
Assalamu'alaikum... apa kabar semua reader 'ku, soga ada dalam lindungan Allah swt ya reader 'ku yang baik semua, kali ini aku mau promoin karya yang kini sedang aku tulis yang berjudul "Surat Kontrak Menikah" SKM itu mengisahkan Laras si istri ke empat dari seorang ceo yang bernama Malik Ibrahim, semoga kalian suka, sebagai ganti Naya dan Dimas ya.
Terus dukung aku ya🙏🙏🙏
Zayn mengangguk, "Yaps, tau lah tentang cinta, itu benar, karena saya tidak ingin berkomitmen, tidak ingin memakai hati, takut bila sudah jatuh cinta, terluka."
"Lagak kau banyak istri, tapi yang kini lebih melayani kau istri muda mu itu, kenapa gak kau ijinkan bekerja saja, biar dia ada kegiatan gitu di luar," Ujar Zayn menatap Ibra yang berputar-putar di kursi kebesarannya.
"Nggak-nggak, dia tidak boleh bekerja, biar di rumah saja, atau mendampingi 'ku bila ada pertemuan, yang lain pada sibuk gak ada waktu buat saya," Tegas Ibra sambil melihat langit-langit.
"Kau tahu perubahan surat kontrak istri muda mu itu,?" tanya Zayn.
"Apa.?"
__ADS_1
"Di larang jatuh cinta."
"Hem..," Ibra menyunggingkan bibirnya, "Maksudnya.?"
"Iya Laras tidak diperbolehkan jatuh cinta kepada suaminya, Dian yakin 100% kalau suami tercinta nya tidak akan mencintai dia. selain Dian seorang," sambung Zayn sangat serius.
Helaan napas Ibra begitu kasar, dulu sih iya ia sangat mencintai Dian, tapi dengan seiringnya waktu, dia tidak bisa memberikan anak, terus menyuruh menikahi Yulia beberapa waktu kemudian menikahi Mery, sementara Dian sendiri semakin kesini semakin mencari kesibukan, dan semakin tidak ada banyak waktu buat suami, berdalih tidak adanya dia di sisi suami kan masih ada istri yang lain, dan sedikit demi sedikit rasa itu memudar.
"Oya, apa kau tidak ingin istri-istri mu lebih ada waktu buat suaminya,?" tanya Zayn kembali, kini duduknya beralih ke sofa.
"Berarti kau telah jatuh cinta sama si Laras," ucap Zayn melihat Ibra sering tersenyum sendiri, rona bahagia terpancar jelas dari sorot matanya, nampak jelas dari raut wajah Ibra.
Mendengar perkataan Zayn, Ibra hanya tersipu.
__ADS_1
"Tuh.., kan, kau tersipu malu, nampak jelas bila kau sedang jatuh cinta, secara gitu, dia cantik walaupun penampilannya sederhana, manis, ramah, saya juga mau tuh sama di-!
Pletakk.., ballpoint milik Ibra mengenai kepala Zayn, membuat Zayn meringis kesakitan, memegangi kepalanya, "Apa-apaan kau,? sakit tau."
"Kau yang apa-apaan,? ngomong asal saja, mau saya pecat kau," Ibra dengan suara lantang.
Membuat Zayn menciut. "Sorry-sorry."
"Keluar kau, jangan lupa besok pagi jemput orang tua saya di bandara, langsung bawa ke kantor, setelah itu barulah ke rumah," jelas Ibra mengibaskan tangannya di udara.
Zayn pun beranjak, sesekali mengusap kepalanya, "Baik lah Tuan akan saya ingat pesan mu itu," kemudian berjalan mendekati pintu, namun di depan pintu dia hentikan langkahnya dan memutar badan menatap Ibra, " Tuan yang sedang jatuh cinta ! boleh lah saya pinjam Nona muda barang semalam saja," Zayn masih sempat-sempatnya menggoda Ibra membuat tangannya yang memegangi ballpoint, bersiap melemparkan lagi kearah Zayn, Zayn bergegas menghilang di balik pintu sambil tertawa.
Ibra nampak kesal, "Ada-ada saja, sudah gila kali tuh orang, masa istri orang dianggap barang," Ibra mengeratkan giginya.
__ADS_1
********
Lanjut di bacanya di novel "Surat Kontrak Menikah" ya reader 'ku semoga kalian suka, dan terus mendukung 'ku🙏