Bukan Mauku

Bukan Mauku
Merasa mual


__ADS_3

Dimas mundur, mengakhiri aktifitasnya, cup mengecup kening istrinya, sebagai terimakasih, Dimas berbaring dan memeluk sang istri, "Aku berharap benihku kali ini berbuah, sayang cepat hamil,?" mempererat pelukannya, sementara Naya terharu mendengar suaminya yang sangat berharap seorang baby dari rahimnya, ingin sekali kata maaf terucap dari bibir Naya maaf jika dirinya tidak bisa memberikan itu, namun bibirnya seolah terkunci.


Pagi-pagi habis sholat subuh bersama suami, Naya langsung ke dapur, untuk membuat sarapan, kebetulan orang rumah bertambah, Oo Naya sedikit mual, namun dia anggap biasa toh dia punya penyakit lambung, "Uuh.., lambungku kambuh nih," Naya segera minum air hangat.


Kemudian melanjutkan membuat nasi goreng, juga menyiapkan susu hangat, Dimas pun turun dengan kemeja yang belum di kancing kan, nyamperin Naya dan berdiri di dekatnya, Naya menoleh setelah mengaduk susu coklat hangat.


"Kenapa belum di rapikan nih kemeja,?" sambil mengancingkan satu/satu.


"Bapak dan Mama, sudah bangun belum,?" Dimas mencari keberadaan orangtuanya.


"Em.., gak tau, dari tadi..,aku belum melihatnya, ya Bi,?" melirik bi Taty.


"Iya.., mungkin belum bangun Tuan,"


"Ya sudah aku cek dulu sebentar,?" Dimas meneguk susu hangat lalu sisanya dia simpan di meja, Dimas bergegas membangunkan orangtuanya.


Setelah di depan pintu Dimas langsung mengetuknya, "Pak, Mak sudah bangun belum..,?" Dimas berdiri di situ.


Beberapa saat Dimas menunggu akhirnya pintu terbuka, Mamanya yang nampak baru bangun, "Ada apa,?" sembari mengucek matanya.


"Sudah pagi, kita sarapan,?" lirih Dimas.


"Iya, Mama bersih-bersih badan dulu," melengos dan menutup pintu, Dimas membalikan badan menghampiri Naya kembali.


"Bangun belum yang,?" tanya Naya melihat suaminya balik sendiri.


"Baru bangun, mau bersih-bersih dulu katanya."


"Oh," Naya membulatkan mulutnya, Naya mengoleskan selai srikaya ke roti dan ia santap begitu nikmat, Dimas memandangi sang istri, yang begitu menikmati rotinya.


"Bi nanti siang, belanja ya,? bahan-bahan sudah menipiskan,?" Naya mengalihkan pandangan pada bi Taty yang tengah menyapu.


"Iya Bu, tinggal buat sore aja yang ada," bi Taty menghentikan aktifitasnya sejenak.


"Makanya Bi, belanjanya cukupkan untuk satu minggu ke depan," sambung Naya.


"Baik Bu,?" bi Taty melanjutkan lagi tugasnya.


"Sarapan sekarang yang,?" Naya menoleh Dimas.


"Minggu depan aja yang,? he..,he..," ucap Dimas.


"Hem..," Naya mengambil nasi goreng dan ayam goreng kesukaan Dimas, lalu menyuapinya, "Nanti sore dokter nando ke sini kan,?" sambung Naya.


"Iya, nanti terapi lagi setelah pulang dari luar kota," Jawab Dimas, Naya hanya mendengarkan, setelah Dimas selesai makan kedua orang tuanya baru datang, ke meja makan.

__ADS_1


"Sarapan Pak, Mak,?" Naya mengangguk hormat.


"Lah.., kalian sudah sarapannya,?" bu Hesa memandangi bekas makan Dimas.


"Iya Mak, lapar," Dimas nyengir.


"Semalam kali kecapean ya,? makanya lapar," kata Bapaknya, sambil duduk.


"Bapak tau aja, ha..,ha..," Dimas terkekeh, sementara Naya tersipu malu.


"Kau berangkat pagi,?" tanya Bapak Dimas.


"Iya Pak,"


"Oh, Bapak juga bentar lagi ada urusan ke luar," Bapak mulai sarapan begitupun bu Hesa.


"Bi kenapa ini lantai masih kotor,?" bu Hesa melihat lantai bergantian dengan ke bi Taty.


Bi Taty menoleh, dan Naya pun sama menoleh lantai yang mereka rasa bersih kok, tapi kenapa bu Hesa bilang masih kotor,? kan aneh.


"Bersih kok Mak, barusan Bibi bersihkan," Naya menatap heran.


"Iya Ibu besar, barusan Bibi sudah bersihkan,?" ucap bi Taty.


Mata bu Hesa mengitari tempat sekitar, "Masih berdebu, kok di bilang bersih.?"


"Oh, biar Bibi nanti balikan lagi ngepel nya," sahut bi Taty yang berdiri di pojokan.


"Mak, makan,?" ajak suaminya, bu Hesa mendelik.


Dimas melihat jam tangan mewah yang menempel di tangannya, Dimas melik istrinya, "Siang nih yang, aku pergi dulu yah.?"


"Oh iya, hati-hati,? jangan ngebut ya,?" Naya mencium punggung tangan Dimas, dan seperti biasa Dimas mengecup kening sang istri, di tambah pipi kanan dan kiri.


"Baik-baik di rumah,?" Dimas beranjak sambil mengelus pipi Naya lembut.


"Hem..," Naya mengangguk.


"Pak, Mak, aku berangkat kerja dulu,?" Dimas bersalaman dengan kedua orang tuanya.


"Ok, hati-hati,?" ucap orang tuanya bergantian.


"Assalamu'alaikum..,?" Dimas berjalan menuju garasi.


"Wa'alaikum salam..,?" Naya melambaikan tangan, setelah Dimas melajukan motornya Naya, membereskan bekas makannya.

__ADS_1


Usai makan, Bapak mertua siap-siap tuk berangkat, katanya ada urusan ke luar, Naya pun berpamitan untuk ke atas, bu Hesa bersantai depan TV.


"Oya Bi, nanti ambil uang buat belanjanya ke atas ya,?" Naya menoleh bi Taty yang tengah beres-beres, "Oiya juga, lantai yang sudah di bersihkan gak usah di pel lagi, capek, udah bersih kok, Mama gak usah di dengar," Naya pelan.


"Baik Bu," bi Taty mengangguk.


Naya mulai merasa mual lagi, namun di tahan, dia berjalan pelan menuju tangga, berpegang pada pegangan tangga Naya menaiki anak tangga, "Aduh kepala pusing, bentar pusing lagi," gumam Naya pelang, "Mual juga, ya Allah jangan buat aku sakit, besok mau perjalanan bersama suamiku, kalau aku sakit gimana,? jangankan ikut, Dimas pun gak mungkin berangkat, gak mungkin dia meninggalkan aku sendiri," batin Naya.


Sesampai di kamar langsung menjatuhkan tubuhnya di atas tempat tidur, yang biasnya langsung sholat duha kali ini berbaring lebih dahulu.


Beberapa saat berbaring Naya bangun untuk ke kamar mandi tapi.., badannya terasa lemas sekali, dan Naya tak berani melangkah, "Ya Allah aku kenapa nih,? jangan sampai aku sakit ya Rob," Naya mendongak ke langit-langit.


"Setelah tenaga sedikit terkumpul, Naya turun dan mendekati kamar mandi, Naya mengambil air wudu, kemudian keluar melintasi pintu, dan hampir saja tubuh Naya oleng kalau saja tak berpegang pada pintu pasti tubuh Naya ambruk ke lantai.


Untungnya Naya punya tenaga untuk pegangan, "Astagfirullah..," Naya sejenak terdiam di sana, lalu mendekati tempat tidur dan duduk di sana, "Rus sholat dulu nih, habis sholat baru istirahat," batin Naya, kemudian dia menunaikan sholat duha, karena sebaik-baik istri di rumah adalah mendoakan suamianya yang tengah bekerja.


Selepas membereskan peralatan sholatnya Naya naik ke tempat tidur, tarik selimut dan pejamkan mata.


Tok...


Tok...


Tok.., "Bu, Ibu sedang apa,?" suara ni Tati dari balik pintu.


Naya membuka matanya dan mencoba bangun, "Masuk aja Bi,?" pekik Naya.


Setelah mendengar jawaban dari dalam, bi Taty membuka pintu dan menutupnya, lantas masuk mendekati Naya yang duduk bersandar di tempat tidur, "Bibi Mau belanja Bu,?" bi Taty berdiri di dekat tempat tidur.


Naya merogoh sakunya, mengambil uang yang sudah di siapkan buat belanja, "Ini Bi uangnya, belanja yang banyak ya,? biar Bibi gak harus sering-sering belanja, buat ongkosnya juga, dan hati-hati ya Bi.?"


"Oh iya Bu," bi Taty mengambil uang dari tangan Naya, "Apa Ibu mau beli sesuatu,? kok Ibu pucat, sakit bukan,?" bi Taty baru menyadari wajah Naya sedikit pucat.


Naya menggeleng, "Nggak Bi, lagian besok aku jadi berangkat, aku gak sakit cuma sedikit pusing ingin tidur," sahut Naya membaringkan kembali tubuhnya, "Oya Bi, nanti tolong di tutup rapat pintunya,?" pinta Naya.


"Iya Bu, bener gak perlu apa-apa yang harus Bibi kerjakan,?" masih berdiri memandangi majikannya.


"Tidak Bi," jelas Naya, barulah bi Taty beranjak dari tempat tersebut, tidak lupang menutup pintu dengan rapat, bi Taty turun, dan mengambil catatan yang harus di beli agar tidak lupa, ketika melintasi bu Hesa, tengah asik nonton TV.


"Naya mana,?" tanya bu Hesa setelah melihat bi Taty melewatinya.


"Ibu, sedang istirahat di kamar," sahut bi Taty.


"Jam segini istirahat,?" mendekatkan dengan penyakit, pantas belum punya anak juga,?" bibirnya komat kamit.


Bi Taty tidak ingin menjawab, dia melah melengos meninggalkan bu Hesa, yang menggerutu, "Gimana mau punya anak, pagi-pagi sudah tidur, gak ada kerjaan, eh tapi.., emang semua kerjaan sudah ada art ya,? buat apa kita sebagai majikan capek-capek, bener-bener," sambil menyeringai sendiri.

__ADS_1


,,,,


Terimakasih reader ku, masih mengikuti cerita ini, dan semoga kabar kalian selalu berada dalam lindungan Allah yang maha kuasa, Aamiin.., ok, jangan lupa selalu lake, komen, rating dan vote nya dong๐Ÿ™๐Ÿ™


__ADS_2