
Isco melepas pelukannya terhadap Sonya dan menatap wajah Sonya menangkup wajahnya.
"maafkan aku, kemarin aku ga bisa mengontrol amarahku"kata Isco.
"amarah??apa saya melakukan kesalahan pak"tanya Sonya.
Isco menggelengkan kepalanya, "tidak ada yang salah hanya aku sangat marah kalau mengingat kamu masih mencintai lelaki lain"
"maksudnya apa sih, gak ngerti aku"batin Sonya.
"Kalau seperti itu mari kita mulai dari awal, saya akan bersikap baik selama masih menjadi istri anda"tawar Sonya.
"Emang jabatan seorang istri ada batasannya??"tanya Isco.
"Seharusnya sih tidak, tapi kita kan beda..yasudah cepat mandi saya sudah siapkan air hangatnya dalam kamar mandi..saya tunggu di bawah kita makan sama sama"ucap Sonya sambil menjauhkan diri dari Isco.
Sonya pun keluar kamar menuju meja makan.
Sementara Isco membersihkan dirinya di kamar mandi dengan perasaan yang begitu riang.
Setelah semua itu mereka makan malam bersama.
Sebelum tidur Isco, Sonya, bersama Bu Hartati berbincang di ruang keluarga sambil menonton tv.
Sonya duduk dekat Bu Hartati seakan menjaga jarak dengan suaminya.
Bu Hartati yang mengerti situasi memilih pergi ke kamarnya beralasan sudah mengantuk.
Tinggalah disana Isco dan Sonya berdua, Sonya berpura pura asik menonton televisi sementara Isco terlihat sibuk memainkan ponselnya.
"Pak, bolehkah saya melamar pekerjaan kembali di perusahaan bapak"kata Sonya memecah kecanggungan antara mereka.
__ADS_1
"tidak ada lowongan."kata Isco tanpa mengalihkan pandangannya.
"Kalau begitu saya akan melamar ke tempat lain."ucap Sonya.
Kemudian dia berlalu menaiki tangga pergi ke kamar Isco.
Isco mengikutinya di belakang.Mereka pun kini ada di kamar.
"Siapa yang bilang kamu boleh tidur disini"ucap Isco menggoda.
Sonya terlihat kesal hendak keluar kamar kembali, namun Isco menahannya "karna kamu terlanjur disini, temani saya main ludo king"kata Isco sambil mengeluarkan ponselnya dan duduk di karpet samping tempat tidur.
"ya tuhaaaaan...ckck"gerutu Sonya.
Mereka pun mulai memainkan permainan ludo yang mirip ular tangga itu.
"kamu tidak boleh bekerja"ucap Isco.
"kalau saya tidak bekerja bagaimana bisa bayar utang"kata Sonya.
"pokoknya tidak boleh"ucap Isco.
"saya akan tetap bekerja"kata Sonya ngotot.
"bandel ya jadi istri"kata Isco gemas lalu mencubit pipi Sonya.
Sonya mendelik tajam ke arah Isco.
"baiklah kalau memaksa saya terima lagi di kantor saya,tapii ada syaratnya"kata Isco.
"syarat apalagiii ini,hadeuh jangan bilang mau meniduriku lagi..tidaaak"batin Sonya menjerit.
__ADS_1
Isco bertepuk tangan girang karna permainan ludo dia unggul kemudian kembali berkata"syaratnya kamu tidak boleh memanggil saya bapak lagi, memangnya saya bapak bapak apa"
Sonya makin menatap Isco, "terus saya harus manggil apa?"
"terserah kamu sih yang penting mesraaa"kata Isco terkekeh.
"idihh..kalau begitu saya panggil mas aja deh biar ke di novel novel gitu ya?"kata Sonya.
"boleh juga..lumayan.."kata Isco.
"deal..saya mulai bekerja besok ya?"kata Sonya lagi.
"tapi tempatmu di kantor sudah terisi jadi sementara kamu jadi asistenku saja."kata Isco.
"loh ko, yang penting aku bekerja aja deh"batin Sonya.
Setelah percakapan itu, mereka terlihat serius bermain game sesekali mereka tertawa terbahak bahak karena game itu.
"ku mohon satuuu dan.....yeeeeeeee...aku menang yeeeee"teriak Isco pada kocokan terahirnya pada dadu dalam ponsel itu membuatnya menjadi pemenanga permainan itu.
"aku kan menang ada satu lagi yang aku minta."kata Isco.
"apa?"tanya Sonya.
"jangan menggunakan kata saya lagi,, kamu mengerti!!tidak terima penolakan, wuaah ngantuknya mari tidur katanya besok mau bekerja lagi."kata Isco.
Mereka pun tidur seranjang tanpa ada kejadian yang berarti.
bersambung...
duh kok part ini monoton yak..
__ADS_1