Bukan Mauku

Bukan Mauku
part 31


__ADS_3

Sonya dan Isco masih saling bersitatap makin dalam, makin dalam daaaaan..


"Ekhem..." suara deheman mengagetkan mereka. Sontak mereka menjauhkan diri mereka.


"Papa.." Kata Isco kikuk melihat ayahnya dan kerabat Sonya diambang pintu.


"Di tahan dulu ya sampai besok," ledek Pak Hadijaya.


Sonya hanya tersenyum canggung, sedangkan Isco sedikit kesal karena merasa terganggu dengan kehadiran sang ayah.


Isco pun diperbolehkan pulang semua urusan administrasi selesai. Dengan berat hati dia rela berpisah dengan Sonya, saat tiba diparkiran.


"Nitip ya pak, calon istri saya. Hati-hati mengemudinya ya pak." Ucap Isco pada kerabat Sonya,, sementara Sonya telah lebih dulu masuk kedalam mobil.


"Jangan nasehatin orang deh,, kamu sendiri ceroboh," kata Pak Hadijaya membuat Isco menggaruk tengkuknya.


Akhirnya mereka berpisah menuju rumah masing-masing bersiap untuk hari esok.


Jam sebelas malam Sonya baru sampai rumah, di teras rumahnya nampak Bu Hartati beserta banyak saudaranya tampak menunggu kedatangannya.Sebab waktu Sonya sampai semua orang seakan menantikan berita dari Sonya, mereka berhamburan menghampiri Sonya.


"Bagaimana nak?. Isco bagaimana?" Tanya Bu Hartati seraya merangkul anaknya membawanya ke dalam rumah.

__ADS_1


Sonya tersenyum kemudian berbicara,"alhamdulilah bu, pak Isco baik-baik saja.. Sonya lelah mau istirahat bu."


Semua orang pun merasa lega dan membiarkan Sonya beristirahat di kamarnya.


-----------------


Sonya memasuki kamarnya yang nampak biasa tak ada hiasan kamar pengantin di sana, sebab rencananya setelah acara selesai Isco ingin bermalam di hotel.


Sonya merebahkan tubuhnya di tempat tidur, kemudian mencoba menutup matanya. Tak bisa tidur, itu yang terjadi pada Sonya. Dirinya membalikkan badannya ke sisi kanan, namun tetap matanya tak mau terpejam.


kemudian dia berfikir,


Sonya pov:


Meskipun pernikahan ini bukan atas dasar cinta di pihaknya. Sesungguhnya aku mulai mempertimbangkan keberadaannya di hatiku. Tapi aku harus mencoba menghindari rasa ini.Aku tidak boleh mencintai orang yang tak pernah mencintaiku.


Aku harus menutup hatiku untuknya, aku tak mau merasakan kehilangan jika nanti dia meninggalkanku jika hutangku telah lunas......


Sonya menghapus setitik air mata yang keluar dari sudut mata.


Kemudian diapun mulai terlelap dalam tidurnya.

__ADS_1


Keesokan paginya, semua persiapan di mulai. Kali ini ada satu ganjalan yang masih mengganggu fikiran Sonya dan ibunya yaitu tentang wali Sonya.


Beberapa hari lalu Sonya memang telah menemui sang ayah untuk memintanya menjadi wali, sang ayah pun mengiyakannya.


Namun entah kenapa Bu Hartati jadi tak tenang akan hal itu. Pagi ini beliau berkali-kali menghubungi mantan suaminya itu namun tak pernah ada jawaban.


Sonya yang tengah dirias melihat ibunya yang tengah gelisah, seketika bertanya, "ibu kenapa?"


Bu Hartati pun melihat ke arah Sonya kemudian menghampirinya, "tidak ada nak,, ibu tidak kenapa-napa. Anak ibu cantik sekali," kata Bu Hartati mencoba menahan diri untuk menutupi ketakutannya, sebenarnya beliau takut jika mantan suaminya mengacaukan acara bahagia Sonya.


Waktu terus bergulir kini jam menunjukkan pukul 8, rombongan calon mempelai pria telah tiba.


Salah seorang kerabat Sonya yang masih gadis berlari ke kamar dimana Sonya berada..


"Mbak... Masnya dateng, ya ampuuuun ganteng nya... Gemes liatnya aku, mbak beruntung." Katanya antusias.


Sonya hanya tersenyum tipis menanggapi gadis itu.


bersambung....


moga lancar acaranya yaa

__ADS_1


doain dong..


hehehe


__ADS_2