
Sonya tersenyum menyambut Isco, dia menghampiri suaminya itu dan segera membawanya masuk kemudian membiarkannya masuk kamar mandi untuk membersihkan diri, sementara dirinya menunggu sembari menyiapkan baju yang akan di pakai Isco.
Beberapa menit kemudian Isco keluar dari kamar mandi dia kembali tertegun melihat istrinya tersenyum padanya dan menyodorkan baju"ini mas,cepetan pake terus kita makan"kata Sonya.
Isco meraih baju itu namun bukan dipakai tapi dijatuhkan begitu saja di lantai.
Sonya kaget dan berfikir Isco tak menyukai pilihannya, namun Sonya salah, Isco mendekati Sonya lalu menyeringai, "kenapa terus menggodaku??akhirnya akan ku makan kamu"
Kata kata Isco membuat Sonya merinding.
Dan lagi lagi terjadilah percampuran kembali.
Dua hari telah berlalu,perjalanan rumah tangga Isco dan Sonya berlangsung manis meski belum ada salah satu dari mereka yang menyatakan cinta.
Hari ini jadwal cek up Bu Hartati, sebelum ke kantor Isco sempatkan mengantar Sonya dan ibunya ke rumah sakit.
"makasih ya mas, sudah sana berangkat nanti kesiangan"ucap Sonya saat telah tiba di rumah sakit dan akan turun dari mobil Isco
"yakin ga ada yang lupa?"tanya Isco.
Sonya mengernyitkan dahi tak mengerti namun kemudian tertegun saat tiba tiba Isco mencium keningnya, bahkan bu Hartati masih berada dalam mobil membuat Sonya bergumam dalam hati (("maafkan anakmu ini buuu, yang tak tahu tempat"))
Serangkaian drama perpisahan telah usai Sonya kini telah menunggu di salah satu ruangan tempat ibunya di periksa.
__ADS_1
Saat itu, di ruangan sebelah terdengar tangisan yang cukup keras membuat Sonya penasaran ingin melihatnya.
Sonya berdiri memperhatikan dari luar pintu, karena kebetulan pintu terbuka.Seorang wanita tengah terbaring sambil menutup mata, sedangkan seorang wanita yang masih muda menangis sesenggukan di samping bangkarnya.Terdengar dokter memberi penjelasan pada wanita yang tengah menangis itu.
"harus segera dilakukan tindakan secepatnya kalau ingin ibu anda selamat, permisi"ucap dokter tadi kemudian berlalu keluar.
Sonya memberanikan diri masuk dan melihat lebih dekat.
Sonya agak tersentak melihat wanita yang tengah menangis itu.Dia adalah Hesti.
"Hes Hesti kan?"tanya Sonya.
Wanita itu menoleh dan heran melihat Sonya, "kenapa kamu ada disini?mau menertawakanku tertawalah sepuas hatimu silahkan"
"aku mengantar ibuku cek up kemudian aku mendengar kamu menangis, maafkan aku sudah lancang masuk kemari..Beliau ibu mu?"kata Sonya.
"ibu sakit parah, harus segera di oprasi.tapi.."Hesti menggantung kalimatnya dan menangis kembali.
"tapi apa?"kata Sonya penasaran.
"tapi biayanya sangat mahal tabunganku tidak cukup, terlebih aku sudah di pecat"Hesti menunduk sembari memandangi ibunya.
Setelah mengobrol dengan Hesti, Sonya keluar dari ruangan itu dia kembali ke tempatnya semula.Namun fikirannya masih saja tetap tertuju pada ibunya Hesti yang butuh bantuan."aku bisa merasakan bagaimana sedihnya, jika ibu kita sakit Hes"batin Sonya.
__ADS_1
"ko melamun?"suara membuat Sonya menoleh terlihat Isco di sana.
"loh mas ko kemari?bukannya sedang bekerja"tanya Sonya.
"kamu pasti tidak melihat jam, ini kan sudah masuk jam istirahat"kata Isco dan mendudukan dirinya disamping Sonya.
"mas...aku boleh pinjam uang lagi gak?"tanya Sonya.
"buat apa heum, apa ibu butuh biaya lebih?"tanya Isco sambil merapikan rambut Sonya yang sedikit menutupi pipinya.
Sonya menggelengkan kepalanya"aku mau bantu teman"ucap Sonya.
"teman??teman siapa?"tanya Isco penasaran.
Sonya tidak menjawab dia enggan memberitahu jika dia ingin membantu Hesti.
"ambil ini, semua isinya milikmu"kata Isco sambil menyodorkan sebuah kartu.
"tapi mas, aku cuma mau minjem,kata Sonya.
"kamu tuh doyan banget pinjem uang,, mulai saat ini apa yang aku punya adalah milikmu begitu pun sebaliknya"kata Isco.
Mampu membuat Sonya terharu, "mas bisakah kau berhenti membuatku meleleh"
__ADS_1
Isco menatap Sonya kemudian mencium kepala Sonya hangat.
bersambung