
Serangkaian sambutan tanda dimulainya acara pernikahan telah di lewati satu persatu.
Penghulu baru saja tiba, namun suasana makin genting saat di ketahui Ayah Sonya selaku walinya belum juga hadir.
Isco nampak memperhatikan calon istrinya yang tegang kemudian memegang tangannya sekilas seolah mengalirkan kekuatan melalui genggaman tangannya, Sonya menatap Isco di sebelahnya. Sejujurnya saat ini Sonya begitu rapuh dan genggaman Isco sangat menenangkannya.
Sekitar lima menit berselang muncullah sebuah mobil, turunlah disana ayah Sonya bersama istri barunya.
Menyapa sebentar dan kemudian meminta izin terlebih dahulu untuk berbicara dengan Bu Hartati.
Setelah tiba di sudut ruangan yang agak sepi. Mereka bertiga berdiskusi, tepatnya Bu Hartati ayah Sonya beserta istrinya.
"Suami saya mau jadi wali anak kamu, jika kamu bersedia membayar 15 juta." Kata istri ayah Sonya.
Bu Hartati tersentak dengan syarat itu, "bukankah kamu ayahnya? Dimana hati kamu? Sampai-sampai harus ada bayaran untuk kewajiban kamu ini."
Sang ayah diam, namun istrinya kembali menyaut, " di dunia ini ga ada yang gratis yak. Kalau ga setuju kita pulang."
Bu Hartati bingung dengan keadaan ini terpaksa dia mengiyakan permintaan bodoh itu. Meskipun dia belum tahu bisa mendapat uang itu darimana.
__ADS_1
Ijab kobul pun dilaksanakan dengan hidmat, sampai akhirnya kini Isco telah resmi memperistri Sonya.
Rangkaian acara telah usai, tinggal nanti malam resepsi yang akan diadakan disebuah hotel.
Karna keinginan Pak Hadijaya yang mengundang semua koleganya nanti malam. Isco menurut meski dia tahu Sonya keberatan.
Di rumah Sonya kini nampak kesibukkan pekerja yang membongkar sedikit hiasan di sana. Sementara di dalam rumah Ayah Sonya beserta istrinya masih ada untuk mengambil uang sesuai perjanjian dengan Bu Hartati.
"Saya akan transfer, kalian pulanglah," ucap Bu Hartati.
"Saya mau ambil sekarang, kamu jangan coba mengelabui kami ya," jawab istri ayah Sonya.
Sonya yang baru keluar kamar setelah melepas kebanya pun menghampiri dan duduk disamping ibunya.
"Makasih ayah udah dateng," kata Sonya tersenyum dia belum tau bahwa semua itu ada perjanjiannya.
"Apa nih cuma terimakasih.. Cepat mana uangnya kami mau pulang." Ucap istri ayah Sonya.
"Uang ? Uang apa bu?" Tanya Sonya melirik sang ibu yang kini telah menunduk lesu.
__ADS_1
"Asal kamu tau yaa, suami saya mau jadi wali kamu, karena ibu kamu mau membayarnya 15 juta," kata istri ayah Sonya.
"Apa??" Sonya dan Isco yang baru keluar kamar berkata bersamaan.
"Apa maksudnya bu?" Sonya minta penjelasan pada ibunya yang kini tengah menangis, Sonya pun memeluk ibunya dan ikut menangis.
Kemudian Isco duduk dan berbicara "Mana nomor rekening anda biar saya transfer sekarang."
Sonya dan Bu Hartati berhenti menangis dan menatap Isco.
Setelah mendapatkan apa yang diinginkannya akhirnya ayah Sonya dan istrinya pulang.
"Ibu jangan banyak fikiran sebaiknya ibu istirahat, supaya nanti malem banyak stamina," ucap Isco sambil tersenyum.Bu Hartati beberapa kali mengucapkan terimakasih sampai akhirnya pergi kekamarnya untuk beristirahat ditemani Sonya.
Setelah itu Sonya kembali ke ruang tengah namun tak mendapati Isco disana, kemudian Sonya menuju kamarnya dan benar saja disana Isco tengah merebahkan tubuhnya dengan tangan kiri menutup matanya.
Sonya duduk ditepi tempat tidur, kemudian berkata, "pak Isco, apa anda tidur?"
Isco membuka matanya dan terduduk sambil menatap Sonya tajam ada aura harimau menggala di sana membuat Sonya sedikit bergidik ngeri dibuatnya.
__ADS_1
bersambung.....