
Keesokan paginya Sonya bersikap seolah menjadi istri yang sesungguhnya.
Dia memasak, menyiapkan air bahkan pakaian yang akan di pakai Isco.
Hal itu membuat Isco bahagia dan bersemangat pagi itu.
Setelah sarapan Sonya dan Isco berangkat bekerja, Setibanya di kantor semua mata tertuju pada mereka berdua apalagi Isco menggenggam tangan Sonya sambil berjalan masuk kantor.
Membuat berbagai mata yang melihat merasa iri, bahkan tak sedikit yang mencibir walaupun mereka tahu Sonya kini telah jadi nyonya Isco Hadijaya tetap saja mereka menganggap Sonya perempuan sial yang bermain pelet guna mendapatkan Isco.
Termasuk disudut sana terlihat Hesti bersama dua kawannya sedang bergunjing mengenai Sonya.
"dukunnya hebat yaa, gue pingin deh nanya ke si Sonya alamat dukun itu..manjur gila"ucap Hilda salahsatu teman Hesti, seakan ada beban di dadanya Hesti terlihat menaik turunkan nafasnya pertanda dia menahan amarah.
Setelah tiba di ruangan, Isco dan Sonya mulai bekerja.
"Ersya ko ga keliatan?"tanya Sonya.
"mungkin sudah diruangannya"jawab Isco masih terus fukos membaca berkas berkas di depannya.
"dia udah ganti jabatan ya, bukan asisten lagi"kata Sonya.
Isco mendelik, "kalau mau mengobrol nanti saja atau di rumah atau jangan kerja sekalian"ucap Isco sinis.
__ADS_1
Membuat Sonya menutup mulutnya, "benar-benar bermuka dua, harusnya aku tau"ucap Sonya dalam hati.
Hari itu mereka lewati dengan serius bekerja, Isco sama sekali tidak membeda bedakan karyawannya sekalipun itu istrinya.
"Nanti kamu pulang sama Ersya saja, saya masih ada pertemuan dengan client."kata Isco.
Sonya mengiyakannya, ia pun keluar dari ruangan Isco waktunya pulang.Setibanya di lobi terdengar teriakan dari belakang Sonya "Sonyaaaaaa..pulang bareng kita"teriak Ersya membuat Sonya canggung sendiri menjadi pusat perhatian.
Ersya pun menggandeng lengan Sonya dengan begitu bersemangat.
Mereka pun naik mobil Ersya dan mulai meninggalkan kantor itu.
"Sonya emm gimana rasanya menikah?"tanya Ersya disela kegiatannya mengemudi.
"Enak ga punya suami?"kata Ersya mempertegas pertanyaannya.
"ah udeh deh jangan nanya yang ga penting"ucap Sonya.
"kamu kenapa sii seperti ga bahagia gitu nikah ma kakak?"tanya Ersya semakin menyelidik.
Sebelum menjawab Sonya menghela nafasnya "kamu fikir deh Sya, aku nikah dadakan gitu, ga ada pacaran pacaran untuk pengenalan gitu.hahhh mungkin suatu saat kami berpisah"
"hussst jangan ngomong seperti itu kak Isco cinta banget sama kamu sampe rela melakukan ini untuk bisa mendapatkan kamu"kata Ersya.
__ADS_1
Sonya menghelengkan kepala pelan lalu berbicara dalam hati"itu bohong Sya, kamu ga tau aku nikah karena hutang"
Setelah itu keheningan di mobil itu tercipta, tapi tak lama berselang Sonya meminta agar diantar ke rumah lamanya untuk mengambil mobil.
Ersya pun mengiyakannya, tibalah mereka di rumah lama Sonya.
"Kamu pulang aja Sya, aku bawa mobilku nanti"ucap Sonya.
Ersya pun berlalu pergi meninggalkan Sonya di sana.
Sonya membuka gerbang itu dan menuju ke arah mobilnya, namun betapa kagetnya dia melihat keadaan mobil miliknya itu.Banyak sekali coretan dengan kata kata kasar disana.
Sonya menghela nafas dan tersenyum getir kemudian dia mengambil selang dan mencuci mobilnya sore itu.
Di tengah kegiatannya tiba tiba dua orang bertubuh kekar berjalan mendekati Sonya.
Sonya tersentak setelah salah satu dari mereka mencengkram tangannya kuat.
Dengan sedikit keberanian Sonya melawan menyiram mereka dengan air sabun yang tadi digunakan untuk mencuci mobil.
Hingga mengenai mata kedua orang itu, Sonya memiliki kesempatan untuk berlari meninggalkan mereka.
bersambung..
__ADS_1
beberapa episode lagi guyss