tinggi besar itu berjalan mendekati Nisa. Dia adalah Genderuwo yang sama dengan yang di rumah sakit dulu. Nisa mencoba bangun dan keluar dari ruangan itu. Dia berlari menghindar dari kejaran Genderuwo tersebut.


Nisa sudah berlari kencang, tapi dia tetap berputar-putar di ruangan tersebut. Nisa sudah sangat ketakutan. Dia membayangkan


bakal diserang lagi oleh Genderuwo tersebut.


"Aku harus bisa keluar dari sini, sebelum dia menangkapmu lagi".


"Bantu aku Tuhan,, aku masih ingin hidup".


"Ibu ratu, hadirlah....kumohon keluarkan aku dari sini".


Nisa terus mengucap permohonan di dalam hati. Dia menoleh, dan melihat kalau Genderuwo itu ternyata masih mengejar. Langkah nya semakin cepat dan geraman nya


semakin keras saja.


Setelah hampir kehabisan nafas, Nisa akhirnya menemukan sebuah pintu. Dia berusaha membuka nya dengan tergesa-gesa..


"Ayo,,,bantulah aku......terbukalah".


"Ibu ratu,, dimana kau sekarang,, aku butuh bantuanmu".


Nisa mendorong dengan keras menggunakan bahunya. Berhasil,,,, pintunya terbuka dan Nisa langsung lari keluar dari ruangan itu.


Sementara Nisa masih melarikan diri dari Genderuwo itu, di rumahnya sedang diadakan aqiqah si kembar. Kyai Ahmad sedang di dalam kamar Nisa untuk mendoakannya.


Genderuwo itu tiba-tiba sudah berdiri di hadapan Nisa lagi. Genderuwo itu berhasil menangkapnya. Nisa meronta-ronta minta dilepaskan. Bersamaan dengan itu, Tubuhnya bereaksi dengan doa yang dibacakan kyai Ahmad. Tubuhnya bergetar hebat dan telinganya mendengar suara tangisan si kembar. Nisa terlepas dari genggaman Genderuwo itu. Dia segera berlari menuju rumahnya.


Nisa masuk ke dalam rumah. Mereka tampak sangat berbahagia. Sofia tampak tertawa sambil menggendong si kembar. Ketika Nisa masuk ke kamar, dilihatnya Dito sedang memeluk dirinya yang ternyata sudah sadar.


Ratri dan Anton serta ustad Ahmad bahkan sampai menangis terharu.


"Siapa kau,,kenapa kau bisa masuk ke tubuhku".


"Keluar dari tubuhku sekarang".


Wanita itu tersenyum dan memandang ke arah Nisa. Dito masih memeluknya dengan erat. Dia belum mau menunjukkan identitasnya.


Nisa keluar dan menemui Sofia. Dia sedang menggendong si kembar.


"Sofia,,, wanita yang didalam itu bukan aku".


"Aku masih terjebak disini.


Sofia hanya memandang saja.Dia bingung, kalau Nisa masih di depannya, lalu siapa yang


masuk ke tubuh Nisa.


Nisa terduduk lemas di lantai. Dia menangis menghadapi kenyataan di depannya. Tubuhnya telah dimasuki arwah orang lain.


Selamanya dia akan terjebak di sini.


Di kamar, Dito melepaskan Nisa dari pelukannya. Dia sangat senang mengetahui istrinya telah sadar.


"Sayang,,, akhirnya kau sadar juga,, aku sangat merindukan mu".


"Mas,, aku ingin bertemu anak kita".


"Iya sayang,,suster Sofia menjaganya selama kau tidak sadar".


"Nisa,,lebih baik kau pulihkan dulu kondisimu, setelah itu baru kau temui si kembar".


"Sudah lama kau tak sadarkan diri, mungkin kau masih lemah".

__ADS_1


"Iya, kau benar Ratri".


"Kami keluar dulu, selamat datang kembali Nisa,, kami senang kau bisa sembuh".


"Terima kasih".


Wanita itu tersenyum, rencana nya menyingkirkan Nisa hampir berhasil. Sekarang dia sudah menguasai tubuhnya, sebentar lagi suami dan anak-anaknya akan menjadi miliknya untuk selamanya.


"Kau mau ikut ke depan,, aku bisa membopongmu ke sana".


"Aku bisa jalan mas,, kau pegang i saja aku supaya tidak jatuh".


"Ayo sayang".


Dito membawa Nisa ke tengah acara. Kyai Ahmad masih memimpin doa untuk si kembar. Nisa duduk di dekat Sofia. Dia ingin menggendong si kembar.


"Suster, berikan Sheila padaku, biar aku yang memangku nya".


"Silahkan Bu".


"Sayang,, kemarilah...mama sangat merindukanmu".


Nisa benar-benar menangis kali ini. Suaminya


bahkan mempercayai wanita itu. Dan sekarang, Sheila bahkan nyaman dipangku olehnya.


"Aku harus mencari tahu,,, siapa dia sebenarnya???".


"Kenapa dia tahu sekali tentang diriku".


"Bahkan dia tahu nama si kembar.


"Lalu, apa tubuhku bisa menerima dirinya".


"Aku harus mencari Ki Santoso".


"Hanya dia yang bisa membantuku, aku harus bisa membuatnya datang kemari".


Acara aqiqah berlangsung dengan lancar. Kebahagiaan Dito bertambah dengan kembali sadarnya Nisa dari koma. Dia seperti mendapat durian runtuh. Kedua orang tua Dito dan Nisa juga sudah ditelpon untuk memberi tahu keadaan Nisa.


"Sayang,, aku senang sekali malam ini".


"Rasanya seperti mimpi saja.


"Mas, aku ingin mengajukan permintaan".


"Katakan sayang,, aku pasti mengabulkan nya".


"Aku ingin mengasuh si kembar sendiri, tanpa dibantu suster".


"Aku ingin mengganti waktu ku yang terbuang bersama mereka".


"Baiklah,, aku akan bicara dengan suster Sofia besok".


Nisa mengerti sekarang, wanita itu sengaja ingin membuang Sofia dan menutup akses ku berkomunikasi dengan nya. Rupanya dia lebih licik dari dugaan ku.


Nisa lalu menemui Sofia untuk mengatakan segalanya. Dia juga berpesan kepadanya untuk menelpon Ki Santoso sebelum wanita itu mengusirnya dari rumah Nisa.


"Saya akan bantu Bu, tapi saya tidak janji".


"Kau bicaralah pada Ratri, katakan semuanya dan temukan cincinku segera".


Sofia segera berjalan ke ruang tamu karena Dito memanggilnya.

__ADS_1


"Sofia, kau jangan khawatir, setelah selesai tugasmu disini, kau akan kembali ke rumah sakit".


"Aku sudah mengatur semuanya untuk mu".


"Iya pak".


"Saya akan berkemas sekarang".


Sekali lagi, wanita ini bisa mengendalikan situasi.Suami dan anak-anak Nisa sudah ada di genggaman nya. Keinginan nya tercapai, walau harus butuh waktu untuk mewujudkan nya.


Sofia selesai berkemas, dia tinggal berpamitan dengan keluarga Dito.


"Kalau saya kangen si kembar, apa saya boleh berkunjung kemari pak?".


"Jangan........!!!".


"Nisa,kenapa tidak,, kau boleh datang kapan saja Sofia".


"Maksudku juga seperti itu,,,Sofia..kau jangan sungkan,datanglah kalau ada waktu".


"Baik pak, Bu,,saya permisi dulu".


Sofia memandang ke belakang,dia kasihan melihat arwah Nisa.Tentunya sulit baginya menerima semua ini. Dia sudah berjanji akan membantunya.


Sebenarnya, Sofia juga khawatir dengan keselamatan si kembar. Mengingat tak ada yang tahu, arwah siapa yang masuk tubuh Nisa sekarang ini.Sofia mengeluarkan ponselnya dan menghubungi Ratri.


"Bu Ratri,,saya ingin bicara dengan anda,, ini penting Bu, tentang ibu Nisa".


"Ada apa dengan Nisa??".


"Mari kita bertemu, dan akan saya jelaskan semuanya".


"Baik,,temui saya di cafe Mentari, saya tunggu kamu sekarang".


Sofia dan Ratri sama-sama menuju kafe Mentari. Mereka tiba hampir bersamaan.


Sofia lalu mulai menjelaskan kejadian di rumah Nisa yang sebenarnya.


"Yang ada di tubuh Bu Nisa sekarang bukan dirinya Bu, tapi orang lain".


"Bu Nisa meminta saya menemui ibu untuk


memanggil Ki Santoso".


"Beliau bilang, hanya Ki Santoso yang bisa menolongnya saat ini".


"Kalau sudah menyangkut Ki Santoso, berarti ucapannya benar".


"Aku akan mencoba memintanya kemari".


"Sementara ini, jaga si kembar baik-baik".


"Tapi,,wanita itu sudah memecat saya Bu".


"Apa???".


"Jadi, kau meninggalkan si kembar bersama wanita itu?".


"Mau bagaimana lagi Bu, saya tidak bisa apa-apa".


"Ok,,biar saya yang urus ini".


Ratri dan Sofia terlarut dalam pikiran masing-masing. Mereka merasa masalah ini sangat rumit. Memang hanya Ki Santoso yang bisa memecahkan persoalan ini.

__ADS_1


__ADS_2