Bertetangga Dengan Genderuwo.

Bertetangga Dengan Genderuwo.
Arwah Dewi Menampakkan Diri.


__ADS_3

Semakin lama bekerja di kantor bude Wati,Nisa semakin penasaran dengan Dewi,pegawai yang bunuh diri di kantor bude Wati.


Nisa berusaha mendekati Mia untuk mencari tahu kebenaran cerita dari meninggalnya Dewi.Seperti kata Dito,Mia marah dan berusaha menghindar.


Ini saling aneh saja.Lagipula Dewi juga masih enggan bicara.Kebencian di wajahnya semakin membuat ngeri.


Bila saja mereka tahu wujud Dewi yang sering disebut-sebut,,,tentu mereka akan lari tunggang langgang.


Seorang gadis dengan memakai celana dan jas kantor penuh noda darah.Rambut hitamnya tergerai ke depan menutupi wajahnya.wajah cantik dimana separonya rusak parah,hampir rata,yang terlihat hanya pecahan kaca dan tetesan darah.hampir mirip monster.


Setiap hari berdekatan yang tercium aroma bangkai yang busuk.Yang terlihat tiap hari hanya seringai menakutkan.


Melihat dari kemampuannya,Nisa menduga kalau Dewi sudah lama meninggal.


Atau kemampuannya itu diajarkan oleh sosok lain di kantor ini.


Sejauh ini Nisa hanya melihat Dewi saja,tidak ada hantu lain. Tapi kenapa Dewi sudah mempunyai kekuatan sebesar itu. Inilah yang membuat Nisa tertantang untuk mengungkap misteri Kematian Dewi.


Dengan bantuan bude Wati Nisa mendapatkan biografi Dewi. Dari situ Nisa tahu kalau Dewi punya tabungan yang banyak.


Sejak kematiannya keluarganya tidak pernah mengurus dokumen dan surat-surat penting 'milik Dewi.Mereka hanya memakamkan Dewi dan setelahnya seperti menghilang.


Satu-satunya petunjuk hanya pada Mia,sahabat karibnya,atau aku harus memaksa Dewi untuk bicara sendiri.


Semakin dicari tahu,kasus ini semakin menarik.Aku harus bisa memecahkan teka-teki ini,supaya arwah Dewi tenang,tidak lagi bergentayangan


Pagi ini para pegawai berkerumun di depan kantor.Mereka kasak-kusuk seperti membicarakan sesuatu.Akupun mencoba mendekat untuk mencari tahu.


"Ada apa ini????kenapa kalian tidak mulai bekerja????.


"Itu mbak,,,,di dalam ada yang kesurupan".


"Kemarin sore juga karyawan yang lembur melihat penampakan hantu perempuan,katanya wajahnya hancur mbak".


"Pagi ini dia bahkan tidak berani masuk kerja".


"Sekarang malah ada yang kesurupan,kami takut mbak".


"Ok,,,,,biar saya liat ke dalam".


"Tunggu mbak,pak satpam baru memanggil orang pintar untuk mengobati yang kesurupan".


"Oh......iya".


Nisa masuk ke dalam pabrik,benar saja hantu Dewi masuk ke tubuh salah satu karyawan pabrik.


Melihat Nisa masuk,perempuan yang kerasukan itu lalu menghampiri Nisa.Dia berteriak kepada Nisa dengan makian-makian yang kasar.


"Hei......anak baru,,jangan coba-coba mengusirku dari sini".

__ADS_1


"Aku akan membunuhmu kalau kau berani mengusikku lagi".


"Enyah kau!!!!!!! Pergi dari hadapanku,,,,,,Aku sudah muak denganmu,,,,,,,,,jangan berlagak jadi jagoan,,,,,pergi sekarang!!!!!!!!!!".


"Dewi,,,,,,tenanglah,,,,,,kasian gadis yang kau pinjam tubuhnya itu,,dia tidak tahu apa-apa".


"Keluarlah dari sana,,,,kita bisa bicara baik-baik".


"Berani-beraninya kau menyebut namaku dengan mulut kotormu itu".


"Hentikan ocehanmu,,,,,aku akan keluar kalau aku sudah puas bermain-main".


"Baiklah......terserah kau saja,,,,setelah ini bukan aku yang memintamu dengan sopan,tapi orang lain yang akan memaksamu keluar dari tubuhnya".


"Kalau kau pikir kau bisa menakutiku seperti karyawan yang terdahulu,,,kau salah Dewi".


"Aku jauh lebih kuat dari yang kau kira".


"Lagipula kau sudah meninggal,,,harus ada yang menggantikan posisimu,dan itu,akulah orangnya".


"Mari kita buktikan aku atau kau yang pergi dari sini".


"Kalau kau mengira aku takut padamu,,,kau salah besar,kau belum mengenalku,,kita lihat saja nanti akhirnya".


"Ha......ha......ha....ha.....".


"Kau menantang ku????,baiklah kita lihat seberapa kekuatanmu".


Bersamaan dengan tawa Dewi yang melengking,,,orang pintar yang dipanggil oleh satpam akhirnya datang.


Nisa lantas mundur dan melihat dari jauh orang itu memaksa Dewi keluar dari tubuh karyawan itu.


Setelah berdialog cukup lama,Dewi akhirnya mau keluar dengan beberapa syarat yang diajukannya kepada orang pintar itu.


Pegawai yang pingsan itu dibawa masuk ke ruang kesehatan.Dewi pun segera beranjak dari tempat itu.


Tapi kemudian Mbah Surip, orang pintar itu memanggil Dewi.


"Tunggu nak,,,,,aku ingin mengucapkan salam pada ibu ratu,,,,selamat datang nak,,,,,terimakasih atas bantuanmu tadi".


"Tapi Mbah,,,Nisa tidak melakukan apa-apa".


"Belum,,,,,,,,,hanya kau yang bisa menaklukkan ya nanti".


"Masuklah,,,,Mbah senang sekali bisa berjumpa denganmu nak".


Nisa segera naik ke lantai dua.Kali ini dia tidak bisa lagi menahan amarahnya.Dia harus segera menjumpai si Dewi itu.


Sampai disana,karyawan sudah datang semua.Mereka membicarakan kesurupan yang dialami pegawai pabrik.

__ADS_1


"Wah.......Nisa,,,,,kau hebat juga rupanya".


"Kau menantang Dewi,,,,awas Lo,,,nanti dia ikut ke rumahmu".


"Aku hanya melihat Mbah Surip tadi, beliau yang mengeluarkan hantu Dewi ".


"Rupanya dia ingin bermain-main di kantor ini".


Dewi berteriak sambil menatap kursi kosong yang tengah diduduki Dewi.Hantu itu menatap Dewi dengan tawanya yang melengking.


Tiba-tiba perut nisa mual karena mencium bau busuk.Segera dia berlari ke kamar mandi.


Nisa membasuh mukanya,tanpa sadar,tangan Dewi terulur dari belakang kemudian mencekik leher Nisa.


Sekuat tenaga Nisa melepaskan cengkeraman tangan Dewi.Dengan napas tersengal Nisa bisa terlepas.


Dewi tidak tinggal diam,dia mengunci pintu kamar mandi,,,,,,tiba-tiba kran menyala sendiri.


Di dalam kamar mandi,Nisa masih sesak napas hampir hilang kesadaran setelah dicekik hantu Dewi.


Nisa berusaha keluar dengan menggedor-gedor pintu kamar mandi.Beruntung Dito lewat dan mendengar,,,Dia membuka kunci dan mendapati Nisa yang pingsan di balik pintu.


Nisa dibawa keruang kesehatan.Bude Wati yang mendengar kabar Nisa dari sekretarisnya segera menengok Nisa.


"Aku tidak apa-apa bude,,,asmaku kambuh tadi dan Nisa lupa membawa obat".


"Nisa sudah mendingan sekarang".


"Tapi bude dengar tadi kau membantu menyadarkan karyawan yang kesurupan itu".


"Apa ini ada hubungannya dengan arwah Dewi,kau sedang menyelidikinya kan?".


"Tidak bude,,,Mbah Surip yang menyembuhkannya tadi,aku benar-benar kambuh asmaku".


"Apa bude perlu menyuruh ayahmu untuk menjemputmu,,,kalau kau sakit, lebih baik istirahat di rumah saja".


"Aku sudah baikan bude,,,jangan buat bapak dan ibu cemas,,,aku akan kembali kerja sekarang".


"Nisa,,,Nisa,,,,,,,kau memang anak yang keras kepala.


"Kalau kau merasa tak enak badan, kau boleh pulang, jangan paksakan diri untuk bekerja".


"Bude tenang saja, Nisa mu ini kuat,bude kembali saja,aku akan segera menyusul".


"Baiklah nak,,,,bude duluan ya??".


"Iya bude....".


Nisa harus mulai waspada sekarang, hantu Dewi ternyata jauh lebih berbahaya daripada perkiraan Nisa.Baru saja dia hendak menghabisi Nisa.

__ADS_1


Bukan tidak mungkin dia akan melakukan hal itu pada karyawan pabrik yang lain.Aku harus segera bertindak sebelum semuanya terlambat.


__ADS_2