
Sonya berlalu ke kamar, tanpa diduganya Isco mengikuti.
Sampainya di kamar Isco mencengkram tangan Sonya hingga hingga kini tubuh Sonya menempel ke pintu yang baru di tutup.
"ma mau apa?"kata Sonya kaget.
"mau kamu.."jawab Isco lalu mencium bibir Sonya sekilas.
"dari tadi kamu menggodaku"ucap Isco berat.
"menggoda apa?aku tidak ngapa ngapain ko"tanya Sonya.
"kamu tidak sadar ya?aku akan menyadarkanmu
"Isco menggendong Sonya lalu menurunkannya lembut di tempat tidur.
Dan terjadilah hal yang indah di sore itu.
"aaaaaaaaa...kenapa dia melakukannya selalu sore hari siii?"teriak Sonya dalam hati.
Keesokan paginya, seperti biasa Isco pamit bekerja.
"mas, nanti siang..aku boleh ke kantor kan?"kata Sonya sambil memakaikan dasi di leher Iaco.
"mau apa?"tanya Isco.
__ADS_1
"aku mau membawakanmu makan siang"jawab Sonya sedikit tersipu.
"tentu boleh,aku tunggu"kata Isco tersenyum bahagia lalu memegang bahu Sonya kemudian mencium kening istrinya itu.
Siang harinya, seperti yang sudah direncanakan Sonya berangkat ke kantor Isco sambil membawa makanan untuk makan siang Isco.
Setibanya di kantor, tak sedikit karyawan yang berbisik bisik tapi Sonya tak menghiraukannya.
Sampai tiba di depan lift dia masuk dan secara tiba tiba, Hesti pun masuk seorang diri.Dia menatap sinis Sonya, setelah pintu lift tertutup, Hesti berputar mengelilingi Sonya.
"cewek sial, kenapa kamu selalu merebut apa yang aku mau heuh"kata Hesti sambil mendongakkan dagu Sonya melepasnya keras.
"apa maksud kamu?"tanya Sonya.
"berhenti bersikap sok polos di depanku!!Dulu Marwan sekarang pak Isco yang kau rebut dariku"Hesti berteriak kini.
"kau bodoh, orang bodoh yang sangat aku benci"Hesti menampar Sonya keras menyisakan bekas merah di pipi Sonya.
Sonya menunduk menahan perih di pipinya, saat Hesti maju mau melakukan aksinya menjambak rambut Sonya, pintu lift terbuka.
Hesti kaget melihat Isco di depan pintu lift, masuk meraih Sonya supaya keluar dari lift.
"kamu saya pecat!!"kata Isco pada Hesti kemudian berjalan ke ruangannya sambil menggenggam tangan Sonya yang mengikutinya di belakang.
Hesti terduduk di dalam lift tubuhnya lemas tak di sangka dirinya dipecat secara langsung dan tak hormat, membuatnya hancur sekaligus.
__ADS_1
Sementara Isco telah membawa Sonya ke ruangannya, mendudukannya di sofa.
"kenapa kamu ga melawan?"tanya Isco.
"melawan apa?"Sonya balik bertanya.
Isco memutarkan bola matanya, lalu menyentuh pipi Sonya, "ini?pasti sakit kan?"
"ahh ga apa apa,"kata Sonya sambil menjauhkan tangan Isco dari pipinya.
"tapi kenapa mas tahu?"tanya Sonya yang baru menyadari.
"sengaja aku liat rekaman cctv karena mau melihat kedatangan kamu kesini"kata Isco.
"gak harus mecat Hesti mas"kata Sonya.
"itu bahkan tidak setimpal dengan kekurang ajarannya sama istriku"kata Isco.
(("stop maas jangan membuatku jatuh cinta"batin Sonya.))
"hei hei.., apa kamu sakit?"tanya Isco yang melihat Sonya bengong.
"enggak, ayo makan ini"kata Sonya sambil menyuapi suaminya.
Waktupun bergulir cepat, Sonya sudah lebih dulu pulang siang tadi.Kini ia tengah menantikan kepulangan suaminya di dalam kamar.
__ADS_1
Tak berapa lama Isco pun datang, dia heran tak mendapati Sonya di ruang tengah ataupun dapur.Dia berjalan menuju kamarnya berharap Sonya menyambut kepulangannya dan benar saja, setelah membuka pintu kamar Isco tertegun melihat penampilan istrinys yang beda dari biasanya, bahkan wanginya tercium seisi kamar.
bersambung..