
Sonya tersentak mendengar ucapan Isco.
"Ko malah bengong, cepat berikan kompensasinya!!" Seru Isco.
Sonya makin dibuat salah tingkah karenanya, "tapi saya belum mandi," kata Sonya polos.
Isco menyipitkan matanya, "belum mandi?? Teruuuuus?"
"Ya saya masih bau, besok saja," kata Sonya.
"Besok? Tapi saya maunya sekarang," kata Isco kemudian menengkurapkan tubuhnya.
Sonya kebingungan hingga dia diam saja. Isco membalikan kembali badannya, "tunggu apa lagi, cepat pijit saya.. Itu kompensasinya," Isco sedikit kesal.
Sonya menatap tak percaya, bukan apa -apa Sonya tak percaya bahwa dirinya memikirkan hal yg tidak-tidak padahal Isco hanya minta dipijit.
"Uuuh malunyaaa, otakku ya ampun otakkuuu, sepertinya aku harus cepat mandi setelah memijit pak Isco." Batin Sonya.
Sonya pun memijit Isco, hingga Isco terlelap kembali. Setelah itu dia bergegas ke kamar mandi dan segera mandi dia berharap otaknya kembali jernih dan tidak berfikir macam-macam."Toh Pak Isco santai, tapi kenapa aku yang mesum aduuh." Gumam Sonya sambil mandi.
Selesai mandi dan mengganti pakaiannya Sonya melaksanakan kewajiban beribadahnya. Seusai beribadah dan membuka mukenanya, Sonya tersentak melihat Isco tengah duduk dipinggir ranjang sambil menatapnya.
"Kenapa tidak membangunkan?" Kata Isco.
"Ini baru saya mau bangunkan." Ucap Sonya.
"Telat.." Kata Isco kesal dan berlalu ke kamar mandi, sedangkan Sonya menggendikkan bahunya tak mengerti mengapa Isco marah.
Pagi ini Isco dan Sonya pulang ke rumah Bu Hartati, disana mereka membicarakan masalah tempat tinggal.
"sebaiknya ibu ikut kami tinggal dirumah kami," ucap Isco.
__ADS_1
"Rumah kami yang mana? Dia benar -benar aktor terbaik, pantas dapet piala oscar nih, penikahan ini sangat mirip dengan aslinya." Gerutu Sonya dalam hati.
Bu Hartati menyetujui usulan Isco dan ikut tinggal bersama dengan anak dan menantunya.
Siang ini terlihat Bu Hartati sedang berkemas, begitu pula dengan Sonya dia mengemasi barang-barangnya.
Isco memperhatikan Sonya yang masih sibuk itu.
"Siapa Marwan..??" Kata itu berhasil membuat Sonya menghentikan aktivitasnya.
"Dia teman saya pak." Jawab Sonya.
"Teman tapi mau nikah begitu?" Tanya Isco lagi.
Tubuh Sonya membeku dibuatnya , sungguh dia tak ingin mendengar apa pun tentang Marwan, itu seolah membuka lembaran lama yang tercabik disana.
"Kenapa diam? Jawab saja apa susahnya." Kata Isco lagi karna tak dapat jawaban dari Sonya, hati Isco terasa panas dibuatnya dia menganggap Sonya masih mencintai Marwan.
"Maaf pak, tapi saya rasa itu tidak penting." Ucap Sonya kesal.
Sonya dan ibunya telah selesai mengemas barang, mereka pun menuju mobil dimana Isco telah ada disana dengan muka masamnya.
Setelah semua beres mereka pun berangkat menuju rumah Isco.
Sesampainya disana, Isco tak banyak bicara dia hanya membantu menurunkan koper bu Hartati dan membawanya, sementara koper Sonya dibiarkan sehingga Sonya membawanya sendiri dengan susah payah.
"Di sini ada dua asisten rumah tangga, Bi Darti dan anaknya Salma." Jelas Isco.
Tak lama kemudian kedua asisten rumah tangga itu pun datang dan membawakan barang-barang Sonya.Sementara Isco masih membawa koper milik Bu Hartati dan membawanya ke kamar yang akan di tempati ibu mertuanya. "Di sini kamar ibu, semoga nyaman.. Kemarin kamar ini dipakai Ersya, berhubung Ersya telah pulang kerumah orang tuanya jadi di sini kamar ibu sekarang." Ucap Isco sambil tersenyum manis.
Sonya memperhatikan sikap Isco yang selalu lembut pada ibunya dan bergumam dalam hati, "koper ibu dibawain, punyaku malah diacuhin..Huhh kenapa kemarin gak nikah ama ibu aja."
__ADS_1
Kemudian Isco berlalu meninggalkan kamar itu menuju kamarnya.
Sonya masih diam di kamar bu Hartati, "Bu, sepertinya aku juga tidur disini." Ucap Sonya pada ibunya yang sedang membereskan barang-barangnya.
"Bicara apa kamu nak, ya kamu di kamar suamimu laah, kamu ini lucu," kata Bu Hartati menahan tawa.
"Sepertinya Pak Isco gak mau buu, jadi aku sama ibu aja." Ucap Sonya lagi.
Tak lama kemudian Sonya ke dapur menemui Bi Darti di sana. "Bi, tadi barang saya disimpen dimana ya?" Ucap Sonya pada Bi Darti.
"Di atas bu, mari saya antar," kata Bi Darti.
Mereka pun menaiki tangga menuju tempat yang ditunjukan Bi Darti.
"Di sini bu.." Ucap Bi Darti sembari menunjuk sebuah kamar kemudian berlalu meninggalkan Sonya yang termenung di depan pintu.
Dengan ragu Sonya membuka pintu kamar itu, ternyata kosong Sonya pun bernafas lega kemudian dia melihat kopernya dan hendak membawanya ke kamar ibunya, namun tiba-tiba Isco keluar dari kamar mandi dengan memakai kaos polos berwarna putih yg terkesan tipis dan celana kolornya.
"Mau kemana?" Tanya Isco.
"Ke kamar ibu Pak," jawab Sonya sambil menunduk.
"Kenapa kamu bawa koper kamu?" Tanya Isco lagi.
"Karna saya akan tidur bersama ibu Pak," jawab Sonya polos.
Hal itu membuat Isco kesal kemudian menggendong paksa Sonya, menghempaskannya ke tempat tidur.
Sonya kaget mendapat perlakuan seperti itu dari Isco dan menjadi sangat ketakutan dibuatnya.
bersambung
__ADS_1
maaf yaa yang ngarepin malam pertama harapan anda belum terkabul.
mungkin nanti kkkkk