Bertetangga Dengan Genderuwo.

Bertetangga Dengan Genderuwo.
Nyawa Ibu Dalam Bahaya


__ADS_3

Pagi-pagi sekali bapak berangkat naik kereta.


Bapak berpamitan kepada ibu kalau dia akan menengok rumahnya di kampung.Walaupun sudah lama hidup di kota, bapak rupanya tetap merindukan kampung halamannya.


Bapak mungkin akan tinggal di sana selama satu Minggu,setelah itu kembali ke Jakarta.


Bapak sudah berangkat duluan ke stasiun naik taxi.Aku segera menyusul bapak untuk


berangkat ke kantor.


Sampai di kantor, rupanya bude Wati sudah berangkat duluan.Aku menyapa bude Wati, tapi dia berlalu begitu saja.Mungkin dia masih marah.Aku terus menatapnya,sampai depan cermin resepsionis,bude Wati berubah jadi Buto ijo.Dia menatap ke arahku dengan wajah marah.


Aku terkejut.Buru- buru aku memalingkan


mukaku ke arah pintu dan mundur 2 langkah.


Setelah bude Wati berlalu,baru aku berjalan ke ruangan ku.


Berarti benar dugaanku selama ini, Bude Wati lah pemilik Buto ijo. Sayang bapak lagi pulang kampung.Kalau tidak aku akan segera menyampaikan hal ini padanya.


Sementara di ruangan bude Wati, dia masuk ke kamar khusus.Di sana dia menaruh sesajen lengkap.Hari ini dia melakukan ritual


pemanggilan Buto ijo.


Sejak kejadian kesurupan massal tempo hari,


perusahaan bude Wati mengalami penurunan


omzet.Para klien meragukan kinerja karyawan,Bahkan beberapa perusahaan memutuskan kontrak sepihak.


Bude Wati sengaja memanggil Buto ijo untuk


memikat para klien kembali.Hari ini rencana nya bude Wati akan menghadiri tender dari salah satu instansi pemerintah.Mereka menawarkan proyek pengadaan seragam.


Bude Wati butuh jasa Buto ijo itu untuk memenangkan tender besar kali ini.


Bude Wati bersemedi di depan meja sesajen.


Di atas meja sudah tersedia sesajen lengkap


untuk disantap Buto ijo tersebut.


Bude Wati komat-kamit mengucap mantra pemanggil Buto ijo.Tak berapa lama, angin berhembus kencang di ruangan itu.Lampu ruangan tiba-tiba mati,dan tercium bau busuk


seperti bangkai.


Bude Wati membuka matanya.Dihadapannya sudah berdiri sosok Buto ijo yang tadi


dipanggilnya.


"Aku butuh bantuanmu......ikutlah denganku


hari ini"


"Hrrrrrrrr...!!!!!".Buto ijo itu menggeram.


"Kalau kau bekerja dengan baik, hari ini kau boleh mengambil adikku sebagai imbalannya".


Buto ijo menjawab perkataan bude Wati dengan Geraman.Itu artinya dia setuju dengan penawaran bude Wati.


Bude Wati keluar ruangan diikuti sosok Buto ijo tersebut.Dia membawa tumpukan map besar.Bude Wati kemudian menghampiri


meja Nisa.


"Nisa,,,,,tolong kau periksa proposal ini,,


usahakan hari ini selesai,setelah itu


taruh di mejaku".


"Ingat Nisa,,,jangan pulang kalau tugasmu


belum selesai,,,kau mengerti???".


"Baik Bu".

__ADS_1


Nisa mendongak ke atas melihat penampakan Genderuwo yang bersama bude Wati, menggeram ke arahnya.


Rupanya Buto ijo itu sudah berani terang-terangan menampakkan diri di hadapan Nisa.


Keduanya berlalu dari hadapan Nisa.


Bude Wati tersenyum ke arah Buto ijo.


Kali ini dia akan membuat keponakannya sibuk di kantor.Dengan demikian Buto ijo itu


bisa memangsa adiknya dengan leluasa.


Lagi pula ayah Nisa juga sedang pulang


kampung.Nanti bude Wati akan membuat kematian ibu Nisa, seolah-olah adalah karena


kecelakaan.


Bude Wati langsung pulang setelah memenangkan proyek tadi siang.Sesuai


janjinya, dia akan menjadikan ibu Nisa


sebagai tumbal persembahan bagi Buto ijo itu.


Kebetulan ibu Nisa ada di dapur.Bude Wati menghampirinya untuk berbasa-basi.


"Sudah sore, kenapa Nisa belum pulang juga mbak??".


"Nisa hari ini lembur, kemarin ada libur tiga hari, jadi tugas di kantor menumpuk".


"Kalau begitu aku siap kan makan dulu,mbak".


"Prang.......!!!.


Gelas yang ada di atas meja tiba-tiba terjatuh.


"Pulang Nisa............Sekarang........pulang!!".


Nisa mendengar bisikan di telinga nya.


"Kau kenapa Nis???".


"Kalau masih sakit seharusnya jangan memaksakan diri".


"Dito,,,dari tadi perasaanku tak enak,ibu di rumah sendirian".


"Memangnya kenapa????".


"Aku takut ibu kenapa-napa, kau tahu,,Buto ijo itu mengikuti bude Wati dari tadi pagi".


"Ayo Nis,,, aku antar kamu pulang,,,sekarang!!".


"Tapi,,, pekerjaanku belum selesai".


"Sini,,,,berikan padaku biar Reni yang mengerjakannya".


Nisa dan Dito memacu sepeda motornya


dengan kecepatan tinggi.Nisa ingin cepat sampai ke rumah.


Ibu Nisa selesai membereskan piring bekas makan mereka berdua.Bude Wati sudah pamit istirahat dari tadi.Di dapur sendirian membuat bulu kuduknya merinding.


Ketika tengah mencuci tangan,tiba-tiba pintu dapur tertutup sendiri.Ibu mengira ada angin kencang,dia berjalan hendak membuka pintu.


Anehnya, pintu terkunci dari luar.


Ibu berusaha membuka pintu dapur, saat terdengar suara geraman di belakangnya.


Ibu berbalik mencari arah sumber suara.


Berapa kagetnya ibu melihat sosok mengerikan dibelakangnya,bersiap hendak


menghampiri dirinya.


Ibu panik, berusaha membuka pintu sambil berteriak minta tolong.

__ADS_1


"Mbak,,mbak Dewi.....tolong aku mbak,,


buka pintunya mbak!!!!".


"Pergi kau mahluk jelek,,,aku tidak mengganggumu.....pergi sana!!!".


Bukannya menjauh, Buto ijo itu malah semakin mendekat. Ibu meraih pisau dapur


di atas meja keramik.Dia mengacungkan pisau itu di depan perut Genderuwo.


Pisau yang dipegang ibu tiba-tiba bergerak sendiri.Kedua tangan ibu memegang pisau itu dan mengarahkannya ke perutnya sendiri.


Ibu menangis dan menjerit minta tolong,


ketika pisau itu sudah hampir menembus perut.Ibu tak kuasa mengendalikan pisau yang digenggamnya.Genderuwo itu masih berdiri dipojokkan dengan seringai yang


mengerikan.


Sementara di luar pintu dapur, bude Wati sudah tidak mendengar suara adiknya lagi.


Bude tersenyum puas dan kembali masuk ke


kamarnya.Kali ini Buto ijo sudah mendapat


mangsa, yaitu adiknya sendiri.


Nisa berlari secepat kilat masuk rumah.


Nisa berteriak memanggil ibunya.


Sepi,,,,tidak ada jawaban.Nisa lalu


menuju ke dapur.


Pintunya terkunci dari dalam.Nisa berteriak


memanggil ibunya.Nisa mendengar sahutan lemah dari dapur.


"Nisa..............tolong.......ibu.......".


"Ibu!!! ibu ada di dalam??".


"Minggir Nis, biar aku dobrak pintunya".


Nisa menjauh dari pintu.Dito mendobrak


pintu dapur.Nisa shock mendapati kondisi


ibunya yang tergeletak di lantai dapur.


Ibu memegang pisau yang menancap di perutnya.Lantai dapur bersimbah darah.


Nisa mencabut pisau diperut ibu dan mengikatnya dengan kain.Sementara


Dito mengangkat ibu ke dalam mobil.


Keduanya bergegas menuju rumah sakit.


Kondisi ibu sudah sangat lemah.Ibu hampir


pingsan menahan sakit.


"Bertahanlah Bu,,Nisa mohon,,,ibu pasti baik-baik saja".


Air mata Nisa tak berhenti mengalir.Dia menyesali peristiwa yang terjadi pada ibu.Nisa mengutuk dirinya yang tak becus menjaga ibu.


"Tenang Nis, kendalikan dirimu,aku yakin


ibu akan baik-baik saja".


"Aku takut Dito,".


"Kita sudah sampai,,,bersiaplah Nisa".


Nisa dan Dito menunggu ibu diruang operasi.

__ADS_1


Ibu kehilangan banyak darah. Nisa memanjatkan doa di dalam hati agar operasi ibu berjalan lancar.


__ADS_2