Bukan Mauku

Bukan Mauku
part 40


__ADS_3

Di sebuah ruang IGD sebuah rumah sakit seseorang sedang bertaruh diantara hidup atau mati.Dimana saat ini dokter berusaha keras menyelamatkannya, terlebih karna tekanan dari seseorang diluar ruangan yang tampak gusar dan gelisah berharap dalam asa yang paling dalam memohon agar sang pesakitan tak menyerah.


Isco menunggu di depan ruang IGD berharap tindakan dokter dapat menyelamatkan istrinya Sonya.


Setelah mendapat pesan dari Sonya tadi pagi.Isco memutuskan untuk menyusul istrinya ke cafe bermaksud menemani Sonya dirinya takut terjadi sesuatu pada istrinya sebab dia sudah tau perangai ibu Marwan.


Dan benar saja,tibanya Isco di sana dia mendapati Sonya tengah dikerumuni banyak orang di cafe dengan keadaan yang memprihatinkan dimana Sonya kejang kejang dan mulutnya berbusa.


Isco yang terkaget segera menghampiri dan berteriak, "kenapa kalian hanya menonton..minggir kalian semua!!!!"sambil menggendong Sonya dan segera membawanya ke rumah sakit.


Isco tak habis fikir begitu banyak orang disana namun tak ada yang memiliki inisiatif menolong Sonya.Mereka hanya gila berita yang bervideo serta mengambil foto keadaan Sonya waktu itu membuat Isco geram bukan kepalang apalagi mendengar penjelasan dokter"racun di tubuh istri anda sudah menjalar ke pembuluh darah,.. anda sedikit terlambat membawanya kemari, sekarang hanya butuh keajaiban supaya istri anda bisa diselamatkan."


Isco terduduk di samping bangkar tempat Sonya berbaring..Mengusap dahi Sonya yang basah dengan keringat itu, memandangi wajahnya yang terlelap bahkan tak tahu kapan dia membuka mata membuat Isco frustasi.


Akhirnya tindakan hukum dipilih Isco untuk mendapatkan keadilan bagi Sonya..Ibu Marwan telah tertangkap dan kasusnya menjadi trending di semua media.

__ADS_1


Dua minggu lamanya Sonya koma, Isco setia disampingnya menungguinya berharap istrinya itu bangun dan tersenyum padanya.Namun keajaiban itu belum terjadi juga.


Hari itu, Isco terpaksa meninggalkan Sonya karena pekerjaannya tak dapat ditinggalkan.Berat hati dia menitipkan Sonya pada bu Hartati serta Ersya yang kebetulan cuti bekerja.


Isco pun berangkat, tinggalah di rumah sakit Ersya tengah berbincang dan menguatkan bu Hartati.


Di tengah perbincangan mereka berhenti karena merasa mendengar lenguhan.Dan benar saja di sana Sonya membuka mata sayu nya..


"buh, ibuu.."setengah berbisik.


Bu Hartati dan Ersya mendekat dengan segera dan memanggil dokter supaya datang ke sana.


Dokterpun datang dan memeriksanya, "apa yang anda rasakan?"


"mual dok, saya ingin muntah"ucap Sonya lemah dan akhirnya "hueeek hueek..."Sonya muntah berupa cairan dan berlangsung lama, sampai akhirnya di sediakan wadah penampung untuk menampung muntahan Sonya.

__ADS_1


Dua jam sudah Sonya terbangun selama itu pula dia terus muntah hanya sesekali dia diam lalu kemudian muntah lagi.


Isco datang tergesa ke rumah sakit dan membuka pintu kamar istrinya, dia mendapati istrinya tengah duduk bersandar sambil muntah kembali.


Dengan segera Isco menghampiri dan mengusap punggung Sonya pelan bermaksud mengurangi penderitaan istrinya.


Tak lama kemudian, Sonya berhenti muntah dia menatap Isco yang kini ada di sebelahnya.Isco pun merengkuh tubuh lemah Sonya erat.


"terimakasih kamu bangun, terimakasih"ucap Isco lirih.


Sonya mengangguk namun kemudian dia merasa mual kembali dan mendorong Isco, Sonya muntah kembali.


Isco tak tega melihat istrinya terus muntah muntah, dia memutuskan bertanya kepada dokter dan pergi ke ruangan dokter, "siang dok, kenapa istri saya terus muntah dok??sungguh saya tidak tega melihatnya."kata Isco tatkala sudah duduk berhadapan dengan dokter.


"anda tenang saja, muntah itu reaksi tubuh istri anda yang menolak keberadaan racun disana..Terus beri dukungan pada istri anda semoga dalam beberapa hari ini istri anda membaik."begitu penjelasan dokter yang membuat Isco sedikit lega.

__ADS_1


bersambung....


maaf ya bila agak jorok


__ADS_2