Bertetangga Dengan Genderuwo.

Bertetangga Dengan Genderuwo.
Arwah Dito Memanggil Nisa.


__ADS_3

Polisi dan petugas rumah sakit mengevakuasi jenasah Haris untuk diotopsi di rumah sakit. Sementara polisi masih menyelidiki penyebab Haris meloncat dari jendela. Nisa yang sudah sadar pun, tak tahu apa-apa tentang kejadian yang menimpa Haris.


"Ratna nggak tahu apa-apa mi".


"Begitu masuk ke kamar, Ratna sudah pingsan, tak ingat apa-apa lagi".


"Entah apa yang terjadi di dalam kamar, sampai Haris tiba-tiba meloncat ke bawah".


"Apa kau juga tak merasa ada yang aneh Ratna".


"Entahlah mi, rasanya cuma ngantuk saja".


"Ya sudah kau istirahatlah di kamar mu".


"Iya mi.".


Nisa melangkah ke kamarnya di temani Mawar. Dia kemudian merebahkan diri di kasur. Mawar masih bercerita tentang keberhasilan nya membalas dendam pada Haris. Nisa tak menjawab, badan nya lemas, mungkin karena habis di masuki oleh arwah Ratna.


Tiba-tiba di samping Mawar, muncul sosok bayangan Dito memanggil namanya. Dia berteriak minta tolong kepada Nisa.


"Nisa,,tolong aku.....!!!".


"Selamatkan aku Nisa......!!".


"Cepatlah Nisa....aku sudah tak tahan....!!".


"Dito,, kau kenapa??".


"Katakan padaku, ada apa dengan mu??".


"Dito .......!!!".


Bersamaan dengan teriakan Nisa, tubuh Dito menghilang. Nisa panik dan cemas. Dia khawatir terjadi sesuatu pada Dito. Perasaan nya memang tidak enak dari tadi.


"Mawar, sebaiknya aku ke rah sakit sekarang".


"Aku yakin Dito membutuhkan ku".


"Aku cemas dengan keadaan nya".


"Tapi Nisa, aku tidak bisa menemanimu kali ini".


"Kau di sini saja, mengawasi mami dan Susi".


"Siapa tahu giok itu bisa di temukan".


"Iya Nisa, hati-hati".


Nisa keluar lewat pintu belakang. Mami dan Susi sedang di kamar mereka. Jadi Nisa menggunakan kesempatan untuk pergi ke rumah sakit tempat Dito di rawat.


Sementara di kamar Mami, dia sedang membicarakan tentang kematian Haris yang ganjil. Mereka ketakutan, kalau nantinya nasibnya akan sama seperti Haris dan teman nya kemarin.


"Susi, kita harus segera memanggil paranormal itu sekarang juga".


"Aku yakin semua kejadian ini ada hubungan nya dengan Mawar".


"Daripada terjadi sesuatu yang tidak di inginkan lebih baik kita bertindak sekarang".


"Baik mi, aku akan menelpon nya sekarang juga".


Susi menekan tombol handphone nya dan kemudian menelpon paranormal yang sudah di kenalnya. Dia meminta orang itu untuk datang ke rumah mami.

__ADS_1


"Aku harus membantu kami sekarang juga".


"Banyak sekali kejadian aneh di rumah mami".


"Kami takut kalau nyawa kami terancam".


"Hmm.....baiklah, aku akan coba membantu sebisa aki".


Susi menutup telpon nya. Dia tersenyum karena aki bersedia membantunya.


"Beres mi,,sebentar lagi aku akan melakukan pembersihan di rumah ini".


"Mami jangan khawatir, aki orangnya pintar dalam mendeteksi hal gaib".


"Baiklah Sus,,,kita tunggu saja....".


Nisa sudah sampai di rumah sakit dengan ojek online. Dia segera berlari ke ruang ICU.


Sampai di sana, Dito sudah tidak lagi berada di ruangan. Nisa langsung bertanya pada dokter jaga di rumah sakit tersebut.


"Dok,,suami saya Dito baik-baik saja kan?".


"Dimana dia sekarang??".


"Maaf Bu, kami sudah memindahkan nya ke ruang perawatan".


"Bapak Dito sudah tidak mungkin tertolong lagi".


"Siapa yang memberi kalian ijin untuk melakukan nya??".


"Cepat katakan di rawat di mana suami saya".


Nisa mengikuti langkah dokter berjalan ke ruangan tempat Dito di rawat.Sepanjang jalan


hatinya semakin cemas.Seyelah sampai di ruang perawatan, Nisa tercekat. Pasalnya makhluk tinggi besar berbulu menindih tubuh Dito dan mencekik lehernya. Dia kesulitan bernafas, sementara alat medis nya sudah tidak lagi terpasang.


Pantas saja kalau Dito meminta tolong. Keadaan nya sungguh mengenaskan. Amarah Nisa tersulut seketika. Dia berteriak pada dokter yang mengantarnya.


"Kalian keterlaluan,,, kalian ingin membunuh suami ku??".


"Pindahkan dia dari sini dan pasang kembali alat nya".


"Maaf Bu, kami tidak berani karena ini instruksi dari dokter senior".


"Aku bilang pasang kembali, atau kalian mau aku tuntut".


"Aku bisa memasukkan kalian ke penjara".


"Cepatlah.....kalian tak tahu suamiku sedang sekarat".


"Lakukan cepat...!!!!!!".


Dokter itu ketakutan. Dia segera mendorong Dito kembali ke ruang ICU. Sementara Dito di tangani, Nisa menyeret makhluk berbulu yang


berada di atas tubuh suaminya tersebut.


"Siapa yang menyuruhmu kemari???".


"Aku yakin kau bukan penghuni rumah sakit ini".


"Hmm....dia harus mati.....lepaskan aku!!!".

__ADS_1


"Katakan...siapa tuan mu".


Nisa mencekik leher makhluk tinggi besar tersebut. Entah kekuatan apa yang di milikinya sehingga tubuhnya yang kecil sanggup melawan makhluk berukuran besar tersebut.Padahal dalam kondisi biasa, Nisa pasti trauma. Tapi, karena rasa cintanya pada Dito, memberinya semacam kekuatan untuk melawan Genderuwo itu.


Nisa terus saja mencekik lehernya yang berbulu. Seluruh kekuatan nya dia gunakan untuk membuat makhluk tersebut musnah.


Genderuwo yang marah mengeluarkan taringnya dan menggigit tangan Nisa. Matanya menyala menatap Nisa yang masih memegang tangan nya.


"Lepaskan,,,atau aku akan melempar mu".


"Katakan, siapa yang menyuruh mu mencelakai suami ku".


"Aku masih punya kesabaran, tapi kalau kau diam saja,,aku akan memberi mu pelajaran".


"Aku tak tahu,,,pergi dari sini".


Makhluk itu mencengkeram tubuh Nisa dan melemparkan nya di pojok kamar. Dia kemudian menghilang entah ke mana. Dengan menahan sakit, Nisa bangkit dan menyusul Dito ke ruang ICU.


Bukan tanpa alasan Nisa marah, pasalnya mereka sengaja hendak menghabisi Dito.


Nisa selalu membayar penuh biaya rumah sakit dan dokter yang terbaik. Tapi tiba-tiba mereka melepas semua alat medis dan menghentikan pengobatan. Nisa yakin ada dalang di balik peristiwa ini.


Makhluk gaib suruhan orang tersebut juga sudah hampir berhasil membunuh Dito. Untung saja Nisa datang tepat waktu. Kalau tidak, mungkin nyawa Dito sudah melayang.


Sampai di ruang ICU, keadaan Dito sudah kembali stabil. Nafasnya juga sudah normal.


Semua peralatan medis sudah terpasang kembali. Nisa masuk dan melihat kondisi suaminya.


"Kau tenang saja mas,, selama masih ada aku,tidak akan ku ijinkan siapa pun mencelakakan mu"


"Mereka sengaja ingin melenyapkan ku Nisa".


"Entah siapa orang nya, sejauh ini aku belum melihatnya".


"Aku akan mencari tahu mas,, tenang saja...orang itu akan segera di temukan".


Nisa keluar dan menemui dokter jaga. Dia ingin ketemu dengan kepala bagian rumah sakit. Masalah suami nya ini harus di usut tuntas.


"Tolong dok, saya harus ketemu dengan direktur rumah sakit ini".


"Beliau harus tahu masalah ini,, atau saya akan pindahkan suami saya ke rumah sakit lain".


"Mohon tenang Bu,, masalah ini bisa di bicarakan baik-baik".


"Begitu,,, kenapa kalian tidak menghubungi ku waktu suami ku dipindah kan ke ruangan lain".


"Pokoknya saya mau sekarang juga masuk ke ruangan direktur".


"Tapi beliau belum datang Bu".


Nisa tetap nekat masuk ke ruangan direktur rumah sakit. Dia duduk di sana dan menunggu kedatangan nya. Diam-diam di lorong rumah sakit, dokter menelpon seseorang. Dia melaporkan semua kejadian yang baru saja terjadi. Dokter tersebut ketakutan dan meminta perlindungan.


"Tenang saja dok, aku akan mengurus masalah ini".


"Ku pastikan kau aman, dan tak akan di pecat".


"Langkah selanjutnya tunggu instruksi dari ku lagi".


Dokter menutup telpon nya dan kemudian berjalan meninggalkan lorong. Demi uang, ternyata dia rela membahayakan nyawa pasien. Yang pasti ada seseorang yang menginginkan nyawa Dito. Dan dia orang yang sangat berpengaruh.


...****************...

__ADS_1


__ADS_2