Bukan Mauku

Bukan Mauku
part 25


__ADS_3

Sonya menghampiri Bu Hartati yang lama buka pintu, namun dirinya dibuat tercengang saat sampai didepan..


Terlihat 3 mobil mewah, lalu kerumunan tetangga, di tambah orang-orang yang turun dari mobil itu..


Orang-orang itu membawa berbagai benda yang mirip adegan seserahan.


Di mobil utama keluarlah seseorang yang Sonya kenal, dia memasang wajah datar.


Kemudian diikuti seorang pria paruh baya, dan ya Sonya tau siapa orang itu dia adalah pak Hadijaya, pemilik sekaligus direktur utama dari kantor yang seminggu lalu adalah tempatnya bekerja.


Bukan hanya mereka, ternyata Ersya pun datang menggandeng seorang wanita yang sudah agak berumur namun masih anggun nan cantik, dia adalah ibu tiri dari Isco Hadijaya..


Ditengah keterkejutan itu Bu Hartati mempersilahkan mereka untuk masuk ke dalam rumah, sementara orang orang yang tadi membawa bingkisan- bingkisan itu berdiam di teras.


Sehingga di ruang tamu hanya ada Ersya, Isco, beserta kedua orang tuanya dan Sonya..


Sementara Bu Hartati mengambil minum beserta camilan, setelah tadi memaksa melakukannya padahal Sonya melarangnya.

__ADS_1


Setelah Bu Hartati kembali, barulah Pak Hadijaya memulai pembicaraan, "perkenalkan saya ayah Isco dan ini istri saya."


Bu Hartati dan Sonya mengangguk dan tersenyum menanggapinya..


"Kebetulan kami tinggal di Amsterdam, Sonya pun pasti sudah tau.." Kata ayah Isco sambil menatap Sonya ramah.


Sementara Sonya tersenyum kikuk..


"Tapi kemarin malam Isco menghubungi saya, bahwa dia punya niat baik."


"Jadi kami disini bermaksud untuk melamar anak ibu untuk Isco," kata Pak Hadijaya melanjutkan pembicaraannya..


Sontak Sonya menoleh tanpa bisa menutupi keterkejutannya.Pandangan Sonya beralih menatap Isco mengisyaratkan banyak pertanyaan di dalamnya.


Sementara Isco tersenyum tipis membalas tatapan Sonya.


"Menurut Isco, Sonya sudah pasti setuju tanpa harus bertanya. Oleh karena itu saya sudah menyiapkan cincin ini sebagai tanda diterimanya lamaran ini."

__ADS_1


Sonya makin terkejut dan hendak bicara, namun Isco yang sudah berjaga akan situasi seperti ini langsung menyela, "sini sayang jarimu.."Kata Isco sambil mengambil tangan Sonya dan memakaikannya cincin itu.


Sonya begitu kaku dan menarik tangaannya namun percuma,,genggaman Isco begitu kuat, hingga akhirnya terpasanglah cincin pengikat itu di jari manisnya.


"Ibu senang nak.." Haru Bu Hartati tak tertahan hingga ia mengeluarkan air mata bahagia, disambut pelukan dari Sonya..Sungguh Sonya tak sanggup mengatakan apapun tentang apa yang dianggapnya sandiwara ini.


"Sudah resmi ya sekarang jadi, sebaiknya pernikahan disegerakan menurut ibu tanggal yang tepat kapan??" Tanya Pak Hadijaya.


"saya ikut saja bagaimana baiknya,,iya kan Sonya." Kata bu Hartati.


Sonya hanya mengangguk tak berarti, dia bahkan hampir menyerah dengan hidupnya.. Sungguh ingin sekali Sonya membawa pemukul bola kasti untuk memukul kepala Isco yang terlihat tenang di hadapannya.


"Isco ini anak yang susah ditebak bu,, kalau dia sudah menginginkan sesuatu harus segera dia dapat dan satu lagi ini pertama kalinya dia terbuka tentang perempuan haha," cerita ayah Isco memecah suasana jadi lebih ringan.


Semua benda-benda yang tadi dibawa sudah dibawa masuk.. Terkadang obrolan mereka berakhir dengan tawa.. Berbeda dengan satu orang di sudut kursi sana yang menahan kegeraman akan kejadian yang tak terduga ini dia ialah Sonya.


bersambung..

__ADS_1


__ADS_2