
Pagi itu, seorang gadis cantik turun dari dalam bis jurusan Jogja-Jakarta. Gadis cantik berkulit kuning langsat, memakai kebaya dan rambutnya di kepang dua. Gadis itu menenteng tas besar, dan berjalan tergesa-gesa mengikuti langkah kaki teman nya.
Ini baru pertama kalinya dia menginjak ibu kota Jakarta. Niat nya kemari karena iming- iming dari teman nya satu desa. Dia menjanjikan uang banyak dan kehidupan yang layak di ibu kota. Terbukti dari penampilan nya yang mewah dan berduit, setelah setahun bekerja di Jakarta.
"Ning,,,tunggu......jalan mu cepat sekali".
"Di sini harus serba cepat Ti, kalau kau lambat, uang di depan mata bisa langsung melayang".
Warti, nama gadis itu. Gadis dusun biasa yang berharap merubah nasib di ibu kota.
Dia adalah anak semata wayang keluarganya.
Orang tuanya punya banyak lahan pertanian.
Dan dia dikenal sebagai orang kaya di desa tersebut. Sebenarnya, Orang tua Warti sudah melarang anak nya untuk berangkat ke kota.
Tapi tekad bulat Warti yang ingin punya gaya hidup seperti Naning, mengalahkan larangan dari kedua orang tua nya tersebut. Alhasil, disini lah Warti sekarang bersama Naning.
Mencari peruntungan di Jakarta.
Naning dulunya juga gadis lugu seperti Warti.
Namun, dia dijual oleh agen penyalur tenaga kerja, sehingga dia sekarang menjadi wanita penghibur dan bekerja di bar. Maka tak heran kalau Naning bisa berpenampilan mewah layaknya selebritis.
"Ini tempat apa to Ning,, kok banyak kamar-kamar".
"Ini kamar kos ku,, sementara kau sekamar dengan ku dulu, nanti ku kenalkan pada majikan dulu".
"Setelah itu, baru majikan ku yang akan menyewakan kamar kos untuk mu".
"Baik Ning, terserah kamu saja".
"O ya, Warti....kau punya uang kan??".
"Sore ini aku ajak kau ke salon,, tapi jangan panggil aku Naning".
"Di kota, namaku berganti menjadi Susi".
"Makanya, kau pun juga harus berganti nama".
"Bagaimana kalau kau kuberi nama Mawar".
"Itu nama yang bagus bukan??"
__ADS_1
"Iya,, baik lah Sus".
"Nah.....begitu,,, pinter kamu!!".
Susi menyuruh Mawar untuk menaruh bajunya di kamarnya. Setelah itu, dia mengajak Mawar ke salon langganan nya untuk di make over. Rambut panjang Mawar di luruskan dan kebaya nya diganti gaun yang tipis dan transparan.
"Ini pakaian opo to Sus, kok kaya kurang bahan gini".
"Hus......itu namanya mode".
"Coba sekarang lihat diri mu di cermin".
"Lo.....ini siapa to Sus, cantik sekali".
"Ya itu kamu,,,gimana...sudah seperti orang kota kan sekarang??".
"Iya e,,,hebat kamu Sus,,,aku jadi pangling sama awak ku sendiri".
Susi yang telah selesai dari salon, langsung mengajak Mawar menemui "mami " nya.
Dia ingin Mawar juga mengikuti jejaknya sebagai pelacur dan pekerja malam di bar atau diskotik.
"Mam,,Susi bawa barang baru dari kampung".
"Kira-kira Mami berani tawar berapa nih??".
"Hebat kamu Susi,,mami suka sekali kalau seperti ini".
"Ok,,,biar mami iklan dulu, baru nanti kau ku
kasih 30 persen".
"Yang bener aja Mi,,aku mau 50 persen, atau aku sendiri yang bawa anak ini".
"Ok. ...terserah kamu saja,,50 persen deal".
Susi tersenyum, sudah terbayang uang yang akan di terimanya pasti banyak sekali. Dia memang bermuka dua, hanya ingin menjebak
Mawar supaya mengikuti jejaknya sebagai pelacur di ibu kota. Makanya dia menjualnya kepada mami Neni, germo yang dulu menjualnya juga.
Susi menggandeng Mawar masuk ke ruangan mami. Mami memandang tubuh Mawar dari atas sampai bawah. Cantik dan molek,,,mami bisa menawarkan mahal untuk tubuh Irene.
Apalagi dia masih perawan, tentu banyak lelaki yang bersedia membayar mahal.
__ADS_1
"Mawar,,sementara ini kau tinggal di tempat mami dulu".
"Kamar mu berdekatan dengan Susi".
"Nanti kau juga bekerja bersama Susi di bar".
"Biar dia yang mengajari mu segalanya".
"Karena kau cantik,,mami yakin para pelanggan akan menyukai mu".
"Iya mami,,terimakasih atas kerjaan nya".
Mami dan Susi saling pandang penuh arti. Rupanya tak butuh waktu lama bagi Mawar untuk belajar. Dia segera di sukai oleh para pelanggan. Ketika tiba giliran melelang keperawanan nya, ternyata di luar dugaan banyak sekali peminatnya.
Keperawanan Mawar dijual 5M. Malam ini adalah waktu eksekusi dirinya. Sejak sore, mami dan Susi sudah mempersiapkan diri nya. Mereka kemudian mengantar Mawar ke hotel mewah. Seorang boss jalan tol yang meminangnya.
Setelah masuk ke hotel, mami memberinya obat perangsang, supaya dirinya tidak canggung. Setelah itu, mami dan Susi meninggalkan nya. Boss jalan tol itu menghampiri kamar Mawar untuk menikmati
tubuh seksi yang baru saja di belinya.
"Tunggu pak,, anda salah masuk kamar".
"Hmmm.....kau cantik sekali rupanya,, tak salah aku membeli mu dengan harga mahal".
"Ke sinilah,,,kau harus memuaskan ku malam ini".
Pak Jaka segera menarik tubuh Mawar ke dalam pelukan nya. Dia mencium leher dan bibir Mawar. Mawar hendak berontak dan menolak sentuhan dari pria tua itu, namun karena pengaruh dari obat perangsang, Mawar mengikuti permainan cinta dari pak Jaka dengan penuh gairah.
Keduanya saling memeluk, ******* bibir satu sama lain. Seluruh tubuh Mawar yang seksi telah penuh dengan tanda merah. Malam itu,,untuk pertama kalinya Mawar harus menyerahkan kesucian nya pada lelaki tua. Mereka bergumul sampai kelelahan.
Mawar masih berbaring di ranjang, sementara pak Jaka sudah keluar dari kamar. Tak lama, datang lagi seorang lelaki ke kamar hotel.Dia memaksa Mawar untuk bersetubuh dengan nya. Mawar yang masih kelelahan, terpaksa melayani nya karena dia mengancam akan membunuhnya.
Mawar yang sudah sadar dari reaksi obat perangsang mulai mengerti. Sebab yang masuk ke kamarnya bukan hanya dua, tapi sepuluh orang dalam 1 malam. Tak terbayang bagaimana rasa tubuh Mawar. Tentu saja hancur dan remuk redam.
Mawar hanya bisa menangis menyesali dirinya. Dia hanya bisa pasrah melihat tubuhnya yang sudah tak bergerak diseret keluar dan dilemparkan ke sungai. Mawar meninggal akibat perbuatan bejat para lelaki yang menyetubuhi nya.
Jenazahnya di temukan oleh penjaga makam yang langsung menguburkan nya. Semenjak itu, kerap kali Mawar menampakkan diri dan membalas dendam pada para lelaki yang sudah membunuhnya. Dia juga menggoda lelaki hidung belang yang sering mencari wanita lemah seperti dirinya.
Tak jarang, penjaga makam menemui lelaki di rumah tua samping makam dalam keadaan meninggal akibat ulah dari hantu Mawar. Bagi yang beruntung, mereka hanya ditinggalkan pingsan di rumah kosong tersebut. Penjaga makam pernah beberapa kali melihat penampakan Mawar.
Makanya dia memberi nama nisan itu dengan sebutan Mawar. Sampai saat ini, arwah Mawar masih terus mencari lelaki hidung belang untuk di jadikan korban. Penjaga makam tak kuasa untuk mencegah perbuatan nya. Dia hanya bisa memperingatkan para korban Mawar supaya lebih berhati-hati.
Mawar selalu menampakkan diri di bar tempatnya kerja dulu, Itulah sebabnya kenapa Dito bisa jadi korban Mawar. Gadis itu berpikir kalau Dito adalah lelaki hidung belang yang suka bersenang-senang dengan para gadis lemah.
__ADS_1
...****************...