
Nisa dan Dito masuk ke dalam ruangan rahasia milik bude Wati.Hawa dingin dari AC yang besar semakin menambah bulu kuduk merinding.
Nisa melihat satu persatu isi dari peti jenazah
yang berjajar di ruangan itu.Ternyata di dalam
peti tersebut berisi jenazah suami dan kedua anak lelaki bude Wati.
Jasad ketiganya masih utuh, memakai jas lengkap layaknya orang tidur. Nisa menduga
bude Wati sengaja mengawetkan jasad suami dan anak-anaknya tersebut.
Nisa jadi mengasihani bude Wati, keserakahannya akan harta mengalahkan
cintanya kepada keluarganya.
Nisa kemudian membuka lemari kecil di sebelah meja persembahan.Lemari kecil
itu berisi keris dengan motif naga, batu giok dan sebuah cemeti.Jangan-jangan cemeti
ini yang Nisa cari.
"Dito,,,lihat apa yang kutemukan di sini".
"Itu mungkin cemeti yang dimaksud Nis".
Dito mencoba mengambil cemeti dari lemari.
Cemeti itu ditaruh di dalam kotak kaca.
Saat Dito mencoba mengambilnya, benda itu
terasa sangat berat.Dito sudah berkeringat,tapi kotak cemeti itu bergeser pun
tidak.
"Mungkin hanya aku yang bisa mengambilnya
kau ingat kan, aku pewaris terakhir generasi
mereka".
"Kau benar Nis,,,hanya majikannya yang bisa
mengendalikan peliharaannya.
Benar saja, Nisa dengan mudah bisa mengangkat cemeti itu. Dia mengeluarkan
benda itu dari dalam kotaknya.
"Sekarang giliranku untuk menghabisi Buto ijo
itu Dit".
"Kau yakin ingin melakukannya sekarang?".
"Kalau kau menghabisi Buto ijo itu,maka
otomatis bude Wati juga tidak akan selamat".
"Aku tahu itu, makanya aku akan menemui
bapak dulu untuk membicarakan ini".
"Aku akan mengantarmu, ini sudah malam,
nanti sekalian aku pulang".
"Baiklah,,,kita berangkat sekarang".
Nisa menutup ruangan tersebut dan mengembalikan seperti semula.Setelah itu
berdua Dito langsung menuju ke rumah sakit.
Ibu sudah tidur saat Nisa sampai di rumah
sakit. Mereka berbicara di luar ruang perawatan.
"Bapak sudah bicara pada ibu tentang kondisi
bude Wati".
"Belum Nis, kondisi ibu tidak siap mendengar
kabar buruk".
"Lalu Nisa harus bagaimana pak??".
__ADS_1
"Nisa baru saja menemukan cemeti itu, kalau
Nisa menggunakannya sekarang,maka itu artinya, bude Wati akan meninggal".
"Kita tunggu sampai besok pagi,,bapak akan
bicara pelan-pelan dengan ibumu".
"O ya pak, ruangan tempat ditemukannya
cemeti ini, rupanya digunakan bude untuk
menyimpan jenazah keluarganya".
"Hmmmm.......masalah ini semakin rumit saja".
"Mbak Wati sudah terlalu jauh melangkah rupanya".
"Budemu itu sudah gelap mata, keluarganya
akan diumpankan Buto ijo semua".
"Dia sudah mendapat hukuman setimpal pak".
"Perawat yang menjaganya pun ketakutan karena ulah Buto ijo itu".
"Dia sudah bersama peliharaannya Nisa, jadi
sudah tidak butuh siapa pun sekarang".
Nisa dan bapak berbincang tentang langkah
yang akan mereka ambil untuk bude Wati.
Secepatnya ibu harus mengambil keputusan
kasihan bude Wati.
Keesokan paginya, bapak menjelaskan keadaan bude Wati kepada ibu.Ibu sudah
pasrah, yang penting makhluk itu tidak lagi
mencelakai orang.
Nisa meminta tolong Dito untuk menjemput
Setelah semuanya siap, Nisa pulang ke rumah bersama bapak.Mereka tiba duluan dari pada kyai Ahmad.
Semuanya langsung menuju kamar bude Wati.Aku merapalkan mantra pemanggil Buto
ijo yang diajarkan ibu ratu,sementara kyai Ahmad sedang mentalqin bude Wati.
Buto ijo itu muncul di atas kepala bude Wati.
Dia menggeram marah dan matanya melotot.
Nisa kemudian mengeluarkan cemeti dari dalam kotaknya.Cemeti itu diayunkan di atas
kepalanya.
Sejurus kemudian, Buto ijo itu berteriak
kesakitan. Dia meminta ampun kepada Nisa.
Dia bahkan membujuk Nisa untuk jadi majikannya.
Nisa mencambuk Buto ijo itu dengan penuh kemarahan.Cemeti itu tepat mengenai bahu
kiri dan kanan.Seketika Buto ijo itu langsung
menghilang.
Seiring dengan hilangnya Buto ijo itu, bude
Wati pun menghembuskan nafas terakhirnya.
Nisa menangis melihat kematian bude Wati
yang begitu tragis.
Nisa lalu menaruh cemeti itu dalam kotaknya.
Besok dia akan membawanya ke pantai Ancol
sesuai permintaan ibu ratu.Saat ini, yang paling penting adalah mengurus jenazah bude Wati terlebih dahulu.
Upacara pemakaman bude Wati berlangsung dengan khidmat.Seluruh karyawan kantor memberi penghormatan terakhir untuk bude Wati.
__ADS_1
Ketiga jenazah keluarga bude Wati ikut di makamkan.Ketiganya menempati liang lahat
yang berjejer.
Ibu masih belum keluar dari rumah sakit.
Beliau bersedih kehilangan kakak perempuan satu-satunya. Kini segala urusan menjadi
tanggung jawab Nisa beserta keluarganya.
Hari ini 3hari sudah bude Wati meninggal dunia.Nisa dan Dito berencana membawa
cemeti yang berisi Buto ijo untuk diserahkan
kepada ibu ratu.
Keduanya bergegas menuju pantai.Sampai di sana, Nisa bersemedi di tepi pantai.Tak berapa lama, ibu ratu Nyi Roro kidul menampakkan diri dari dalam samudera.
Nisa melangkah mendekati ibu ratu sambil membawa cemeti. Di tengah laut, Nisa menyerahkan cemeti itu.
Ibu ratu mengeluarkan cemeti dari dalam kotak. Beliau kemudian melayangkan cambukan ke udara.Suara cambukan yang menggelegar, diiringi dengan munculnya sosok Buto ijo dari dalam cemeti tersebut.
"Kamu sekarang di bawah kuasaku, kamu tidak berhak lagi mengganggu keturunan keluarga ini".
"Perjanjianmu dengan keluarga ini sudah berakhir sekarang, aku yang memutuskan
nasibmu selanjutnya".
"Aku akan menaruhmu di pohon beringin
dekat pendopo dibarat pantai ini'.
"Berjagalah di sana,itu rumahmu sekarang".
Buto ijo itu lantas menggeram dan mengangguk menuruti perkataan dari ibu ratu. Sesaat kemudian dia menghilang.
"Nisa,,,berhati-hatilah,,,, masih ada sesuatu
kekuatan jahat yang akan menghampirimu".
"Pulanglah.....tugasmu disini sudah selesai".
Nisa menyatukan tangan memberi penghormatan kepada ibu ratu.Setelahnya dia berenang menuju tepian.Keduanya pulang kembali ke rumah setelah menyelesaikan urusan dengan ibu ratu.
Seminggu setelah kematian bude Wati, ibu
sudah diperbolehkan pulang ke rumah.
Kami sekeluarga masih menempati rumah
bude Wati.Mengingat sudah tidak ada ahli
waris yang lain.
Bapak dan Ibu menyerahkan tanggung jawab
perusahaan bude Wati sepenuhnya di tangan Nisa. Mereka masih harus memikirkan nasib
banyak karyawan bila perusahaan tersebut ditutup.
"Nisa, bapak dan Ibu akan kembali ke kampung".
"Kami tidak cocok hidup di sini, kau lah sekarang yang mengambil alih semua urusan
yang menyangkut bude mu".
"Bapak percaya kau bisa melakukannya".
"Tapi pak,,, aku keberatan kalau kalian pulang
ke kampung".
"Aku masih membutuhkan bapak dan ibu disini".
"Kumohon pak,, tetaplah disini, kita kumpul bertiga".
"Bagaimana Bu???".
"Nisa benar pak, alangkah baiknya kalau kita
bersama disini".
"Nisa masih membutuhkan bimbingan kita pak".
"Baiklah Nis, kau uruslah perusahaan budemu, bapak dan ibu akan mengurus rumah ini".
Tanggung jawab yang besar dibebankan oleh bapak di pundak Nisa.Perusahaan yang besar karena pengaruh dari jin pesugihan, bisakah
__ADS_1
Nisa mengembalikan kepercayaan klien yang luntur seiring perginya Buto ijo dari perusahan ini.Nisa harus memulai lagi semuanya dari awal.Merebut simpati klien tanpa unsur ilmu hitam.