Bukan Mauku

Bukan Mauku
part 33


__ADS_3

Sonya semakin merasa ngeri melihat tatapan Isco.


"Bisa gak sih manggilnya yang enak dikit, ini bukan kantor." Kata Isco terlihat kesal.


"Maafkan saya pak," kata Sonya.Membuat Isco makin jengah dibuatnya.


"Saya hanya ingin bilang terimakasih karena anda sudah bersedia memberi saya utang lagi." Kata Sonya.


"Nanti kita bicarakan, sekarang istirahatlah kamu pasti lelah." Ucap Isco sambil menarik tangan Sonya hingga Sonya tersungkur tepat diatasnya.


Sonya yang kaget langsung menggulingkan diri ke sebelah Isco.


"Tentang hutangmu saya menuntut kompensasi." Bisik Isco membuat Sonya merinding di buatnya.


"Kompensasi? kompensasi apaaaa? Jangan jangan? Oh tidak, aku belum mandi pasti bau," otak Sonya bergerilya menerka-nerka maksud Isco.


Namun saat dirinya melirik kearah Isco, dia mendapati Isco sudah tertidur. Hal itu membuat Sonya geli sendiri atas pemikiran mesumnya.


--------------------

__ADS_1


Sekitar pukul lima sore rombongan pengantin telah tiba di hotel. Saat tengah di rias Sonya berkali-kali menguap karena mengantuk dirinya tak sempat tidur tadi karena ucapan Isco mengenai kompensasi.


Acara resepsi pun dimulai, Isco nampak menggandeng Sonya sambil berjalan dan naik keatas pelaminan dan menyalami para tamu yang kebanyakan pengusaha itu.


Sonya nampak kelelahan dan masih terus menguap sementara Isco begitu bersemangat terlebih saat dia kehadiran teman-temannya waktu SMA dulu. Mereka berfoto ria dengan berbagai gaya Sonya hanya menurut mengikuti gaya mereka.


"Ya udah,, selamat yaa broo bini lo cantik benerr." Kata salah seorang temannya.


Isco membalasnya dengan senyuman bangga.


Membuat Sonya memutarkan bola matanya malas,, sungguh harapannya kini ialah segera tidur dibawah selimut yang lembut.


Sesekali Sonya tak dapat menahan matanya dan memejamkan matanya, Isco yang menyadari itu berkali-kali menyenggolnya dengan sikunya agar Sonya kembali menyalami tamu..


Isco yang baru keluar dari kamar mandi kaget melihat Sonya tengah tertidur dengan posisi terlentang dan merentangkan kedua tangannya.


Isco menggelengkan kepalanya dan ikut naik ke tempat tidur dia mengambil tangan Sonya diletakannya di perut Sonya.


Tapi tak lama tangan itu kembali ke asalnya dan kini menindih dada Isco.

__ADS_1


Isco yang baru saja akan terlelap menjadi bangun kembali, "jadi cewek gak ada manis-manisnya ckck," gumam Isco namun tersenyum melihat wajah damai Sonya.


Sekitar pukul 4 pagi Sonya terbangun dan pergi ke kamar mandi. Dia mendapati Isco disebelahnya dia pun naik kembali ke tempat tidur pelan pelan ia takut membangunkan Isco.


Saat Sonya akan kembali memejamkan matanya, Isco terbangun dan merubah posisinya menghadap Sonya.


Sonya yang kaget melirik, "apa liat -liat?" Kata Isco membuat Sonya menggeleng cepat dan berbalik kesisi berlawanan sehingga dirinya membelakangi Isco.


"Kamu harus bayar kompensasinya sekarang," kata Isco lagi.


"Dalam bentuk apa?" Kata Sonya sambil terus membelakangi Isco.


Isco menarik Sonya, sehingga kini Isco dapat melihat wajah Sonya.


Isco menatapnya dalam dan makin mendekatkan dirinya membuat jantung Sonya bertalu-talu tidak karuan.


"Aku mau konpensasi," kata Isco lagi.


"Iya.. Kompensasinya apaaaa? Dasar nih orang ga jelas," gerutu Sonya dalam hati di tengah kegugupannya.

__ADS_1


"Konpensasinya adalah tubuhmu." Kata Isco sambil menatap Sonya yang memelototkan kedua matanya kaget.


bersambung


__ADS_2