Bukan Mauku

Bukan Mauku
part 30


__ADS_3

Seperti hari hari sebelumnya Isco nampak gelisah dia sangat merindukan Sonya. Kesibukkan di rumah orangtuanya sungguh tak mengalihkan fikirannya.


"Isco, sebaiknya kamu istirahat nak besok kan hari pernikahanmu," kata Pak Hadijaya yang melihat anaknya tak tenang di sofa tengah rumah.


"Belum ngantuk pah, baru jam tujuh.. Aku juga mau liat proses pembuatan seserahan ini," kata Isco sambil memperhatikan orang-orang yang sedang menghias itu.


Pak Hadijaya hanya tersenyum mendengar jawaban anaknya, sebenarnya dia mengerti apa yang dirasakan oleh anaknya itu karena dia pun pernah mengalaminya.


Isco berjalan menuju teras rumah, keadaan rumah yang ramai membuatnya kurang nyaman sehingga membuatnya keluar rumah. Namun saat diteras bayangan Sonya kembali muncul dan kini tanpa fikir panjang dirinya menuju garasi dan menaiki mobilnya kebetulan kunci cadangan selalu dia simpan di garasi sehingga dirinya tak perlu masuk rumah lagi.


"Hanya sebentar saja, hanya melihat wajahnya dikejauhan juga ga apa, yang penting aku bisa melihatnya," gumam Isco selagi melajukan mobilnya.


Ponsel Isco tiba-tiba berdering, Isco pun mengambilnya dan melihat dilayar panggilan dari Papa.


Isco merasa gamang sambil terpaku pada ponsel tanpa melihat jalanan saat pandangannya kembali ke jalanan dia terkejut melihat mobil box di depannya dan akhirnya dia kehilangan kendali memutar kemudi kearah kiri tanpa tau ada tiang lampu disana dan BRUKKKKKK... Mobil Isco menabrak tiang itu.


-----------------

__ADS_1


Di tempat lain Sonya nampak gelisah menghadapi hari esok, di tengah keramaian masih saja dia melamun, Bu Hartati tergopoh-gopoh menghampirinya sambil membawa ponsel miliknya.


"Nak, telpon dari Ersya," kata ibunya.


Sonya mengerutkan keningnya, kemudian meraih ponselnya dan berbicara, "hallo Sya, ada apa?"


"Kak Isco kecelakaan sekarang ada di rumah sakit xxx cepat kemari aku tunggu." Kata Ersya diseberang sana.


Seketika dunia Sonya seakan kembali runtuh dia menjatuhkan ponselnya berusaha tenang menahan air matanya.Bu Hartati menjadi panik melihat tingkah anaknya itu lalu bertanya "ada apa nak?"


"Sonya pergi dulu bu, Isco di rumah sakit." Kata Sonya yang mengambil tas dan kunci mobilnya.


Salah seorang kerabat berinisiatif ikut menemani Sonya karena takut ada sesuatu yang buruk terjadi.


--------------------


Sementara ditempat lain Isco nampak berbaring di ranjang rumah sakit, dia diceramahi habis-habisan oleh ayahnya.

__ADS_1


Setelah selesai memarahi Isco, ayahnya pergi untuk mengurus administrasi dan kepulangan Isco.


Isco nampak kesal karena niat awalnya gagal, "kenapa sii pengen liat doang calon istri susah banget." Katanya sambil menjatuhkan diri ke bantal lalu menutup dirinya dengan selimut saking kesalnya.


-----------------


Sonya yang baru datang ke rumah sakit nampak berlari setelah tahu ruangan Isco, dia langsung menuju kesana.Betapa kagetnya Sonya karena saat membuka pintu kamar yang di tempati Isco dia mendapati Isco telah tertutup selimut, dia berfikir Isco meninggal.


Sonya tak bisa lagi menahan tangisannya dia berlari, menjerit, memeluk tubuh Isco.


Isco yang ikut kaget hanya diam saja.


"Kenapa kamu ninggalin akuuu? Kenapa kamu sama sajaaaa? Aaaaaaa..." Sonya tak bisa mengontrol dirinya lagi.


Sonya berfikir Isco telah meninggal dan nasib itu terulang. Sonya meraung pilu mendapati calon suaminya tertutup selimut.


Semakin lama semakin pilu isakan Sonya, Isco yang mulai tak tega akhirnya memeluk Sonya erat. Membuat Sonya diam seketika.

__ADS_1


Agak lama berpelukan akhirnya Isco melepaskan pelukannya dan meletakkan tangannya pada pipi Sonya dan menatap Sonya lekat kemudian berkata, "aku tidak akan pernah meninggalkan kamu"


bersambung


__ADS_2